Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

OPTIMALISASI PENANGANAN PELANGGAN LISTRIK PRA BAYAR TIDAK BE

No description
by

Teguh Pamuji

on 23 December 2014

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of OPTIMALISASI PENANGANAN PELANGGAN LISTRIK PRA BAYAR TIDAK BE

Latar Belakang
Kegiatan tindak lanjut Pelanggan Listrik Pra Bayar tidak beli token lebih dari 3 bulan ini perlu lebih ditekankan pada Unit Area agar mendapatkan output KWH Tagsus (Tagihan Susulan).
Pendahuluan
Landasan Teori
Simpulan
STANDAR SISTEM LISTRIK PRA BAYAR
LANDASAN HUKUM LISTRIK PRABAYAR
Komponen penyebab utama Pelanggan Listrik Pra Bayar tidak beli token lebih dari 3 bulan pada PT PLN (Persero) Wilayah Kalimantan Barat adalah rumah kosong.
Dengan sistem Monitoring yang terjadwal, terkoordinir serta termonitor dengan baik, jelas dan berkelanjutan ternyata mampu mendapatkan kembali KWH yang hilang melalui Tagsus (Tagihan Susulan).
Selain mendapatkan kembali KWH yang hilang dan meningkatkan jumlah pemeriksaan, tindak lanjut ini juga merupakan salah satu upaya untuk menekan jumlah Pelanggan Listrik Pra Bayar tidak beli token lebih dari 3 bulan.
PT PLN (Persero)
Wilayah Kalimantan Barat
Tuesday, December 23, 2014
Suparman NIP : 6181116.C
Hasil Tidak Lanjut
Saran
OPTIMALISASI PENANGANAN PELANGGAN LISTRIK PRA BAYAR TIDAK BELI TOKEN LEBIH DARI 3 BULAN DI PT PLN (PERSERO) WILAYAH KALIMANTAN BARAT
Permasalahan
- Tingkatkan selektifitas kualitas pengadaan barang (KWH Meter LPB).
- Laporan KWH Meter LPB rusak harus cepat ditanggulangi secara cepat dan tepat.
- Tingkatkan kualitas mutu tegangan pelayanan.
- Perketat pengawasan terhadap pihak ketiga pemborong pekerjaan
pemasangan KWH Meter.
- Buat regulasi terhadap Pelanggan Listrik Pra Bayar tidak beli token lebih dari 3 bulan berupa denda (KEPMENT No 33 Tahun 2014).
- Bangun kerja cerdas team work yang solid antar bagian di Area dan Rayon serta kepatuhan kepada
workplan
yang telah ditetapkan.
- Perbaiki fasilitas jaringan internet yang handal.
Tujuan dan Sasaran
- Mengetahui realisasi jumlah pelanggan tidak beli token yang telah ditindaklanjuti.
- Mengetahui realisasi
saving
KWH yang diperoleh selama pelaksanaan tindak lanjut.
- Menggolongkan penyebab pelanggan tidak beli token.
- Kontrol, pengawasan dan pembinaan terhadap kinerja tindak lanjut pelanggan tidak beli token lebih dari 3 bulan.
- Peningkatan jumlah Pelanggan Listrik Pra Bayar tidak beli token lebih dari 3 bulan pada PT PLN (Persero) Wilayah Kalimantan Barat yang tidak dimonitoring serta mendapat tindak lanjut.
- Potensi terjadinya kebocoran KWH akibat pelanggan listrik prabayar tidak beli token lebih dari 3 bulan.
- Belum teridentifikasinya komposisi/komponen penyebab pelanggan tidak beli token lebih dari 3 bulan.
- Ketiadaan sistem kontrol, pengawasan dan pembinaan terhadap Pelanggan tidak beli token lebih dari 3 bulan.
Demi mewujudkan visi PLN sebagai Perusahaan dengan reputasi kelas dunia yang terus tumbuh, unggul dan terpercaya dengan bertumpu pada potensi sumber daya manusia, maka PLN terus berinovasi dengan mengeluarkan produk layanan terbaru dengan berbagai keunggulan berupa listrik pra bayar. Dengan semakin berkembangnya teknologi listrik Prabayar, maka PLN saat ini mencoba penerapan Listrik Prabayar dengan menggunakan sistem 1 arah dikarenakan arsitektur teknonolgi sistem listrik Prabayar 1 arah sesuai dengan topologi jaringan teknologi, jaringan informasi existing maupun rencana pengembangan yang ada di PLN.
Sejak dirilis pertama kali, perkembangan Listrik Pra Bayar tumbuh pesat mulai dari jumlah Pelanggannya hingga inovasi meter Listrik Pra Bayar itu sendiri. Terbukti dengan penambahan Pelanggan Listrik Pra Bayar di PT PLN (Persero) Wilayah Kalimantan Barat yang diambil dari data AP2T yang tergambar pada tabel di bawah ini :
Penambahan populasi Pelanggan tersebut juga diikuti oleh bertambahnya masalah baru berupa penambahan jumlah Pelanggan Listrik Pra Bayar tidak beli token lebih dari 3 bulan. Berikut tabel jumlah Pelanggan Listrik Pra Bayar tidak beli token lebih dari 3 bulan pada periode bulan yang sama :
Peningkatan jumlah Pelanggan Listrik Pra Bayar tidak beli token lebih dari 3 bulan pada PT PLN (Persero) Wilayah Kalimantan Barat merupakan masalah serius yang harus segera ditatasi dengan langkah-langkah strategis sebab besar kemungkinan adanya terjadi kebocoran / kehilangan KWH energi yang berakibat pada kerugian yang diterima oleh PLN.
TUJUAN PEMASANGAN LPB
MONITORING PELANGGAN LISTRIK PRA BAYAR TIDAK BELI TOKEN LEBIH DARI 3 BULAN
Sistem LPB di PLN menggunakan standard STS (Standar Transfer Specification) sebuah sistem yang pertama kali dikembangkan oleh Eskom (PLN-nya Afrika Selatan) pada tahun 1993 bekerja sama dengan beberapa vendor terkemuka.
STS dikembangkan dengan tujuan menyusun standar komunikasi antara meter prabayar dengan berbagai jenis
vending system
yang saat itu sudah dibuat oleh beberapa vendor.
Inisiasi STS dibuat berdasarkan kesamaan latar belakang dan kebutuhan secara kolektif. Dibangun dibawah lisensi ESLC (
Electricity Suppliers Liaison Committee
) dan memfasilitasi kompilasi standar online vending server yang didukung oleh Proses standarisasi NRS
The National Rationalisation of Standards
.

- Keputusan Direksi PT.PLN (Persero) Nomor : 300.K/DIR/2009 Tentang Ketentuan Akuntansi Listrik Para Bayar Tanggal 23 Desember 2009.
- Keputusan Direksi PT.PLN (Persero) Nomor : 378.K/DIR/2010 Tentang LPB Dilinkungan PT. PLN ( Persero ), Tanggal 30 Juni 2010.
- Keputusan Direksi PT.PLN (Persero) Nomor : 719.K/DIR/2010 Tentang SPLN D.3.009-1, Tanggal 30 Desember 2010.
SPLN D.3.009-1 Tahun 2009, tanggal 30 desember 2010 Tentang Meter Statik Energi Aktif Fase Tunggal Prabayar dengan Sistem Standar Transfer Specification (STS).
- Keputusan Direksi PT.PLN (Persero) Nomor : 728.K/DIR/2010 Tentang LPB Dilinkungan PT. PLN ( Persero ), Tanggal 31 Desember 2010.
- Meningkatkan pelayanan pelanggan yang lebih transparan dan terpadu (
Improved Customer Relationship
)
- Meningkatkan cash flow demi tercapainya target finansial yang lebih baik (
Improved Cash Flow
)
- Mengumpulkan piutang pelanggan yang tidak tertagih (
Improved Cash Flow
)
Menekan biaya administrasi dalam pencetakan rekening / tagihan (
Reduced Operating Cost
)
- Menghindari salah pencatatan meter (
Improved Customer Relationship
)
-
Improvement
terhadap Demand Side Management (DSM) untuk pengaturan konsumsi energi listrik (
Improved Customer Relationship
)

Pelaksanakan monitoring Pelanggan Listrik Pra Bayar tidak beli token lebih dari 3 bulan menganut asas “3T” yaitu ;
1. Terencana
Rencana kerja dibuat untuk dijadikan acuan waktu dan standar dalam menjalankan aktivitas. Dengan perencanaan diharapkan pekerjaan yang ingin direalisasikan dapat terlaksana secara disiplin dan berkelanjutan.
2. Terkoordinir
Masing – masing bagian mengerti dan menjalankan tugas dan kewajibannya dengan penuh tanggung jawab atas dasar loyatitas dan berorientasi kepada kinerja Perusahaan.
3. Termonitor
Semua kegiatan yang terdokumentasikan, terlaporkan dan termonitor secara berkelanjutan dapat dijadikan bahan evaluasi atau dasar untuk merumuskan kebijakan/keputusan di masa depan.

Berikut hasil monitoring pemeriksaan Pelanggan Listrik Pra Bayar sampai dengan semester pertama tahun 2014 pada PT PLN (Persero) Wilayah Kalimantan:
Berdasarkan tabel diatas hasil pemeriksaan dibagi menjadi 4 kategori yaitu :
1. Kategori Rumah Kosong :
Dibagi lagi menjadi dua :
a. Pulsa ≠ 0 ; Rumah tidak dihuni, masih ada sisa token pada KWH Meter LPB.
b. Pulsa = 0 ; Rumah tidak dihuni, token pada KWH Meter LPB nol (tidak ada sisa token)
2. Kategori P2TL :
Kesimpulan pemeriksaan masuk dalam kategori Pelanggaran P2TL (PI, PII, PIII dan PIV). Pelanggan dikenakan sanksi sesuai ketentuan dalam P2TL.
3. Kategori KWH Meter Rusak :
Kesimpulan pemeriksaan menyatakan bahwa kondisi KWH Meter LPB di Pelanggan abnormal, tidak berfungsi sebagaimana seharusnya atau rusak disebabkan karena kondisi alam atau akibat error dari KWH Meter LPB itu sendiri tanpa ada unsur kesengajaan / campur tangan oleh Pelanggan atau pihak tertentu.
4. Kategori Lain – Lain :
Sisa token pada Meter LPB masih banyak, pemakaian Pelanggan sedikit (Ruko, Gudang, Rumah Walet, Rumah Pagar Terkunci)

Dapat dilihat bahwa sebab Pelanggan Listrik Pra Bayar tidak beli token lebih dari 3 bulan didominasi oleh kategori Rumah Kosong dengan pulsa token pada KWH Meter LPB ≠ 0 (nol) diikuti dengan kategori KWH Meter Rusak diposisi kedua.
Komponen / Komposisi Penyebab Pelanggan Listrik Prabayar Tidak Beli Token Lebih Dari 3 Bulan
Rumah Kosong dengan pulsa token pada KWH Meter LPB ≠ 0 (nol)

Dengan pertumbuhan pesat bisnis properti khususnya di daerah yang terdapat unit pelaksana teknis di empat area yakni Pontianak, Singkawang, Sanggau dan Ketapang mengakibatkan membludaknya lokasi pembangunan komplek perumahan dan pertokoan (ruko) hal tersebut berimbas pada meningkatnya pemasangan listrik prabayar. Adapun properti yang sudah laku terjual hanya melakukan sekali transaksi pembelian token saja, hal ini disebabkan properti tersebut tidak ditinggali oleh si Pemilik (Properti tidak untuk dihuni tapi diperuntukkan sebagai investasi).

KWH Meter Rusak

Penyebab KWH Meter rusak umumnya terjadi karena kualitas KWH Meter LPB yang digunakan sangat rendah (tutup cover sering pecah, key pad macet, display error / off, dll). Disamping itu, pekerjaan pemasangan KWH Meter saat ini telah diserahkan ke pihak ketiga sehingga pengawasan, pendistribusian, mobilitas dan pemasangan material (KWH Meter) sangat lemah. Dengan sistem pendistribusian, mobilitas dan pemasangan material yang dibawah standar tentu sangat mempengaruhi umur material itu sendiri. Kedua hal tersebut yang sering menjadi penyebab KWH Meter LPB ini error / rusak.
Kwh Saving Monitoring Pelanggan Listrik Prabayar Tidak Beli Token Lebih Dari 3 Bulan
Disamping mengetahui komponen/komposisi penyebab utama Pelanggan Listrik Pra Bayar tidak beli token lebih dari 3 bulan, hasil dari monitroting tersebut juga mampu mengidentifikasi kebocoran KWH atau dengan kata lain memperoleh kembali KWH yang hilang. Berikut KWH yang telah didapat dalam bentuk Tagsus (Tagihan Susulan) dalam semester pertama tahun 2014 pada PT PLN (Persero) Wilayah Kalimantan Data diambil dari AP2T :
Berdasarkan tabel diatas KWH hilang yang didapatkan kembali selama semester pertama tahun 2014 adalah 1.831.038 KWH dari 971 Pelanggan Listrik Pra Bayar dengan Tagihan Susulan sebesar Rp. 1.459.099.706

Angka yang mencapai milyaran tersebut tentu saja dapat membantu peningkatan pendapatan PLN serta berkontribusi terhadap pengurangan penyusutan/losses yang dialami PLN.

Berikut sampling salah satu kasus yang ditemukan dalam pelaksanaan monitoring Pelanggan Listrik Pra Bayar tidak beli token lebih dari 3 bulan pada PT PLN (Persero) Wilayah Kalimantan Barat :
Area Ketapang
Nama Pelanggan : SALIKIN
ID. Pelanggan : 214000324456
Alamat : JL PEMBANGKIT LIST
Tarif / Daya : R1T/1300
Kasus : Pelanggan Listrik Pra Bayar tidak beli token lebih dari 3 bulan
Sebab : Sambung langsung pelanggaran kategori (P3)
Perhitungan Tagsus (Tagihan Susulan) :
Full transcript