Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

XII/ 23. INTEGRASI TIMOR-TIMUR

No description
by

Denny Mulyadi

on 16 February 2017

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of XII/ 23. INTEGRASI TIMOR-TIMUR

Sejarah Timor Leste
Sejarah Timor Leste berawal dengan kedatangan orang Australoid dan Melanesia. Orang dari Portugal mulai berdagang dengan pulau Timor pada awal abad ke-15 dan menjajahnya pada pertengahan abad itu juga.
Setelah terjadi beberapa bentrokan dengan Belanda, dibuat perjanjian pada 1859 di mana Portugal memberikan bagian barat pulau itu. Jepang menguasai Timor Timur dari 1942 sampai 1945, namun setelah mereka kalah dalam Perang Dunia II Portugal kembali menguasainya.
Pada tahun 1975, ketika terjadi Revolusi Bunga di Portugal dan Gubernur terakhir Portugal di Timor Leste, Lemos Pires, tidak mendapatkan jawaban dari Pemerintah Pusat di Portugal untuk mengirimkan bala bantuan ke Timor Leste yang sedang terjadi perang saudara, maka Lemos Pires memerintahkan untuk menarik tentara Portugis yang sedang bertahan di Timor Leste untuk mengevakuasi ke Pulau Kambing atau dikenal dengan Pulau Atauro.
INTEGRASI
TIMOR TIMUR

kependekan dari Frente Revolucionária de Timor-Leste Independente yang dalam bahasa Portugis adalah sebuah gerakan pertahanan yang berjuang untuk kemerdekaan Timor Timur, pertama dari Portugal dan kemudian dari Indonesia, antara tahun 1974 dan tahun 1998.
Fretilin
Setelah itu FRETILIN menurunkan bendera Portugal dan mendeklarasikan Timor Leste sebagai Republik Demokratik Timor Leste pada tanggal 28 November 1975.
Kondisi Timor Timur Setelah Bergabung Dengan Indonesia
pemerintah Indonesia selalu mengurus mobilitas pulau Jawa, dimana penduduknya paling banyak, tanpa mempedulikan pulau-pulau lain di luar Jawa, termasuk Timor Timur
Tidak hanya itu pemerintah juga hanya menguruk kekayaan alam dari berbagai sektor SDA seperti batu bara, minyak, tembaga, timah dll, tanpa mempedulikan penduduk di pulau tersebut
Contohnya sulitnya transportasi darat karna jarang terdapat jalan beraspal membuat pengangkutan barang menggunakan helikopter sebagai alternatif yang mahal dan amat langka, semua pengerukan SDA tersebut di bawa keluar semata-mata hanya untuk pembangunan Jakarta yang hampir ambles dan pulau Jawa.

Secara ekonomis Timor Timur bukanlah daerah ‘basah’ penghasil devisa negara, sebaliknya Timor Timur justru telah menjadi beban ekonomi bagi pemerintahan Indonesia, PAD sebesar 8 persen dari APBD setidaknya mengindikasikan posisi geo-ekonomi, Timor Timur tersebut minimal membawa konsekuensi ekonomis atas masalah Timor Timur sendiri.
Keuntungan Indonesia dengan adanya timor Timur, secara politik, penyelesaian sesegera mungkin secara bijaksana dan bertanggung jawab atas masalah Timor Timur akan memberikan citra positif bagi Indonesia di forum internasional.
Proses Terpisahnya Timor Timur Dari Indonesia
Posisi Indonesia semakin sulit ketika terjadi peristiwa Santa Cruz (November 1991) yang menimbulkan korban jiwa. Peristiwa ini mendapat kritik internasional dan lembaga non –pemerintah terhadap pelanggaran HAM,namun bukan berarti pemerintah indonesia lepas tangan begitu saja
Sejak tahun 1980 sebenarnya mereka telah mengetahuinya dan sering melakukan pembicaraan rutin dengan Portugal, tetapi pembicaraan itu tak mencapai titik temu.


Hingga pemerintahan Soeharto mengundurkan diri dari tampuk kekuasaa kemudian B. J Habibie menggantikan mantan presiden Soeharto mau tidak mau turut tertimpa masalah dan beragam krisis termasuk krisis disentegari di Timor Timur yang merupakan warisan orang yang mengajarkan sekaligus mendiktenya untuk berpolitik itu.


Habibie yang terkesan tidak tegas, plin-plan dalam mengambil keputusan merupakan faktor keberuntungan yang dimiliki oleh Xanana Goesmao untuk mengacaubalaukan rasa nasionalime rakyat Timor Timur.

Karena B.J Habibie terus-menerus mendapat tekanan dari Xanana Goesmao yang di bantu oleh portugal ,maka ia mengeluarkan 2 opsi, yaitu :
1. pemberian otonomi khusus di dalam negara kesatuan RI atau
2. memisahkan diri dari Indonesia. Portugal dan PBB menyambut baik tawaran ini.
Maka portugal dan PBB menyambut baik tawaran tsb.

pada 4 September 1999 di Dili dan di PBB. Sejumlah 78,5 persen penduduk menolak dan 21,5 persen menerima otonomi khusus yang ditawarkan.
Dengan mempertimbangkan hal ini maka MPR RI dalam Sidang Umum MPR pada 1999 mencabut TAP MPR No. VI/1978 dan mengembalikan Timor Timur seperti pada 1975.

Menurut suatu laporan resmi dari PBB, selama berkuasa selama 3 bulan ketika terjadi kevakuman pemerintahan di Timor Leste antara bulan September, Oktober dan November, Fretilin melakukan pembantaian terhadap sekitar 60.000 penduduk sipil (sebagian besarnya adalah pendukung faksi integrasi dengan Indonesia). Dalam sebuah wawancara pada tanggal 5 April 1977 dengan Sydney Morning Herald, Menteri Luar Negeri Indonesia Adam Malik mengatakan bahwa "jumlah korban tewas berjumlah 50.000 orang atau mungkin 80.000".
Proses Bergabungnya Timor Timur Dengan Indonesia
Tak lama kemudian, kelompok pro-integrasi mendeklarasikan integrasi dengan Indonesia pada 30 November 1975 dan kemudian meminta dukungan Indonesia untuk mengambil alih Timor Leste dari kekuasaan FRETILIN yang berhaluan Komunis.
Ketika pasukan Indonesia mendarat di Timor Leste pada tanggal 7 Desember 1975, FRETILIN didampingi dengan ribuan rakyat mengungsi ke daerah pegunungan untuk untuk melawan tentara Indonesia. Lebih dari 200.000 orang dari penduduk ini kemudian mati di hutan karena pemboman dari udara oleh militer Indonesia serta ada yang mati karena penyakit dan kelaparan. Banyak juga yang mati di kota setelah menyerahkan diri ke tentara Indonesia, namun Tim Palang Merah International yang menangani orang-orang ini tidak mampu menyelamatkan semuanya
Denny Mulyadi, S.Pd
Tugas:
Siswa diminta untuk membuat tulisan analisis tentang Integrasi Timor Timur berikut ini:

Setelah berakhirnya “perang dingin”, integrasi Timor- Timur ke Indonesia kembali dipermasalahkan oleh dunia internasional.

Buat tulisan yang berisi analisis mengenai permasalahan apa saja yang terjadi di Timor-Timur sehingga Indonesia menjadi sorotan di dunia internasional tersebut!
Melalui kegiatan pembelajaran ini, peserta didik mampu:
Menjelaskan hubungan situasi dan kondisi politik di Portugal dengan situasi dan kondisi politik di Timor-Timur yang menjadi latar belakang terjadinya integrasi Timor Timur ke Indonesia.
Menjelaskan upaya yang dilakukan pemerintah Indonesia dalam mempercepat proses integrasi Timor Timur hingga dijadikan propinsi ke 27.
Menganalisis alasan negara-negara Barat (khususnya Amerika Serikat dan Australia) untuk mendukung Indonesia dalam mengintegrasikan Timor Timur.
Menjelaskan proses integrasi Timor Timur.
Tujuan Pembelajaran
Full transcript