Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Copy of Sistem peredaran darah pada manusia

No description
by

iyan kadafu

on 20 November 2014

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Copy of Sistem peredaran darah pada manusia

Sistem peredaran darah pada manusia
IYAN KADAFU
darah
Darah merupakan jaringan ikat khusus yang terdiri dari plasma darah, sel-sel darah dan keping darah.
Karakteristik darah:
Darah lebih berat dan kental daripada air, memiliki pH 7,35-7,45
Warna darah bervariasi tergantung pada kadar oksigen yang dibawa oleh sel darah merah.
Volume darah didalam tubuh adalah 8%, pada orang dewasa memiliki darah sekitar 5 liter.
komponen penyusun
darah
Plasma darah adalah cairan berwarna bening kekuningan, mengandung 92% air, 7% protein plasma, 1% bahan campuran kompleks.
a.) Protein plasma
->
Albumin
. Berjumlah 55%-60% dari jumlah protein plasma. Berperan menjaga tekanan osmosis koloid darah.
->
Globulin
. Mempunyai rasio 35% dari protein plasma,
> Alfa dan Beta Globulin : Berfungsi sebagai molekul pembawa lipid, hormon, dan berbagai substrat lainnya.
> Gamma Globulin (Imunoglobulin): Merupakan Antibodi yang berfungsi untuk membinasakan antigen yang masuk kedalam tubuh.
->
Fibrinogen
. Membentuk 4% protein plasma, disintesis di hati dan berfungsi pada mekanisme pembekuan darah.
Komponen penyusun darah
Fungsi sistem peredaran darah:
Transportasi. Makanan, garam mineral, gas, hormon enzim dan zat-zat lainnya dibawa oleh darah untuk diedarkan ke seluruh tubuh
Penjaga suhu tubuh. Darah mengedarkan energi panas yang dihasilkan oleh metabolisme ke seluruh tubuh.
Perlindungan. Mekanisme pembekuan darah dapat mencegah tubuh kehilangan darah.
Penyangga. Protein darah bertindak sebagai penyangga melawan perubahan asam-basa untuk mempertahankan pH optimum darah.
Alat pertahanan tubuh.
SISTEM SIRKULASI
1. Plasma Darah
b.) Bahan campuran kompleks
->
Organik
: Glukosa, lemak, urea, asam urat, keratin, kolestrol, dan asam amino.
->
Garam mineral
: Natrium klorida, natrium bikarbonat, garam kalsium, fosfor, magnesium, besi dan sulfat.
->
Gas darah
: Oksigen, Karbon dioksida, Nitrogen, Enzim, Antigen dan Hormon.
2. Sel Darah Merah
(Eritrosit)
Eritrosit merupakan bagian utama dari sel-sel darah.Tiap-tiap sel darah merah mengandung 300 juta molekul hemoglobin. Itulah sebabnya darah berwarna merah. Hemoglobin (Hb) merupakan suatu protein yang mengandung senyawa besi hemin. Hemoglobin mempunyai fungsi mengikat oksigen di paru-paru dan mengedarkan ke seluruh jaringan tubuh.
SIstem peredaran
darah
Sistem peredaran darah merupakan sistem transportasi tubuh secara fungsional menghubungkan organ-organ pertukaran dengan sel-sel tubuh, mengangkut bahan-bahan yang dibutuhkan seperti oksigen dan zat makanan, atau bahan-bahan sisa metabolisme seperti Karbon dioksida dan urea.
Berdasarkan cara kerjanya, Antibodi dibedakan menjadi:
Aglutinin
: Menggumpalkan Antigen
Presipitin
: Mengendapkan Antigen
Antitoksin
: Menetralkan racun
Lisin
: Menguraikan Antigen
Struktur eritrosit
Berbentuk bikonkaf dan berdiameter 7,65 μm, tepi luar tebalnya 2 μm dan bagian tengahnya 1 μm.
Tidak berinti
Pada laki-laki
dewasa, dalam 1 mm3 darahnya terkandung 5 juta eritrosit. Sedangkan pada wanita dewasa dalam 1 mm3 darahnya terkandung 4 juta eritrosit.
Fungsi Eritrosit
Mengedarkan oksigen ke seluruh jaringan di dalam tubuh.
Oksihemoglobin
kemudian akan melepas oksigen ke jaringan dan akan menjadi
Deoksihemoglobin
.
Membawa karbon dioksida ke paru-paru (
Karbominohemoglobin
).
Mengkatalisis reaksi Karbon dioksida dengan air membentuk
Asam Karbonat.
Pembentukkan Eritrosit
Eritropoiesis terjadi di sumsum merah tulang pipih, misalnya di tulang dada, tulang selangka, dan di dalam ruas-ruas tulang belakang. Pembentukannya terjadi selama 7 hari. Pada awalnya eritrosit mempunyai inti, kemudian inti lenyap dan hemoglobin terbentuk. Setelah hemoglobin terbentuk, eritrosit dilepas dari tempat pembentukannya dan masuk ke dalam sirkulasi darah.
Produksi eritrosit diatur oleh hormon E
ritropoietin.
Skema pembentukkan eritrosit
Kecepatan produksi eritropoietin berbanding terbalik dengan persediaan oksigen di dalam jaringan. Semakin sedikit jumlah oksigen maka semakin meningkat produksi sel darah merah.
Peningkatan produksi eritrosit dapat terjadi dalam keadaan:
Tinggal di dataran tinggi dengan kandungan oksigen rendah dalam jangka waktu yang lama.
Gagal jantung yang mengurangi aliran darah ke jaringan.
Penyakit paru-paru yang mengurangi absorpsi oksigen oleh darah.
Kehilangan darah dalam jumlah yang banyak akibat adanya luka atau infeksi.
Faktor makanan yang dikonsumsi juga berpengaruh dalam produksi eritrosit, antara lain:
Zat besi,
untuk menyintesis hemoglobin
Vitamin,
yaitu asam folat, vitamin C dan vitamin B12 untuk peningkatan jumlah sel darah merah.
Tembaga,
bagian esensial dari protein yang mengubah besi feri menjadi besi fero, untuk membantu memproduksi hemoglobin.
Umur dan destruksi Eritrosit
Masa hidup eritrosit hanya sekitar 120 hari atau 4 bulan, kemudian dirombak di dalam hati dan limpa. Sebagian hemoglobin terdegradasi menjadi asam amino, sebagian lagi diubah menjadi biliverdin (pigmen hijau) dan bilirubin (pigmen kuning), yang memberi warna empedu. Zat besi hasil penguraian hemoglobin dikirim ke hati dan limpa, selanjutnya digunakan untuk menyintesis eritrosit baru. Kira-kira setiap hari ada 200.000 eritrosit yang dibentuk dan dirombak. Jumlah ini kurang dari 1% dari jumlah eritrosit secara keseluruhan.

3. Sel Darah Putih
(Leukosit)
Sel darah putih adalah salah satu komponen pembentuk darah yang berada pada di setiap manusia. Sel darah putih ini berperan dalam membantu tubuh dalam melawan berbagai penyakit infeksi virus penyakit, yang merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh.
Fungsi Leukosit
Mengepung daerah yang telang terinfeksi atau cidera
Menangkap organisme asing yang hidup dan menghancurkannya
Menyingkirkan bahan tidak berguna, seperti kotoran
-kotoran, serpihan-serpihan dan lainnya
Lalu sebagai granulosit mempunyai enzim yang memecah protein dan memungkinkan untuk merusak jaringan hidup dan membuangnya.
Pada jaringan yang rusak atau terluka dapat dibuang dan memungkinkan untuk penyembuhan
fagostik yang berhasil akan membuat peradangan terhenti
Tapi jika tidak berhasil sempurna, akan membentuk nanah dari fagosit yang mati
Kemudian akan disingkirkan oleh granulosit yang sehat yang bekerja sebagai fagosit.
Karakteristik Leukosit
a) Berfungsi mempertahankan tubuh dari serangan penyakit
b) Jumlah leukosit sangat sedikit dibandingkan dengan eritrosit (dalam setiap mm3 darah hanya 6000 - 9000)
c) Bentuknya bervariasi dan mempunyai inti sel bulat ataupun cekung.
d) Geraknya seperti Amoeba dan dapat menembus dinding kapiler.
e) Plasma leukosit mengandung butiranbutiran (granula)
f) Lebih banyak beraktivitas di luar jaringan daripada di dalam pembuluh darah.
g) Setelah diproduksi di sumsum merah tulang/sumsum kuning tulang, hanya bertahan 1 hari di dalam srkulasi darah.
Sifat-sifat Leukosit
Diapedesis
: Mampu keluar menembus pori-pori membran kapiler menuju jaringan
Ameboid
: Mampu bergerak seperti amoeba sehingga sel mampu menjadi lebih panjang dalam waktu 1 menit.
Kemotaksis
: Bergerak secara Kemotaksis Positif dan Kemotaksis Negatif terhadap suatu sumber zat.
Fagositosis
: Mampu menelan Antigen dan sel darah merah yang sudah rusak.
Jenis-jenis leukosit
(I) Granulosit
a) Neutrofil
Berjumlah 60% dari leukosit
Berdiameter 9-12 μm
Memiliki granula kecil berwarna merah muda yang dapat menyerap zat warna netral
Memiliki inti sel yang banyak
Bersifat fagositosis dan aktif menghancurkan antigen
b) Eosinofil
Berjumlah 1-3% dari leukosit
Berdiameter 12-15 μm
Memiliki granula yang kasar dan besar berwarna jingga kemerahan yang dapat menyerap zat warna asam
Memiliki 2 lobus (inti sel)
Bersifat fagositosis lemah dan akan meningkat jumlahnya jika tubuh terkena infeksi.
c) Basofil
Berjumlah kurang dari 1% dari leukosit
Berdiameter 12-15 μm
Memiliki granula yang besar, tidak beraturan, berwarna keunguan hingga hitam, dapat menyerap zat warna basa
Memiliki inti sel berbentuk huruf S
Bersifat fagositosis lemah dan akan meningkat jumlahnya jika tubuh terkena infeksi.
Mengandung Histamin dan Antikoagulan heparin
(II) Agranulosit
a) Limfosit
Berjumlah 30% dari leukosit
Berdiameter 5-15 μm
Memiliki inti sel bulat berwarna biru gelap yang dikelilingi sitoplasma
Berasal dari sel-sel batang di sumsum merah tulang
Berfungsi dalam reaksi imunologis (kekebalan tubuh)
terdapat 2 jenis limfosit:
Limsofit B
, berfungsi memproduksi antibodi untuk merespon antigen tertentu
Limfosit T
, berfungsi mengenali dan melakukan interaksi dengan antigen. Limfosit T memproduksi zat aktif
Limfokin
yang membantu limfosit B dalam merespon antigen.
b) Monosit
Berjumlah 3-8% dari leukosit
Berdiameter 12-18 μm, merupakan sel darah terbesar
Memiliki inti sel terbesar berbentuk seperti telur yang dikelilingi oleh sitoplasma berwarna biru keabuan pucat
Berasal dari sel-sel batang di sumsum merah tulang
Berfungsi sebagai fagosit yang sangat aktif dan berumur sangat panjang.
4. Keping darah
(Trombosit)
Trombosit (juga disebut keping darah) adalah sel-sel berbentuk oval kecil yang dibuat di sumsum tulang. Trombosit membantu dalam proses pembekuan. Ketika pembuluh darah pecah, trombosit berkumpul di daerah dan membantu menutup kebocoran. Trombosit bertahan hidup hanya sekitar 9 hari dalam aliran darah dan secara konstan akan digantikan oleh sel-sel baru.
Karakteristik trombosit
a) Sering disebut sel darah pembeku karena fungsinya dalam proses pembekuan darah.
b) Berukuran lebih kecil daripada eritrosit maupun leukosit dan tidak berinti.
c) Dalam setiap mm3 terdapat 200.000 - 400.000 trombosit.
d) Dibentuk pada sel megakariosit sumsum tulang.
e) Mempunyai waktu hidup sekitar 5-9 hari. Trombosit yang sudah tua diambil oleh makrofag di hati dan limpa pada saat darah melewati organ tersebut
f) Berdiameter 2-4 μm, tidak berwarna dan mudah pecah
Fungsi trombosit
Trombosit berfungsi dalam proses pembekuan darah. Saat ada jaringan pembuluh darah yang rusak, baik itu di bagian dalam maupun luar tubuh, trombosit akan menggumpal dan saling melekat satu sama lain. Dalam trombosit juga terdapat enzim yang berpengaruh dalam pembuatan benang-benang fibrin, benang yang juga menjadi salah satu bahan untuk pembekuan darah.
mekanisme pembekuan darah
Proses pembekuan darah
Faktor-faktor pembekuan darah
protombin
yaitu,Senyawa globulin yang larut dalam plasma darah. Protrombin dibuat di dalam hati dengan bantuan vitamin K. Protrombin akan diubah menjadi trombin.
Fibrinogen
yaitu,protein plasma yang disintesis di hati,yang dapat diubah menjadi fibrin
Ion kalsium
yaitu,ion anorganik dalam plasma,serta dapat diperoleh dari makanan dan tulang.ion ini diperlukan pada seluruh tahap proses pembekuan darah


Tromboplastin(trombokinase)
yaitu,protein plasma (enzim) yang disintesis di dalam hati dan memerlukan vitamin K dalam bekerja. Enzim ini merupakan faktor antihemofilia
Vitamin K
Vitamin yang sangat penting dalam sintesis protrombin dan faktor pembekuan lainnya di dalam hati,diabsorpsi dari usus dan bergantung pada garam empedu yang di produksi hati.

Transfusi Darah
Yaitu,proses mentransfer darah atau produk berbasis darah dari seseorang ke sistem peredaran darah orang lain.
Tujuan transfusi darah : yaitu
Menyelamatkan jiwa pada saat kehilangan darah dalam jumlah besar akibat trauma,operasi,atau tidak berfungsinya organ pembentuk sel darah merah.
Mengobati berbagai penyakit,seperti anemia berat,trombositopenia(berkurangnya trombosit)yang disebabkan oleh penyakit darah,hemofilia,siklemia yang memerlukan transfusi darah lebih sering.

Proses :
pada saat transfusi darah diberikan,plasma darah dari donor diencerkan oleh plasma darah resipien,sehingga aglutinin (antibodi) donor tidak dapat menyebabkan aglutinasi(penggumpalan). Namun,aglutinogen(antigen) pada sel donor sangat penting dalam transfusi. Jika golongan darah donor tidak cocok dengan golongan darah resipien,maka aglutinin(antibodi) dalam plasma darah resipien akan menggumpalkan sel darah merah donor,akibatnya pembuluh darah kecil akan tersumbat dan terjadi hemolisis yang akan melepaskan hemoglobin ke dalam aliran darah. Hemoglobin yang terbawa ke tubulus ginjal akan mengendap dan menutup tubulus,akibatnya ginjal menjadi tidak berfungsi.
Golongan darah O disebut golongan darah universal,karena golongan darah O tidak memiliki aglutinogen(antigen) untuk digumpalkan,sehingga dapat diberikan kepada respien semua golongan darah. Sedangkan,golongan darah AB disebut resipien universal , karena tidak memiliki aglutinin(antibodi) dalam plasma darahnya yang akan menggumpalkan darah,sehingga dapat menerima darah dari donor semua golongan darah.
GOLONGAN DARAH
Golongan darah adalah pengklasifikasian darah dari suatu individu berdasarkan ada atau tidak adanya zat antigen warisan pada permukaan membran sel darah merah.

SISTEM PENGGOLONGAN DARAH
Sistem ABO
Sistem Rh
Berdasarkan sistem ABO darah manusia dikelompokan menjaddi empat macam golongan darah berdasarkan senyawa Aglutinogen pada permukaan eritrosit (tipe A & tipe B) dan Aglutini dalam plasma darah.
Aglutinogen merupakan senyawa protein darah yang terdapat pada sel-sel darah merah dan disebut juga antigen. Ada 2 macam Aglutinogen, yaitu aglutinogen A dan Aglutinogen B.
Aglutinin adalah suatu protein yang terdapat dalam plasma darah. Disebut juga antibodi.
1. Sistem ABO
UJI GOLONGAN DARAH
Sistem ABO: menggunakan serum anti-A, anti-B dan anti-AB.
Darah diteteskan tes serum A dan tes serum B:
Jika darah A menggumpal, sedangkan di B tidak maka termasuk golongan darah A
Jika darah di A tidak menggumpal sedangkan di B menggumpal maka termasuk golongan darah B
Jika darah di A dan B menggumpal maka termasuk golongan darah AB
Jika darah di A dan B tidak menggumpal maka termasuk golongan darah O
Sistem Rh: menggunakan serum anti-D (anti RhO)
Analisisnya berdasarkan hasil penggumpalan darah.
Gol.darah manusia ditentukan oleh AGLUTINOGEN dan ANTIBODI (aglutinin) dalam plasma darah.
Full transcript