Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Total Quality Managemet of TOYOTA

No description
by

agus rahmanto

on 25 January 2016

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Total Quality Managemet of TOYOTA

History of TQM
at Toyota
1. Revolusi industri
memperkenalkan produksi perakitan dan produksi massal
GOAL!
Sasaran Toyota adalah
"ZERO DEFECT"
dikembangkanlah Prinsip
“Total Participation” & “Employee Engagement”
serta menerapkan Management Tools :
"8 Step Practical Problem Solving method"
untuk permasalahan dalam sistem
disertai penerapan 5S
( Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, Shitsuke )
Dalam pembiayaan produksi Toyota menganut
"Just in Time" dgn diawasi oleh
14 Prinsip Management dari Toyota Way dan budaya "Jidoka"
Menjaga Semangat Perusahaan melalui
"Continues Improvement (Kaizen)"
Thank you!
CUSTOMER FIRST
Tahun 1936 dengan bertambahnya produk mobil Toyota perusahaan menginisialisasi sebuah program dengan filosofi Toyota yakni
“Customer First”
Lebih dari 75 tahun mendengar suara konsumen dalam setiap area sistem produksinya.
Management Principles of
The Toyota Way
Didasari keputusan manajemen pada filosofi jangka panjang, bahkan jika harus :
"mengorbankan tujuan jangka pendek"
Kaizen (Continuous Improvement)
Kai (Perubahan) Zen ( Lebih baik)
TUGAS MATA KULIAH MANAJEMEN OPERASIONAL
Wildan Hamdani - 20141197
Hermina Hendriani - 20141148
Hery Purnama - 20141028
R Rina Soleha - 20141029
Andri - 20141117
Agus R Rahmanto - 20141133
Silvy Kartikasari - 20141089
Apriani Musfiroh - 20141064
Lies Komarasari - 20141033
Dedi Kurniadi - 20141178
Kesempatan
Bersaing
Optimalisasi Kualitas
Produk
RESTRUKTURISASI
~Edward Deming & Malcolm Badridge~
Toyota Production System
(Lean Productions)
- Customer First
- Kaizen
Toyota Management Tools
- 8 Step Practical Problem Solving Method
- PDCA
- A3 Reporting and 5S
The Toyota Way
2001
Basicly : Kaizen
P r i n s i p
Dua pilar utama :
“Customer First” & “Respect for People”
penghargaan keterlibatan manusia penggerak perusahaan
aliran ide tak akan pernah habis
( Program Sistem Pengumpulan Ide Kreatif )
- Countinous Improvement
- Eliminasi pemborosan Produk
- Sistem birokrasi memfasilitasi perbaikan
& ide-ide dari karyawan level bawah
TOTAL QUALITY MANAGEMENT
“Total Participation” & “Employee Engagement”
Creative Idea Suggestion System -
- Menampung ide karyawan level terendah
konstribusi efektif perkembangan perusahaan.
- Sistem perusahaan siap & fleksibel terhadap ide
Awards / Penghargaan Tahunan
- Think outside the Box
- Berani & percaya diri memberikan ide
1974
Medali Emas Perak Perunggu ~3 Terbaik
- Tingkat Perolehan IDE hingga 1juta
BEST GOAL :
C I S S memenuhi fokus TQM
--> Motivasi karwayan
--> Manfaat informasi karyawan & manajemen
terendah (Operasional)
--> Solusi & Peningkatan Kualitas Proses
--> Cipta ulang ide briliant
2011
40.000.000 ideas
1951
PELATIHAN SDM
(Quality Control & Target Setting)
Reborn TQM Oriented Resources
TOYOTA WAY
2. Perang Dunia Kedua
Optimalisasi mesin pabrik,
persediaan & metode statistika
ujung tombak aliran produksi
DISUSUN OLEH :
Welcome to the Class
Get ready for the Journey !

neverend ideas
Bagaimana Toyota melakukannya ???
1. Aktivitas Quality Assurance
Dasar dari prinsip utama Toyota
( “Customer First” dan “Quality First" )
Membentuk Customer Quality Engineering Division dan Customer First (CF)

Membentuk Special Committee for Global Quality
2005
2010
2. Customer Relation Activities
berangkat dari Prinsip
“Customer First”
Meningkatkan kepuasan konsumen
dan kualitas dari setiap produk
Total Quality Management
METODE KAIZEN DALAM TOYOTA
a. Menentukan Potensi Perbaikan
b. Menganalsis metode yang digunakan saat ini
c. Mencetuskan ide orisinal
d. Menyusun rencana penerapan
e. Menerapkan rencana
f. Mengevaluasi metode baru
TEKNIK CONTINUOUS IMPROVEMENT
a. Mendeteksi Masalah
b. Tindakan Awal
c. Penyebab Awal Masalah
d. Solusi Potensial
e. Tes Atas Solusi
f. Implementasi Solusi
g. Standarisasi
K A I Z E N
Memiliki inti konsep
"bekerjacerdas"
, bukan
"bekerjakeras"
Sangat
meminimalisir
Pemborosan dalam berbagai sector
Pemborosan
merupakan bagian dari
pangkalan masalah
dalam sebuah perusahaan

TERDAPAT 14 PRINSIP BUDAYA DI BALIK TOYOYA PRODUCTION SYSTEM (TPS)
TOYOTA WAY LEBIH DARI SEKEDAR ALAT-ALAT DAN TEKNIK-TEKNIK

INTI DARI TOYOTA PRODUCTION SYSTEM (TPS) :
MENGHILANGKAN PEMBOROSAN ( MUDA ) DI SEGALA BIDANG
Implementasi KAIZEN
dalam Toyota Way
Toyota’s 8 Steps Problem-Solving Process
Delapan langkah pemecahan masalah
salah satu konsep pengendalian kualitas yang dikemukakan oleh
Kauro Ishikawa (1988).
Pelaksanaan dalam pengendalian kualitas ini :
seluruh penyimpangan yang terjadi di luar batas-batas akan distandarisasikan, dicatat, dianalisis
DIPERGUNAKAN
umpan balik untuk tindakan koreksi dimasa datang
sehingga tidak terulang lagi kesalahan yang sama
8 LANGKAH PERBAIKAN & PENINGKATAN
diharapkan
penyelesaian masalah dan program
peningkatan
dapat dilakukan
sistematis
&
dapat diketahui adanya
perbaikan secara pasti
dengan hasil yang baik
yang telah dicapai dan dipertahankan
Kauro Ishikawa
(pengendalian kualitas)
Delapan langkah pemecahan masalah
1. Menemukan Masalah
2. Mencari sebab penyebab masalah
3. Menemukan penyebab utama
4. Menyusun rencana penanggulangan
5. Melaksanakan Rencana penanggulangan
6. Evaluasi hasil penangulangan
7. Standarisasi
8. Rencana selanjutnya
MENEMUKAN MASALAH
Langkah ini Mempersiapkan suatu daftar dari semua masalah yang ada di lingkungan kerjanya. Alat pengendalian kualitas yang digunakan adalah lembar pengumpulan data, diagram pareto dan bagan kendali
1
MENCARI SEBAB-SEBAB YANG MENGAKIBATKAN MASALAH
Langkah selanjutnya adalah menganalisis masalah untuk menemukan penyebab dari faktor-faktor manusia, mesin, metode, materil dan lingkungan. Alat pengendalian kualitas yang digunakan adalah diagram sebab-akibat
2
MENEMUKAN PENYEBAB UTAMA
Setelah ditemukan penyebab masalah tersebut kemudian menentukan penyebab utama atau penyebab yang paling dominan. Alat pengendalian kualitas yang digunakan adalah diagram pareto dan diagram pencar.
3
MENYUSUN RENCANA PENANGGULANGAN
Pada langkah ini membuat dan mempersiapkan usulan pemecahan masalah serta memilih penanggulangan yang paling efektif untuk meneliti kelengkapanya dapat digunakan :
5W+1H (What, Why, When, Where, Who, dan How)
4
STANDARISASI
Standarisasi bertujuan untuk mencegah terjadinya masalah yang telah dibahas dan untuk mempertahankan hasil yang telah dicapai
serta cara pelaksanaanya.
7
RENCANA SELANJUTNYA
Bila Ke-7 langkah tersebut telah dilaksanakan maka langkah berikutnya adalah menggarap masalah yang lain dengan cara yang sama (langkah ke-1 sampai dengan langkah ke-7) setelah ke-8 langkah tersebut selesai kemudian dibuat RISALAH.

8
MELAKSANAKAN RENCANA PENANGGULANGAN
Langkah ini mengumpulkan data hasil pemeriksaan dengan lembar pengumpulan data untuk dibandingkan dengan data semula.
5
EVALUASI HASIL PENANGULANGAN
Langkah ini bertujuan untuk membandingkan keadaan semula dengan data yang ada sesudah pelaksanaan penanggulangan. Alat pengendalian kualitas yang digunakan adalah diagram pareto, histogram dan bagan kendali
6
1
Ciptakan proses berkesinambungan
(continuous flow)
untuk memunculkan permasalahan ke permukaan
2
CUSTOMER
RECEIVES
ORDER
Gunakan
‘pull’ (kanban) systems
untuk menghindari over production
3
tidak terdapat jarak waktu
antara proses yang satu ke proses berikutnya
MANAGEMENT PRINSIPLES
OF THE TOYOTA WAY
Dalam suatu produksi
Mulai dari: waktu produksi, penggunaan suku cadang, kualitas & kuantitas, pelaksanaan
mengacu pada layout/sop (standar operasi prosedur) yang sdh ditetapkan
Jika kondisi yang terjadi tidak sesuai SOP,
maka akan timbul masalah & harus segera diperbaiki
HEIJUNKA
Sistem pemerataan produksi
menghasilkan campuran produksi
sesuai dengan permintaan konsumen dalam suatu periode,
sehingga kapasitas produksi
dapat dimanfatkan secara optimal
J I D O K A
"membangun budaya"
untuk menghentikan proses
saat terjadi masalah
dan segera memperbaiki
masalah tersebut
TRADITIONAL PRODUCTION
( UNLEVELED)
MIXED MODEL PRODUCTION
( UNLEVELED)
PROSES & TUGAS TERSTANDARISASI
"dasar untuk
continuous improvement
&
employee empowerment
"
jika karyawan melakukan hal yang sama dengan
cara berbeda
, maka perusahan
tidak bisa
memprediksi hasilnya . sedangkan kalau semuanya
sesuai dengan standar
yang telah ditetapkan maka waktu dan resourses untuk menyelesaikan suatu proses produksi akan menjadi
terukur
MANAGEMENT PRINSIPLES
OF THE TOYOTA WAY
VISUAL CONTROL
gambar, grafik, label,
papan pengumuman, warna, coretan, angka, panah, dsb
Saat peralatan digunakan dan tempat sampah berpindah posisi, petugas akan dengan mudah mengetahuinya dan mengembalikan ke posisi yang seharusnya
TEKNOLOGI ANDAL & LULUS TEST
Gunakan hanya teknologi yang dapat diandalkan dan telah melalui pengetesan
Sebelum memutuskan untuk menggunakan sebuah teknologi, Toyota selalu melakukan penelitian terhadap teknologi tersebut, berbagai pengetesan dilakukan, termasuk training yang matang kepada operator mesin/teknologi tersebut
FILOSOFI "LEADING BY EXAMPLE"
Tumbuhkan pimpinan yang secara menyeluruh memahami pekerjaan, hidup dalam filosofi perusahaan, dan siap mengajarkannya kepada yang lain
MEMBANGUN TEAM LUAR BIASA
- Membangun orang-orang yang luar biasa dan
- tim yang bersedia mengikuti filosofi perusahaan
Sebuah filosofi yang diajarkan oleh pimpinan yang meyakininya dan diikuti
oleh tim-tim dibawahnya memiliki kesempatan berhasil yang lebih kuat

MITRA KERJA
Hargailah mitra kerja anda dan bantulah mereka untuk bekerja dengan lebih baik
Toyota mengajarkan bahwa kita harus memperhatikan
"proses di luar proses inti"
dari tugas kita.
Hal ini akan kemudian memberikan kepuasan terhadap konsumen, secara bersamaan mengurangi tekanan pada suplier
Total Quality Management
K A I Z E N
Problem-Solving Process
Toyota's 8 Steps
-- SEIRI -- SEITON -- SEISO --
-- SEIKETSU -- SHITSUKE --
KONSEP 5 S
Prinsip penataan dan pemeliharaan dalam budaya kerja yang berasal dari Jepang
saat ini banyak diterapkan pada perusahaan besar di seluruh dunia
Tujuannya :
Menjaga efektivitas waktu dan tenaga
untuk meningkatkan produktivitas dan kinerja perusahaan secara keseluruhan
S E I R I
Memilah barang/alat
yg masih digunakan
dan yang sudah tidak digunakan
5S
SISTEM PRODUKSI
dimana pemesanan bahan baku dan proses produksi dilakukan
hanya bila terdapat pesanan produk.
untuk menghilangkan pemborosan biaya persediaan & kehilangan kesempatan
karena aset yang tertahan
pada persediaan produk jadi
Just in Time
Mengapa harus menggunakan sistem ini ?
Bila anda adalah seorang manajer pabrik mobil
PHK ???
Prinsip just in time
Pembelian suku cadang lebih murah
berkualitas lebih rendah
Jalan keluar dari masalah
Kemampuan mencapai pertumbuhan
jangka panjang

Saat keuntungan rendah
Pembeli suku cadang terlalu banyak
Kepuasan konsumen di titik rendah
How it Works ?
1. Pull – fokus pada konsumen
Kebutuhan konsumen haruslah menjadi dasar dari proses produksi.
2. One-piece flow – Fokus pada satu unit
pada satu waktu untuk menghilangkan ketidakfokusan terhadap proses.
3. Takt – Mengukur seberapa cepat yang anda butuhkan
untuk memproduksi sebuah produk yang memenuhi kebutuhan konsumen.
Results !
Peningkatan laba, pendapatan, kepuasan konsumen, dan kualitas berkelanjutan
Berkurangnya tingkat kesalahan, biaya, dan pemborosan
4
CUSTOMER
PLACE
ORDER
CUSTOMER
PAYS FOR
ORDER
14
14
Management Principles
of the
Toyota Way

5
6
7
8
9
10
11
MANAGEMENT PRINSIPLES
OF THE TOYOTA WAY
LIHAT DIRI SENDIRI
1) Pemahaman lebih mudah diperoleh
2) Dapat memilah informasi yang paling kita butuhkan
3) Lebih percaya mata kepala kita sendiri daripada laporan
4) Memberikan gambaran lebih jelas & lengkap
5) Lebih mudah mencari tahu hal-hal seperti :
orang, bahan baku, mesin, ketika semua di hadapan kita.
6) Permasalahan yang ditemui dapat langsung
diberikan solusi saat itu juga
ORGANISASI YANG TERUS BELAJAR
Prinsip Ini terdiri dari 3 konsep :
1) Melihat ke belakang pada
perubahan-perubahan yang dilakukan
dan apa hasilnya
2) Mengkomunikasikan
3) Root cause analysis (analisis sumber masalah)
KEPUTUSAN
"Kesepakatan & Alternatif"
1) Evaluasi semua opsi yang ada
2) Implemantasikannya segera
setelah keputusan dicapai
12
14
13
Buatlah keputusan perlahan melalui kesepakatan
& pertimbangkan semua alternative
Berusaha menjadi organisasi yang terus belajar melalui permasalahan yang terjadi
Continuous improvement
merupakan usaha yang mutlak harus dilakukan untuk menjadi lebih baik hari demi hari.
Penerapan 5S
pada sebuah perusahaan
haruslah terintegrasikan
ke dalam budaya perusahaan
dan menjadi kebiasaan dalam aktivitas kerja sehari-hari
R i n g k a s
S E I T O N
Meletakkan barang yang masih digunakan sesuai dengan posisi yang ditetapkan
sehingga mudah dicari dan aman saat akan digunakan
R a p i
SHITSUKE
Merawat / menjaga alat, material, lingkungan agar tidak rusak
atau hilang

Menjaga keadaan
ringkas, rapi, resik, teratur
di tempat kerja

Melakukan pemeriksaan berkala, membuat standart penilaian dan perbaikan secara teratur
R a p i
S E I K O
Membersihkan area kerja
dan peralatan kerja
sehingga lingkungan nyaman
& peralatan terjaga kondisinya
R e s i k
SIKEITSU
Merawat dan menjaga
area kerja
tetap bersih dan terawat
sesuai dengan standar
yang ditentukan
R a w a t
Dua pilar utama :
“Customer First” & “Respect for People”
Toyota menghargai keterlibatan manusia sebagai penggerak perusahaan cara terbaik sehingga aliran ide tak akan pernah putus dan habis
Just in Time
Just in Time
Full transcript