Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Copy of Transgenic Cotton

No description
by

Ageng Panggayuh

on 24 November 2013

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Copy of Transgenic Cotton

Kapas Transgenik
Analisis Terhadap Putusan Pengadilan TUN Nomor Perkara71/G.Tun/2001/Ptun.Jkt
Tanaman yang telah direkayasa bentuk maupun kualitasnya melalui penyisipan gen atau DNA binatang, bakteri, mikrobat atau virus untuk tujuan tertentu.

Dihasilkan dengan cara mengintroduksi gen tertentu ke dalam tubuh tanaman sehingga diperoleh sifat yang diinginkan.

Pembuatan tanaman transgenik pertama kali dilakukan pada tahun 1970-an.
Tanaman Transgenik
ORGANISASI LINGKUNGAN HIDUP
BATAS GUGATAN:

Sebatas pada tuntutan untuk hak melakukan tindakan tertentu tanpa adanya gugatan ganti rugi, kecuali biaya atau pengeluaran riil.
SYARAT-SYARAT:
Berbentuk badan hukum atau yayasan.

Dalam anggaran dasar organisasi lingkungan hidup yang bersangkutan menyebutkan dengan tegas bahwa tujuan didirikannya organisasi ini ialah demi kepentingan pelestarian fungsi lingkungan hidup.

Telah melaksanakan kegiatan sesuai dengan anggaran dasar.
Mencantumkan tujuan organisasinya untuk kepentingan pelestarian lingkungan.

AD/ART LSM --
SK Menteri Pertanian No. 107/Kpts/KB 430/2/2001 tentang Pelepasan secara Terbatas Kapas Transgenik Bt DP 5690B sebagai Varietas Unggul dengan Nama NuCOTN35B ( Bollgard )
Yayasan Lembaga Pengembangan Hukum Lingkungan Hidup
Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia
Yayasan Lembaga Konsumen Sulawesi Selatan
Yayasan Konsorsium Nasional untuk Pelestarian Hutan Indonesia
Yayasan Biodinamika Pertanian Indonesia
Yayasan Lembaga Pengkajian Pemberdayaan Masyarakat
Objek Gugatan --
Tergugat --
Menteri Pertanian
PENGGUGAT -- Organisasi Lingkungan Hidup
Penggugat mempunyai ius standi / persona standi in Judicio sebagaimana yang dimuat dalam Pasal 38 ayat (3) UUPLH dengan landasan AD/ART tiap-tiap LSM.
Penggunaan Hak Gugat
KESIMPULAN
Amdal, Risk Assessment,
Precautionary Principle
Risk Assesment
Amdal
Precautionary Principle
Penilaian risiko atau dampak yang dapat disebabkan oleh dilakukannya suatu hal, dalam hal ini sebuah usaha, terhadap lingkungan sekitar.
Tidak adanya kepastian ilmiah, tidak adanya atau kurang memadainya informasi ilmiah, tidak boleh digunakan untuk menunda atau menghambat langkah preventif yang tepat untuk mencegah kerusakan lingkungan
Kajian mengenai dampak penting suatu usaha dan/atau kegiatan yang direncanakan pada lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha dan/atau kegiatan. (Ps. 1 angka 11 UU 32 /2009)
Pelepasan Kapas Transgenik sebagai varietas unggul tersebut harus didahului dengan pelaksanaan proses AMDAL dan pengumuman kepada masyarakat sebelum penyusunan AMDAL.

DAMPAK PENTING BAGI LINGKUNGAN -- Kapas transgenik tahan hama dapat membunuh serangga-serangga tertentu sehingga kemampuannya menghasilkan racun yang mampu membunuh hama sasaran, sehingga mempunyai potensi besar untuk:
Menimbulkan kerugian pada keanekaragaman hayati, berupa terbunuhnya suatu jenis hewan atau menurunnya populasi suatu jenis tanaman yang bukan merupakan sasaran semula;
Terjadinya perpindahan gen dari tanaman transgenik ke kerabat lainnya sehingga menimbulkan gulma super yang sulit diberantas;
Pembentukan senyawa yang menimbulkan alergi atau keracunan bagi manusia.
PENDAPAT
PENGGUGAT
Tidak adanya keraguan tentang pelepasan terbatas Kapas Transgenik karena setelah melalui pengujian laboratorium, pengujian fasilitas lapangan terbatas, pengujian multilokasi, penanaman Kapas Transgenik ini aman terhadap kemananan hayati.

Proses pelepasan Kapas Transgenik ini menurut pihak tergugat dilakukan sesuai Keputusan Bersama No. 998/Kpts/OT.210/9/1999, 790-a/Kpts-IX/1999, 1145 A/MENKES/SKB/IX/1999, dan 015 A/Meneg/PHOR/09/1999 tentang Keamanan Hayati dan Keamanan Pangan Produk Pertanian Hasil Rekayasa Genetik.
Antisipasi kemungkinan terjadi dampak negatif diusahakan dengan membentuk Tim Pemantauan Pengawasan Penggunaan Kapas Dimana kajian yang dilakukan ialah :

Daya Hasil
Sosial Ekonomi
Analisis Resiko Lingkungan (kompensasi tidak dilakukannya AMDAL)
PENDAPAT
TERGUGAT
Akibat-akibat yang ditimbulkan belum ada, karena masih merupakan uji coba.

Surat Keputusan Tata Usaha Negara yang diterbitkan oleh Tergugat belum mengakibatkan kerugian terhadap kepentingan para Penggugat.

Kewajiban untuk AMDAL bagi tergugat tidak dipersyaratkan., maka dari itu, surat keputusan Tata Usaha Negara yang diterbitkan oleh tergugat terbukti tidak bertentangan dengan ketentuan mengenai AMDAL.
PENDAPAT
HAKIM
Pemerintah selaku tergugat telah melanggar Precautionary Principle karena tidak melakukan kajian resiko jangka panjang, melainkan hanya melakukan riset dan penelitian laboratorium untuk menentukan dampak resiko untuk jangka pendek saja.
Hakim berpendapat seolah-olah AMDAL merupakan cara optional, padahal AMDAL ini memiliki peran penting untuk mengetahui dampak yang mungkin saja bisa ditimbulkan dari suatu kegiatan dan/atau usaha yang akan dilakukan, sehingga dapat diketahui pula Risk Assessment dari kegiatan dan/atau usaha tersebut. Dimana semua ini didasari oleh Precautionary Principle.
KESIMPULAN
Keamanan Dalam
Pelepasan Kapas Transgenik
PENDAPAT
TERGUGAT
Berdasarkan hasil kajian toxin protein yang dihasilkan oleh gen Bt pada tanaman kapas transgenic terhadap organisme bukan sasaran menunjukkan bahwa :

Kapas Transgenik sudah menunjukkan keamanannya sejak 40 tahun yang lalu, dan tidak ada pengaruhnya terhadap manusia, tikus, kelinci dan domba.

Perpindahan gen dari kapas transgenik ke kerabat lain tidak mungkin karena di Indonesia ada kerabat liar tanaman kapas berhubung tanaman kapas bukan tanaman asli Indonesia.

Telah dilakukan strategi pengkajian keamanan terhadap kapas transgenik melalui beberapa tahapan kunci.
PENDAPAT
PENGGUGAT
Kemampuan tanaman transgenik tersebut untuk membunuh hama dengan menghasilkan toxin (racun), dilihat dari segi keamanan bahwa tanaman transgenik tersebut berpotensi besar untuk :

Menimbulkan kerugian pada keanekaragaman hayati, berupa terbunuhnya suatu jenis hewan atau menurunnya populasi suatu jenis tanaman yang bukan merupakan sasaran semula

Terjadinya perpindahan gen dari tanaman transgenik ke kerabat lainnya sehingga menimbulkan gulma super yang sulit diberantas

Pembentukan senyawa yang menimbulkan alergi atau keracunan bagi manusia
PENDAPAT HAKIM
Pelepasan kapas transgenik tersebut aman selama belum menimbulkan kerusakan lingkungan.

Kapas transgenik tersebut masih dalam masih ujicoba sehingga belum diketahui kerusakan apa saja yang ditimbulkan.
KESIMPULAN
Perlunya dilakukan AMDAL untuk mencegah dan mengantisipasi kerugian jangka panjang.

Pendapat Majelis Hakim yang menyatakan bahwa kapas transgenik tersebut aman hanyalah melihat dari “luar” saja tidak melihat kepada efek-efek jangka panjang yang ditimbulkan.

Kurangnya pengetahuan hakim mengenai prinsip kehati-hatian dan produk tanaman transgenik itu sendiri membuat Majelis Hakim akhirnya menolak gugatan dari penggugat.
Masalah
Mengetahui tepat atau tidaknya penggunaan hak gugat oleh penggugat dalam kasus ini.
Mengetahui pendapat dari para pihak dan hakim mengenai hubungan Amdal, Risk Assessment dan Precautionary Principle dalam kasus ini.
Mengetahui pendapat para pihak tentang keamanan produk kapas transgenik yang termasuk dalam jenis pest/insect resistant crops (Bt).
Mengetahui pendapat hakim atas persoalan keamanan tentang pelepasan kapas transgenik.
CREDITS
Damayanti Athiah ⌘
⌘Hizkia Peranginangin ⌘
⌘Imanuella Novena ⌘
Rantika Adhiningtyas
Valerie Handani A.
Yohanes Dharmaly
Full transcript