Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Metode dan Media Pembelajaran Audio Visual

No description
by

ilman nafian

on 16 April 2016

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Metode dan Media Pembelajaran Audio Visual

Lanjutan
Latar Belakang
Konsep Metode Pembelajaran Audio Visual
Konsep Media Pembelajaran Audio Visual
Lanjutan
Produk Media Pembelajaran Audio Visual
Menurut Sanjaya (dalam Iif, dkk., 2010, hlm. 34) dalam pemilihan media audio visual perlu juga memperhatikan faktor-faktor sebagai berikut:
Objektivitas; metode dipilih bukan atas kesenangan atau kebutuhan guru, melainkan keperluan sistem belajar, maka perlu masukan dari peserta didik.
Program pengajar; program pengajaran yang akan disampaikan keada peserta didik harus sesuai dengan kurikulum yang berlaku, baik menyangkut isi, struktur maupun kedalamannya.
Situasi dan kondisi; yakni situasi dan kondisi sekolah atau tempat dan ruangan yang akan dipergunakan, baik ukuran, perlengkapan, maupun ventilasinya, situasi serta kondisi peserta didik yang akan mengikuti pelajaran baik jumlah, motivasi, dan kegairahannya.
Kualitas teknik; terkait pengecekan keadaan media sebelum digunakan.

Lanjutan
Manfaat dan karakteristik lain dari media video atau film dalam meningkatkan efektifitas dan efesiensi proses pembelajaran, menurut Munadi dan dan Smaldino (dalam Azhar dan Arsad, 2008, hlm. 127) adalah:
Mengatasi jarak dan waktu
Mampu menggambarkan peristiwa-peristiwa masa lalu secara realistis dalam waktu yang singkat
Dapat membawa peserta didik berpetualang dari negara satu ke negara lainnya, dan dari masa yang satu ke masa yang lain.
Dapat diulang-ulang bila perlu untuk menambah kejelasan
Pesan yang disampaikannya cepat dan mudah diingat.
Megembangkan pikiran dan pendapat para peserta didik
Mengembangkan imajinasi
Memperjelas hal-hal yang abstrak dan memberikan penjelasan yang lebih realistis
Mampu berperan sebagai media utama untuk mendokumentasikan realitas sosial yang akan dibedah di dalam kelas
Mampu berperan sebagai storyteller yang dapat memancing kreativitas peserta didik dalam mengekspresikan gagasannya.

Lanjutan
beberapa jenis produk audio visual yangs sering digunakan pada saat ini, yaitu sebagai berikut:
Audio visual murni
Audio visual murni atau sering disebut dengan audio-visual gerak yaitu media yang dapat menampilkan unsur suara dan gambar yang bergerak, unsur suara maupun unsur gambar tersebut berasal dari suatu sumber.
Film bersuara
Video
Televisi
Audio visual tidak murni
Audio visual tidak murni yaitu media yang unsur suara dan gambarnya berasal dari sumber yang berbeda. Audio visual tidak murni ini sering disebut juga dengan audio visual diam plus suara yaitu media yang menampilkan suara dan gambar diam seperti:
Sound slide (film bingkai suara)

Metode dan Media Pembelajaran Audio Visual
Selain berorientasi pada tujuan, proses pembelajaran pun sepatutnya mampu memberikan kesan yang menarik dan menyenangkan bagi peserta didik
Dalam ruang lingkup pembelajaran, dikenal dengan istilah metode dan media pembelajaran
Zaman sudah semakin maju, teknologi sudah sedemikian pesatnya. Penggunaan metode dan media pembelajaran pun harus turut mengalami revolusi.
Pembelajaran akan semakin menarik dan menyenangkan karena dikemas dengan cara yang kreatif dan modern. Metode dan media pembelajaran audio visual pun mampu menjadi salah satu solusi untuk memecahkan persoalan pembelajaran yang dihadapi guru dan peserta didik.

Dalam suatu pembelajaran tentu kita akan memerlukan suatu metode yang tepat dan sesuai agar pembelajaran yang disampaikan tersebut tepat sasaran dan tersampaikan dengan baik.
metode pembelajaran audio visual merupakan suatu metode atau langkah yang diambil dalam proses penyampaian pembelajaran yang memanfaatkan alat pendengar seperti tape recorder, kaset, video, dan program televisi lainnya
Metode audio visual sangat responsif dan bertanggung jawab guna memanfaatkan teknologi untuk keuntungan belajar bahasa.

Media audio visual merupakan suatu pengantar atau jalan untuk melancarkan proses penyampaian informasi pengetahuan kepada peserta didik.
Haryoko (2009, hlm. 2) mengatakan bahwa ada beberapa aspek audio visual berbasis teknologi mampu mengoptimalkan proses pembelajaran diantaranya:
mudah dikemas dalam proses pembelajaran,
lebih menarik untuk pembelajaran,
serta dapat diedit setiap saat.

Jenis media ini sangat memiliki kemampuan yang lebih baik, karena memiliki dua karakteristik, yaitu audio dan visual. Audio visual diam terbagi dua:
audio visual diam yaitu media yang menampilkan suara dan gambar diam seperti film bingkai suara (sound slide) dan cetak suara;
audio visual gerak yaitu media yang menampilkan unsur suara dan gambar yang bergerak seperti : film suara dan video kaset.
Media pembelajaran audio visual ini juga mampu memperlancar pemahaman dan memperkuat ingatan peserta didik atau para peserta didik

Indikator pencapaian sebuah pembelajar bukan ditunjang oleh guru dan tempat lingkungan belajar saja, akan tetapi harus ditunjang dengan media pembelajaran yang kompeten dan mampu menarik perhatian peserta didik sehingga ilmu yang disampaikan dengan baik.
Produk audio visual sebenarnya terdiri dari dua istilah yaitu audio dan visual. Audio memiliki produk berupa suara-suara yang didengar, dan produk dari visual yaitu berupa gambar, pemandangan yang bisa dilihat.
beragam media pembelajaran audio visual modern untuk digunakan bersama-sama alat elektronik dan gadget seperti CD ROM, DVD (digital video disc), audio book, video klip, dan CD musikal. Media-media pembelajaran yang berbasis WEB dan software-software atau perangkat lunak sudah mulai merambah ke kelas-kelas.

Keunggulan dan Kelemahan Media Pembelajaran Audio Visual
Usman dan Asnawir (2002, hlm. 96) mengemukakan bahwa terdapat beberapa keunggulan media audio visual dalam pembelajaran yaitu:
Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbalistis (dalam bentuk kata-kata, tertulis atau lisan belaka)
Mengatasi perbatasan ruang, waktu dan daya indera, seperti:
Objek yang terlalu besar digantikan dengan realitas, gambar, film bingkai, film atau model
Obyek yang kecil dibantu dengan proyektor mikro, film bingkai, film atau gambar
Gerak yang terlalu lambat atau terlalu cepat dapat dibantu dengan tame lapse atau high speed photografi
Kejadian atau peristiwa yang terjadi masa lalu bisa ditampilkan lagi lewat rekaman film, video, film bingkai, foto maupun secara verbal
Objek yang terlalu kompleks (mesin-mesin) dapat disajikan dengan model, diagram, dan lain-lain.
Konsep yang terlalu luas (gunung berapi, gempa bumi, iklim) dapat di visualkan dalam bentuk film, film bingkai, gambar, dan lain-lain.
Media audio visual bisa berperan dalam pembelajaran tutorial.

Lanjutan
Pengajaran audio visual juga mempunyai beberapa kelemahan yang sama dengan pengajaran visual, yaitu :
Terlalu menekankan pentingnya materi ketimbang proses pengembangannya dan tetap memandang materi audio visual sebagai alat bantu guru dalam mengajar.
Media audio visual cenderung menggunakan model komunikasi satu arah. 
Media audio visual tidak dapat digunakan dimana saja dan kapan saja, karna media audio visual cenderung tetap di tempat.
Penggunaan media audio visual cenderung mahal karena memerlukan alat-alat elektronik yang canggih

Implementasi Media Pembelajaran Audio Visual
Terdapat implementasi penggunaan media audio visual dalam proses pembelajaran di kelas yang merupakan hasil dari penelitian oleh Sapto Haryoko dalam mata kuliah Teknik Jaringan Komputer, Jurusan Pendidikan Teknik Elektronika di Universitas Negeri Makassar. Haryoko (2009, hlm. 5) menyatakan bahwa variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah hasil belajar. Dia mengatakan bahwa,
Variabel yang diungkap dalam penelitian ini adalah hasil belajar, yaitu hasil belajat teknik jaringan computer mahasiswa yang diajar dengan menggunakan media audio visual dan hasil belajar teknik jaringan komputer mahasiswa dengan menggunakan media konvensional. Desain penelitian yang diterapkan dalam penelitian ini adalah The Pre-test – Post test – control group design.

Lanjutan
Menurut Haryoko (2009, hlm. 8) mengemukakan bahwa “peserta didik yang diajar menggunakan audio visual, lebih baik hasil belajarnya dibanding mahasiswa yang diajar dengan pendekatan konvensional.”
berdasarkan hasil observasi yang dilakukan beberapa tahun yang lalu, di beberapa sekolah negeri di kota Bandung, sudah banyak para guru yang memanfaatan produk-produk pembelajaran dengan menggunakan audio visual, contoh menggunakan projektor untuk menanyangkan sebuah tayangan film atau video yang berkaitan dengan mata pelajaran yang sedang dibahas.

Simpulan
Berdasarkan pemaparan di atas, maka dapat diambil simpulan sebagai berikut:
Media pembelajaran audio visual merupakan suatu langkah yang ditempuh dalam proses pembelajaran dengan memanfaatkan kecanggihan alat-alat elektronik sehingga terciptanya suatu pengombinasian dari aspek audio dan visual untuk tercapainya tujuan pembelajaran tertentu.
Media pembelajaran audio visual merupakan alat yang digunakan dalam proses pembelajaran yang memiliki karakteristik audio dan visual sehingga proses pembelajaran memiliki kesan yang menarik, menyenangkan dan dapat lebih membantu peserta didik dalam memahami materi.
Beberapa contoh produk dari media pembelajaran audio visual ialah film bersuara, video dan televisi.
Media pembelajaran audio visual memiliki beberapa keunggulan dan kelemahan. Keunggulan media tersebut di antaranya ialah penyajian materi yang lebih lengkap, jelas dan menarik serta dapat diterapkan untuk materi dengan cakupan konsep yang sangat luas. Adapun kelemahannya ialah dari segi biaya yang dibutuhkan memang cukup mahal karena menggunakan alat-alat elektronik yang canggih.
Dalam praktiknya, metode dan media audio visual sudah diterapkan beberapa guru di sekolah. Meskipun masih ada beberapa guru yang belum menerapkan metode dan media ini, hal tersebut dikarenakan kurangnya pemahaman guru dalam aplikasi dan kurangnya sarana yang tersedia di sekolah tersebut.
Full transcript