Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

XI/25. Sejarah Perumusan Pancasila/BPUPKI DAN PPKI

No description
by

Denny Mulyadi

on 23 February 2017

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of XI/25. Sejarah Perumusan Pancasila/BPUPKI DAN PPKI

Thanks
Pembentukan BPUPKI
Sidang BPUPKI
Tokoh-Tokoh Yang Mengusulkan Rumusan Dasar Negara
Dalam Sidang BPUPKI
Sidang 1
29 Mei - 1 Juni 1945
Rabu, 2 Maret, 2016
Panitia Sembilan
BPUPKI dan PPKI/Sejarah Perumusan Pancasila

SMK Negeri 63 Jakarta
Jepang menjanjikan kemerdekaan
Jepang menyerah kepada sekutu
Indonesia mempersiapkan kemerdekaan
Pada tanggal 14 Maret 1945 Letnan Jenderal Kumakici Harada mengumumkan pembentukan BPUPKI yang di ketuai Dr. (K.R.T.) Radjiman Wedyodiningrat.
Sidang 2
10 - 16 Juli 1945
Menyerahnya Jepang Kepada Sekutu
M.Yamin
Soepomo
Ir. Soekarno
M. Yamin Mengusulkan lima asas dan dasar bagi Negara Indonesia yaitu :
1. Peri Kebangsaan
2. Peri Kemanusiaan
3. Peri Ketuhanan
4. Peri Kerakyatan
5. Kesejahteraan Rakyat
29 Mei 1945
31 Mei 1945
Mr. Soepomo mendapat giliran mengemukakan pemikirannya di hadapan sidang BPUPKI, menurut nya Negara yang akan dibentuk hendaklah Negara integralistik yang bedasarkan pada hal-hal berikut :
1. Persatuan
2. Kekeluargaan
3. Keseimbangan Lahir Batin
4. Musyawarah
5. Keadilan Rakyat
Pada sidang hari ke 3 tanggal 1 Juni 1945, dasar Negara menurut
Ir. Soekarno adalah sebagai berikut :
1. Kebangsaaan Indonesia
2. Internasionalisme atau Peri Kemanusiaan
3. Mufakat atau Demokrasi
4. Kesejahteraan Sosial
5. Ketuhanan yang Berkebudayaan
Setelah berakhirnya sidang BPUPKI pertama, masih belum ada kesepakatan dalam perumusan dasar Negara sehingga dibentuklah panitia yang beranggotakan sembilan orang untuk mengolah kembali berbagai masukan dan konsep-konsep yang sebelumnya telah disampaikan oleh para anggota BPUPKI.

Sidang kedua BPUPKI
Kelima pendapat itu diberi nama Pancasila,maka setiap tanggal 1 Juni diperingati sebagai hari lahir Pancasila
susunan keanggotaan dari "Panitia Sembilan" ini adalah sebagai berikut :


1. Ir. Soekarno (ketua)
2. Mohammad Hatta (wakil ketua)
3. Raden Achmad Soebardjo (anggota)
4. Mohammad Yamin (anggota)
5. Kiai Haji Abdul Wahid (anggota)
6. Abdoel Kahar Moezakir (anggota)
7 .Raden Abikusno Tjokrosoejoso (anggota)
8. Haji Agus Salim (anggota)
9. Alexander Andries Maramis (anggota)
Pada tanggal 22 Juni 1945 Panitia Sembilan berhasil merumuskan dasar Negara yang dikenal dengan Piagam Jakarta (Jakarta Charter) yang berisikan :
1. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan
syariat islam bagi pemeluk-pemeluknya.
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab.
3. Persatuan Indonesia.
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat
kebijaksanaan dalam permusyawaratan
perwakilan.
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Pada tanggal 10-16 Juli 1945, BPUPKI melakukan sidang keduanya untuk membahas rancangan UUD. Untuk itu dibentuk panitia perancang UUD yang di ketuai Ir. Soekarno. Panitia tersebut juga membentuk kelompok kecil beranggotakan 7 orang yang khusus merumuskan rancangan UUD. Hasil kerjanya kemudian disempurnakan kebahasaan nya oleh panitia penghalus bahasa yang terdiri atas Soepomo, Agus Salim, dan Husein Djajadiningrat.

Pada tanggal 14 Juli 1945, Ir. Soekarno melaporkan hasil kerja panitia perancang UUD dalam sidang BPUPKI pada laporannya disebutkan 3 hal pokok yaitu :
1. Pernyataan Indonaesia Merdeka.
2. Pembukaan Undang-Undang Dasar.
3. Undang-Undang Dasar ( Batang Tubuh )

Konsep pernyataan Indonesia merdeka disusun dengan mengambil tiga alenia pertama piagam Jakarta. Sedangkan konsep Undang-Undang Dasar hampir seluruhnya diambil dari alinea keempat piagam Jakarta. Hasil kerja panitia perancang UUD yang dilaporkan akhirnya diterima oleh BPUPKI. Kejadian ini merupakan momentum yang sangat penting karena disinilah masa depan bangsa dan negara dibentuk.

Pembentukan PPKI
Pada tanggal 7 Agustus 1945, BPUPKI dibubarkan. Untuk menindak lanjuti hasil kerja BPUPKI, Jepang membentuk Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) yang beranggotakan 21 orang dan ditambahkan 6 orang dengan Ir. Soekarno sebagai ketuanya. Tugas pertama PPKI adalah meresmikan permbukaan dan batang tubuh UUD 1945, Tugas kedua adalah melanjutkan hasil kerja BPUPKI.

Pada tanggal 17 Agustus 1945, bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya ke seluruh dunia. Keesokan harinya tanggal 18 Agustus 1945, PPKI melaksanakan sidang pertamanya. Keputusan hasil sidang PPKI adalah:
1. Menetapkan Ir. Soekarno sebagai presiden dan Drs. Moh. Hatta sebagai wakil presiden.
2. Mengesahkan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
3. Membentuk Komite Nasional Indonesia Pusat.
Perbedaan dan Kesepakatan yang Muncul dalam Sidang PPKI
Pertama, berkaitan dengan sila pertama yang semula berbunyi "Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan Syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya" diubah menjadi "Ketuhanan Yang Maha Esa"
Kedua, Bab II UUD Pasal 6 yang semula berbunyi “Presiden ialah orang Indonesia asli dan beragama Islam” diubah menjadi “Presiden ialah orang Indonesia asli”

Denny Mulyadi, S.Pd 2016
Membuat karya tulis dengan judul : “Dampak Pendudukan Jepang di
Indonesia”.
Full transcript