Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

HORMON

No description
by

widya aurina

on 26 October 2012

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of HORMON

Hormon Pertumbuhan Hormon Reproduksi Sistem Reproduksi Pria Sistem Reproduksi Wanita Mekanisme Kerja HGH Manfaat kelenjar HGH Somatrotopin Picture of Hormone : Hormon pertumbuhan (GH) adalah hormon berbasis protein peptida. Merangsang pertumbuhan, reproduksi sel dan regenerasi pada manusia dan hewan lainnya. Hormon pertumbuhan adalah asam 191 amino, tunggal-rantai polipeptida yang disintesis, disimpan, dan dikeluarkan oleh sel somatotroph dalam sayap lateral kelenjar pituitari anterior. 1. Anti Penuaan
2. Meningkatkan Tenaga dan Fungsi Otak
3. Menguatkan Fungsi Otak dan Paru-paru
4. Membangun otot
5. Mengurangi Lemak Tubuh
6. Mncegah osteoporosis
7. Meningkatkan sistem Imunisasi
8. Memperbaiki penglihatan dan Daya Ingat HGH (Human Growth Hormone) yang dihasilkan oleh kelenjar pituitary pertama-tama mengalir melalui pembuluh darah menuju ke organ hati. Di dalam hati, (HGH) dirubah menjadi IGF-1 (Insulinlike Growth Factor 1). Lalu melalui peredaran darah pula, IGF-1 dialirkan keseluruh organ-organ yang ada di tubuh manusia. IGF-1 inilah yang bertanggung jawab untuk memelihara seluruh organ-organ di dalam tubuh manusia. Oleh karena terpeliharanya organ-organ di dalam tubuh manusia, maka system imunisasi di dalam tubuh manusia juga ikut terpelihara. 1. Gonadotropin hormone (GnRH), dihasilkan oleh kelenjar pituitary anterior (hipofisis anterior) yang terdiri dari:
*Luteinizing Hormone (LH), berfungsi merangsang sel-sel Leydig testis untuk menghasilkan tostesteron.
*Folicle Stimulating Hormone (FSH), berfungsi merangsang perkembangan spermatosit dalam proses spermatogenesis, khususnya merangsang sel-sel sertoli pada perubahan spermatid menjadi sperma.
2. Androgen merupakan hormone steroid. Salah satu hormone ini adalah tostesteron. Tostesteron disekresikan oleh sel-sel Leydig testis. Tostesteron berfungsi dalam perkembangan sel germinal dalam proses spermatogenesis. Selain itu, tostesteron sangat penting dalam menentukan sifat kelamin sekunder para pria, contohnya tumbuhnya rambut pada area tertentu, perbesaran suara dan perkembangan otot yang terjadi ketika masa pubertas.
3. Estrogen dibentuk oleh sel sertoli ketika ada stimulus oleh FSH. Hormon ini berperan dalam proses pematangan sperma. 1.Gonadotropin Hormone (GnRH), dihasilkan oleh kelenjar pituitary anterior (hipofisis anterior) yang terdiri dari:
*Luteinizing Hormone (LH), berperan dalam merangsang pelepasan oosit sekunder dari folikel tersier (de graf) sehingga terjadi ovulasi.
*Folicle Stimulating Hormone (FSH), merangsang pertumbuhan folikel telur pada ovarium.

2.Estrogen, disekresikan seiring dengan perkembangan folikel. Estrogen juga diproduksi oleh korpus luteum dan plasenta. Fungsi estrogen adalah:
*Merangsang pembentukan kembali (proliferasi) sel penyusun endometrium.
*Mempengaruhi serviks menghasilkan lendir yang bersifat basa pada vagina sehingga mendukung kelangsungan hidup sperma ketika masuk ke vagina.
*Sangat berperan dalam menentukan sifat kelamin sekunder wanita.
*Berperan dalam kontraksi uterus ketika proses persalinan.

3.Progesterone, dihasilkan oleh korpus luteum (folikel yang telah melepaskan ovumnya), berfungsi sebagai:
*Mendukung fungsi estrogen dalam penebalan endometrium.
*Merangsang sekresi lendir pada vagina.
*Merangsang pertumbuhan kelenjar susu.

4.Oksitosin, disekresikan oleh hipofisis wanita, berperan merangsang kontraksi uterus pada saat persalinan 5.Prostaglandin, disekresikan oleh membrane janin, berfungsi meningkatkan intensitas kontraksi uterus rahim ketika proses persalinan.
6.Relaksin, dihasilkan oleh plasenta dan korpus luteum pada ovarium, berfungsi merelaksasi dan melunakkan serviks serta melonggarkan tulang panggul sehingga mempermudah persalinan.
7.Mammotropin, disekresikan oleh hipofisis dan plasenta, berfungsi merangsang pertumbuhan awal kelenjar susu (glandula mamae).
8.Prolaktin, disekresikan oleh hipofisis ibu pada minggu kelima kehamilan, berfungsi meningkatkan sekresi air susu oleh glandula mamae. Hormon berasal dari bahasa Yunani kuno yaitu Hormaein yang mempunyai arti yang menimbulkan gairah. Definisi klasik hormon adalah suatu zat kimia organik yang diproduksi oleh sel-sel khusus yang sehat, dirembeskan melalui aliran darah, dalam jumlah sedikit dan dapat menghambat atau merangsang aktivitas fungsional dari target organ atau jaringan. 1. Bagus Irfansyah 04
2. Erik Saputro 10
3. Ivone Valensya 17
4. Widya Aurina 36 Kelebihan dan Kekurangan Hormon *Kelebihan hormon pertumbuhan/growth hormone disebut dengan gigantisme (berperawakan raksasa). Gigantisme dapat terjadi bila keadaan kelebihan hormon pertumbuhan terjadi sebelum lempeng epifisis tulang menutup atau masih dalam masa pertumbuhan. Penyebab kelebihan produksi hormon pertumbuhan terutama adalah tumor pada sel-sel somatrotop yang menghasilkan hormon pertumbuhan. Ciri utama gigantisme adalah perawakan yang tinggi hingga mencapai 2 meter atau lebih dengan proporsi tubuh yang normal.
*Dwarfism (cebol) yaitu gangguan pertumbuhan akibat gangguan pada fungsi hormon pertumbuhan / growth hormone. Gejalanya berupa badan pendek, gemuk, muka dan suara imatur (tampak seperti anak kecil), pematangan tulang yang terlambat, lipolisis (proses pemecahan lemak tubuh) yang berkurang, peningkatan kolesterol total / LDL, dan hipoglikemia. Biasanya intelengensia / IQ tetap normal kecuali sering terkena serangan hipoglikemia berat yang berulang. HORMON Definisi Hormon Hormon Kelenjar Gondok Proses Pembentukan Hormon Kelenjar Gondok Hypothalamus melepaskan ‘Thyrotropin-Releasing Hormone’ (TRH), melalui peredaran darah hormon ini sampai di kelenjar Pituitary yang berada di dasar otak. Sebagai balasannya, kelenjar Pituitary gondok melepaskan ‘Thyroid-Stimulating Hormone’ (TSH) ke dalam sistem peredaran darah yang akhirnya sampai di kelenjar Gondok. TSH kemudian merangsang kelenjar Gondok untuk memproduksi 2 jenis hormonnya yaitu :
* L-thyroxine (T4) dan
* Triiodothyronine (T3)
Selain itu kelenjar Gondok juga membutuhkan mineral Iodium yang cukup untuk membentuk ke dua jenis hormon tersebut di atas (T3 dan T4).
Pengaturan akan produksi hormon kelenjar Gondok, diatur oleh rangsangan terhadap kelenjar Pituitary.
Kegagalan pada ‘pengaturan’ produksi hormon kelenjar gondok ini akan menyebabkan terjadinya :
1. Hypothyroidism (kekurangan hormon kelenjar Gondok)
2. Hyperthyroidism (Kelebihan hormon kelenjar Gondok) Penyakit Kelenjar Gondok Terjadinya gangguan pada produksi kelenjar Gondok adalah akibat dari gagalnya system pengaturan. Tetapi tidak semua penyakit kelenjar Gondok harus mengalami gangguan produksi Hormon. Ada beberapa penyakit Gondok yang tidak mengalami gangguan produksi Hormon, artinya jumlah hormon kelenjar Gondok yang ada di dalam darah berada pada kadar yang stabil (tidak kurang dan tidak lebih), ini yang disebut dengan Euthyroid. Penyebab Terjadinya Kelenjar Gondok 1.Hypothyroidism :
*Kehilangan jaringan : Akibat dari berbagai tindakan medis yang menyebabkan hilangnya jaringan kelenjar.
*Antibodi Antithyroid: Antibodi ini dapat menyebabkan menurunnya produksi hormon Thyroid.
*Kongenital (Kelainan bawaan) : Hypothyroidism dapat terjadi sejak lahir.
*Kelainan pada produksi hormon thyroid : “Hashimoto thyroiditis”, adalah gagalnya kelenjar Gondok memproduksi hormon Thyroid, hal mana ditandai dengan meningkatnya jumlah TSH di dalam darah. Meningkatnya TSH ini akan menyebabkan “Goiter” (pembesaran kelenjar Gondok yang nyata, nampak di depan leher)
*Akibat pengobatan : Beberapa tindakan pengobatan yang mengandung mineral lithium (Eskalith, Lithobid), mempunyai efek samping hypothyroidism.

2.Hyperthyroidism :
*Penyakit Grave : Adalah dimana kelenjar Thyroid, mengalami rangsangan yang berlebihan dalam pembentukan hormon.
*Toxic multinodular goiter : Kelainan ini timbul akibat produksi hormon Thyroid yang berlebihan dari kelenjar Gondok itu sendiri tanpa ada pengaruh rangsangan dari mana mana.
*Thyroiditis : Radang kelenjar Gondok. Peradangan dapat menyebabkan satu lonjatan hyperthyroid, sehingga dapat menimbulkan keadaan hypothyroidism, dan akan menurun ketika radang teratasi.
*Pituitary adenoma : Penyakit tumor kelenjar pituitary, yang menyebabkan meningkatnya TSH diluar sistem pengaturan. Hal ini mempengaruhi kelenjar Gondok, sampai terjadi rangsangan yang berlebihan dan menyebabkan produksi hormon Thyroid yang juga berlebihan.
*Drug-induced hyperthyroidism : Keadaan ini adalah akibat efek samping pengobatan. Picture of Growth Hormone : Gambar Struktur Hormon Reproduksi Pria : Gambar Hormon Reproduksi Wanita : Gambar Kelenjar Thyroid Terima Kasih
Full transcript