Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

PENYAKIT PSIKOLOGIS PERUSAHAAN

BUSINESS
by

Lily Lestari Marpaung

on 4 December 2012

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of PENYAKIT PSIKOLOGIS PERUSAHAAN

Perusahaan adalah suatu organisasi dimana sumber daya (input) dasar seperti bahan dan tenaga kerja dikelola serta diproses untuk menghasilkan barang atau jasa (output) kepada pelanggan. Hampir di semua perusahaan mempunyai tujuan yang sama, yaitu memaksimalkan laba. Sebuah organisasi atau perusahaan yang sudah lama beroperasi memiliki kemungkinan terkena penyakit psikologis.

Apabila perusahaan menderita penyakit psikologis secara kronis, bisa jadi perusahaan gagal mengembangkan keunggulan bersaing. Dalam keadaan yang demikian keunggulan bersaing yang dimiliki akan terus menerus mengalami penurunan.Ujung-ujungnya, ia tidak mampu bersaing. Perusahaan tak lagi dapat menjalankan fungsi bisnisnya, yang disebut sebagai negaholik. PENDAHULUAN 1.Ketiadaan struktur yang jelas dan pasti
2.Tidak adanya suasana saling percaya
3.Kebiasaan suka menipu klien atau supplier
4.Membohongi pelanggan dan suka ingkar janji
5.Kelesuan yang dirasakan oleh hampir seluruh karyawan
6.Banyaknya korupsi
7.Membudayanya kolusi dan nepotisme
8.Maraknya isu SARA di dalam organisasi
9.Adanya perlakuan diskriminasi di antara karyawan
10.Adanya kebiasaan menunda keputusan atau pekerjaan
11.Sulitnya memperoleh komitmen atasan dan masih banyak gejala lainnya
12.Profitabilitas yang buruk
13.Posisi pasar merosot
14.Ketidakmampuan melunasi kewajiban-kewajiban kas (posisi kas buruk)
15.Turn over karyawan tinggi Gejala Penyakit
Psikologis Perusahaan Kelompok Penyakit
Psikologis Perusahaan Penyakit psikosis (psychoses)

Ketidakstabilan emosi. Sekalipun penderitanya tidak sampai kehilangan kontak dengan realitas, akan tetapi tidak mampu memahami realitas yang berlangsung. Indikasinya, perusahaan menunjukkan perilaku cemas, takut dan tidak rasional, lebih banyak bersikap reaktif dan tak mampu sama sekali bersikap proaktiv.
Perusahaan cenderung memberi nilai pada aspek negatif yang berlebihan dibanding pada aspek positif terhadap peluang, tantangan, ancaman bisnis yang dihadapinya.


Penyakit neurosis (neuroses)

Bila perusahaan menderita jenis penyakit ini, perusahaan sering memiliki persepsi yang salah tentang realita lingkungan bisnis yang mengitarinya. Oleh karenanya, dapat membuat inferensi yang salah terdapat pokok-pokok persoalan strategis yang dihadapi. Hal demikian tak hanya terjadi ketika signal lingkungan bisnis amat lemah, akan tetapi juga dapat terjadi ketika lingkungan bisnis telah memberikan signal yang nyata dan jelas. Akibat Penyakit Psikologis 1.Rusaknya moral pegawai
2.Menurunnya produktivitas
3.Rendahnya kualitas produk yang dihasilkan perusahaan tersebut
4.Rendahnya mutu pelayanan konsumen
5.Frustrasi dan rusaknya karir pegawai
6.Praktik strategi bisnis yang tidak rasional dan memudarnya kepemimpinan
7.Menaruh perhatian pada hal yang tidak relevan dengan bisnisnya
8.Berpotensi menghancurkan potensi kepemimpinan yang dimiliki oleh organisasi
9.Menghancurkan hubungan baik dengan organisasi lain yang telah dibina selama bertahun-tahun KELOMPOK 16 :
LILY LESTARI MARPAUNG
DEWI CAROLINA SIHOTANG
CHRESTYANA WIJAYA SINAGA
FITRI SIRINGORINGO
RANGGA KANAAN PENYAKIT PSIKOLOGIS PERUSAHAAN Penyakit psikosis (psychoses) 1. Perilaku mania (manic behavior)
2. Depresi mania (manic depression)
3. Sizoprenia (schizophrenia)
4. Paranoid Penyakit neurosis (neuroses) 1. Perilaku neurotik (neurotic behavior)
2. Depresi (depression)
3. Intoksikasi (intoxication)
4. Obsesi kompulsi (obsessive compulsion)
5. Sindrom pasca trauma (post trauma syndrome). Tindakan terhadap
penyakit psikologis 1. Diagnosa 2. Pembedahan 3. Perawatan Proses diagnosa dilakukan dengan melakukan riset internal berkaitan dengan seluruh elemen yang dilalui dalam proses bisnis. Termasuk di dalamnya dari segi operasional, produksi, keuangan, sumber daya manusia hingga manajemen inti. Diagnosa dilakukan setelah berbagai data dan fakta yang kuat berkaitan dengan sumber permasalahan ditemukan Pembedahan merupakan proses mengatasi penyakit yang ada. Seorang CEO yang mengambil alih perbaikan harus memiliki kemampuan untuk dapat memutuskan fokus mana yang terdahulu, yang harus dikonsentrasikan, baru kemudian melanjutkan ke tahap perbaikan selanjutnya. Proses pembedahan ini sesuai dengan penyakit yang terdeteksi. Perusahaan yang menjalani proses penyembuhan, setelah melakukan langkah-langkah pembaharuan, diperlukan langkah-langkah perawatan yang menjamin kestabilan perusahaan. Hal ini diwujudkan dalam pelaksanaan sistem kontroling yang ketat dan sinergis. Proses perawatan ini pula menitikberatkan pada tujuan jangka panjang sehingga sangat sulit untuk diukur keberhasilannya dalam waktu yang singkat. KASUS Misalnya situasi yang terjadi pada perusahaan Pyrax Intl. dan Stevens Corporation, keduanya menampilkan gaya neurotik yang berbeda. Pyrax yang dipimpin oleh Alex Herzog, seorang wirausaha yang angkuh, ambisius dan dominan, dikenal sebagai perusahaan raksasa yang berkembang cepat. Herzog memimpin perusahaan dengan gaya tiran. la memperlakukan bawahan dengan keras, selalu mengambil porsi terbesar dalam setiap pengambilan keputusan.

Penampilannya yang agresif tersebut diilhami oleh mimpi dan ambisinya yang kadang tidak realistis, sehingga tampaknya ia terlalu memaksakan sumber daya yang ada di perusahaan itu. Dalam kerangka pengertian “Organizational Neurosis”, maka Pyrax digolongkan dalam tipe perusahaan yang dramatis.
Lain halnya dengan Stevens Corporation. Sebelum diambil alih Pyrax, perusahaan yang memproduksi alat-alat berat ini berkembang secara baik. David Morse, pimpinannya, selalu berusaha menseimbangkan antara inovasi dan pertumbuhan di satu pihak, dengan efisiensi dan kekuatan keuangan perusahaan di lain pihak.

Stevens dikenal sebagai perusahaan dengan produksi berkualitas prima. Segala sesuatu berubah setelah akuisisi dilakukan oleh Pyrax. Herzog, dengan pembawaannya yang domi-nan tidak suka dengan manajer yang kuat seperti Morse. Dan menggantinya dengan Byron Gorsuch sebagai Chief Executive yang baru, seorang dengan pembawaan birokrat yang insecure, pemalu, dan takut. Kelebihannya yang menonjol hanyalah ketaat-annya pada apa yang dikehendaki oleh Herzog yang ambisius dan dominan.

Yang terjadi kemudian memang dapat diduga. Para manajer yang baik keluar dari perusahaan itu dan yang tinggal hanyalah eksekutif-eksekutif yang pasif dan penuh rasa cemas akan masa depan perusahaan. Fungsi manajer menjadi hanya semacam peng-awas, dan mereka terjebak dalam suasana pekerjaan yang ritual tanpa berani mengambil inisiatif. Dan bersamaan dengan stagnasi yang dialami oleh perusahaan Stevens, maka angka penjualan dan profitabilitasnya pun menjadi jatuh merosot.

Apa yang dialami oleh Stevens tidak dapat ditolong oleh Pyrax yang bersibuk diri dengan ambisi-ambisi Herzog yang tak terkendali. Sementara itu para manajer yang depresif dan pasif di Stevens tidak cukup punya keberanian untuk berbuat sesuatu.
THANK YOU
Full transcript