Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Warna Tanah oleh Kim Dong Hwa

Bahasa Indonesia Individual Oral Presentation
by

Marissa Rahardja

on 29 January 2013

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Warna Tanah oleh Kim Dong Hwa

Warna Tanah Individual Oral Presentation
by Nino, Marissa, Tae Mi Korea: Budaya dan Masyarakat Simbol-simbol Alam Bertambahnya
Pengetahuan Ehwa Perasaan Para Tokoh
(Bunga-bunga) Konklusi Video Budaya Masyarakat Korea KUTIPAN
KIM DONG HWA KONSEP KARAKTER TRILOGI WARNA MENURUT KIM DONG HWA Tentang Kim Dong Hwa Ehwa yang lugu
Perbedaan Ehwa dan kedua temannya = membosankan
Ingin menekankan keunikan dan kemurnian Ehwa -> sering terjadi dalam kehidupan kita
Fokus utama cerita: Kedekatan seorang ibu dan anak perempuan
Kim Dong Hwa tidak mengerti jalan pikiran dan emosi seorang perempuan
Solusinya: Pengamatan yang seksama dan lama untuk mengerti hal tersebut
Korea -> kedekatan dan penghargaan untuk ibu adalah hal yang umum, sering dibahas di komunitas seni
Memudahkan dalam proses Trilogi Warna Masalah perempuan dan hubungannya dengan orang lain

"Kehidupan ini penuh dengan hal-hal yang kecil yang tidak penting. Semua hal ini secara bersama menciptakan cerita kehidupan umat manusia. Orang-orang berpikir bahwa semua tanggung jawab dan keputusan mereka masing-masing tidak ada hubungannya dengan sesama. Namun sebenarnya, semuanya saling berhubungan. Meskipun buku ini berlatar belakang awal tahun 1900an dan karakter-karakternya menjalani kehidupan anakronistik, konflik dan kesulitan-kesulitan yang mereka alami tidak ada bedanya dengan orang-orang yang hidup di jaman sekarang dan begitu pula sebaliknya. Kita mengalami berbagai konflik setiap harinya karena ketidak-cocokan antara apa yang ingin kita lakukan dengan apa yang seharusnya kita lakukan dan kita harus memilih salah satunya. Buku "Trilogi Warna" adalah cerminan dari realitas tersebut. Sebuah negara yang terletak di tengah Jepang dan China
Tahun 1945 - terbagi menjadi dua negara: Republik Korea (Selatan) dan Republik Rakyat Demokratik Korea (Utara)
Korea Selatan: negara demokratik vs. Korea Utara: komunis Korea Selatan dan Utara memiliki kebudayaan yang sama
Karena dibagi menjadi dua negara, masing-masing negara mengembangkan bentuk kebudayaan yang berbeda
Contohnya agama, kepercayaan/keyakinan, pakaian, makanan, dan lain-lain Novel grafis karya Kim Dong Hwa ini menghadirkan simbol-simbol alam yang tidak biasa ditemukan di karya lain
Penggunaan bunga-bunga melambangkan perasaan para tokoh, sedangkan hujan, kumbang, dan pohon gingko melambangkan pengetahuan Ehwa yang semakin bertambah seiring berjalannya waktu
Secara keseluruhan, simbol-simbol alam ini sangat membaur dengan cerita dan penggunaannya tepat untuk cerita ini Korea Selatan Republik Korea (DAEHANMINGUK)
Ibu kota: Seoul
Salah satu negara maju di Asia Agama Buddha
Berasal dari India
Berdasar dari ajaran Siddharta Gautama
Peraturan yang keras biksu dan juga orang-orang yang beragama Buddha
Kuil yang sunyi; terletak di daerah pedesaan atau gunung
Kesabaran/memulihkan diri sendiri
Agama kedua paling banyak di Korea
Alasan memilih agama Buddha: damai dan sejati
Permohonan atau doa Di dalam "Warna Tanah":
Biksu Chungmyung
Salah satu contoh biksu yang melalui masa remajanya
Ia jatuh cinta dengan Ehwa
Mimpi basah (hal. 136 - 141)
Ehwa selalu muncul di hadapannya (hal. 144)
Muka sang Buddha bergambar Ehwa (hal. 144) Masalah atau konflik: cinta vs agama untuk mengikuti perjalanan (hal. 154 - 161)
Pada akhirnya ia memilih perjalanan biksu (hal 158).
Bunga teratai diartikan sebagai Buddhisme Kepercayaan (belief) Korea mempunyai kepercayaan yang berbeda dengan menggunakan simbol dan benda
Hal 48-49: tali bulu yang dianyam dengan ranting pinus, batu bara, dan cabe digantungkan pada gerbang luar untuk menandakan kelahiran bayi laki-laki
Hal 78 ‘Bukankah dia tidak memiliki suami untuk diomeli?’ Bahajee guk da- Secara harfirah berarti menggaruk labu (labu di atas rumah berarti wadah yang terbuat dari labu yang kalau di garuk menimbulkan suara berisik)
Hal 229 “Itulah sebabnya mereka mengatakan ketika Nenek Samsil menciptakan putrinya ia membuat mulut lebih dulu.” Dari cerita rakyat Korea.
Hal 169-192 Rahasia diketahui wanita ‘Kalau melemparkan sekuntum bunga kering ke dalam Kolam Pantulan, kau bisa melihat wajah calon suamimu
Hal 167 ‘Kau ingin aku menusuk jariku?’ Kalau seseorang mengalami gangguan pencernaan, orang Korea akan membuat turniket di Ibu jarinya dan menusuk ujung jari tersebut jarum = mengeluarkan tetes darah.
Hal 261-262 Hanya karena tidak menikah, tidak berarti harus membeli dua ginseng. Menyelami Pemikiran Kim Dong Hwa Komikus Korea (manhwaga)
Novel-novel grafis Kim Dong Hwa:
My Sky (Koran daily Hanguk) pada tahun 1975
Gisaeng Iyagi – Cerita Parasit
Mosnan-i - Jelek (Ugly)
Hwangto Bich Iyagi - Cerita Oker
Chunhwa (Keoleo Yeonjae) - Vernalisasi (Trilogi Warna)
Di Amerika; diterjemahkan ke bahasa Inggris -> 3 seri
Laki-laki -> bercerita dengan penuh simpati Tertarik pada pertumbuhan dan perubahan yang dialami seorang perempuan (fisik dan mental) -> manhwa
Ketertarikan -> Ibunya yang sakit -> pernah muda dan cantik
Kreatifitas Kim Dong Hwa dimulai di sini dan ia mulai mengkhayal bagaimana ibunya sewaktu muda
Ehwa adalah hasil khayalan Kim Dong Hwa tentang ibunya -> tahap pertama grafik novel Trilogi Warna
Kepedulian Kim Dong Hwa pada bunga-bunganya
Bunganya mempunyai arti khusus
Mencerminkan bunga yang tepat dan sesuai dengan idenya
Mempengaruhi komposisi Trilogi Warna "Kehidupan ini penuh dengan hal-hal yang kecil yang tidak penting. Semua hal ini secara bersama menciptakan cerita kehidupan umat manusia."
Hal-hal kecil yang tidak penting: bibit-bibit cinta Ehwa dan Chung Myung (bab 3, hal 90-93 Warna Tanah)
Pembentukan suatu cerita tentang kehidupa manusia: membentuk Ehwa mejadi seperti dirinya sekarang "Orang-orang berpikir bahwa semua tanggung jawab dan keputusan mereka masing-masing tidak ada hubungannya dengan sesama. Namun sebenarnya, semuanya saling berhubungan."
Masalah/konflik: Ehwa (bab 7, hal 196-197) mempunyai dua orang yang selalu ada di benaknya
Solusi: “Memangkas” salah satu dari pikirannya. Yang ia “pangkas” adalah Chung Myung (bab 7, hal 216-217) -> mempengaruhi kehidupan orang lain
Akibat: Chung Myung patah hati sewaktu ia mengatahui keputusan Ehwa (bab 10, hal 310-311) "Meskipun buku ini berlatar belakang awal tahun 1900an dan karakter-karakternya menjalani kehidupan anakronistik, konflik dan kesulitan-kesulitan yang mereka alami tidak ada bedanya dengan orang-orang yang hidup di jaman sekarang dan begitu pula sebaliknya."
Anakronistik (= tidak cocok dengan dengan zaman yaitu zaman kita sekarang ini) dijelaskan untuk membanding gaya hidup jaman karakter Trilogi Warna dan jaman sekarang
Dengan waktu berbeda, konflik yang sama dapat terjadi
Misalnya:
Adegan seorang janda yang menantikan laki-laki yang telah ditaksirnya
Seorang anak dihina karena mempunyai ibu janda "Kita mengalami berbagai konflik setiap harinya karena ketidak-cocokan antara apa yang ingin kita lakukan dengan apa yang seharusnya kita lakukan dan kita harus memilih salah satunya."
Harus memilih antara apa yang ingin kita lakukan atau seharusnya kita lakukan
Contoh: Kasus Chung Myung
Pilihan (bab 5, hal 142-144)
Ingin lakukan -> Ehwa
Harus lakukan -> Menjadi seorang biksu = melepaskan semua harta-harta dunia
Sebetulnya ia masih ragu dengan pilihannya
Chung Myung Ingin masih melihat Ehwa (bab 10, hal 294-299)
Ehwa sudah memilih Sunoo (bab 10, hal 304-306) Pengantar Kim Dong Hwa sangat menyukai alam dan bunga, karenanya ia menulis Warna Tanah dengan banyak simbol-simbol alam
Diantaranya adalah hujan, bunga-bunga (bunga azalea, labu, tiger lily, hollyhock, kamelia), pohon gingko dan kumbang.
Hujan, kumbang, dan pohon gingko melambangkan bertambahnya pengetahuan Ehwa tentang seksualitas
Perasaan para tokoh cerita dilambangkan oleh berbagai jenis bunga KUMBANG Kumbang badak Jepang (Allomyrina dichotoma)
Tidak hanya terdapat di Jepang, tetapi juga ditemukan di daratan China, Korea dan Taiwan
Binatang nokturnal dan mempunyai tanduk besar pada jantan
Tanduk ini berguna untuk bertarung melawan jantan yang lain untuk memperebutkan betina dan merebut pohon kekuasaan Di awal cerita, ibu Ehwa disebut mirip kumbang karena ia menerima siapapun yang datang ke kedainya (hal. 15 & 27)
Ibu Ehwa menginterpretasikan kumbang sebagai sosok yang kuat dan gagah seperti ayah Ehwa (hal. 28)
Di cerita ini, kumbang mempunyai 2 arti: menerima siapapun dan kuat dan gagah
Dari sinilah Ehwa mulai belajar tentang perbedaan antara perempuan dan laki-laki (hal. 32 – 37) POHON GINGKO Pohon ginkgo (Ginkgo biloba) berasal dari China, adalah pohon tertua di dunia
Bisa tumbuh sangat besar, tingginya bisa mencapai 60 meter dan diameternya bisa mencapai 4 meter lebih
Disebut sebagai “fosil hidup” karena umurnya bisa mencapai ribuan tahun, yang tertua ditemukan di China berumur 3500 tahun
Berkembang biak dengan biji yang tersebar oleh angin dan binatang-binatang kecil Awalnya, Ehwa menyebut pohon gingko sebagai pohon eek, karena pohon itu mengeluarkan aroma yang “lebih buruk daripada popok kotor bayi” (hal. 45)
Kakek Dorbang memberitahu Ehwa kalau pohon jantan dan betina saling berhadapan untuk menghasilkan buah, dan Ehwa mengira proses itu sama untuk manusia (hal. 47)
Ibu Ehwa lalu memberitahu Ehwa bahwa manusia tidak bisa hanya saling berhadapan untuk memperoleh bayi (hal. 67) HUJAN Hujan selalu mengiringi masa-masa Ehwa belajar sesuatu yang baru tentang seksualitas
Seperti pada waktu Ehwa berusia 7 tahun, ia belajar bahwa ia tidak mempunyai burung karena ia perempuan (Bab 1)
Ibu Ehwa memberitahu Ehwa bahwa untuk memperoleh anak, manusia tidak hanya dengan bertatapan saja, seperti pohon gingko (Bab 2)
Ehwa belajar tentang menstruasi yang dialami oleh semua perempuan dan itu pertanda bahwa ia tidak akan mati, melainkan menjadi dewasa (Bab 6) BUNGA AZALEA Royal Azalea (Rhododendron schlippenbachii) adalah bunga asli Korea dan juga ditemukan di daerah sekitarnya (China, Jepang, Russia bagian timur)
Azalea mengingatkan orang-orang Korea akan kehangatan rumah, keluarga, dan orang-orang tersayang (hal. 69)
Di Korea, bunga ini biasa dipetik kelopaknya untuk dijadikan anggur yang disajikan untuk orang-orang tersayang dan untuk acara spesial (hal. 58) BUNGA LABU Bunga dari labu air (Lagenaria siceraria)
Berwarna putih
Bunga labu hanya mekar pada malam hari dan penyerbukannya dibantu oleh serangga malam
Bunga labu adalah simbol dari perasaan rindu ibu Ehwa kepada sang pelukis (hal. 75 – 76)
Ibu Ehwa menganggap dirinya seperti bunga labu karena ia merindukan si pelukis di malam hari (hal. 82) BUNGA HOLLYHOCK Hollyhock (Alcea rosea) adalah bunga asal China yang dikembang biakkan di seluruh dunia karena bunganya yang indah
Umumnya berwarna merah muda, ungu, putih, atau kuning
Ehwa menyukai bunga hollyhock karena warna merah jambunya yang indah dan "kelopaknya yang lembut bagaikan jubah peri" (hal. 87)
Ia memberikan bunga hollyhock yang disangkutkan di telinganya kepada Chungmyung, seorang biksu muda, yang berpapasan dengannya (hal.92)
Sejak saat itu, setiap kali Chungmyung melihat bunga hollyhock ia akan teringat oleh Ehwa (hal. 92) BUNGA TIGER LILY Bunga tiger lily adalah bunga yang dipetik oleh Chungmyung untuk diberikan kepada Ehwa (hal. 91)
Chungmyung berpendapat bahwa bunga tiger lily itu indah walaupun tumbuh di seluruh pegunungan (hal. 91)
Sejak saat itu, Ehwa juga menyukai bunga tiger lily (hal. 93)
Ia membawa bunga tiger lily sewaktu ia menemui Chungmyung di kuil (hal. 115)
Bahkan ia memetik beberapa kuntum setiap hari untuk digantungkan di pintu gerbang Tuan Muda Sunoo (hal. 247)
Di cerita ini, bunga tiger lily adalah simbol dari rasa suka Ehwa kepada Chungmyung dan Tuan Muda Sunoo BUNGA KAMELIA Kamelia (Camellia japonica) adalah bunga yang tumbuh liar di Taiwan, Jepang, Korea dan China bagian selatan
Tumbuh pada bulan Januari – Maret, di mana negara-negara tersebut sedang mengalami musim dingin Bunga kamelia adalah simbol dari perasaan suka Chungmyung kepada Ehwa yang bertepuk sebelah tangan (hal. 157)
Bunga kamelia merupakan bunga yang mekar pada musim dingin, sebelum kupu-kupu bangun dari tidurnya (hal. 155)
Karena itu bunga kamelia dapat menyimbolkan cinta yang bertepuk sebelah tangan Bibliography Kim, Dong-hwa. Warna Tanah. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2010. Print.
R-Wasp. "Kumbang Badak Jepang, Serangga Perkasa Dari Asia." Republik Eusosialis Tawon. N.p., 11 Aug. 2012. Web. 30 Dec. 2012. <http://republik-tawon.blogspot.com/2012/08/kumbang-badak-jepang-serangga-perkasa.html>.
Mulyani, Sri. "Ginkgo Biloba, Tumbuhan Tertua Di Dunia." Pengetahuan Umum. N.p., 29 Aug. 2010. Web. 31 Dec. 2012.
Takziana. "Azalea ( ) : Sebuah Pembelajaran." TAZKIANA. N.p., 21 Apr. 2010. Web. 01 Jan. 2013. <http://tazkiana.wordpress.com/2010/04/21/azalea---sebuah-pembelajaran/>.
"Hollyhock." Encyclopedia Britannica Online. Encyclopedia Britannica, n.d. Web. 4 Jan. 2013. <http://www.britannica.com/EBchecked/topic/269460/hollyhock>.
"Tiger Lily." The Flower Expert. N.p., n.d. Web. 6 Jan. 2013. <http://www.theflowerexpert.com/content/aboutflowers/wildflowers/tiger-lily>.
"Camellia Japonica (Camellia)." Fine Gardening. N.p., n.d. Web. 8 Jan. 2013. <http://www.finegardening.com/plantguide/camellia-japonica.aspx>.
"Iklim." KBS World. N.p., n.d. Web. 14 Jan. 2013. <http://world.kbs.co.kr/indonesian/korea/korea_aboutweather.htm>.
Pramono, Djoko. "Penanaman Labu Botol." Labu Botol. N.p., 9 Sept. 2010. Web. 15 Jan. 2013. <http://labubotol.blogspot.com/2009/09/penanaman-labu-botol.html> Bahasa: mempunyai bahasa yang unik,
Banchan (hal 25): lauk pauk
Sam Gye thang (hal 269-270): Sup yang dibuat dengan ayam, ginseng, jujube, kastanye, dan ketan. Dianggap sebagai makanan sehat.
DongBaek (hal 154): Bunga Kamelia. ‘Dong’ berarti musim dingin dan ‘Baek’ berarti tumbuhan. Tumbuhan musim dingin
MakGeolli: Kedai minum
Cara menggunakan bahasa sopan: (hal 45) Kakek yang tidak mempunyai ikatan keluarga namun di korea kita tidak memanggil orang yang lebih tua dengan nama depan mereka
Bukan cuma bahasa tapi kata atau karakter
Hal 294-295: Cina Karakter Ehwa Posisi Kelas di desa
(Hal 170) "Itu loh putra tertua petani buah yang wajahya pucat dan tampan…” Wajahnya yang pucat berarti Sunoo anggota kelas atas dan merupakan cendekiawan, bukan buruh
Wanita harus melayani laki-laki terutama pasangannya.
(Hal 26) Ketika wanita menuangkan anggur bagi laki-laki, itu memiliki dua konotasi: melayani dan tunduk kepada dominasi Tiger lily (Lilium lancifolium) adalah bunga asal Asia utara dan timur dan juga Jepang
Unik karena bunganya yang menghadap ke bawah, bukan ke atas
Melambangkan kekayaan dan kemakmuran
Di Korea, ada sebuah legenda tua tentang tiger lily.
Full transcript