Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Metode Penelitian Studi Kasus

No description
by

dina srirahayu

on 28 November 2013

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Metode Penelitian Studi Kasus

Pendahuluan
Studi Kasus (
Case Study
), disebut juga sebagai penelitian lapangan (
field research
),
fieldwork
dan
case record
.
studi kasus bukanlah sebuah pilihan metodologis, namun sebagai sebuah pilihan objek yang hendak diteliti.
dalam
mainstream
ilmu-ilmu sosial yg kini berkembang, studi kasus lebih dipahami sebagai pendekstan untuk mempelajari, menerangkan, atau menginterpretasi suatu 'kasus' dalam konteksnya yang alamiah tanpa adanya intervensi pihak luar
Pengertian Studi Kasus
secara umum, studi kasus dapat diartikan sebagai metode atau strategi penelitian dan sekaligus hasil suatu penelitian pada kasus tertentu.
Studi kasus berlaku apabila suatu pertanyaan ‘mengapa’ (why) dan ‘bagaimana’ (how) diajukan terhadap seperangkat peristiwa masa kini, yang mustahil atau setidaknya sukar dikontrol peneliti.
Definisi yang lebih teknis tentang studi kasus adalah suatu inkuiri empiris yang menyelediki fenomena di dalam konteks kehidupan nyata, bilamana batas-batas antara fenomena dan konteks tidak tampak dengan tegas, dan dimana multisumber bukti dimanfaatkan (Yin. 2008:18)
Studi kasus berlaku apabila suatu pertanyaan ‘mengapa’ (
why
) dan ‘bagaimana’ (
how
) diajukan terhadap seperangkat peristiwa masa kini, yang mustahil atau setidaknya sukar dikontrol peneliti
Kasus dalam penelitian studi kasus, diartikan sebagai suatu “sistem yang terbatas” (
a bounded system
). Untuk itu objek kasus dalam studi kasus harus memenuhi dua hal, yaitu bersifat spesifik dan memiliki batasan (
bounded system
)
Jenis Studi Kasus
a.
Berdasarkan Aspek Pemilihan Kasus sebagai Objek Penelitian
1.
Intrinsic Case Study
2. Instrumental Case Study
3. Collective Case Study
Sumber Data Studi Kasus
Menurut Yin (2008:101) bukti atau data untuk keperluan studi kasus daat berasal dari enam sumber, yaitu:
1. Dokumen (informasi dokumenter)
2. Rekaman Arsip (seringkali dalam bentuk komputerisasi)
3. Wawancara (
open-ended
dan terfokus)
4. Observasi Langsung
5. Observasi Partisipan
6. Perangkat-Perangkat Fisik/kultural (peralatan teknologi, alat atau instrumen, pekerjaan seni atau beberapa buki fisik lainnya)

Metode Penelitian Studi Kasus

b.
Berdasarkan Model Pengkajian Kasus
1. Studi Kasus Eksplanatif/Eksplanatoris
2. Studi Kasus Eksploratif/Eksploratoris
3. Studi Kasus Deskriptif
c. Berdasarkan Jumlah/Besaran Kasus
1.
Desain Kasus Tunggal dgn Analisis Holistik (Kasus Tunggal dgn Single Level Analysis)
2. Desain Kasus Tunggal dgn Analisis Terjalin (Kasus Tunggal dgn Multi Level Analysis)
3. Desain Multi-Kasus dgn Analisis Holistik (Kasus Jamak dgn Single Level Analysis)
4. Desain Multi-Kasus dgn Analisis Terjalin (Kasus Jamak dgn Multi Level Analysis)
Analisis Data Studi Kasus
Analisis data studi kasus terdiri atas strategi umum analisis dan strategi khusus analisis yang dikelompokkan menjadi strategi analisis dominan dan strategi analisis kurang dominan
Strategi umum analisis: dimaksudkan agar peneliti dapat memperlakukan buti secara wajar, menghasilkan konklusi analisis yang mendukung, dan menetapkan alternatif interpretasi. Strategi umum membantu peneliti untuk menetapkan pilihan diantara berbagai teknik dan memenuhi langkah analisis penelitiannya secara efektif

Strategi Umum Analisis
1. Mendasarkan Pada Proposisi Teoritis
Tujuan dan desain asal dari sudi kasus diperkirakan berdasar atas proposisi semacam itu, yang selanjutnya mencerminkan serangkaian pertanyaan penelitian, tinjauan pustaka, dan pemahaman-pemahaman baru. Proposisi-proposisi tersebut membentuk rencana pengumpulan data dan karenanya memberi prioritas pada strategi analisis yang relevan. Secara jelas, proposisi-proposisi tersebut membantu memfokuskan perhatian pada data tertentu dan mengabaikan data yang lain. Proposisi tersebut juga membantu pengorganisasian keseluruhan studi kasus dan menetapkan alternatif penjelasan yang harus diuji.

2. Mengembangkan Deskripsi Kasus
digunakan untuk mengidentifikasi: (i) tipe peristiwa yang dapat dikuantifikasi; dan (ii) keseluruhan pola kompleksitas yang akhirnya dipergunakan di dalam pengertian kausal untuk “menjelaskan” mengapa suatu implementasi telah gagal.

Strategi Analisis Dominan
1.
Penjodohan Pola
Logika penjodohan pola adalah membandingkan pola yang didasarkan atas bukti ilmiah (empiris) dengan pola yang diprediksikan (atau dengan beberapa prediksi alternatif). Jika kedua pola tersebut ada persamaan, hasilnya dapat memperkuat validitas internal studi kasus yang bersangkutan.
2.
Pembuatan Eksplanasi
Bertujuan untuk menganalisis data studi kasus dengan cara membuat suatu eksplanasi atau penjelasan tentang kasus yang bersangkutan
3.
Analisis Deret Waktu

Analisis deret waktu dapat mengikuti banyak pola, misalnya dengan mengikuti desain-desain deret waktu, yang terbagi atas tiga tipe yaitu: (i) deret waktu sederhana; (ii) deret waktu yang kompleks; dan (iii) kronologis
Strategi Analisis Kurang Dominan
Bentuk-bentuk analisis kurang dominan, harus dipergunakan bersamasama dengan salah atu bentuk analisis dominan agar dapat menghasilkan analisis studi kasus yang lebih mendukung dan lengkap. Strategi analisi Kurang Dominan terdiri atas:
1. Menganalisis Unit-Unit Terjalin
2. Membuat Observasi Berulang
3. Mengerjakan Survei Kasus: Analisis Sekunder Lintas Kasus

Teknik Keabsahan Data Studi Kasus
Teknik keabsahan data diperlukan untuk menguji data dan menetapkan kualitas desain penelitian menggunakan studi kasus. Sebagaimana yang diungkapkan Kidder (1981) dalam Yin (2008:38), terdapat empat uji yang relevan, yaitu:
1. Validitas Konstruk menetapkan ukuran operasional yang benar untuk konsep-konsep yang akan diteliti
2. Validitas Internal (hanya untuk penelitian eksplanatoris dan kausal, tidak untuk penelitian deskriptif dan eksploratoris): menetapkan hubungan kausal, dimana kondisi-kondisi tertentu diperlihatkan guna mengarahkan kondisi lain, sebagaimana dibedakan dari hubungan semu.
3. Validitas Eksternal menetapkan ranah dimana temuan suatu peneliian dapat divisualisasikan.
4. Reliabilitas menunjukkan bahwa pelaksanaan suatu penelitian dapat diinterpretasikan, dengan hasil yang sama.
Full transcript