Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Family!

No description
by

Addy Lado

on 7 September 2016

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Family!

Definisi Keluarga
Pengertian Keluarga
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, keluarga berarti ibu dan bapak beserta anak-anaknya atau seisi rumah. Pengertian ini mengacu pada aspek antropologis yaitu manusia dalam lingkungan keluarga. Istilah keluarga berbeda dengan istilah rumah tangga. Rumah tangga lebih bersifat material ekonomis, yaitu sesuatu yang berhubungan dengan urusan kehidupan dalam rumah, seperti belanja dan sebagainya.
Meskipun keluarga didefenisikan secara berbeda, namun terdapat kesamaan dalam rumusan yang berbeda. Kesamaan itu mencakup ciri-ciri pokok, yakni:
a. Keluarga merupakan kelompok atau persekutuan sosial yang paling kecil. b. Keluarga terbentuk apabila ada ikatan darah, perkawinan atau adopsi. c. Keluarga merupakan suatu persekutuan yang berawal dari dua orang yang
berbeda jenis kelamin.
Diskusi
1. Seperti apa keluarga bagi saya

2. Sebutkanlah siapa saja anggota keluarga yang tinggal serumah denganmu selain ayah, ibu, dan saudara kandungmu! Jika ada, jelaskanlah mengapa mereka tinggal bersama dalam rumahmu!

3. Sebutkanlah masalah-masalah yang sering muncul dalam relasi antar anggota keluargamu di rumah!

Fungsi keluarga dari perspektif iman Kristen
Keluarga Kristen
Kesepadanan (Kejadian 2: 18) Keseimbangan laki-laki dan perempuan dalam saling melengkapi (?)

Satu daging (Kejadian 2: 21-25) menyatukan keunikan pribadi, perkembangan diri secara bersama, dan pengambilan keputusan secara bersama.

Mengolah alam semesta (Kejadian 1: 28)

Wadah mengekspresikan cinta, kesetiaan, dan saling menghormati
(Efesus 5: 22 – 6: 4)

Family!
Ada 9 fungsi keluarga
Fungsi biologis
Berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan biologis dan seks suami istri untuk menghasilkan keturunan, memenuhi kebutuhan gizi keluarga, serta memelihara dan merawat anggota keluarga secara fisik.
Fungsi afeksi

Berhubungan dengan rasa (afeksi), misalnya rasa kasih sayang, keintiman, perhatian dan rasa aman yang tercipta dalam keluarga.
Fungsi edukatif

Berkaitan dengan pendidikan untuk anak sesuai dengan tingkat perkembangannya, serta menyekolahkan anak untuk memberikan pengetahuan, keterampilan yang sesuai dengan bakat dan minat anak.
Fungsi religius

Fungsi ini mendorong dikembangkannya seluruh anggota menjadi insan- insan agama yang penuh ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta menunjukkan penghayatan dan perilaku nilai-nilai agama.
Fungsi protektif

Fungsi ini bertujuan agar memberikan tempat yang nyaman bagi anggota keluarga dan memberikan perlindungan secara fisik, ekonomis maupun psikologis bagi seluruh anggotanya.
Fungsi rekreatif

Fungsi ini bertujuan untuk mencari hiburan, memberikan suasana yang segar dan gembira dalam lingkungan keluarga.
Fungsi ekonomis

Berkaitan dengan orang tua yang mencari sumber-sumber penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga, dan pengaturan penggunaan penghasilan keluarga untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Fungsi status sosial

Keluarga akan mewariskan kedudukannya kepada anak-anaknya, karena kelahiran anggota keluarga biasanya dihubungkan dengan sistem status ini. Selain itu status individu juga dapat berubah melalui perkawinan dan usaha- usaha yang dilakukan seseorang.
a. Sebagai teman sekerja Allah dalam mengelola alam semesta dan segala isinya
(Kejadian 1:28). Manusia diciptakan sesuai dengan gambar dan rupa Allah (imago dei). Artinya manusia merupakan perpanjangan tangan Tuhan di bumi untuk menjaga seluruh ciptaan Tuhan, termasuk dalam hubungan antara sesama dan juga alam. Setiap manusia, termasuk keluarga bertanggung jawab untuk menciptakan relasi yang baik dengan sesama, dan menjaga kelestarian alam.
Sebagai lembaga pendidik utama dan pertama (Ulangan 6:4-9). Yang pertama berarti belum ada lembaga lain yang dapat mendahului peran keluarga dalam pendidikan kepada anak. Yang utama berarti belum ada lembaga lain yang mengungguli perannya dalam pendidikan. Dengan kata lain, keluarga menjadi lingkungan dasar penerapan dan pembentukan nilai-nilai kehidupan sesuai dengan ajaran Kristiani.
Sebagai wadah semua anggota keluarga dalam mengekspresikan kasih, kesetiaan dan sikap saling menghormati (Efesus 5:22-23; 6:1-3). Setiap anggota keluarga berkewajiban menciptakan lingkungan dalam keluarga yang harmonis dengan menghayati dan melakukan ajaran-ajaran Kristiani sehingga dampaknya dapat terpancar dalam lingkungan masyarakat yang lebih luas.
Keluarga Kristen pada masa kini perlu menyadari peranannya dengan cara memberlakukan nilai-nilai kehidupan, baik secara biblis maupun teologis sehingga menjadi perpanjangan peranan Allah dalam kehidupan keluarga Kristen secara utuh.
a. Keluarga sebagai pusat pembentukan kehidupan rohani
.
Dari keluarga kita mempelajari pola-pola hubungan akrab dengan orang lain, nilai-nilai, ide dan perilaku yang berproses hari demi hari, tahun demi tahun. Di samping keluarga juga ada terdapat sekolah, gereja, kelompok masyarakat yang juga berperan membentuk jati diri dan kehidupan rohani.
b. Keluarga sebagai tempat bernaung kudus.

Maksudnya adalah keluarga merupakan tempat penerimaan, pembinaan, pertumbuhan yang memberdayakan anggota-anggota keluarga untuk berperan serta dalam tindakan kasih dan penyelamatan Allah yang terus berlanjut.
c. Keluarga yang mencerminkan kasih Allah secara holistik.
Di sini kehidupan keluarga perlu ditata untuk mencerminkan atau merefleksikan kasih Allah yang memberikan pengasuhan secara fisik, mental/emosional, sosial, spiritual/ rohani kepada para anggotanya. Hal ini juga dikenal sebagai kasih Allah yang bersifat holistik. Dari cara pandang iman, maka cara kita saling berhubungan seharusnya menjadi perwujudan kasih Allah terhadap sesama sebagai anggota keluarga.
d. Keluarga sebagai pencerita.
Keluarga adalah pencerita yang alamiah dimana orang yang lebih tua (kakek, nenek, ayah, ibu) adalah pencerita utama untuk menceritakan karya-karya Allah di dalam keluarga sebagai kabar kesukaan. Orang tua yang bercerita adalah bagian dalam kebudayaan kita yang seringkali kita abaikan.
Masalah2 dalam keluarga
Perselingkuhan
Perceraian
Kekerasan Dalam Rumah Tangga
Ketidakjujuran (Kisah Para Rasul 5: 1-11)
Hubungan Tuan dan Hamba (Kejadian 24: 1-67)


bagaimana dengan
Anak VS Orangtua?
Fungsi sosialisasi anak
Berhubungan dengan pembentukan kepribadian anak, serta memperkenalkan pola tingkah laku, sikap, keyakinan, cita-cita dan nilai-nilai yang dianut oleh kelompok sosial/masyarakat.
Peran Allah dalam Keluarga
1. Allah pembentuk keluarga 
Adam dan Hawa (Kejadian 2: 18)
2. Allah menghendaki keluarga memenuhi perintah-Nya dengan hidup saling menerima, mengasihi, dan membangun.
3. Kristus sebagai kepala keluarga.

Yesus secara pribadi sangat mengasihi keluarga dan menyatakan diri sebagai Juru Selamat pada pernikahan di Kana (Yoh. 2: 1-11).
Yesus turut menolong keluarga Kristen masa kini dalam kehadirannya di setiap kesukaran, masalah, kekurangan, dosa-dosa. Hal ini merupakan rahasia ajaib bagi keluarga Kristen yang selalu tertolong oleh suatu kesetiaan yang luar biasa dan oleh suatu anugerah yang tidak dapat kita pahami.
Rasul Paulus menyebutkan bahwa keluarga Kristen harus hidup dengan menjadikan Kristus sebagai kepala keluarga (1 Kor. 11: 3). Artinya, menjadikan Kristus sebagai kepala keluarga dan pedoman kehidupan, menjadikan Kristus sebagai acuan dan teladan hidup berkeluarga.


By: Addy Lado, S.Si Theol
Dalam teks ini terdapat tiga landasan dalam membangun keluarga Kristen, yakni:
Kejadian 2 : 24
1. Meninggalkan ayah dan ibunya (tanggung jawab) Sejak dilahirkan anak menjadi tanggung jawab orang tua, tetapi setelah memasuki rumah tangganya sendiri, seorang anak akan meninggalkan statusnya sebagai anak yang berada di bawah tanggung jawab orang tuanya, lalu menjadi seorang suami atau istri, dan bertanggung jawab penuh atas keluarganya sendiri.
2. Bersatu dengan suami atau istrinya (tidak mengenal perceraian) Bersatu berarti tidak bisa dipisahkan, ibarat dua lembar kertas yang direkatkan menjadi satu. Kalaupun dipisahkan akan menjadi rusak. Hal ini berarti dalam keluarga Kristen tidak mengenal perceraian.

3. Keduanya menjadi satu daging (tidak ada orang ketiga)
Satu daging merupakan aspek hubungan seksual dalam pernikahan. Seks adalah anugerah Allah yang kudus, yang ditempatkan oleh Tuhan hanya dalam kerangka pernikahan resmi, jadi di luar pernikahan adalah dosa. Karena telah menjadi satu daging, maka dalam keluarga Kristen tidak ada pihak ketiga.
Silahkan baca
1 Korintus 11:3
Korintus Kota Kuno di Yunani.
Kota ini adalah kota metropolitan di zaman Paulus = banyak masalah.

Sistem patriaki kuat!
kewibawaan laki-laki sendiri dilunakkan karena ia berada di bawah wibawa Kristus. Otoritas perempuan di bawah laki-laki sebagai kepala keluarga, dan otoritas laki-laki di bawah Kristus, menunjukkan bahwa Kristuslah Kepala keluarga di atas kewibawaan laki-laki dan perempuan.
Full transcript