Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

LINE CODING

No description
by

Kaisar Paramatuah

on 16 April 2014

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of LINE CODING

Sistem Komputer 2010
LINE CODING
LINE CODING
TUGAS KOMUNIKASI DATA
Skema Unipolar
Polar Biphase Manchester dan Differential Manchester
Kaisar Muhammad P
09101001029
Atika Mailasari
09101001010
Wina Layanti
09101001031
Line Coding adalah metode yang digunakan untuk mengubah urutan informasi biner menjadi sinyal digital dalam sistem tramsmisi digital. Dapat dimanfaatkan untuk proses sinkronisasi antara pengirim dan penerima (sistem tidak memerlukan jalur terpisah untuk clock).
Kita dapat membagi skema line coding menjadi 5 kategori, yaitu : Unipolar, Polar, Bipolar, Multilevel, dan Multitransition.
Unipolar NRZ (Non Return to Zero)
Tegangan positif menyatakan bit 1 (+v) dan tegangan 0 menyatakan bit 0.
Polar NRZ
Skema Polar memiliki 2 versi Polar NRZ yaitu NRZ-L (NRZ-Level) dan NRZ-I (NRZ-Invert). NRZ-L adalah level dari tegangan menyatakan nilai dari bit. NRZ-I adalah perubahan dari perubahan pada level dari tegangan menyatakan nilai dari bit.
Polar RZ (Return to Zero)
Perubahan sinyal tidak diantara bit, tapi pada bit tersebut.
Polar Biphase Manchester adalah kombinasi antara Return Zero dengan Non Return to Zero Level. Lamanya bit dibagi menjadi setengah. Polar Biphase Differential Manchester adalah kombiansi antara Return Zero dengan Non Return Zero Invert. Biasanya transisi di pertengahan bit, tapi nilai bit ditentukan di awal bit. Jika bit setelahnya adalah 0, maka itu adalah transisi. Jika bit setelahnya adalah 1, maka tidak ada.
POLAR
BIPOLAR
Menggunakan 3 level tegangan : positif (+v), negatif (-v), dan 0. Level tegangan untuk satu elemen data adalah 0, ketika level tegangan untuk elemen alternatif antara positif dan negatif.
AMI : Tegangan 0 merepresentasikan binary 0. Binary 1 direpresentasikan dari tegangan positif dan negatif yang bergantian.
Pseudoternary : Bit 1 dikodekan sebagai tegangan 0, dan bit 0 direpresentasikan dari tegangan positif dan negatif yang bergantian.

MULTILEVEL
Pada mBnL, pola elemen data m dikodekan sebagai sebuah pola dari elemen sinyal n yang mana 2m ≤ Ln
1. 2B/1Q (2 Binary, 1 Quaternary)
2B1Q menggunakan pola data 2 dan pengkodean pola 2-bit sebagai satu elemen sinyal termasuk untuk 4 level sinyal. Pada tipe ini pengkodeannya m=2, n=1, dan L=4 (quaternary).

Rata-rata kecepatan sinyal 2B1Q adalah S=N/4. Artinya, kita dapat mengirim data 2 kali lebih cepat dari pada menggunakan NRZ-L.
2. 8B6T (8 Binary, 6 Ternary)
Skema ini adalah yang paling menarik. Mengkodekan pola 8bit sebagain sebuah pola 6 elemen sinyal, dimana sinyal memiliki 3 level (ternary). Kita memiliki 28 = 256 pola data yang berbeda dan 36 = 478 pola sinyal yang berbeda.

Pada contoh diatas, adalah 3 pola data dikodekan sebagai 3 pola sinyal. 3 level sinyal yang mungkin direpresentasikan sebagai -, 0, dan +. Pola 8-bit pertama 00010001 dikodekan sebagai pola sinyal – 0 – 0 + + dengan bobot 0, Pola 8-bit kedua 01010011 dikodekan sebagai - + - + + 0 dengan bobot +1. Pola ketiga harus dikodekan + - - + 0 + dengan bobot +1. Untuk membuat keseimbangan DC, pengirim membalikkan sinyal sebenarnya. Penerima akan dengan mudah mengenali bahsa ini adalah pola yang terbalik karena bobotnya adalah -1. Pola sudah di-invert sebelum dikoding. Secara teori, rata-rata kecepatan sinyal pada skema ini adalah Save = 1/2 x N x 6/8; dalam prakteknya bandwidth minimum mendekati 6N/8.
3. 4D-PAM5 (Four-Dimensional Five-Level Pulse Amplitude Modulation
4D artinya data mengirimkan melalui 4 kabel dalam waktu yang sama. Itu menggunakan 4 level tegangan, -2, -1, 0, 1, dan 2. Kita asumsikan bahwa kodenya hanya 1 demensi, 4 level membuat sesuatu yang sama menjadi 8B4Q. Dengan kata lain, 8-bit word sudah diterjemahkan menjadi sebuah elemen sinyal dari 4 level yang berbeda. Kecepatan sinyal yang buruk untuk versi 1 dimensi imaginer adalah N x 4/8 atau N/2/ Teknik ini dibuat untuk mengirimkan data kepada 4 saluran. Ini artinya kecepatan sinyal dapat dikurangi menjadi N/8, sebuah keberhasilan yang signifikan. Seluruh 8bit dapat menjadi sebuah simultan sinyal dan terkirim menggunakan satu elemen sinyal. Intinya bahwa empat elemen sinyal satu kelompok sinyal berisikan satu kelompok sinyal yang terkirim secara simultan dalam sebuah pengaturan 4 dimensional.

MULTITRANSITION
MLT-3 (Multiline Transmission, Three Level) menggunakan 3 level (+v, 0, dan –v) dan 3 aturan transisi untuk berpindah antar level :
• Jika bit setelahnya adalah 0, maka tidak ada transisi.
• Jika bit setelahnya adalah 1 dan level arus tidak 0, maka level setelahnya adalah 0.
• Jika bit setelahnya adalah 1 dan level arus 0, maka level setelahnya adalah kebalkan dari level bukan 0 terakhir.

TERIMA KASIH
Full transcript