Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Kongo

No description
by

Dora Valeria Purba

on 13 December 2012

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Kongo

KONFLIK PERTAHANAN DAN KEAMANAN DI KONGO
Asal mula penyebab terjadinya konflik di Kongo
Konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih (bisa juga kelompok) dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya yang dilatarbelakangi oleh perbedaan ciri-ciri yang dibawa individu dalam suatu interaksi

Republik Demokratik Kongo, (sebelumnya bernama Zaire antara tahun 1971 dan 1997), adalah sebuah Negara di Afrika bagian Tengah.
Perang bersaudara berlangsung berkepanjangan di Kongo sejak 1998 yang menghancurkan serta menyeret seluruh wilayah tersebut dan negara-negara di sekitarnya.
Terbentuknya Aliansi Pemberontak di Zaire Sosial adalah keadaan dimana terdapat kehadiran orang lain. Kehadiran itu bisa nyata anda lihat dan anda rasakan, namun juga bisahanya dalam bentuk imajinasi
Chandra Bayu Wijaya
Dwi Arif Wicaksono
Muhammad Danu Vitobasundara
Sherona Junika
Dora Valeria Purba
Lailatul Munawarrah
Christian Nehemian Sir
Mona Nandia Sari

Bermacam-macam kegiatan dalam suatu sistem politik (atau negara) yang menyangkut proses menentukan tujuan-tujuan dari sistem itu dan melaksanakan tujuan-tujuan serta perlunya untuk mencapai kekuasaan (power) dan kewenangan (authority)
Di tubuh Zaire sendiri, sejak dekade 90-an muncul gelombang ketidak puasan terhadap rezim Mobutu menyusul ambruknya ekonomi Zaire akibat maraknya kegiatan korupsi di tubuh pemerintahan & berhentinya dukungan dari AS terhadap rezim Mobutu usai tumbangnya Uni Soviet

Laurent-Desire Kabila - penganut faham komunisme & pengikut Lubumba yang dulu dikudeta oleh Mobutu memimpin kelompok pemberontak bernama Popular Revolutionary Party (PRP; Partai Revolusioner Populer) mulai menjalin kontak dengan kelompok-kelompok pemberontak lain di berbagai wilayah Zaire & kelompok milisi Tutsi. melebur menjadi kelompok pemberontak baru bernama Alliance des Forces Democratiques pour la Liberation du Congo-Zaire (AFDL-CZ; Aliansi Pasukan Demokratik untuk Pembebasan Kongo-Zaire)
Inti masalah konflik di
Kongo PERANG KONGO I (1996-1997)
Tanggal 4 Oktober 1996, kelompok pemberontak dari etnis Banyamulenge - etnis lokal yang masih memiliki hubungan dekat dengan etnis Tutsi - melakukan serangan ke desa Lamera, Zaire timur. Pemerintah pusat Zaire yang merasa terkejut dan menyatakan bahwa mereka akan mendeportasi etnis Banyamulenge keluar dari wilayah Zaire
Oktober 1996, kelompok gabungan pemberontak anti-Mobutu & tentara nasional Rwanda melakukan serangan ke wilayah Zaire timur, dalam waktu relatif singkat kota-kota penting berhasil mereka kuasai.
Pemerintah Zaire lantas meresponnya dengan mengirim pasukan yang dilengkapi dengan senjata berat, namun nyatanya keberadaan mereka malah memperburuk keadaan karena mereka yang dikirim ke sana tidak bisa membedakan penduduk lokal dengan anggota pemberontak.
Melihat kondisi Zaire timur yang semakin memburuk & bisa mengancam nyawa pengungsi-pengungsi Hutu di sana, PBB menyusun rencana untuk segera mengirim pasukan multinasional. Mendengar berita tersebut, pasukan AFDL lantas melakukan serangan kilat ke kompleks pengungsi Hutu di Kimbumba dengan tujuan mengarahkan para pengungsi untuk kembali ke Rwanda tanpa melukai mereka & mencegah campur tangan asing. menyebabkan PBB mengurungkan niatnya untuk mengirim pasukan multinasional. Timbulnya Pemberontakan
Tanggal 2 Agustus 1998, komunitas Banyamulenge membentuk kelompok pemberontak anti-Kabila yang bernama Rassemblement Congolais pour la Democratie (RCD; Pekumpulan untuk Demokrasi Kongo) & melakukan pemberontakan di kota Goma, RDK timur.
PERANG KONGO II (1998-2003) Situasi perang yang semakin runyam membuat Kabila pergi keluar RDK untuk meminta bantuan negaranegara asing. Diplomasinya membuahkan hasil di mana 4 negara Afrika setuju untuk mengirimkan pasukan bantuan ke RDK : Angola, Chad, Namibia, & Zimbabwe. Datangnya pasukan multinasional Afrika ke RDK pun memulai babak baru dimulainya "perang dunia versi Afrika". Pasukan gabungan RDK, Angola, Chad, Namibia, & Zimbabwe bertempur melawan pasukan gabungan Rwanda, Uganda, & Burundi.
Angola sendiri sejak Perang Kongo I memiliki kepentingan untuk memberangus milisi anti-pemerintah UNITA yang sejak permulaan perang sipil memakai wilayah RDK sebagai markasnya sehingga Angola kembali mengirim pasukan ke RDK untuk membantu pemerintah setempat Dimulainya "Perang Dunia Versi Afrika" Upaya dari Masyaakat Internasional/PBB untuk menyelesaikan konflik Kongo Pada tahun 2011, Dewan Keamanan PBB mengesahkan Resolusi 1991 yang menuntut bahwa semua kelompok bersenjata - khususnya Angkatan Démocratiques de Libération du Rwanda (FDLR) dan Perlawanan Tuhan Angkatan Darat (LRA) - segera menghentikan segala bentuk kekerasan dan pelanggaran hak asasi manusia
Pada tanggal 30 Juni 2012 Dewan Keamanan memperbaharui mandat yang menekankan reformasi keamanan, konsolidasi kekuasaan negara, dan kekerasan berakhir di provinsi-provinsi bagian timur Sesungguhnya konflik yang terjadi di Afrika khusunya Negara Kongo bisa dihindarkan apabila semua pihak menerima perbedaan yang ada seperti suku, ras dan agama.
Juga dapat disimpulkan bahwa penyebab konflik di atas disebabkan stratifikasi sosial, pemerintahan yang korup, tirani yang berkuasa, pelecehan, dan hal-hal lain yang menyimpang dari norma-norma sosial.
Conclusion
Full transcript