Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Radioisotop dan Kegunaannya

No description
by

Tiara Auditamia

on 21 November 2012

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Radioisotop dan Kegunaannya

Radioaktivitas
Radioisotop dan Kegunaannya Tiara Auditamia | XII IPA 1 Apa yang dimaksud Radioisotop? Radioisotop digunakan
untuk apa saja? Physics is Fun! > Isotop
Isotop dapat didefinisakan sebagai
nuklida-nuklida dengan jumlah proton sama
tetapi jumlah neutron berbeda.
"Isotop yang tidak stabil sehingga memancarkan radioaktif". Radioisotop Kesehatan Pertanian Industri Sejarah Seni Terdapat 82 elemen stabil dan sekitar 275 unsur-unsur isotop stabil.
Saat proton dan neutron dikombinasikan secara
buatan, maka akan terbentuk atom yang tidak
stabil -- Radioisotop.
Ada juga isotop alami yang tidak stabil, dihasilkan dari pembusukan uranium dan thorium. Secara keseluruhan terdapat 1800 radioisotop. > Nuclear Medicine menggunakan radiasi untuk memberikan diagnosa tentang fungsi organ seseorang atau mengobatinya.

> Radioterapi dapat digunakan dalam beberapa kasus medis, terutama kanker, dengan menggunakan radiasi dapat melemahkan atau mengahancurkan sel-sel tertentu yang ditargetkan.

> Setiap tahunnya, kebutuhan akan Nuclear Medicine dan radioisotop terus meningkat. Radioisotop dalam Kesehatan Kegunaan dan Macam- macam
Radioisotop dalam kesehatan: Nuclear Medicine <
Teknik Diagnosis dalam Nuclear Medicine <
Radionuclide therapy (RNT) < > Diagnosis Radiopharmaceuticals
> Therapeutic Radiopharmaceutical
> Racun Radioisotop Nuclear Medicine > Nuclear Medicine, cabang medis yang menggunakan
radiasi untuk mendapatkan informasi secara cepat
dengan diagnosis tepat, tentang struktur anatomi
dan fungsi organ seseorang dan mengobatinya. Radioisotop dapat diproduksi dengan beberapa cara:
> Aktivasi neutron dengan reaktor nuklir
Proses ini melibatkan penangkapan neutron dengan nukleus
suatu atom sehingga atom kelebihan neutron (neutron rich).

> Produksi dengan cyclotron
Dimana sejumlah proton dimasukkan ke dalam inti sehingga atom
kelebihan proton (proton rich). Gambar 1.1 Nuclear Medicine Imaging (radionuclide scanning) -- Menunjukkan adanya tumor pada otak Sebagian besar penggunaan radioisotop dalam kesehatan adalah untuk mendiagnosis. Radioisotop yang biasa digunakan untuk mendiagnosis adalah technetium-99.

Contoh dalam beberapa kasus, radiasi dapat digunakan untuk mengobati kerusakan organ atau tumor. "Pertama kali dikembangkan pada tahun 1950 oleh seorang fisikawan dengan endocrine emphasis, menggunakan iodine-131 untuk mendiagnosis dan mengobati penyakit gondok" Teknik Diagnosis Nuclear Medicine > Teknik diagnosis dalam Nuclear Medicine menggunakan pelacak
radioaktif yang memancarkan sinar gamma dari dalam tubuh.
> Diberikan dengan cara disuntik, inhalation atau orally. Pengembangan terbaru dari teknik diagnosis ini adalah Positron Emission Tomography (PET) yang lebih akurat dan teknik mutakhir dengan menggunakan isotop yang dihasilkan cyclotron. PET digunakan dalam oncology, dengan fluorine-18 sebagai pelacak, terbukti sebagai metode terakurat dalam mendeteksi dan evaluasi kanker. Selain itu juga biasa digunakan untuk penggambaran jantung dan otak. Radionuclide therapy (RNT) Pembelahan sel yang cepat merupakan kerusakan yang sangat sensitif akibat radiasi. Karena alasan tersebut, beberapa pertumbuhan sel kanker dapat di kontrol atau dieliminasi dengan menyinari wilayah pertumbuhan sel kanker. External Irradiating/Teletherapy (Penyinaran Luar) dapat dilaksanakan dengan memancarkan sinar gamma radioaktif cobalt-60.
External Irradiating dengan cobalt-60 dikenal dengan gamma knife radiosurgery yang melibatkan 201 sumber cobalt-60. Contoh kasus, ditembakkan pada tumor kanker otak.


Internal Radionuclide Theraphy dengan pemberian atau penanaman sumber radiasi, pemancar gamma atau beta, dalam wilayah sel target. Maksud utama dari pengobatan ini adalah Short-range radiotherapy (Brachytherapy).
> Iodine-131/-125 biasa digunakan untuk mengobati kanker tiroid,
yang mungkin merupakan salah satu treatmen kanker
yang paling berhasil selain itu digunakan juga untuk mengobati penyakit tiroid yang tidak ganas.
> Penanaman (catheter) Iridium-192 pada bagian otak dan dada
dalam bentuk kawat.
Setelah menerima dosis yang tepat kawat akan dikelurkan.
Brachytherapy ini secara keseluruhan memberikan radiasi yang rendah terhadap tubuh, Lebih akurat karena letaknya yang langsung dengan target tumor dan biaya yang efektif. Gambar 1.2
PET Brain Scanning Gambar 1.3
Positron Emission Tomography (PET) "Radionuclide Therapy mengalami progres yang sangat baik dalam mengobati penyakit dan dengan efek low-toxic." Gambar 1.4
Catheter pada Otak Gambar 1.5
Brachytherapy device One Two Three (cc) photo by medhead on Flickr Diagnosis Radiopharmaceuticals dapat digunakan untuk memeriksa aliran darah ke otak, fungsi hati, paru-paru, jantung, ginjal, atau untuk menilai pertumbuhan tulang dan hal penting lainnya adalah untuk memprediksi efek operasi dan menilai perubahan setelah pengobatan. Diagnosis Radiopharmaceuticals Therapeutic Radiopharmaceutical Terapi ini berguna untuk melemahkan sel-sel yang rusak dengan menggunakan radiasi.
Radioisotop yang memancarkan radiasi dapat di letakkan pada organ yang membutuhkan dengan cara yang sama untuk mendiagnosis.

Iodine-131 dan phosphorus-32 juga digunakan dalam terapi ini.
Iodine-131 digunakan pada kanker tiroid dan kondisi abnormal lainnya seperti hyperthyroidism (tiroid yang terlalu aktif).
Penyakit Polycythemia vera, sumsum tulang belakang memproduksi sel darah merah berlebih. Phosphorus-32 berperan untuk mengontrol sel darah merah berlebih. Racun Radioisotope Sebuah sejarah buruk terjadi dalam Nuclear Medicine.

Pada tahun 2006 di Inggris, seorang mantan pejabat intelijen Rusia meninggal karena keracunan radioaktif polonium.
Kematiannya lambat dan menyiksa.

Polonium memiliki sekitar 26 Isotop yang semunya bersifat radioaktif. Dikatakan oleh para ahli bawha Polonium 250 milyar kali beracun dari hydrocyanic acid dan mudah larut dalam asam lemah. Radioisotop dalam Industri > Industri modern menggunakan radioisotop untuk meningkatkan produktifitas
dan untuk mendapatkan informasi lainnya.
> Sumber radioaktif tertutup digunakan pada industri radiography, pengukuran
(gauging), dan analisis mineral.
> Bahan radioaktif berumur pendek digunakan untuk flow tracing
dan mixing measurements.
> Sterilisasi gamma digunakan untuk kepentingan medis, beberapa bulk
commodites dan pengawetan makanan. Analisis dengan Teknik Neutron Neutron dapat berinteraksi dengan atom mengakibatkan pancaran sinar gamma untuk mengetahui energi karakteristik dan intensitas yang akan mengidentifikasi jenis dan jumlah elemen yang terkandung.

Dua teknik utamanya:
1) Thermal Neutron Capture (TNC)
Terjadi langsung setelah neutron berenergi rendah
diserap oleh inti.
2) Neutron Inelastic Scattering (NIS)
Terjadi langsung ketika neutron dengan kecepatan cepat
bertabrakan dengan inti. Contohnya:
> Californium-252 dengan sodium iodide sangat
sensitif untuk mengalami reaksi TNC.
> Am-Be-241 dengan bismuth germanate dapat bereaksi secara TNC
dan NIS.

Reaksi NIS dapat sangat berguna untuk elemen seperti C, O, Al & Si yang memiliki daya tangkap neutron yang rendah. Gambar 1.6
Polonium Nuclear well-logging Digunakan Untuk memastikan apakah pengeboran tepat berlangsung pada tanah yang berpotensi menghasilkan minyak.

Para geologis meggunakan nuclear well-logging, sebuah teknik yang dilakukan dengan memancarkan radiasi radioisotop ke dalam sumur untuk mengetahui keberadaan materi yang berbeda. Gambar 1.7
Well-logging Device Kegunaan dan Macam-macam Radioisotop dalam Industri: Analisis dengan Teknik Neutron <
Nuclear well-logging <
Sterilisasi Sinar Gamma <
Pengukuran (Gauging) < Sterilisasi Sinar Gamma Pancaran sinar gamma digunakan untuk mensterilisasi peralatan medis dan produk lainnya seperti wool atau makanan.

Cobalt-60 adalah isotop yang sering digunakan karena merupakan pemancar sinar gamma yang aktif.
Dihasilkan oleh reaktor nuklir dan terkadang merupakan hasil tambahan dari pembangkit listrik. 1) Pemancaran skala besar
Digunakan untuk membersihkan peralatan medis
yang rusak apabila dipanaskan.
Membersihan bahan wool, kayu, atau dokumen
yang diimpor agar terhindar dari parasit.
2) Pemancaran Skala Kecil
Membersihkan darah yang akan ditransfusi dan
aplikasi medis lainnya. Sterilisasi Makanan Sebuah industrial irradiator digunakan untuk produk makanan.
Dengan sebuah ruangan yang terdiri dari sebuah ruangan sumber radiasi (Co-60).
Conveyor system akan bekerja secara otomatis menggerakkan makanan ke ruang penyinaran. Gambar 1.8 Penyinaran makanan Pengukuran (Gaunging) Radiasi radioisotop dapat menembus suatu benda, menyebar atau terserap.
Jumlah radiasi yang lewat didasarkan pada ketebalan dan massa jenis benda.
Dikarenakan sifat ini radiasi beguna untuk quality control di pabrik. Radioisotop dalam Seni Kegunaan dan Macam-macam
Radioisotop dalam Seni: Carbon Dating Did you know? Sekitar setengah jumlah Carbon-14 akan membusuk setelah sekitar 5.730 tahun! Gambar 1.
Carbon dating pada lukisan Carbon dating, penggunaan carbon-14 untuk mengetahui kapan pertama kali lukisan dibuat.

Karbon memiliki masa hidup dan pada titik tertentu akan mulai membusuk pada laju yang konstan. Dengan kelajuan yang kosntan itu usia suatu karya seni dapat ditentukan dengan menghitung sisa carbon-14. Tidak hanya dalam kedokteran maupun industri, radioisotop juga dimanfaatkan dalam seni.
Para teknisi museum memanfaatkan isotop untuk menetukan waktu pembuatan suatu karya seni, mengetes keaslian dan perawatan suatu karya seni. Analisis Isotop Stabil Analisis isotop stabil digunakan untuk menentukan letak marmer (patung) yang seharusnya sebelum digali. Did you Know? Isotop stabil adalah
kimia isotop yang tidak
radioaktif. Beberapa isotop stabil ada yang radioaktif, tetapi waktu paro mereka
terlalu lama untuk diukur. Isotop merupakan bagian dari
satu atau beberapa atom yang
memiliki nomer atom sama
dan nomer massa yang beda. Permukaan patung marmer terdiri
dari patina yang dapat dianalisis oleh isotop stabil sehingga kita dapat menentukan apakah karya seni tersebut berasal dari waktu yang diklaim. Carbon Dating <
Analisis Isotop Stabil < Radioisotop dalam Pertanian Radioisotop memiliki peran yang sangat penting dalam pertanian, diantaranya:
1) Efisiensi Pemupukan
2) Penelitian tanaman varietas baru
3) Pengendalian hama serangga.
Macam-macam Isotop
dalam Kedokteran Reactor Radioisotopes (half-life indicated):

Bismuth-213 (46 min): Used for targeted alpha therapy (TAT),
especially cancers, as it has a high energy (8.4 MeV).

Chromium-51 (28 d): Used to label red blood cells and quantify gastro-intestinal protein loss.

Cobalt-60 (5.27 yr): Formerly used for external beam radiotherapy, now used more for sterilising

Dysprosium-165 (2 h): Used as an aggregated hydroxide for synovectomy treatment of arthritis.

Erbium-169 (9.4 d): Use for relieving arthritis pain in synovial joints.

Holmium-166 (26 h): Being developed for diagnosis and treatment of liver tumours.

Iodine-125 (60 d): Used in cancer brachytherapy (prostate and brain), also diagnostically to evaluate
the filtration rate of kidneys and to diagnose deep vein thrombosis in the leg.
It is also widely used in radioimmuno-assays to show the presence of hormones
in tiny quantities.

Iodine-131 (8 d)*: Widely used in treating thyroid cancer and in imaging the thyroid;
also in diagnosis of abnormal liver function, renal (kidney) blood flow and urinary tract
obstruction. A strong gamma emitter, but used for beta therapy.

Iridium-192 (74 d): Supplied in wire form for use as an internal radiotherapy source
for cancer treatment (used then removed). Beta emitter.

Iron-59 (46 d): Used in studies of iron metabolism in the spleen.

Lead-212 (10.6 h): Used in TAT for cancers, with decay products Bi-212, Po-212, Tl-208. Macam-macam Isotop
dalam Industri Naturally-occurring radioisotopes:
Carbon-14: Used to measure the age of water (up to 50,000 years)

Chlorine-36: Used to measure sources of chloride and the age of water (up to 2 million years)

Lead-210: Used to date layers of sand and soil up to 80 years

Tritium (H-3): Used to measure 'young' groundwater (up to 30 years)



Artificially-produced radioisotopes:
Americium-241: Used in backscatter gauges, smoke detectors, fill height detectors and
in measuring ash content of coal.

Caesium-137: Used for radiotracer technique for identification of sources of soil erosion and deposition,
in density and fill height level switches.

Chromium 57: Used to label sand to study coastal erosion.

Cobalt-60, Lanthanum-140, Scandium-46, Silver-110m, Gold-198:
Used together in blast furnaces to determine resident times and to quantify yields to measure the furnace performance.

Cobalt-60: Used for gamma sterilisation, industrial radiography, density and fill height switches.

Gold-198 & Technetium-99m:
Used to study sewage and liquid waste movements, as well as tracing factory waste causing ocean pollution, and to trace sand movement in river beds and ocean floors. Sources Websites:
Radioisotope in Medical: (http://www.world-nuclear.org/info/inf55.html)
Radioisotope in Industry: (http://www.world-nuclear.org/info/default.aspx?id=548&terms=radioisotope%20in%20industry)
Radioisotope in Archeology: (http://teknologi.kompasiana.com/terapan/2011/04/02/mengukur-usia-artefak-dan-fosil-dalam-ilmu-arkeologi/)
Radioisotope in Agriculture: (http://www.iso-analytical.co.uk/plants.html)
Batan: http://www.batan.go.id/pusdiklat/elearning/proteksiradiasi/pengenalan_radiasi/3-2.htm
Mengukur usia artefak: http://teknologi.kompasiana.com/terapan/2011/04/02/mengukur-usia-artefak-dan-fosil-dalam-ilmu-arkeologi/

Books:
The Regulation and use of Radioisotope in Today's World.2000.U.S. Nuclear Regulatory Commission.Printed:Washington, DC
McHugh, Megan.Art Forgeries and Their Detection. Radioisotop dalam Arkeologi Para sejarawan dan arkeolog juga memanfaatkan isotop dalam bidang sejarah. Kegunaan dan Macam-macam
Radioisotop dalam sejarah: Mengetahui tanggal Artefak <
Mengetahui dari mana Artefak tersebut berasal <
Merekonstruksi pola makan jaman purba < Gambar 1.9
Portable Gauges, menguji integritas struktural jalan dan jembatan. Gambar 2.0 Radiografi Radioisotop yang memancarkan radiasi gamma dan pesawat sinar-X dapat digunakan untuk “melihat” bagian dalam dari hasil fabrikasi, seperti hasil pengelasan atau hasil pengecoran, untuk melihat apakah produk tersebut mempunyai cacat atau tidak, dan memeriksa isi dari suatu kemasan/bungkusan tertutup, misalnya pemeriksaan bagasi di pelabuhan. Contoh:
fosfor-32/nitrogen-15: digunakan sebagai perunut dalam
penelitian efisiensi pemupukan tanaman

Radiasi gamma: Untuk memandulkan hama serangga Bidang Hidrologi Dalam bidang hidrologi, sumber radiasi yang umum digunakan adalah sumber radiasi gamma.

Teknik hidrologi yang menggunakan radioisotop mampu secara akurat melacak dan mengukur ketersediaan air dari suatu sumber air di bawah tanah. Carbon Dating Tumbuhan hidup dan hewan terdiri dari carbon-14 bersama dengan isotop karbon lainnya, tetapi ketika mereka mati dan fungsi metabolisme mereka berhenti, mereka berhenti menyerap karbon.

Dengan menghitung sisa jumlah carbon-14 pada peninggalan tulang makhluk hidup, arkeolog dapat memprediksikan umur benda tersebut>
Full transcript