Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Presentasi Sejarah

No description
by

Aditya Dhammawan

on 15 September 2013

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Presentasi Sejarah

Presentasi Sejarah
Sub Bab : H. Sistem Kepercayaan
Sistem Kepercayaan
Bagian 1 :
Sistem Kepercayaan
Bagian 2 :
Contoh - Contoh Sistem
Kepercayaan
Bagian 3 :
Contoh - Contoh Alat Hasil Sistem
Kepercayaan
Kelas : X IPA 2
Guru Pembimbing : Ibu Tantri

Sistem Kepercayaan :
Pada Masa Praaksara, seiring dengan perkembangan kemampuan berpikir, manusia purba mulai mengenal kepercayaan terhadap kekuatan-kekuatan lain di luar dirinya yang disebut sistem kepercayaan manusia purba/zaman pra aksara. Oleh sebab itu, mereka berusaha mendekatkan diri dengan kekuatan tersebut. Caranya ialah dengan mengadakan berbagai upacara, seperti pemujaan, pemberian sesaji, yang paling menonjol upacara penguburan orang meninggal ataupun upacara ritual lainnya Hal ini dibuktikan dengan ditemukannya lukisan-lukisan di dinding goa di Sulawesi Selatan dan juga berbagai alat ritual lainnya yang akan dijelaskan nanti. Sistem kepercayaan masyarakat Indonesia zaman praaksara diperkirakan tumbuh pada masa
berburu dan mengumpulkan makanan.
Anggota Kelompok :
1. Aditya Dhammawan Tang
2. Dio A.W
3. Kezia Priskilla Manullang
4. Nalendra Adam Firmana
5. Nilna Nur Faizah
Upacara sebagai bentuk ritual kepercayaan mengalami perkembangan seiring zaman. Mereka melakukan upacara tidak hanya berkaitan dengan leluhur, akan tetapi berkaitan dengan mata pencaharian hidup yang mereka lakukan. Misalnya ada upacara khusus yang dilakukan oleh masyarakat pantai khususnya para nelayan. Upacara yang dilakukan oleh masyarakat pantai ini, yaitu penyembahan kekuatan yang dianggap sebagai penguasa pantai. Penguasa inilah yang mereka anggap memberikan kemakmuran kehidupannya. Sedang di daerah pedalaman atau pertanian ada upacara persembahan kepada kekuatan yang dianggap sebagai pemberi berkah terhadap hasil pertanian.
Contoh-contoh Sistem Kepercayaan :
Terdapat beberapa sistem kepercayaan manusia purba adalah seperti berikut :

Animisme :
Animisme adalah kepercayaan terhadap roh yang mendiami semua benda. Manusia purba percaya bahwa roh nenek moyang masih berpengaruh terhadap kehidupan di dunia. Mereka juga memercayai adanya roh di luar roh manusia yang dapat berbuat jahat dan berbuat baik. Roh-roh itu mendiami semua benda, misalnya pohon, batu, gunung, dsb. Agar mereka tidak diganggu roh jahat, mereka memberikan sesaji kepada roh-roh tersebut.
Dinamisme :
Dinamisme adalah kepercayaan bahwa segala sesuatu mempunyai tenaga atau kekuatan yang dapat memengaruhi keberhasilan atau kegagalan usaha manusia dalam mempertahankan hidup. Mereka percaya terhadap kekuatan gaib dan kekuatan itu dapat menolong mereka. Kekuatan gaib itu terdapat di dalam benda-benda seperti keris, patung, gunung, pohon besar, dll. Untuk mendapatkan pertolongan kekuatan gaib tersebut, mereka melakukan upacara pemberian sesaji, atau ritual lainnya.
Totemisme :
Totemisme adalah kepercayaan bahwa hewan tertentu dianggap suci dan dipuja karena memiliki kekuatan supranatural. Hewan yang dianggap suci antara lain sapi, ular, dan harimau. Hewan yang dianggap suci juga bisa berasal dari mimpi, misal seseorang memimpikan kura-kura, maka hewan suci yang dipujanya adalah kura-kura. Biasanya orang-orang yang menggangap suatu hewan suci akan pantang makan daging hewan itu dan tidak membunuh serta melindungi hewan itu.
Selain itu, saya akan menjelaskan tentang perwujudan dari sistem kepercayaan manusia zaman pra aksara, khususnya upacara penguburan orang meninggal :

Manusia zaman pra aksara terutama periode zaman neolitikum sudah mengenal sistem kepercayaan, terutama kepercayaan bahwa adanya kehidupan setelah mati. Mereka meyakini bahwa roh seseorang yang telah meninggal akan hidup di alam lain. Oleh karena itu, roh orang yang sudah meninggal akan senantiasa dihormati oleh sanak kerabatnya. Terkait dengan itu maka muncullah kegiatan ritual upacara penguburan orang meninggal. Dalam tradisi penguburan ini, jenazah orang yang telah meninggal dibekali berbagai benda dan peralatan kebutuhan sehari-hari, misalnya barang-barang perhiasan, periuk dan lain-lain yang dikubur bersama mayatnya. Hal ini dimaksudkan agar perjalanan arwah orang yang meninggal selamat dan terjamin dengan baik. Dalam upacara ini, semakin kaya orang yang meninggal maka upacaranya juga semakin mewah. Barang-barang berharga yang ikut dikubur juga semakin banyak.

Selain upacara penguburan, juga ada upacara- upacara pesta untuk mendirikan bangunan suci. Mereka percaya manusia yang meninggal akan mendapatkankebahagiaan jika mayatnya ditempatkan pada susunan batu-batu besar, misalnya pada peti batu atau sarkofagus.
Menhir:

Menhir adalah tiang atau tugu batu yang berfungsi sebagai prasasti dan melambangkan kehormatan arwah nenek moyang.
Contoh-contoh alat hasil sistem kepercayaan :


Dolmen :

Dolmen adalah meja batu untuk meletakkan sesaji.
Peti Kubur Batu :

Peti Kubur Batu adalah lempeng batu besar berbentuk kotak persegi panjang berfungsi sebagai peti jenazah.
Sarkofagus :

Sarkofagus, adalah batu besar yang di pahat berbentuk mangkuk terdiri dari dua keeping yang ditangkupkan menjadi satu. Berfungsi sebagai peti jenazah.
Waruga :

Waruga, adalah peti kubur batu berukuran kecil, berbentuk kubus dan memiliki tutup lempengan batu yang lebar.
Dan berbagai alat-alat/simbol lainnya, seperti lukisan-lukisan di dinding goa di Sulawesi Selatan, Lukisan-lukisan tersebut diartikan sebagai sumber kekuatan atau symbol perlindungan untuk mencegah roh jahat, sebagai tanda berkabung, dan sebagai tanda penghormatan terhadap roh nenek moyang.
Punden Berundak :


Punden Berundak, adalah bangunan berupa batu susunan batu berundak seperti candi. Digunakan untuk upacara pemujaan.
Terima Kasih Atas Perhatiannya
Kelompok
5
Full transcript