Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Minum Kopi di Coffee Shop telah Menjadi Gaya Hidup (Lifestyl

No description
by

denny tanjaya

on 2 March 2014

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Minum Kopi di Coffee Shop telah Menjadi Gaya Hidup (Lifestyl

Strategy Recommendation

Based on Jim Harvey's speech structures
PENDAHULUAN

BAB 1

Minum Kopi di Coffee Shop telah Menjadi Gaya Hidup (Lifestyle)
Pertumbuhan Coffee Shop yang begitu pesat
Keunggulan Starbucks Coffee dan Coffee Bean



Latar Belakang Masalah

PERTUMBUHAN OUTLET STARBUCKS COFFEE DAN COFFEE BEAN DI INDONESIA TAHUN 2008 - 2013

Atribut apa saja yang penting dan menjadi pertimbangan konsumen dalam memilih coffee shop?
Bagaimana usaha Starbucks Coffee dan Coffee Bean untuk mempertahankan loyalitas pelanggannya?
Bagaimana persepsi konsumen terhadap kualitas (perceived quality) dari Starbucks Coffee dan Coffee Bean?
Bagaimana persepsi konsumen terhadap harga (perceived price) dari Starbucks Coffee dan Coffee Bean?
Bagaimana keunggulan bersaing Starbucks Coffee dibandingkan dengan Coffee Bean?

Identifikasi Masalah

Atribut apa saja yang penting dan menjadi pertimbangan konsumen dalam memilih coffee shop?
Bagaimana persepsi konsumen terhadap kualitas (perceived quality) dari Starbucks Coffee dan Coffee Bean?
Bagaimana persepsi konsumen terhadap harga (perceived price) dari Starbucks Coffee dan Coffee Bean?
Bagaimana keunggulan bersaing Starbucks Coffee dibandingkan dengan Coffee Bean?


Batasan Masalah

Bagaimana keunggulan bersaing antara Starbucks Coffee dan Coffee Bean di Kelapa Gading?

Rumusan Masalah

Obyek penelitian : Keunggulan Bersaing Starbucks Coffee dan Coffee Bean
Wilayah penelitian : Mall Kelapa Gading, Kelapa Gading, Jakarta Utara
Subyek penelitian : Konsumen Starbucks Coffee dan Coffee Bean
Waktu penelitian : Januari – Februari 2014

Batasan Penelitian

Untuk mengetahui atribut apa saja yang penting dan menjadi pertimbangan konsumen dalam memilih coffee shop.
Untuk mengetahui dan membandingkan persepsi konsumen terhadap kualitas (perceived quality) dari Starbucks Coffee dan Coffee Bean.
Untuk mengetahui dan membandingkan persepsi konsumen terhadap harga (perceived price) dari Starbucks Coffee dan Coffee Bean.
Untuk mengetahui dan membandingkan keunggulan bersaing Starbucks Coffee dibandingkan dengan Coffee Bean.


Tujuan Penelitian

Bagi perusahaan
Bagi penulis
Bagi pihak lain

Manfaat Penelitian

TELAAH PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN

BAB 2

Product (Produk)
Price (Harga)
Place (Lokasi)
Promotion (Promosi)
People (Orang)
Physical Evidence (Bukti Fisik)
Process (Proses)


BAURAN PEMASARAN JASA

Pengertian Perceived Quality
Pendekatan Kualitas
Dimensi Perceived Quality
Pengukuran dan analisis Perceived Quality
Membangun Perceived Quality yang kuat
Perceived Quality menghasilkan nilai
Manfaat Perceived Quality

Persepsi Kualitas

Pengertian Perceived Quality
Pendekatan Kualitas
Dimensi Perceived Quality
Pengukuran dan analisis Perceived Quality
Membangun Perceived Quality yang kuat
Perceived Quality menghasilkan nilai
Manfaat Perceived Quality

Persepsi Kualitas

Pengertian Harga
Pengertian Perceived Price
Diskriminasi Harga
Potongan Harga dan Harga Akhir

Persepsi Harga

Potensi Keunggulan Bersaing
Posisi Keunggulan Bersaing
Keunggulan Bersaing Untuk Menyusun Strategi Pemasaran

Keunggulan Bersaing

Kerangka Pemikiran

METODOLOGI PENELITIAN

BAB 3

Obyek Penelitian :
Keunggulan BersaingStarbucks Coffee dan Coffee Bean.
Subyek Penelitian :
Konsumen yang pernah mengkonsumsi minuman kopi di Starbucks Coffee dan Coffee Bean.
Waktu Penelitian :
Januari – Februari 2014
Wilayah Penelitian :
Mall Kelapa Gading, Kelapa Gading, Jakarta Utara


Obyek Penelitian

Metode deskriptif dengan pendekatan survei
Membagikan kuesioner
Metode diharapkan mampu memberikan gambaran mengenai keunggulan bersaing Starbucks Coffee dan Coffee Bean yang diukur melalui Perceived Quality dan Perceived Price

Metode Penelitian

Variabel : Keunggulan Bersaing
Sub Variabel : Perceived Quality dan Perceived Price

Variabel Penelitian

Variabel : Keunggulan Bersaing
Sub Variabel : Perceived Quality dan Perceived Price

Variabel Penelitian

Teknik Komunikasi : menggunakan data primer yang diperoleh dengan cara menyebarkan kuesioner
Teknik Observasi : menggunakan data sekunder yaitu data – data yang telah tersedia yang telah dikumpulkan oleh orang lain

Teknik Pengumpulan Data

Unsur Sampel :
konsumen yang pernah mengkonsumsi minuman kopi di Starbucks Coffee dan Coffee Bean di wilayah Kelapa Gading.
Ukuran Sampel : 200 responden
Cara Penentuan Sampel : Judgement Sampling


Teknik Pengambilan Sampel

Analisis Prosentase
Analisis Tingkat Kepentingan Atribut
Analisis Perceived Quality
Analisis Perceived Price
Analisis Keunggulan Bersaing


Teknik Analisis Data

HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB 4

Nama Perusahaan : Starbucks Coffee
Bidang Usaha : perusahaan kopi dan jaringan kedai kopi
Pendiri : Jerry Baldwin, Zev Siegl, dan Gordon Bowker
Tahun Berdiri : 1971
Tempat Berdiri : Seattle, Washington, Amerika
CEO pada saat ini : Howard Schultz
Memasuki Indonesia : tahun 2002 dengan toko pertama di Plaza Indonesia
Lisensi Indonesia : Dipegang oleh PT. Sari Coffee Indonesia, anak perusahaan dari PT. Mitra Adi Perkasa



Gambaran Umum Perusahaan

Nama Perusahaan : The Coffee Bean & Tea Leaf (Coffee Bean)
Bidang Usaha : waralaba kedai kopi
Pendiri : Herbert B. Hyman
Tahun Berdiri : 1968
Tempat Berdiri : California, Amerika
CEO pada saat ini : John Dawson
Memasuki Indonesia : tahun 2001 dengan toko pertama di Plaza Indonesia
Lisensi Indonesia : Dipegang oleh PT. Trans Coffee Indonesia, anak perusahaan dari PT. Trans Corporation



Gambaran Umum Perusahaan

Analisis Prosentase
Analisis ini dilakukan untuk memberi gambaran tentang profil responden. Dimana prosentase terbanyak dapat menunjukkan segmen pasar dari sebuah coffee shop.


Hasil dan Pembahasan

Profil Responden Berdasarkan Usia

Profil Responden Berdasarkan Usia

Profil Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

Profil Responden Berdasarkan Pendidikan

Profil Responden Berdasarkan Pekerjaan

Profil Responden Berdasarkan Pendapatan

Coffee Shop Yang Paling Sering Dikunjungi Responden

Seberapa Lama Responden Telah Berkunjung Ke Coffee Shop

Minuman Kopi Favorit Responden

Analisis ini dilakukan untuk mengukur tingkat kepentingan atribut dari sebuah coffee shop.

Analisis Tingkat Kepentingan Atribut

Analisis ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana persepsi konsumen terhadap kualitas sebuah coffee shop.

Analisis Perceived Quality

Dimensi Persepsi Kualitas

Analisis ini dilakukan untuk mengetahui persepsi konsumen terhadap harga yang ditetapkan oleh Starbucks Coffee dan Coffee Bean.

Analisis Perceived Price

Persepsi Konsumen Terhadap Harga

Interpretasi Tingkat Harga

Analisis ini digunakan untuk menentukkan posisi sebuah perusahaan dibandingkan dengan pesaingnya yang memiliki segmen pasar yang sama.

Analisis Keunggulan Bersaing

Benefit Importance

Competitive Performance

Kuadran Bobot Kepentingan dan Competitive Performance Starbucks Coffee

Benefit Importance

Competitive Performance

Kuadran Bobot Kepentingan dan Competitive Performance Coffee Bean

1. Hasil Analisis Prosentase
Usia : 29 – 34 tahun (29,5%)
Jenis Kelamin : Pria (54%)
Pendidikan : S1 (66,5%)
Pekerjaan : Wiraswasta (46,5%)
Pendapatan : Rp 8.000.000 – Rp 12.000.000
Coffee Shop : Starbucks Coffee (63%)
Frekuensi Datang: 2x seminggu (35,5%)
Lama Berkunjung: 3 -4 tahun (39%)
Kopi Favorit : Café Latte (42%)



Hasil Penelitian

Atribut yang sangat penting :
rasa kopi nikmat (4,56),
rasa kopi konsisten dari waktu ke waktu (4,37),
aroma kopi yang mengundang selera (4,36),
serta barista cepat dalam membuat minuman kopi (4,34).
Atribut yang penting:
rasa kopi tidak hambar (4,15),
kopi mampu menghilangkan kantuk (4,09),
penampilan sajian kopi menarik (3,68),
kemasan aman ( 3,62),
kemasan steril (3,68),
rasa kopi memiliki banyak variasi (3,85),
menu yang ditawarkan memiliki banyak variasi (3,59),
barista ramah dalam melayani (3,81),
produk dan proses pembuatan minuman higienis (4,10),
coffee shop memiliki kebersihan yang terjaga (4,01),
serta suasana (atmosphere) dari coffee shop yang nyaman (4,06).
Atribut yang cukup penting:
kemasan menarik (3,09) ,dan
kemasan tidak panas saat dipegang (3,32).


2. Hasil Analisis Tingkat Kepentingan Atribut

Starbucks Coffee:
rasa kopi,
manfaat kopi,
kemasan minuman kopi,
pelayanan,
serta suasana coffee shop.
Coffee Bean :
penampilan sajian kopi,
variasi menu,
serta kebersihan coffee shop.

3. Hasil Analisis Perceived Quality

Dari hasil analisis perceived price dapat di simpulkan bahwa Coffee Bean memiliki harga yang lebih mahal di bandingkan Starbucks Coffee.


4. Analisis Perceived Price

Starbucks Coffee lebih unggul ( 17,64 %) dibandingkan Coffee Bean. Coffee Bean kalah bersaing jika dibandingkan dengan Starbucks Coffee sebesar 17,95%. Jika ingin dapat menyamai keunggulan Starbucks Coffee, Coffee Bean harus memperbaiki kinerjanya.


5. Analisis Keunggulan Bersaing

KESIMPULAN DAN SARAN

BAB 5

Atribut yang sangat penting dan wajib dimiliki oleh sebuah coffee shop adalah rasa kopi yang nikmat, rasa kopi konsisten dari waktu ke waktu, aroma kopi yang mengundang selera, dan barista cepat dalam membuat minuman kopi.
Starbucks Coffee memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan Coffee Bean. Starbucks Coffee memiliki keunggulan pada rasa kopi yang lebih nikmat, tidak hambar, serta konsisten dari waktu ke waktu, aroma kopi lebih mengundang selera, minuman kopi-nya lebih mampu menghilangkan kantuk, kemasan minuman kopi lebih menarik, pelayanan lebih memuaskan, dan suasana coffee shop lebih nyaman. Sedangkan Coffee Bean memiliki keunggulan pada penampilan sajian kopi yang lebih menarik, menu yang ditawarkan lebih bervariasi, serta coffee shop lebih bersih di bandingkan Starbucks Coffee.
Coffee Bean dinilai memiliki harga yang lebih mahal dibandingkan dengan Starbucks Coffee.
Starbucks Coffee lebih unggul dibandingkan dengan Coffee Bean.


KESIMPULAN

Starbucks Coffee : memperbaiki kinerjanya dengan memperhatikan dan menjaga kebersihan coffee shop, memperbaiki penampilan sajian kopi agar lebih menarik, serta memperbanyak variasi menu baik makanan maupun minuman.
Coffee Bean :memperbaiki rasa minuman kopi serta manfaatnya sebagai penghilang kantuk, lebih higienis dalam proses pembuatan minuman atau makanan, barista harus bisa lebih cepat dalam membuat minuman kopi, serta suasana coffee shop harus dibuat lebih nyaman lagi.
Untuk Starbucks Coffee dan Coffee Bean, terutama Coffee Bean yang memiliki harga yang dinilai lebih mahal, disarankan untuk meningkatkan kualitas agar harga sesuai dengan manfaat yang diberikan, selain itu juga memperbanyak promosi untuk mengubah persepsi konsumen yang cenderung menganggap harga di kedua coffee shop ini “Mahal“. Misalnya dengan memberikan promo harga yang lebih rendah atau pada jam tertentu, dan lain sebagainya sehingga konsumen tertarik dan merasa harga yang diberikan pantas bahkan cenderung murah.
Dengan melihat hasil analisis keunggulan bersaing, Coffee Bean disarankan untuk memperbaiki kinerjanya agar dapat menyaingi Starbucks Coffee. Sedangkan untuk Starbucks Coffee disarankan mempertahankan kinerjanya dan juga memperbaiki kelemahan, karena banyak bermunculan coffee shop baru sehingga Starbucks Coffee dan Coffee Bean juga harus selalu meningkatkan performanya agar siap menghadapi para pesaing baru dan tetap eksis di industri ini.


SARAN

LAMPIRAN

DOKUMENTASI
Full transcript