Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Copy of Unsur-Unsur Transisi Periode Keempat

No description
by

Tuan Persentasi

on 17 October 2013

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Copy of Unsur-Unsur Transisi Periode Keempat

Unsur-Unsur Transisi Periode Keempat
Pengertian Unsur Transisi
Unsur transisi adalah unsur yang dapat menggunakan elektron pada kulit terluar dan kulit pertama terluar untuk berikatan dengan unsur-unsur yang lain. Ada sepuluh unsur transisi, yaitu :
Skandium (Sc)
Titanium (Ti)
Vanadium (V)
Kromium (Cr)
Mangan (Mn)
Besi (Fe)
Kobalt (Co)
Nikel (Ni)
Tembaga (Cu)
Seng (Zn)
Skandium (Sc)
Titanium (Ti)
Titanium adalah sebuah unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki simbol Ti dan nomor atom 22. Dia merupakan logam transisi yang ringan, kuat, berkilau, tahan korosi (termasuk tahan terhadap air laut dan klorin dengan warna putih-metalik-keperakan. Titanium digunakan dalam alloy kuat dan ringan (terutama dengan besi dan aluminum) dan merupakan senyawa terbanyaknya, titanium dioksida, digunakan dalam pigmen putih. Titanium dihargai lebih mahal daripada emas karena sifat-sifat logamnya.
Vanadium (V)
Vanadium adalah salah satu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang V dan nomor atom 23. Salah satu senyawa yang mengandung vanadium antara lain vanadium pentaoksida (V2O5).
Kromium (Cr)
Kromium adalah sebuah unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Cr dan nomor atom 24.
Kromium trivalen (Cr(III), atau Cr3+) diperlukan dalam jumlah kecil dalam metabolisme gula pada manusia. Kekurangan kromium trivalen dapat menyebabkan penyakit yang disebut penyakit kekurangan kromium (chromium deficiency).
Kromium merupakan logam tahan korosi (tahan karat) dan dapat dipoles menjadi mengkilat. Dengan sifat ini, kromium (krom) banyak digunakan sebagai pelapis pada ornamen-ornamen bangunan, komponen kendaraan, seperti knalpot pada sepeda motor, maupun sebagai pelapis perhiasan seperti emas, emas yang dilapisi oleh kromium ini lebih dikenal dengan sebutan emas putih.
Mangan (Mn)
Mangan adalah unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Mn dan nomor atom 25.
Besi (Fe)
Besi adalah logam yang berasal dari bijih besi (tambang) yang banyak digunakan untuk kehidupan manusia sehari-hari. Dalam tabel periodik, besi mempunyai simbol Fe dan nomor atom 26. Besi juga mempunyai nilai ekonomis yang tinggi.
Kelimpahan di Alam
Elemen ini tersebar banyak di bumi, terkandung dalam jumlah yang sedikit di dalam banyak mineral (sekitar 800an spesies mineral). Warna biru pada beryl (satu jenis makhluk hidup laut) disebutkan karena mengandung skandium. Ia juga terkandung sebagai komponen utama mineral thortveitite yang terdapat di Skandinavia dan Malagasi. Unsur ini juga ditemukan dalam hasil sampingan setelah ekstrasi tungsten dari Zinwald wolframite dan di dalam wiikite dan bazzite.

Kebanyakan skandium sekarang ini diambil dari throtvitite atau diekstrasi sebagai hasil produksi pemurnian uranium. Skandium metal pertama kali diproses pada tahun 1937 oleh Fischer, Brunger dan Grienelaus yang mengelektrolisis cairan eutectic kalium, litium dan skandium klorida pata suhu 700 dan 800 derajat Celcius. Kabel tungsten dan genangan seng cair digunakan sebagai elektroda dalam graphite crucible. Skandium muruni sekarang ini diproduksi dengan cara mereduksi skandium florida dengan kalsium metal.
Sifat Fisis
Fase : solid
Massa jenis (mendekati suhu kamar) : 9.841 g·cm−3
Massa jenis cairan pada t.l. : 9.3 g·cm−3
Titik lebur : 1925 K, 1652 °C, 3006 °F
Titik didih : 3675 K, 3402 °C, 6156 °F
Kalor peleburan : ca. 22 kJ·mol−1
Kalor penguapan : 414 kJ·mol−1
Kapasitas kalor : 26.86 J·mol−1·K−1
Warna : putih perak
Sifat Kimia
Reaksi dengan air
Ketika dipanaskan maka Skandium akan larut dalam air membentuk larutan
yang terdiri dari ion Sc (III) dan gas hidrogen
2Sc(s) + 6H2O(aq) 2Sc3+(aq) + 6OH-(aq) + 3H2(g)

Reaksi dengan oksigen
Pada reaksi dengan udara atau pembakaran secara cepat maka akan membentuk scandium (III) oksida
4Sc(s) + 3O2(g) 2Sc2O3(s)

Reaksi dengan halogen
Skandium sangat reaktif ketika bereaksi dengan semua unsur halogen membentuk trihalida

2Sc(s) + 3F2(g) 2ScF3(s)
2Sc(s) + 3Cl2(g) 2ScCl3(s)
2Sc(s) + 3Br2(l) 2ScBr3(s)
2Sc(s) + 3I2(s) 2ScI3(s)

Reaksi dengan asam
Skandium mudah larut dalam asam klrida untuk membentuk larutan yang mengandung ion Sc (III) dan gas hidrogen
2Sc(s) + 6HCl(aq) 2Sc3+(aq) + 6Cl-(aq) + 3H2(g)

Skandium adalah salah satu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Sc dan nomor atom 21. Skandium berupa logam transisi yang lembut dan warnanya putih keperakan, merupakan mineral yang langka dari Skandinavia dan kadang-kadang diklasifikasikan bersama yttrium dan lantanida sebagai elemen mineral langka.

Penampilan
Pembuatan
Dibuat dengan elektrolisis cairan ScCl3 yang dicampurkan dengan klorida-klorida lain.
Manfaat
Skandium biasa dimanfaatkan untuk isotop radioaktif dan filamen lampu berintensitas tinggi. Skandium ioda bila ditambahkan pada lampu uap merkuri akan menghasilkan pancaran sinar yang mirip dengan matahari sehingga sangat cocok digunakan sebagai penerangan.
Disusun Oleh :
Rismoyo Nahri Filanto
Rizky Pahlevi Iskandar
Sabina Chinantya Anzaltha
Sheila Choirunnisa
Siti Mujariyah
Winda Indrawati
Yanggi Rizkal Wianto
Yuliani
Kelas XII IPA 3
SMAN 90 Jakarta
Kelimpahan
Titanium relatif melimpah di kulit bumi (0,6%). Diantara logam-logam yang terdapat di alam, logam titanium memiliki kelimpahan nomor tujuh. Jadi lebih banyak daripada logam seng, tembaga, maupun nikel. Bijih titanium utama adalah rutil TiO2 dan ilmenti FeTiO3. produksi logam titanium akhir-akhir ini semakin banyak, hal ini disebabkan oleh kebutuhan dalam bidang militer dan industri pesawat terbang. Titanium lebih disukai daripada aluminium atau baja dalam industri pesawat terbang, karena aluminium akan kehilangan kekuatannya pada suhu tinggi sedangkan baja terlalu berat.
Sifat Fisis
Fase : solid
Massa jenis (mendekati suhu kamar) : 4.506 g·cm−3
Massa jenis cairan pada t.l. : 4.11 g·cm−3
Titik lebur : 1941 K, 1668 °C, 3034 °F
Titik didih : 3560 K, 3287 °C, 5949 °F
Kalor peleburan : 14.15 kJ·mol−1
Kalor penguapan : 425 kJ·mol−1
Kapasitas kalor : 25.060 J·mol−1·K−1
Warna : abu-abu putih perak metalik
Penampilan
Sifat Kimia
Reaksi dengan Air
Titanium akan bereaksi dengan air membentuk Titanium dioksida dan hidrogen.
Ti(s) + 2H2O(g) -->TiO2(s) + 2H2(g)
Reaksi dengan Udara
Ketika Titanium dibakar di udara akan menghasilkan Titanium dioksida dengan nyala putih yang terang dan ketika dibakar dengan Nitrogen murni akan menghasilkan Titanium Nitrida.
Ti(s) + O2(g) --> TiO2(s)
2Ti(s) + N2(g) -->TiN(s)
Reaksi dengan Halogen
Reaksi Titanium dengan Halogen menghasilkan Titanium Halida. Reaksi dengan Fluor berlangsung pada suhu 200°C.
Ti(s) + 2F2(s) --> TiF4(s)
Ti(s) + 2Cl2(g) --> TiCl4(s)
Ti(s) + 2Br2(l) --> TiBr4(s)
Ti(s) + 2I2(s) --> TiI4(s)
Reaksi dengan Asam
Logam Titanium tidak bereaksi dengan asam mineral pada temperatur normal tetapi dengan asam hidrofluorik yang panas membentuk kompleks anion
(TiF6)3- 2Ti(s) + 2HF (aq) --> 2(TiF6)3-(aq) + 3 H2(g) + 6 H+(aq)
Reaksi dengan Basa
Titanium tidak bereaksi dengan alkali pada temperatur normal, tetapi pada keadaan panas
Pembuatan
Bijih Titanium, terutama Rutile (TiO 2) dan ilmentite (FeTiO 3), diperlakukan dengan dan klorin gas karbon tetraklorida untuk menghasilkan titanium.
TiO 2 + Cl 2 ->TiCl 4 + CO 2
Fraksinasi
Titanium tetraklorida yang dimurnikan dengan distilasi (BP 136,4) untuk menghapus klorida besi.
Pengurangan
Titanium tetraklorida yang dimurnikan direaksikan dengan magnesium cair di bawah argon untuk menghasilkan sebuah "berpori titanium" spons.
TiCl 4 + 2Mg -> Ti + 2MgCl 2
Pencairan
Titanium spons dilebur di bawah argon untuk menghasilkan ingot.
Manfaat
Titanium sangat cocok dijadikan sebagai bahan struktural, misalnya pada pesawat terbang bermesin jet seperti Boeing 747. Logam titanium ternyata juga tahan terhadap perubahan cuaca. Oleh karena itu, logam ini biasa digunakan sebagai bahan material, misalnya pompa, pipa, mesin mobil, dan tabugn reaksi kimia.
Penampilan
Kelimpahan di Alam
Logam vanadium lebih banyak didapatkan di alam daripada logam-logam tembaga, seng, timah, dan raksa (kira-kira 0,02% dalam kerak bumi). Logam ini walaupun tersebar luas tetapi sedikit deposit yang terkonsentrasi. Di alam logam ini diperoleh pada vanadit, Pb3(VO4)2 dan juga sebagai senyawa V2S5. Vanadium juga didapat dalam bijih carnotit yang mengandung unsur kalium, uranium, vanadium dan oksigen. Senyawa ini sangat penting sebagai sumber uranium. Selain itu vanadium juga terdapat dalam minyak tanah dari Venezuela, dan diperoleh kembali sebagai V2O5 dari debu asap setelah pembakaran.
Sifat Fisis
Fase : solid
Massa jenis (mendekati suhu kamar) : 6.0 g·cm−3
Massa jenis cairan pada t.l. : 5.5 g·cm−3
Titik lebur : 2183 K, 1910 °C, 3470 °F
Titik didih : 3680 K, 3407 °C, 6165 °F
Kalor peleburan : 21.5 kJ·mol−1
Kalor penguapan : 459 kJ·mol−1
Kapasitas kalor : 24.89 J·mol−1·K−1
Warna : logam biru-perak-abu abu
Sifat Kimia
Sifat kimia vanadium, yaitu yang memiliki konfigursi electron sebagai berikut:

23V : 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d3
Vanadium termasuk pada golongan transisi, yaitu golongan V B periode ke-4. Vanadium(V) oksida sebagai katalis proses kontak. Proses kontak adalah salah satu metode untuk memproduksi asam sulfat (H2SO4).
Reaksi keseluruhan
Selama berlangsungnya proses kontak untuk membuat asam sulfat, belerang dioksida diubah menjadi belerang trioksida. Hal ini dilakukan dengan cara melewatkan belerang dioksida dan oksigen diatas padatan katalis vanadium(V) oksida.
Pembuatan
Pembuatan Vanadium (V)
Memanaskan ammonium metavanadat
2NH4VO3(s) --> V2O5(s) + 2NH3(g) + H2O(l)
Pembuatan Vanadium (III)
Mengalirkan gas H2 pada V2O5
V2O5(s) + 2H2(g) --> V2O3(s)+ 2H2O(l)
Manfaat
Mineral ini dapat dikaitkan dengan pengaturan zat-zat elektris (seperti sodium, kalium dan khlor) ke dalam dan ke luar dari sel tubuh, yang mempengaruhi penyimpanan kalori makanan yang berlebihan sebagai lemak. Bahkan kekurangan vanadium yang kecil dapat memperlambat prose ini dan merendahkan tingkat pembakaran minyak. Pengaruh utama dari kekurangan vanadium ini dapat menimbulkan penambahan berat badan yang tidak dapat dipahami. Vanadium juga mencegah pembentukan kolestrol dan penting untuk pertumbuhan tulang, tulang rawan dan gigi.
Vanadium dapat ditemukan terutama dalam tumbuh-tumbuhan (lobak adalah salah satu sumbernya) dan pada makanan yang belum disuling.
Penampilan
Kelimpahan
Tabel berikut merupakan kelimpahan dari unsur kromiumdalam berbagai lingkungan. Nilai-nilai yang diberikan dinyatakan dalam satuan ppb (bagian per miliar; 1 miliar = 10 9), baik dalam hal berat maupun dalam hal jumlah atom. Nilai kelimpahan sulit untuk ditentukan dengan pasti, sehingga semua nilai harus diperlakukan dengan hati-hati, khususnya bagi unsur-unsur yang kurang umum.

Tempat -> Ppb berat -> Ppb oleh atom
Alam semesta -> 15000 -> 400
Matahari -> 20000 -> 400
Meteorit (karbon) -> 3100000 -> 1200000
Kerak batu -> 140000 -> 55000
Air laut -> 0.6 -> 0.071
Arus -> 1 -> 0.02
Manusia -> 30 -> 4
Sifat Fisis
Fase : solid
Massa jenis (mendekati suhu kamar) : 7.19 g·cm−3
Massa jenis cairan pada t.l. : 6.3 g·cm−3
Titik lebur : 2180 K, 1907 °C, 3465 °F
Titik didih : 2944 K, 2671 °C, 4840 °F
Kalor peleburan : 21.0 kJ·mol−1
Kalor penguapan : 339.5 kJ·mol−1
Kapasitas kalor : 23.35 J·mol−1·K−1
Warna : perak atau abu-abu baja
Sifat Kimia
1) Reaksi kromium dengan udara
Logam kromium tidak bereaksi dengan udara atau oksigen pada suhu kamar
2) Reaksi kromium dengan air
Logam kromium tidak bereaksi dengan air pada suhu kamar.
3) Reaksi kromium dengan halogen
a) Fluorida
Kromium bereaksi langsung dengan fluorin, F2, pada suhu 400°C, dan 200-300 atmosfer untuk membentuk kromium (VI) fluorida, CrF6.
Cr (s) + 3F2 (g) -> CrF6 (s) [kuning]
Di bawah kondisi ringan, kromium (V) bereaksi dengan fluorida, membentuk CrF5
2Cr (s) + 5F2 (g) -> 2CrF5 (s) [merah]
2Cr (s) + 3F2 (g) -> 2CrF3 (s) [hijau]
Selain membentuk kromium heksafluorida, CrF6, kromium trifluorida, CrF3 dan kromium pentafluorida, CrF5, reaksi kromium dengan fluorida juga dapat membentuk kromium difluorida, CrF2, dan kromium tetrafluorida, CrF4.
Sifat Kimia
b) Klorida
Di bawah kondisi yang masih ringan, logam kromium dapat bereaksi dengan unsur klorin, Cl2 membentuk CrCl3.
2Cr (s) + 3Cl2 (g) -> 2CrCl3 (s) [merah-violet]
Selain membentuk kromium triklorida, CrCl3, reaksi kromium dengan klorida juga dapat membentuk kromium diklorida, CrCl2 dan kromium tetraklorida, CrCl4
c) Bromida
Di bawah kondisi yang masih ringan, logam kromium dapat bereaksi dengan unsur bromida, Br2 membentuk CrBr3.
2Cr (s) + 3BR2 (g) -> 2CrBr3 (s) [sangat hijau]
Selain membentuk kromium tribromida, CrBr3, reaksi kromium dengan bromida juga dapat membentuk kromium dibromida, CrCl2 dan kromium tetrabromidaa, CrCl4
d) Iodida
Di bawah kondisi yang masih ringan, logam kromium dapat bereaksi dengan unsur iodida, I2 membentuk CrI3
2Cr (s) + 3I2 (g) -> 2CrI3 (s) [hijau gelap]
Selain membentuk kromium triiodida, CrI3, reaksi kromium dengan iodida juga dapat membentuk kromium diiodida, CrI2 dan kromium tetraiodida, CrI4
Sifat Kimia
4) Reaksi kromium dengan asam
Logam kromium larut dalam asam klorida encer membentuk larutan Cr(II) serta gas hidrogen, H2. Dalam keadaan tertentu, Cr(II) hadir sebagai ion kompleks [Cr(OH2)6]2+. Hasil yang sama terlihat untuk asam sulfat, tetapi kromium murni tahan terhadap serangan. Logam kromium tidak bereaksi dengan asam nitrat, HNO3.
Contoh reaksi kromium dengan asam klorida:
Cr(s) + 2HCl(aq) -> Cr 2+ (aq) + 2Cl - (aq) + H 2 (g)
5) Oksida
Reaksi kromium dengan oksida dapat membentuk beberapa senyawa, diantanya: Kromium dioksida, CrO2, Kromium trioksida, CrO3, Dikromium trioksida, Cr2O3 dan Trikromium tetraoksida, Cr3O4.
6) Sulfida
Reaksi kromium dengan sulfida dapat membentuk beberapa senyawa, diantanya : kromium sulfida, CrS dan dikromium trisulfida, Cr2S3
7) Nitrida
Reaksi kromium dengan nitrida dapat membentuk senyawa kromium nitrida, CrN.
8) Karbonil
Reaksi kromium dengan karbonil dapat membentuk senyawa kromium heksakrbonil, Cr(CO)6. Kromium juga dapat bereaksi dengan unsur tertentu membentuk senyawa kompleks, misalnya reaksi kromium dengan kompleks nitrat membentuk nitrat hexaaquakromium trihidrat, [Cr(NO3)3.9H2O].
Pembuatan
Logam krom dapat di buat menurut proses Goldschmidt, yaitu mereduksi Cr2O3 dengan Aluminium (proses aluminothermy)
Persamaan reaksinya:
Cr2O3(s) + 2 Al(s) -> Al2O3(s) + 2Cr(s)
Manfaat
a. Digunakan untuk mengeraskan baja, untuk pembuatan stainless steel, dan untuk membentuk paduan
b. Digunakan dalam plating untuk menghasilkan permukaan yang indah dan keras, serta untuk mencegah korosi.
c. Digunakan untuk memberi warna hijau pada kaca zamrud.
d. Digunakan sebagai katalis. seperti K2Cr2O7 merupakan agen oksidasi dan digunakan dalam analisis kuantitatif dan juga dalam penyamakan kulit
e. Merupakan suatu pigmen, khususnya krom kuning
Penampilan
Kelimpahan di Alam
Mineral mangan tersebar secara luas dalam banyak bentuk; oksida, silikat, karbonat adalah senyawa yang paling umum. Penemuan sejumlah besar senyawa mangan di dasar lautan merupakan sumber mangan dengan kandungan 24%, bersamaan dengan unsur lainnya dengan kandungan yang lebih sedikit. Kebanyakan senyawa mangan saat ini ditemukan di Rusia, Brazil, Australia, Afrika sSelatan, Gabon, dan India. Irolusi dan rhodokhrosit adalah mineral mangan yang paling banyak dijumpai. Logam mangan diperoleh dengan mereduksi oksida mangan dengan natrium, magnesium, aluminum atau dengan proses elektrolisis.
Sifat Fisis
Fase : solid
Massa jenis (mendekati suhu kamar) : 7.21 g·cm−3
Massa jenis cairan pada t.l. : 5.95 g·cm−3
Titik lebur : 1519 K, 1246 °C, 2275 °F
Titik didih : 2334 K, 2061 °C, 3742 °F
Kalor peleburan : 12.91 kJ·mol−1
Kalor penguapan : 221 kJ·mol−1
Kapasitas kalor : 26.32 J·mol−1·K−1
Warna : putih abu-abu
Sifat Kimia
Reaksi dengan air
Mangan bereaksi dengan air dapat berubah menjadi basa secara perlahan dan gas hidrogen akan dibebaskan sesuai reaksi:
Mn(s) + 2H2O -> Mn(OH)2 +H2
Reaksi dengan udara
Logam mangan terbakar di udara sesuai dengan reaksi:
3Mn(s) + 2O2 -> Mn3O4(s)
3Mn(s) + N2 -> Mn3N2(s)
Reaksi dengan halogen
Mangan bereaksi dengan halogen membentuk mangan (II) halida, reaksi:
Mn(s) +Cl2 -> MnCl2
Mn(s) + Br2 -> MnBr2
Mn(s) + I2 -> MnI2
Mn(s) + F2 -> MnF2
Selain bereaksi dengan flourin membentuk mangan (II) flourida, juga menghasilkan mangan (III) flourida sesuai reaksi:
2Mn(s) + 3F2 → 2MnF3(s)
Sifat Kimia
Reaksi dengan asam
Logam mangan bereaksi dengan asam-asam encer secara cepat menghasilkan gas hidrogen sesuai reaksi:
Mn(s) + H2SO4 -> Mn2+(aq) + SO42-(aq) + H2(g)
Reaksi ion mangan(II) dalam larutan:
Ion yang paling sederhana dalam bentuk mangan dalam larutan adalah ion heksaaquomangan(II) – [Mn(H2O)6]2+.
Reaksi ion heksaaquomangan(II) dengan ion hidroksida:
Ion hidroksida (dari, katakanlah, larutan natrium hidroksida) dapat menghilangkan ion hidrogen dari ligan air dan kemudian melekat pada ion mangan. Setelah ion hidrogen dihilangkan dari dua molekul air, kamu akan memperoleh kompleks tidak bermuatan kompleks netral. Kompleks netral ini tidak larut dalam air dan terbentuk endapan.
Pembuatan
Logam mangan diperoleh dengan :
1. Mereduksi oksida mangan dengan natrium, magnesium, aluminum atau dengan proses elektrolisis.
2. Proses aluminothermy dari senyawa MnO2, persamaan reaksinya:
Tahap 1 : 3MnO2 (s) -> Mn3O4 (s) + O2(g)
Tahap 2 : 3Mn3O4 (s) + 8Al (s) -> 9Mn (s) + 4AL203 (s)
Manfaat
Mangan dioksida (sebagai pirolusit) digunakan sebagai depolariser dan sel kering baterai dan untuk menghilangkan warna hijau pada gelas yang disebabkan oleh pengotor besi. Mangan sendiri memberi warna lembayung pada kaca. Dioksidanya berguna untuk pembuatan oksigen dan khlorin, dan dalam pengeringan cat hitam. Senyawa permanganat adalah oksidator yang kuat dan digunakan dalam analisis kuantitatif dan dalam pengobatan. Mangan juga banyak tersebar dalam tubuh. Mangan merupakan unsur yang penting untuk penggunaan vitamin B1.

Penampilan
Kelimpahan di Alam
Besi merupakan unsur logam kedua yang melimpah di alam setelah Aluminium. Besi juga merupakan unsur keempat yang paling banyak terdapat di bumi. Bijih utama unsur logam besi terdapat dalam mineral hematite (Fe 2O3), Magnetit (Fe3O4), Limonit (FeO(OH)), dan siderit (FeCO3). Di Indonesia bijih-bijih besi ini banyak terdapat di Kalimantan Barat, Sumatra Barat, Sumatra Selatan, Sulawesi tengah dan Pulau Jawa.
Sifat Fisis
Fase : solid
Massa jenis (mendekati suhu kamar) : 7.874 g·cm−3
Massa jenis cairan pada t.l. : 6.98 g·cm−3
Titik lebur : 1811 K, 1538 °C, 2800 °F
Titik didih : 3134 K, 2862 °C, 5182 °F
Kalor peleburan : 13.81 kJ·mol−1
Kalor penguapan : 340 kJ·mol−1
Kapasitas kalor : 25.10 J·mol−1·K−1
Warna : logam berkilau dengan semburat keabu-abuan
Sifat Kimia
1.) Unsur besi bersifat elektropositif (mudah melepaskan elektron) sehingga bilangan oksidasinya bertanda positif.
2.) Fe dapat memiliki biloks 2, 3, 4, dan 6. Hal ini disebabkan karena perbedaan energy elektron pada subkulit 4s dan 3d cukup kecil, sehingga elektron pada subkulit 3d juga terlepas ketika terjadi ionisasi selain electron pada subkulit 4s.
3.) Logam murni besi sangat reaktif secara kimiawi dan mudah terkorosi, khususnya di udara yang lembab atau ketika terdapat peningkatan suhu.
4.) Memiliki bentuk allotroik ferit, yakni alfa, beta, gamma dan omega dengan suhu transisi 700, 928, dan 1530oC. Bentuk alfa bersifat magnetik, tapi ketika berubah menjadi beta, sifat magnetnya menghilang meski pola geometris molekul tidak berubah.
5.) Mudah bereaksi dengan unsur-unsur non logam seperti halogen, sulfur, pospor, boron, karbon dan silikon.
6.) Larut dalam asam- asam mineral encer.
7.) Oksidanya bersifat amfoter.
Pembuatan
Ada 2 tahap untuk pembuatan jenis- jenis besi, yaitu peleburan yang bertujuan untuk mereduksi biji besi sehingga menjadi besi dan peleburan ulang yang berguna dalam pembuatan jenis - jenis baja.Peleburan besi dilakukan dalam suatu tanur tiup (blast furnance). Tanur tiup adalah suatu bangunan yang tingginya sekitar 30 meter dan punya diameter sekitar 8 meter yang terbuat dari baja tahan karat yang dilapisi dengan bata tahan panas. Zat reduksi yang digunakan adalah karbon dengan prinsip reaksi: 2FeO3 + 3C 4Fe + 3CO2.
Manfaat
Kegunaan utama besi adalah untuk membuat baja. Baja digunakan dalam berbagai keperluan baik rumah tangga industri dan konstruksi bangunan.
Kobalt (Co)
Kobalt adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Co dan nomor atom 27.

Elemen ini biasanya hanya ditemukan dalam bentuk campuran di alam. Elemen bebasnya, diproduksi dari peleburan reduktif, adalah logam berwarna abu-abu perak yang keras dan berkilau.

Ketersediaan: unsur kimia kobal tersedia di dalam banyak formulasi yang mencakup kertas perak, potongan, bedak, tangkai, dan kawat.
Penampilan
Kelimpahan di Alam
Unsur kobalt di alam selalu didapatkan bergabung dengan nikel dan biasanya juga dengan arsenik. Mineral kobal terpenting antara lain Smaltite (CoAs2) dan kobaltite (CoAsS). Sumber utama kobal disebut “Speisses” yang merupakan sisa dalam peleburan bijih arsen dari Ni, Cu, dan Pb.

Sifat Fisis
Warna : metallic gray
Fase : solid
Massa jenis (mendekati suhu kamar) : 8.90 g·cm−3
Massa jenis cairan pada t.l. : 7.75 g·cm−3
Titik lebur : 1768 K, 1495 °C, 2723 °F
Titik didih : 3200 K, 2927 °C, 5301 °F
Kalor peleburan : 16.06 kJ·mol−1
Kalor penguapan : 377 kJ·mol−1
Kapasitas kalor : 24.81 J·mol−1·K−1
Sifat Kimia
(1) Bereaksi lambat dengan asam encer menghasilkan ion dengan biloks +2
(2) Pelarutan dalam asam nitrat disertai dengan pembentukan nitrogen oksida, reaksi yang terjadi adalah :
Co + 2H+ -> Co2+ + H2
3Co + 2HNO3 + 6H+ -> 3Co2+ + 2NO+ 4H2O
(3) Kurang reaktif
(4) Dapat membentuk senyawa kompleks
(5) Senyawanya umumnya berwarna
(6) Dalam larutan air, terdapat sebagai ion Co2+ yang berwarna merah
(7) Senyawa–senyawa Co(II) yang tak terhidrat atau tak terdisosiasi berwarna biru.
(8) Ion Co3+ tidak stabil, tetapi kompleks–kompleksnya stabil baik dalam bentuk larutan maupun padatan.
(9) Kompleks-kompleks Co(II) dapat dioksidasi menjadi kompleks–kompleks Co(III)

Pembuatan
Unsur cobalt di alam selalu didapatkan bergabung dengan nikel dan biasanya juga dengan arsenik. Mineral cobalt terpenting antara lain Smaltite (CoAs2), cobalttite (CoAsS) dan Lemacite ( Co3S4 ). Sumber utama cobalt disebut “Speisses” yang merupakan sisa dalam peleburan bijih arsen dari Ni, Cu, dan Pb.
Unsur cobalt diproduksi ketika hidroksida hujan, akan timbul hipoklorit sodium ( NaOCl) . Berikut reaksinya :

2Co2+(aq) + NaOCl(aq) + 4OH-(aq) + H2O 2Co(OH)3(s) + NaCl(aq)

Trihydroxide Co(OH)3 yang dihasilkan kemudian dipanaskan untuk membentuk oksida dan kemudian ditambah dengan karbon sehingga terbentuklah unsur kobalt metal. Berikut reaksinya :

2Co(OH)3 (heat) Co2O3 + 3H2O
2Co2O3 + 3C 4Co(s) + 3CO2(g)
Manfaat
Kobal dicampur dengan besi, nikel, dan logam lainnya untuk membuat Alnico, alloy dengan kekuatan magnet luar biasa untuk berbagai keperluan. Alloy stellit, mengandung kobal, khrom, dan wolfram, yang bermanfaat untuk peralatan berat, peralatan yang digunakan pada suhu tinggi, maupun peralatan yang digunakan dengan kecepatan tinggi.
Kobal juga digunakan untuk baja magnet dan tahan karat lainnya. Sebagai alloy, digunakan dalam turbin jet, dan generator turbin gas. Logam digunakan dalam elektroplating karena sifat penampakannya, kekerasannya, dan sifat tahan oksidasinya.
Garam kobal telah digunakan selama berabad-abad untuk menghasilkan warna biru brilian yang permanen pada porselen, kaca, pot, keramik dan lapis e-mail gigi. Garam kobal adalah komponen utama dalam membuat biru Sevre dan biru Thenard. Larutan kobal klorida digunakan sebagai pelembut warna tinta. Kobal digunakan secara hati-hati dalam bentuk klorida, sulfat, asetat, nitrat karena telah ditemukan efektif dalam memperbaiki penyakit kekurangan mineral tertentu pada binatang.
Nikel (Ni)
Nikel adalah unsur kimia metalik dalam tabel periodik yang memiliki simbol Ni dan nomor atom 28. Nikel mempunyai sifat tahan karat. Dalam keadaan murni, nikel bersifat lembek, tetapi jika dipadukan dengan besi, krom, dan logam lainnya, dapat membentuk baja tahan karat yang keras.
Perpaduan nikel, krom dan besi menghasilkan baja tahan karat (stainless steel) yang banyak diaplikasikan pada peralatan dapur (sendok, dan peralatan memasak), ornamen-ornamen rumah dan gedung, serta komponen industri.
Penampilan
Kelimpahan di Alam
Nikel adalah komponen yang ditemukan banyak dalam meteorit dan menjadi ciri komponen yang membedakan meteorit dari mineral lainnya. Meteorit besi atau siderit, dapat mengandung alloy besi dan nikel berkadar 5-25%. Nikel diperoleh secara komersial dari pentlandit dan pirotit di kawasan Sudbury Ontario, sebuah daerah yang menghasilkan 30% kebutuhan dunia akan nikel.
Deposit nikel lainnya ditemukan di Kaledonia Baru, Australia, Cuba, Indonesia.
Sifat Fisis
Fase : solid
Massa jenis (mendekati suhu kamar) : 8.908 g·cm−3
Massa jenis cairan pada t.l. : 7.81 g·cm−3
Titik lebur : 1728 K, 1455 °C, 2651 °F
Titik didih : 3186 K, 2913 °C, 5275 °F
Kalor peleburan : 17.48 kJ·mol−1
Kalor penguapan : 377.5 kJ·mol−1
Kapasitas kalor : 26.07 J·mol−1·K−1
Warna : putih kekuningan
Sifat Kimia
Pada suhu kamar nikel bereaksi lambat dengan udara.
Jika dibakar, reaksi berlangsung cepat membentuk oksida NiO.
Bereaksi dengan Cl2 membentuk Klorida (NiCl2).
Bereaksi dengan steam H2O membentuk Oksida NiO.
Bereaksi dengan HCl encer dan asam sulfat encer, yang reaksinyaberlangsung lambat.
Bereaksi dengan asam nitrat dan aquaregia, Ni segera larut
Ni + HNO3 -> Ni(NO3)2+ NO + H2O
Tidak beraksi dengan basa alkali
Bereaksi dengan H2S menghasilkan endapan hitam.
Pembuatan
Proses pengolahan biji nikel dilakukan untuk menghasilkan nikel matte yaitu produk dengan kadar nikel di atas 75 persen. Tahap-tahap utama dalam proses pengolahan adalah sebagai berikut:
Pengeringan
di Tanur Pengering bertujuan untuk menurunkan kadar air bijih laterit yang dipasok dari bagian Tambang dan memisahkan bijih yang berukuran 25 mm.
Kalsinasi dan Reduksi
di Tanur untuk menghilangkan kandungan air di dalam bijih, mereduksi sebagian nikel oksida menjadi nikel logam, dan sulfidasi.
Peleburan
di Tanur Listrik untuk melebur kalsin hasil kalsinasi/reduksi sehingga terbentuk fasa lelehan matte dan terak
Pengkayaan
di Tanur Pemurni untuk menaikkan kadar Ni di dalam matte dari sekitar 27 persen menjadi di atas 75 persen.
Granulasi
dan Pengemasan untuk mengubah bentuk matte dari logam cair menjadi butiran-butiran yang siap diekspor setelah dikeringkan dan dikemas.
Manfaat
Nikel digunakan secara besar-besaran untuk pembuatan baja tahan karat dan alloy lain yang bersifat tahan korosi, seperti Invar®, Monel ®, Inconel ®, dan Hastelloys ®. Alloy tembaga-nikel berbentuk tabung banyak digunakan untuk pembuatan instalasi proses penghilangan garam untuk mengubah air laut menjadi air segar.
Nikel, digunakan untuk membuat uang koin,dan baja nikel untuk melapisi senjata dan ruangan besi (deposit di bank), dan nikel yang sangat halus, digunakan sebagai katalis untuk menghidrogenasi minyak sayur (menjadikannya padat). Nikel juga digunakan dalam keramik, pembuatan magnet Alnico dan baterai penyimpanan Edison ®.
Tembaga (Cu)
Tembaga adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Cu dan nomor atom 29. Lambangnya berasal dari bahasa Latin Cuprum.Tembaga merupakan konduktor panas dan listrik yang baik.Selain itu unsur ini memiliki korosi yang cepat sekali. Tembaga murni sifatnya halus dan lunak, dengan permukaan berwarna jingga kemerahan. Tembaga dicampurkan dengan timah untuk membuat perunggu.
Penampilan
Kelimpahan
Tembaga di alam tidak begitu melimpah dan ditemukan dalam bentuk bebas maupun dalam bentuk senyawaan. Bijih tembaga yang terpenting yaitu pirit atau chalcopyrite (CuFeS2), copper glance atau chalcolite (Cu2S), cuprite (Cu2O), malaconite (CuO) dan malachite (Cu2(OH)2CO3) sedangkan dalam unsur bebas ditemukan di Northern Michigan, Amerika Serikat. Dalam jumlah kecil tembaga ditemukan pada beberapa jenis tanaman, bulu-bulu burung terutama yang berbulu terang dan dalam darah binatang-binatang laut seperti udang dan kerang.
Sifat Fisis
Fase : solid
Massa jenis (mendekati suhu kamar) : 8.94 g·cm−3
Massa jenis cairan pada t.l. : 8.02 g·cm−3
Titik lebur : 1357.77 K, 1084.62 °C, 1984.32 °F
Titik didih : 2835 K, 2562 °C, 4643 °F
Kalor peleburan : 13.26 kJ·mol−1
Kalor penguapan : 300.4 kJ·mol−1
Kapasitas kalor : 24.440 J·mol−1·K−1
Warna : kemerahan
Sifat Kimia
1) Tembaga merupakan unsur yang relatif tidak reaktif sehingga tahan terhadap korosi. Pada udara yang lembab permukaan tembaga ditutupi oleh suatu lapisan yang berwarna hijau yang menarik dari tembaga karbonat basa, Cu(OH)2CO3.

2) Pada kondisi yang istimewa yakni pada suhu sekitar 300 °C tembaga dapat bereaksi dengan oksigen membentuk CuO yang berwarna hitam. Sedangkan pada suhu yang lebih tinggi, sekitar 1000 ºC, akan terbentuk tembaga(I) oksida (Cu2O) yang berwarna merah.

3) Tembaga tidak diserang oleh air atau uap air dan asam-asam nooksidator encer seperti HCl encer dan H2SO4 encer. Tetapi asam klorida pekat dan mendidih menyerang logam tembaga dan membebaskan gas hidrogen. Hal ini disebabkan oleh terbentuknya ion kompleks CuCl2¯(aq) yang mendorong reaksi kesetimbangan bergeser ke arah produk.

Sifat Kimia
4) Asam nitrat encer dan pekat dapat menyerang tembaga,
5) Tembaga tidak bereaksi dengan alkali, tetapi larut dalam amonia oleh adanya udara membentuk larutan yang berwarna biru dari kompleks Cu(NH3)4+.
6) Tembaga panas dapat bereaksi dengan uap belerang dan halogen. Bereaksi dengan belerang membentuk tembaga(I) sulfida dan tembaga(II) sulfida dan untuk reaksi dengan halogen membentuk tembaga(I) klorida, khusus klor yang menghasilkan tembaga(II) klorida.


Pembuatan
Tembaga diperoleh dari bijih tembaga yang disebut Chalcopirit. Besi yang ada larut dalam terak dan tembaga yang tersisa / matte dituangkan kedalam konverter. Udara dihembuskan kedalamnya selama 4 atau 5 jam, kotoran teroksidasi, dan besi membentuk terak yang dibuang pada waktu tertentu. Bila udara dihentikan, oksida kupro bereaksi dengan sulfida kupro maka akan membentuk Tembaga blister dan Dioksida belerang.Tembaga blister ini dilebur dan dicor menjadi slab, kemudian diolah secara elektrolitik menjadi tembaga murni.
Manfaat
Merupakan penghantar panas dan listrik yang sangat baik, maka banyak digunakan pada alat-alat listrik.
Sebagai perhiasan, campuran antara tembaga dan emas.
Sebagai bahan pembuat uang logam.
Sebagai bahan pembuat logam lain, seperti kuningan (campuran antara tembaga dan seng), perunggu (campuran antara tembaga dan timah), monel, dan alniko.
CuSO4 dalam air berwarna biru, banyak digunakan sebagai zat warna.
Seng (Zn)
Seng (bahasa Belanda: zink), zink, atau timah sari adalah unsur kimia dengan lambang kimia Zn, bernomor atom 30, dan massa atom relatif 65,39. Ia merupakan unsur pertama golongan 12 pada tabel periodik. Beberapa aspek kimiawi seng mirip dengan magnesium. Hal ini dikarenakan ion kedua unsur ini berukuran hampir sama. Selain itu, keduanya juga memiliki keadaan oksidasi +2. Seng merupakan unsur paling melimpah ke-24 di kerak bumi dan memiliki lima isotop stabil. Bijih seng yang paling banyak ditambang adalah sfalerit (seng sulfida).
Penampilan
Sifat Fisis
Fase : solid
Massa jenis (mendekati suhu kamar) : 7.14 g·cm−3
Massa jenis cairan pada t.l. : 6.57 g·cm−3
Titik lebur : 692.68 K, 419.53 °C, 787.15 °F
Titik didih : 1180 K, 907 °C, 1665 °F
Kalor peleburan : 7.32 kJ·mol−1
Kalor penguapan : 123.6 kJ·mol−1
Kapasitas kalor : 25.470 J·mol−1·K−1
Warna : putih kebiruan
Sifat Kimia
Seng memiliki konfigurasi elektron [Ar]3d104s2 dan merupakan unsur golongan 12 tabel periodik.
Reaktif
Reduktor kuat
Jika dibakar menghasilkan lidah api berwarna hijau kebiruan dan mengeluarkan asap seng oksida
Seng bereaksi dengan asam, basa, dan non-logam lainnya. Seng yang sangat murni hanya akan bereaksi secara lambat dengan asam pada suhu kamar.
Asam kuat seperti asam klorida maupun asam sulfat dapat menghilangkan lapisan pelindung seng karbonat dan reaksi seng dengan air yang ada akan melepaskan gas hidrogen.
Pembuatan
Proses pembuatan seng dari bahan mentah hingga bahan jadi dimulai dari proses
pemotongan bahan baku
kemudian
dijadikan dalam bentuk road coil roll
(dalam keadaan gulungan lapis), bahan mentah yang sering digunakan adalah berupa seng yang banyak ditambang adalah sfalerit (seng sulfida). Setelah mendapatkan bahan mentah yang akan di jadikan bahan jadi dengan
proses pencucian
dengan air yang bersuhu 70-80 derajat celcius, hal ini bertujuan agar unsur yang ada pada bahan mentah yang merupakan hasil dari bahan tambang bersih dari unsur lain.
Setelah itu kemudian dilanjutkan dengan
proses pelapisan baja
dengan menggunakan ammonium dan zat aditif lainnya, hal ini bertujuan agar seng dapat tampang mengkilat dan tidak mudah berkarat. Selanjutnya setelah melalui proses pelapisan baja hasil dari pelapisan tersebut
dikeringkan
dengan melewati mesin pengeringan dengan suhu 500 derajat celcius sehingga seng dan lapisan baja beserta zat aditif lainnya dapat menyatu dengan seng dalam bentuk plat. Setelah itu
didinginkan
, seng dalam bentuk plat disusun rapi kemudian terakhir
di masukkan ke mesin gelombang
sehingga dapat terbentuk plat seng yang pipih elastis dan bergelombang rapi. Selanjutnya setelah melewati berbagai tahapan dan telah berbentuk gelombang dan rapi maka seng siap didistribusikan kepasaran.
Manfaat
Logam ini digunakan untuk membentuk
berbagai campuran logam
dengan metal lain. Kuningan, perak nikel, perunggu, perak Jerman, solder lunak dan solder aluminium adalah beberapa contoh campuran logam tersebut. Seng dalam jumlah besar digunakan untuk
membuat cetakan dalam industri otomotif, listrik, dan peralatan lain semacamnya
. Campuran logam Prestal, yang mengandung 78% seng dan 22% aluminium dilaporkan sekuat baja tapi sangat mudah dibentuk seperti plastik. Prestal sangat mudah dibentuk dengan cetakan murah dari keramik atau semen. Seng juga digunakan secara luas
untuk menyepuh logam-logam lain
dengan listrik seperti besi untuk menghindari karatan. Seng oksida banyak
digunakan dalam pabrik cat, karet, kosmetik, farmasi, alas lantai, plastik, tinta, sabun, baterai, tekstil, alat-alat listrik dan produk-produk lainnya
. Lithopone, campuran seng sulfida dan barium sulfat merupakan pigmen yang penting. Seng sulfida
digunakan dalam membuat tombol bercahaya, sinar X, kaca-kaca TV, dan bola-bola lampu fluorescent
. Klorida dan kromat unsur ini juga merupakan senyawa yang banyak gunanya. Seng juga
merupakan unsur penting dalam pertumbuhan manusia dan binatang
. Banyak tes menunjukkan bahwa binatang memerlukan 50% makanan tambahan untuk mencapai berat yang sama dibanding binatang yang disuplemen dengan zat seng yang cukup.
Full transcript