Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

AD DIN

No description
by

ega muthia

on 1 October 2013

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of AD DIN

DIN AL ISLAM
Definisi Ad-Din
Ad-Din dalam bahasa inggris sering diterjemahkan sebagai religion, atau agama dalam bahasa indonesia.
Secara etimologis, agama dalam bahasa indonesia berasal dari bahasa sansekerta, yaitu: a = tidak, dan gama = pergi atau berubah.
Agama berarti tidak pergi, tetapi ditempat, dan tidak berubah.
Ia adalah tuntunan norma atau ajaran dalam teks atau kitab suci yang langgeng, diwarisi secara turun temurun sebagai pedoman hidup bagi penganutnya.
Religion adalah mempercayai adanya kekuatan maha sakti yang menguasai, menciptakan, dan mengawasi alam semesta, yang telah memberikan kepada manusia suatu watak rohani, supaya mereka dapat hidup terus setelah matinya. Dalam terminologi agama atau religion, menurut Endang Saifudin Ansori selalu terkandung: (1) sistem credo (tata kepercayaan) (2) sistem ritus (tata peribadatan) (3) sistem norma yang mengatur hubungan antara sesama sesuai kepercayaannya itu. Sedangkan Harun Nasution menyebutkan beberapa unsur penting dalam suatu agama, yaitu:
1. Kekuatan gaib manusia.
2. Keyakinan manusia bahwa kesejahteraab di dunia ini dan hidupnya di akhirat tergantung pada adanya hubungan baik itu.
3. Respon yang bersifat emosional dari manusia.
4. Paham adanya yang kudus (sacred) dan suci, dalam bentuk kekuatan gaib, dalam bentuk kitab yang mengandung ajaran-ajaran, dan dalam bentuk tempat-tempat tertentu.



Pengertian agama dan religi dalam persepsi sebahagiaan “masyarakat moderen” hanya berisi ajaran yang menyangkutkan aspek hubungan antara manusian dan Tuhan saja. Sedangkan hubungan manusian dalam kaitannya dengan stuktur sosial (politik, ekonomi, budaya, keamanan dan pertahanan) dan lingkungan semesta dipandang sebagai “sesuatu” yang berada diluar wilayah agama. Persepsi tentang agama semacam ini secara sosiologi membentukpribadi yang pecah (split-personality) dan masyarakat moderen sekularistik.
Al-Din secara etimologis berarti ta’at (patuh), adat (kebiasaan), qadha (ketetapan), hisab (perhitungan), dan jaza (pembalasan). Selain itu al-Din juga berarti aqidat, syari’at, dan millat . sedangkan secara etimologis, para ulama mendefinisikan al-Din sebagai berikut:
Al-Din adalah peraturan ilahi yang menuntun ke arah keyakinan yang benar dan tingkah laku pergaulan hidup yang baik.
Agama sebagai peraturan Ilahi, diperlukan dalam kehidupan manusia, antara lain:
1. Sebagai pemenuhan kebutuhan rohani.
2. Sebagai sumber motivasi dalam mencacapai kemajuan
3. Sebagai pedoman hidup, pengawas dan pengontrol terhadap perbuatan-perbuatan manusia, mengatur pergaulan dan hubungan sesama.
4. Sebagai pendidikan rohani.

A. Pluralisme Agama
Al-qur’an mengakui pluralitas agama sebagai suatu realita sosial yang tidak dapat di bantah. Al-qur’an mengungkapkan beberapa din yang dianut manusia, antara lain : Islam, Yahudi, Nasrani, Majusi, Shabi’in, dan Musyrikin. ALLAH berfirman,
“Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang yahudi, orang-orang sabi’in, siapa saja yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian, dan beramal sholeh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, mereka tidak khawatir dan tidak pula bersedih hati.” (QS. Al-Baqarah [2]: 62) & (QS. Al-Maidah[5]: 69)
“Sesungguhnya orang-orang beriman, orang-orang Yahudi, orang-orang Shabi’in, orang-orang Nasrani, orang-orang Majusi dan orang-orang musyrik,Allah akan memberi keputusan di antara mereka pada hari kiamat. Sesungguhnya Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu.” (QS. Al-Hajj [22]: 17)
Berdasarkan informasi ayat-ayat di atas dapat disimpulkan bahwa dari segi kepercayaan, manusia dapat dibedakan menjadi orang-orang yang beriman, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani, orang-orang Shabi’in, orang-orang Majusi, dan oarng-orang Musyrik.
1. Orang-orang beriman
2. Orang-orang Yahudi
3. Orang-orang Nasrani
4. Orang-orang Sabi’in
5. Orang-orang Majusi
6. Orang-orang Musyrik

Meskipun demikian jelas kebutuhan manusia terhadap agama, kita juga menyaksikan klaim kebenaran dari agama-agama yang berakhir dengan perperangan dan konflik horizontal antar umat beragama yang justru menyengsarakan manusia.
Para ulama (cendikiawan muslim) mengkategorikan Ad-Din ke dalam dua kategori, yakni :
1. Din Al-Haq, yaitu din ALLAH, atau din Islam yang berintikan ajaran tauhid, yang terangkum dalam pernyataan “La ilaha illallah”(Tiada Tuhan Selain ALLAH). Din al-haq berisi perintah kepada manusia untuk beribadah kepada dan hanya untuk ALLAH SWT semata, mengatur pergaulan dan hubungan sesama manusia dengan budi pekerti luhur, dan mengelola alam semesta secara seimbang.
2. Din Al-Batil. Mengenai ciri din al-Batil dijelaskan dalam firman ALLAH, QS. At-Taubat [9]: 29, sebagai berikut:
a. Tidak memuat ajaran tentang tauhid dan hari akhirat.
b. Melanggar ketentuan yang telah ditetapkan Allah dan Rasul-Nya.
c. Menyimpang dari din yang telah ditetapkan Allah.

B. Karakteristik Din Al-Islam
Islam secara etimologis berasal dari kata aslama – yuslimu – Islam, artinya menyelamatkan, masuk dalam keselamatan, menyerahkan diri atau tunduk dan patuh.
Implikasi kesaksian ini adalah bahwa kita harus mempercayai ALLAH sebagai satu-satunya lah (Tuhan) dan menjadikan kitab (Al-Qur’an) sebagai pedoman hidup
para ahli Hadis (kesaksian tauhid ini merupakan inti dari karakteristik Din Al-Islam yang membedakannya dengan Religion (agama lain yang dapat dirinci seqbagai berikut :
1. Pengakuan terhadap keesaan tuhan secara tegas, dari segai uluhiyah maupun rugubiyah
2. Konsep ubudiyah (peribadatan) dalam islam tidak terbatas hanya pada aspek spiritual
3. Manhaj hidup islam bersifat Rabbani, tanpa mengalami pemalsuan dan campur tangan manusia
4. Manhaj Islam bersifat sempurna dan terpadu sehinggal umat islam memiliki langkah yang lurus dan kukuh dalam mencapai tujuannya.

Islam adalah jalan tengah sebagai jalan tengah dapat ditandai dengan :
• Keyakinan islam tidak sekedar menekankan pada aspek rohani (seperti dalam Kristen), tetapi juga tidak terlampau mementingkan aspek material (seperti dalam Yahudi).
• Pertengahan dalam segi perasaan dan pikiran, Nash dan Ijtihad.
• Tidak menyerahkan seluruh kehidupan ini hanya kepada perasaan dan hati nurani, tetapi juga tidak menyerahkannya hanya kepada perundang-undangan, Agama dan negara.
• Tidak sekedar mengedepankan kebebasan individu seperti individualisme/kapitalisme, tetapi juga tidak hanya mengarahkan pada aksi kolektif, seperti sosialisme/kolektivisme/totaliterianisme/ Maxisme.
• Sebagai agama samawi terakhir, islam adalah penyempurna dari segala ajaran agama-agama.

C. Sistem Ajaran Islam
Kerangka dasar atau unsur-unsur utama dalam sistem ajaran islam, terdiri tiga unsur, yakni (1) iman, (2) islam, dan (3) ihsan.
1. Iman
Iman secara bahasa artinya percayaIman dalam ajaran islam meliputi enam unsur keimanan atau arkan al-iman, yakni :
a. Mengimani ke-Esaan ALLAH
b. Mengimani adanya malaikat
c. Mengimani Kitab-Kitab ALLAH.
d. Mengimani pada Hari Akhir
e. Mengimani pada takdir
2. Islam
Islam dari segi bahasa berarti selamat dan berserah diri. Sedangkan secara etimologis, Islam adalah agama Allah. Bangunan islam meliputi lima unsur keislaman atau arkan Al-Islam, yakni:
a. Kesaksian bahwa Tiada Tuhan selain ALLAH dan Muhammd adalah utusan ALLAH
b. Mendirika Shalat 5 Waktu
c. Menunaikan zakat
d. Puasa Ramadhan dan keadilan ALLAH
e. Berhaji
3. Ihsan
Secara etimologis ihsan berarti yang terbaik. Sedangkan secara terminologis ihsan berarti menyembah ALLAH seakan-akan melihat-Nya, dan jika tidak dapat melihat-Nya maka percaya bahwa ALLAH mengawasi segala gerak langkah manusia.
Kajian tasawuf secara akademik dapat dibedakan menjadi: (1) Tasawuf akhlaki dan (2) Tasawuf falsafi . Tasawuf akhlaki dikembangkan oleh komunitas ahl sunnah wal jamaah melalui konsep zuhud dan ma’rifah. Sedangkan tasawuf falsafi lebih dikembangkan oleh komunitas syi’i yang tinggal di persi (iran)
Full transcript