Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

AKUNTANSI PEMERINTAHAN UNTUK ASET TETAP

No description
by

Pipit Sandra

on 16 November 2014

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of AKUNTANSI PEMERINTAHAN UNTUK ASET TETAP

AKUNTANSI PEMERINTAHAN UNTUK ASET TETAP
design by Dóri Sirály for Prezi
Aset berwujud yang mempunyai masa manfaat lebih dari 12 (dua belas) bulan untuk digunakan dalam kegiatan pemerintah atau dimanfaatkan oleh masyarakat umum. Yang termasuk kedalam asset tetap pemerintah yaitu :

1.
Aset tetap yang dimiliki oleh entitas pelaporan namun dimanfaatkan oleh entitas lainnya, misalnya instansi pemerintah lainnya, universitas, dan kontraktor.
2.
Hak atas tanah.
Aset tetap di neraca diklasifikasikan berdasarkan kesamaan dalam sifat atau fungsinya dalam aktivitas operasi entitas. Aset tetap dibagi menjadi enam akun yaitu:

Pengertian Aset Tetap Dalam Pernyataan Standar
Klasifikasi Aset Tetap
Aset tetap yang dimiliki atau dikuasai oleh pemerintah harus dinilai atau diukur untuk dapat dilaporkan dalam neraca. Menurut SAP, aset tetap yang diperoleh atau dibangun secara swakelola dinilai dengan biaya perolehan.
Aset tetap
yang tidak diketahui harga perolehannya disajikan dengan nilai wajar
B. Pengukuran Aset Tetap
Konstruksi Dalam Pengerjaan mencakup tanah, peralatan dan mesin, gedung dan bangunan, jalan, irigasi dan jaringan, dan aset tetap lainnya, yang proses perolehannya dan/atau pembangunannya membutuhkan suatu periode waktu tertentu dan belum selesai.
2. Konstruksi Dalam Pengerjaan
KELOMPOK 9
1. PIPIT SANDRA 120103120170
2. OLGA PUTRI 120103120199
3. ELI PUTRI AYU 120103120205
C. Penilaian Awal Aset Tetap
Komponen biaya yang dapat dimasukkan sebagai biaya perolehan suatu aset tetap terdiri dari:
harga beli,
bea impor,
biaya persiapan tempat,
biaya pengiriman awal dan biaya simpan dan bongkar muat
biaya pemasangan
biaya profesional seperti arsitek dan insinyur, serta
biaya konstruksi (biaya langsung untuk tenaga kerja, bahan baku, dan biaya tidak langsung termasuk biaya perencanaan dan pengawasan, perlengkapan, tenaga listrik, sewa peralatan, dan semua biaya lainnya yang terjadi berkenaan dengan pembangunan aset tetap tersebut).
Yang tidak termasuk komponen biaya aset tetap adalah:

Biaya administrasi biaya umum lainnya sepanjang biaya tersebut tidak dapat diatribusikan secara langsung pada biaya perolehan aset atau membawa aset ke kondisi kerjanya.

Biaya permulaan (start-up cost) dan pra-produksi serupa kecuali biaya tersebut perlu untuk membawa aset ke kondisi kerjanya
Sesuai dengan PSAP 08 Paragraf 5, Konstruksi Dalam Pengerjaan (KDP) adalah aset aset yang sedang dalam proses pembangunan.

1. Tanah
2. Peralatan dan Mesin
3. Gedung dan Bangunan
4. Jalan, Irigasi dan Jaringan
5. Aset Tetap lainnya
6. Konstruksi Dalam pengerjaan

A. Pengakuan Aset Tetap
Sesuai dengan klasifikasi Aset Tetap, suatu aset dapat diakui sebagai aset tetap apabila berwujud dan memenuhi kriteria :

- Mempunyai masa manfaat lebih dari 12 (dua belas) bulan;
- Biaya perolehan aset dapat diukur secara andal;
- Tidak dimaksudkan untuk dijual dalam operasi normal entitas;
- Diperoleh/dibangun dengan maksud untuk digunakan.

3. Pertukaran Aset Tetap
Pertukaran atau tukar menukar adalah pengalihan aset tetap dari suatu entitas kepada entitas lain. Pertukaran aset tetap dapat dilakukan antara Pemerintah Pusat dengan pemerintah daerah, atau antar pemerintah daerah, atau antara pemerintah dengan pihak lain, dengan menerima penggantian dalam bentuk barang, sekurang-kurangnya dengan nilai yang seimbang.
Contoh :
Komputer senilai Rp7.000.000,00 ditukar dengan komputer yang sama dan senilai, maka pencatatan yang harus dilakukan adalah menghapus komputer yang lama senilai Rp7.000.000,00 dan mencatat perolehan komputer yang baru senilai Rp7.000.000,00.
Aset Tetap yang diperoleh dari donasi (sumbangan) harus dicatat sebesar nilai wajar pada saat perolehan. Donasi/hibah baik dalam bentuk uang maupun barang dicatat sebagai pendapatan hibah dan harus dilaporkan dalam laporan realisasi anggaran.
4. Aset Donasi
1. KOMPONEN BIAYA
D. Pengeluaran Setelah Perolehan
Pengeluaran setelah perolehan awal suatu aset tetap yang memperpanjang masa manfaat atau yang kemungkinan besar memberi manfaat ekonomi di masa yang akan datang dalam bentuk kapasitas , mutu produksi , atau peningkatkan standar kinerja , harus ditambahkan pada nilai tercatat aset yang bersangkutan .
Misalnya Pemda A mempunyai sebuah komputer yang dibeli tahun 2004 dengan nilai perolehan Rp5.000.000,00. Pada tahun 2005 komputer tersebut di upgrade dengan biaya Rp500.000,00. Atas biaya upgrade yang dapat meningkatkan kapasitas komputer tersebut, maka nilai komputer menjadi Rp5.500.000,00.
E. Pengukuran Berikutnya Terhadap Pengakuan Awal
Sebagaimana telah dijelaskan di atas, seiring dengan semakin lamanya digunakan, aset tetap selain tanah akan mengalami penurunan manfaat karena aus atau rusak karena pemakaian.
Aset tetap disajikan berdasarkan biaya perolehan aset tetap tersebut dikurangi akumulasi peyusutan.
Penyusutan adalah alokasi yang sistematis atas nilai suatu aset yang dapat disusutkan(depreciable assets) selama masa manfaat aset yang bersangkutan
1. Penyusutan
Metode Penyusutan yang dapat diterapkan sesuai dengan PSAP 07 adalah:
1. Metode garis lurus (straight line method);
2. Metode saldo menurun ganda (double declining method);
3. Metode unit produksi (unit of production method)
2. Penilaian Kembali Aset Tetap
(Revaluation)
Penilaian kembali atau revaluasi aset tetap pada umumnya tidak diperkenankan karena Standar Akuntansi Pemeritahan menganut penilaian aset berdasarkan biaya perolehan atau harga pertukaran . Penyimpangan dari ketentuan ini mungkin dilakukan berdasarkan ketentuan pemerintah yang berlaku secara nasional.
F. Akuntansi Tanah
Tanah yang dimiliki dan atau dikuasai pemerintah tidak diperlakukan secara khusus, dan pada prinsipnya mengikuti ketentuan seperti yang diatur pada pernyataan tentang akuntansi aset tetap.

Pengakuan tanah di luar negeri sebagai aset tetap hanya dimungkinkan apabila perjanjian penguasaan dan hukum serta perundang-undangan yang berlaku di negara tempat Perwakilan Republik Indonesia berada mengindikasikan adanya penguasaan yang bersifat permanen
.
G. ASET BERSEJARAH (HERITAGE ASSETS)
Pernyataan ini tidak mengharuskan pemerintah untuk menyajikan aset bersejarah dineraca namun aset tersebut harus diungkapkan dalam Catatan Atas Laporan Keuangan.

Contoh dari Aset Bersejarah: Bangunan Bersejarah, Monumen, Tempat-tempat purbakala seperti candi dan karya seni.
H. ASET MILITER (MILITARY ASSETS)
Peralatan militer , baik yang umum maupun khusus , memenuhi definisi aset tetap dan harus diperlakukan sesuai dengan prinsip-prinsip yang ada pada pernyataan ini.
I. Aset Infrastruktur (Infrastructure Assets)
Beberapa aset biasanya dianggap sebagai aset infrastruktur. Walaupun tidak ada definisi yang universal digunakan, aset ini biasanya mempunyai karakteristik sebagai berikut:
1. Merupakan bagian dari satu sistem atau jaringan;
2. Sifatnya khusus dan tidak ada alternatif lain
penggunaannya;
3. Tidak dapat dipindah-pindahkan; dan
4. Terdapat batasan-batasan untuk pelepasannya.
 
Contoh dari asset infrastruktur adalah jaringan, jalan, jembatan, system pembuangan, dan jaringan komunikasi.
J. Penghentian Dan Pelepasan
Bila aset tetap sudah rusak berat dan tidak dapat digunakan lagi maka aset tetap tersebut akan dihapuskan dari pembukuan.

Aset Tetap yang secara permanen dihentikan atau dilepas harus dieliminasi dari Neraca dan diungkapkan dalam Catatan atas Laporan Keuangan .
K. PENYAJIAN DAN PENGUNGKAPAN ASET TETAP
1. Penyajian
Penyajian aset tetap dalam lembar muka neraca adalah sebagai berikut:
 
Aset
Aset Tetap
Tanah xxx
Peralatan dan Mesin xxx
Gedung dan Bangunan xxx
Jalan, Irigasi dan Jaringan xxx
Aset Tetap Lainnya xxx
Konstruksi dalam Pengerjaan xxx
Akumulasi Penyusutan (xxx)
Total Aset Tetap xxx
Ekuitas Dana
Ekuitas Dana Investasi
Diinvestasikan dalam Aset Tetap xxx
Total Ekuitas Dana Investasi xxx

2. Pengungkapan
Tujuan pengungkapan ini adalah untuk meminimalisasi kesalahan persepsi bagi pembaca laporan keuangan.
 
Dalam CaLK harus diungkapkan untuk masing-masing jenis aset tetap sbb:
1.Dasar penilaian yang digunakan untuk menentukan nilai tercatat;
2.Rekonsiliasi jumlah tercatat pada awal dan akhir periode yang menunjukkan:
Penambahan;
Pelepasan;
Akumulasi penyusutan dan perubahan nilai, jika ada;
Mutasi aset tetap lainnya
3.Informasi penyusutan meliputi:
Nilai penyusutan;
Metode penyusutan yang digunakan;
Masa manfaat atau tarif penyusutan yang digunakan;
Nilai tercatat bruto dan akumulasi penyusutan pada awal dan akhir periode.
SEKIAN DAN TERIMA KASIH
Full transcript