Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Peta Data Informasi

all about Pandeglang Berkah
by

PRK BAPPEDA

on 30 October 2014

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Peta Data Informasi

Kabupaten Pandeglang
Letak Geografis 60 21’ - 70 10’ Lintang Selatan dan 1040 48’ - 1060 11’ Bujur Timur
Luas Wilayah 2,747 Km2
Jumlah Penduduk 1.162.123 orang
Laki-laki 595.524 orang
Perempuan 566.599 orang
Penduduk Usia Kerja 798.839 orang (68,74%)
Jumlah Angkatan Kerja 513.487 orang
Tingkat Pengangguran 12,76%
Perbatasan Administrasi :
Utara : Kabupaten Serang
Selatan : Samudera Indonesia
Barat : Selat Sunda
Timur : Kabupaten Lebak
Jumlah Kecamatan 35
Jumlah Desa/Kelurahan 335
Rata-rata Curah Hujan 126,38mm – 300,10mm
Pertumbuhan Ekonomi 2011 5,40%
PDRB Perkapita ADHB Rp 8,28 Juta
PDRB Perkapita ADHK Rp 3,92 Juta
Kecamatan Sumur
Luas Wilayah 258,54 Km2
Jumlah Penduduk 22.754

Kecamatan Cimanggu
Luas Wilayah 259,73 Km2
Jumlah Penduduk 36.634
Kecamatan Cibaliung
Luas Wilayah 221,88 Km2
Jumlah Penduduk 28.781
Kecamatan Cibitung
Luas Wilayah 180,72 Km2
Jumlah Penduduk 21.180
Kecamatan Cikeusik
Luas Wilayah 322,76 Km2
Jumlah Penduduk 51.012
Kecamatan Cigeulis
Luas Wilayah 176,21 Km2
Jumlah Penduduk 33.856
Kecamatan Panimbang
Luas Wilayah 132,84 Km2
Jumlah Penduduk 48.910
Potensi Wisata :
•Tanjung Lesung
Kecamatan Sobang
Luas Wilayah 138,80 Km2
Jumlah Penduduk 35.034
Peta Data Informasi
Kecamatan Angsana
Luas Wilayah 64,84 Km2
Jumlah Penduduk 25.578
Kecamatan Munjul
Luas Wilayah 75,25 Km2
Jumlah Penduduk 22.176
Kecamatan Sindangresmi
Luas Wilayah 65,20 Km2
Jumlah Penduduk 21.259
Kecamatan Picung
Luas Wilayah 56,74 Km2
Jumlah Penduduk 35.120
Kecamatan Bojong
Luas Wilayah 50,72 Km2
Jumlah Penduduk 33.590
Kecamatan Saketi
Luas Wilayah 54,13 Km2
Jumlah Penduduk 42.955
Kecamatan Cisata
Luas Wilayah 32,65 Km2
Jumlah Penduduk 23.371
Kecamatan Patia
Luas Wilayah 45,48 Km2
Jumlah Penduduk 27.242
Kecamatan Sukaresmi
Luas Wilayah 57,30 Km2
Jumlah Penduduk 33.817
Kecamatan Labuan
Luas Wilayah 15,66 Km2
Jumlah Penduduk 53.861
Kecamatan Carita
Luas Wilayah 41,87 Km2
Jumlah Penduduk 32.035
Kecamatan Jiput
Luas Wilayah 53,04 Km2
Jumlah Penduduk 28.395
Kecamatan Pagelaran
Luas Wilayah 42,76 Km2
Jumlah Penduduk 33.943
Kecamatan Cikedal
Luas Wilayah 26,00 Km2
Jumlah Penduduk 30.395
Potensi Wisata
•Situ Cikeudal
Kecamatan Menes
Luas Wilayah 22,41 Km2
Jumlah Penduduk 35.274
Kecamatan Pulosari
Luas Wilayah 31,33 Km2
Jumlah Penduduk 27.486

Kecamatan Mandalawangi
Luas Wilayah 80,19 Km2
Jumlah Penduduk 46.805
Kecamatan Cipeucang
Luas Wilayah 21,16 Km2
Jumlah Penduduk 28.033
Kecamatan Cimanuk
Luas Wilayah 23,64 Km2
Jumlah Penduduk 38.247
Kecamatan Kaduhejo
Luas Wilayah 33,57 Km2
Jumlah Penduduk 34.474

Kecamatan Mekarjaya
Luas Wilayah 31,34 Km2
Jumlah Penduduk 19.016
Kecamatan Koroncong
Luas Wilayah 17,86 Km2
Jumlah Penduduk 17.643
Kecamatan Karangtanjung
Luas Wilayah 19,07 Km2
Jumlah Penduduk 32.364
Kecamatan Cadasari
Luas Wilayah 26,20 Km2
Jumlah Penduduk 31.425
Kecamatan Banjar
Luas Wilayah 30,50 Km2
Jumlah Penduduk 29.780
Kecamatan Majasari
Luas Wilayah 19,57 Km2
Jumlah Penduduk 46.126
Masjid As-Syalafiah adalah salah satu tempat ibadah dimana penduduk masyarakat Caringin melakukan ibadah bersama-sama atau disebut juga dengan shalat berjama'ah. Disamping melakukan shalat berjama'ah penduduk masyarakat Caringin pun sering melakukan kegiatan-kegiatan Islamisasi di Masjid tersebut, seperti: Gotong Royong, membersihkan lingkungan disekitar Masjid, membersihkan / menguras tempat air wudlu, yang biasa penduduk masyarakat Caringin menyebutnya dengan "BALUNGBANG. BALUNGBANG menurut bahasa kerennya adalah kolam renang kecil. Konon Balungbang itu dulunya tempat mengambil air wudlu para Kyiai atau Ustadz beserta muridnya (santri) untuk melakukan ibadah shalat, termasuk juga ulama besar yakni K.H.Syekh Asnawi Caringin-Banten atau lebih di kenal lagi "Mama Asnawi". Dimana beliau tersebut sebelum melakukan ibadah beliau mengambil air wudlu di Balungbang itu. Bentuk Balungbang itu persegi empat dan memiliki kedalaman kurang lebih 3m, panjang 10m, dan lebar 5m
WISATA ZIARAH MASJID CARINGIN
Kabupaten Pandeglang memiliki Garis Pantai terpanjang di Provinsi Banten dan separuh dari pantai yang ada di Kabupaten yang berlogo Badak cula satu ini, masih perawan belum terjamah wisatawan manapun.
Seperti yang kita kenal pantai-pantai di Pandeglang seperti Pantai Carita, Pagelaran, Pantai Panimbang, Pantai Tanjung Lesung dan Pulau umang. Ini adalah pantai-pantai sudah terjual kepada wisatawan baik lokal maupun mancanegara yang ikut andil dalam mendongkrak PAD Kabupaten Pandeglang. dikarenakan di kawasan ini terdapat hasil Tambang ( Pasir besi )
Potensi wilayah
Pulau Umang Resort merupakan lokasi peristirahatan berupa island resort (pulau) villa yang berada di pulau pribadi (private island) seluas 5 hektar. Pulau dengan villa – villa yang lux dan nyaman ini berada kurang lebih 6 jam perjalanan darat dari Jakarta, dikelilingi oleh laut dan pegunungan.

Pulau ini dibangun resort dengan fasilitas perhotelan, akomodasi cottage di mengelilingi pulau dengan pemandangan menghadap ke laut lepas. Suite cottage di Pulau Umang ini dirancang dengan disain yang ramah lingkungan dan villa terbuat dari bahan material kayu dilengkapi dengan fasilitas hotel modern.
TANJUNG LAYAR UJUNG KULON
Diduga bahwa mercusuar pertama dibangun, pada awal tahun 1800. Sebagian fisik bangunannya terbuat dari batu asli. Pada tahun 1880, bagian atas mengalami kerusakan yang parah akibat gempa bumi. Mercusuar runtuh sesudah letusan Gunung Krakatau tahun 1883,dan bagian dasarnya yang bundar sekarang menjadi tempat tangki air besar. Sisa-sisa tangga batu yang melingkar dapat dilihat di kompleks bawah.
MERCU SUAR PERTAMA
OBJEK WISATA CIHUNJURAN
Terletak dibawah kaki gunung Pulosari Objek wisata Cihunjuran adalah sebuah arena rekresi dimana menyajikan wisata religi dan Pemandian Tradisional, Pengunjung yang datang bukan saja dari Kota pandeglang, melainkan dari luar Kabupaten Pandeglang pun sudah ramai mendatangi tempat ini.
P. Tinjil
MENGENAL POTENSI PULAU TINJIL PANDEGLANG – BANTEN
Pernahkan menikmati keindahan pulau dengan pesona pantai yang tak terlupakan, tidak ada salahnya menikmati keindahan sebuah pulau yang terletak di Samudra Hindia sebelah selatan Pulau Jawa, pulau tersebut adalah Pulau Tinjil yang merupakan pulau kecil dengan luas sekitar 600 hektar (panjang 6Km dan lebar 1Km) yang secara administrtif termasuk Kecamatan Cikeusik Kabupaten Pandeglang, Propinsi Banten.
Untuk mencapai lokasi tersebut dapat menggunakan kapal nelayan yang dapat disewa dari penduduk di Binuangeun dengan perjalanan ditempuh sekitar 16Km atau selama 2 jam.
Selain sebagai tempat wisata memacing, sejak tahun 1992 Pulau Tinjil digunakan sebagai Pusat Studi Satwa Primata (PSP) oleh Institut Pertanian Bogor (IPB), mulai tahun tersebut secara resmi IPB mengelola Pulau Tinjil yang selain diperuntukkan bagi penangkaran, dimanfaatkan pula untuk sarana kegiatan pendidikan, penelitian dan pelatihan bagi mahasiswa dan Staf IPB maupun luar IPB yang memiliki keterkaitan dalam bidang primata dan segala aspek yang berhubungan dengan satwa primata
Sampai saat ini Pulau Tinjil masih merupakan pulau yang tidak dihuni oleh penduduk secara permanen, hanya terdapat sekitar 10 orang pengelola satwa primata dan 18 orang nelayan binaan yang terdapat di tiga lokasi pinggir pantai. Sepanjang pantai merupakan pasir putih dengan beberapa vegetasi tumbuhan disekelilingnya, bahkan masih banyak ditemukan koral disekitarnya, warna airnya pun sangat jernih karena belum banyak terganggu oleh kegiatan manusia.
Tinjil, Pulau yang eksotis
Setelah melalui perjalanan darat yang sangat melelahkan (sekitar 10 jam dari Kadipaten ke Muara Binuangeun), dilanjutkan dengan perjalanan laut pada keesokan harinya selama kurang lebih 2 jam menuju Pulau Tinjil. Kapal boat ukuran sedang mengantarkan akan menghantarkan kita menyeberangi laut lepas yang berombak cukup besar (ini belum seberapa besar, kata orang yang sudah sering ke sana). Menginjakkan kaki di Pulau Tinjil untuk pertama kalinya adalah pengalaman luar biasa yang sulit

dilupakan.
Perasaan senang menyelimuti karena akhirnya bisa tiba dengan selamat walaupun sedikit mabuk laut di perjalanan. Selain itu hamparan pasir putih serta rindangnya daun pohon waru dan pohon ketapang langsung memikat hati apabila kita sudah sampai pulau ini . Benar-benar indah pulau ini!. Perairannya jernih serta vegetasinya tumbuh alami tanpa ada gangguan dari manusia. Seperti surga kecil yang Tuhan hadirkan di dunia. Malam yang cukup sunyi akan menghantarkan kita kepada tidur dengan pulas, karena lelah selama perjalanan dan harus menghimpun energi untuk memulai kegiatan wisata pada keesokan harinya.
P. Deli
Perairan Pulau Deli memiliki kekayaan hayati yang melimpah, antara lain berbagai jenis ikan karang, ikan pelagis besar dan kecil seperti jenis tuna, tenggiri, tongkol, kembung dan ikan lainnya. Sekitar Pulau Deli menjadi area penting bagi nelayan dan penduduk setempat sebagai daerah penangkapan ikan dan udang lobster. Alat tangkap yang digunakan oleh para nelayan antara lain pancing tonda, pancing rawai, purse seine dan gillnet. Cukup untuk menambah akan pengalaman dalam program Kenali dan Kunjungi Objek Wisata di Pandeglang
Kondisi perairan di sekitar Pulau Deli jernih dengan ombak yang relatif tinggi sebagaimana karakteristik perairan di pantai selatan Pulau Jawa. Arus di daerah perairan pulau ini tidak menentu walaupun cenderung berasal dari arah barat dan timur karena posisinya terletak di perairan laut terbuka Samudera Hindia. Tinggi gelombang rata-rata di daerah ini adalah 2-3 meter. Pada musim tertentu, tinggi gelombang dapat mencapai 5-6 meter bahkan lebih. Pantai di sepanjang Pulau Deli bentuknya berubah-ubah tergantung kekuatan ombak. Pada tempat yang sama terkadang keadaan pantainya landai dan cukup lebar tetapi di lain waktu dapat menjadi curam dan sempit. Air laut cukup jernih sehingga dari permukaan dapat dilihat batu-batu karang yang keadaannya sudah mati.
Perairan Pulau Deli memiliki kekayaan hayati yang melimpah, antara lain berbagai jenis ikan karang, ikan pelagis besar dan kecil seperti jenis tuna, tenggiri, tongkol, kembung dan ikan lainnya. Sekitar Pulau Deli menjadi area penting bagi nelayan dan penduduk setempat sebagai daerah penangkapan ikan dan udang lobster. Alat tangkap yang digunakan oleh para nelayan antara lain pancing tonda, pancing rawai, purse seine dan gillnet. Cukup untuk menambah akan pengalaman dalam program Kenali dan Kunjungi Objek Wisata di Pandeglang
Nilai tambah dalam mengunjungi Objek Wisata di Pandeglang terutama Pulau Deli adalah memiliki berbagai jenis tutupan terumbu karang, namun tidak semua perairan terdapat terumbu karang yang masih hidup. Biota yang hidup berasosiasi dengan terumbu karang dasar perairan Pulau Deli didominasi oleh kelompok ikan karang dan udang lobster. Selain berbagai jenis ikan, juga ditemukan sea weed dengan kadar minimum. Di bagian barat laut Pulau Deli terdapat ekosistem terumbu karang yang masih baik keadaannya, yaitu di sekitar Blok Pondok Gede. Di antara jenis batu karang yang ditemukan antara lain acropora bercabang dan bermacam-macam ganggang yang terutama terdapat di pantai selatan.
kekayaan Pulau Deli
Ombak Yang Eksotis
PULAU DELI PANDEGLANG - BANTEN
Tg. Layar

SATWA TERLANGKA DI UJUNG KULON
Populasi macan tutul dan macan kumbang (panthera pardus) di kawasan hutan Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) Kabupaten Pandeglang, Banten, belum diketahui secara pasti karena tidak ada pendataan satwa yang dilindungi itu.
"Keberadaan binatang tersebut dapat di ketahui hasil rekaman "video trap" yang dipasang di sejumlah titik di kawasan hutan itu," kata seorang Petugas Evaluasi dan Data Balai Taman Nasional Ujung Kulon (BTNUK) Sumur, Pandeglang, Banten.

populasi macan tutul di TNUK berkembang biak, namun belum pihak TNUK sendiri belum memiliki data secara pasti satwa itu .
MACAN TUTUL JAWA
Meskipun mempunyai warna tubuh yang berbeda, hitam, namun Macan Kumbang pun subspesies yang sama dengan Macan Tutul. Variasi warna tubuh tersebut bukanlah menjadikan macan tutul yang bertubuh hitam tersebut adalah subspesies yang lain, tetapi sesungguhnya sub spesies yang sama. Terbukti keduanya dapat kawin dan menghasilkan keturunan yang berwarna tutul dan berwarna hitam.
Macan Kumbang Adalah Macan Tutul
PULAU PEUCANG
Pulau Peucang merupakan pulau yang terdapat di selat Panaitan Kabupaten Pandeglang Banten atau sebelah timur Taman Nasional Ujung Kulon.
Pulau ini bersama Pulau Panaitan dan Pulau Handeuleum termasuk dalam wilayah kawasan Taman Nasional Ujung Kulon sehingga tidak sedikit wisatawan yang berkunjung ke Taman Ujung Kulon, juga berkunjung ke pulau berpasir putih ini.
Karena dalam wilayah Taman Nasional Ujung Kulon,Pulau Peucang juga diterima sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO, bersama dengan Pulau Panaitan dan Pulau Handeuleum.
Rencana Bandar Udara Banten Selatan
Kecamatan Panimbang
GALERY FOTO WISATA
Pantai Carita
Pantai Carita adalah sebuah pantai di pesisir barat provinsi Banten, Indonesia. Pantai ini merupakan obyek pariwisata pantai di Indonesia yang cukup terkenal selain Pantai Anyer, Pantai Karang Bolong dan Pantai Tanjung Lesung.
Pantai Carita merupakan objek wisata yang terletak di Kabupaten Pandeglang dan telah ditetapkan berdasarkan SK Menteri Pertanian No.440/kpts/UM/1978 pada tanggal 15 Juli 1978 sebagai Taman Wisata Alam. Pantai ini terkenal dengan pasir pantainya yang putih sehingga membuat kawasan ini sering dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun mancanegara
Pantai Carita kaya akan sumber daya alamnya. Hamparan tepian yang amat landai dengan ombak laut yang kecil dan lembut menyapu di sepanjang pantai, dipadu dengan pemandangan
Gunung Krakatau
.
Untuk mencapai tempat ini dapat melalui jalan tol Anyer dan setelah keluar dari tol dapat menyusuri ruas jalan Labuan-Carita menuju Anyer
Curug Gendang
Air terjun Curug Gendang merupakan salah satu wisata alam yang terdapat di Pantai Carita. Nama Curug Gendang sendiri berasal dari kata curug dan gendang, curug artinya air terjun sedangkan gendang dikarenakan suara gemuruh air yang jatuh mengeluarkan suara seperti tabuhan gendang
Untuk menuju tempat ini cukup berjalan dari jalan raya pantai carita menuju ke arah pegunungan ± 1.5 jam perjalan. Disana kita bisa menikmati indahnya pemandangan alam yang masih asri dan dapat melihat panorama Pantai carita dari atas perbukitan.
POTENSI WISATA KEC. CARITA
Jika Anda berlibur dikawasan Pantai Carita maka tidak ada salahnya anda menyempatkan diri berkeliling di pantai dengan menggunakan kapal kapal kecil yang disewakan oleh para penyedia jasa di kawasan Pantai Carita maka dari kejauhan akan terlihat sebuah Gunung yang pernah menggemparkan dunia.
Krakatau adalah kepulauan vulkanik yang masih aktif dan berada di Selat Sunda antara pulau Jawa dan Sumatra. Nama ini pernah disematkan pada satu puncak gunung berapi di sana (Gunung Krakatau) yang sirna karena letusannya sendiri pada tanggal 26-27 Agustus 1883. Letusan itu sangat dahsyat; awan panas dan tsunami yang diakibatkannya menewaskan sekitar 36.000 jiwa. Sampai sebelum tanggal 26 Desember 2004, tsunami ini adalah yang terdahsyat di kawasan Samudera Hindia. Suara letusan itu terdengar sampai di Alice Springs, Australia dan Pulau Rodrigues dekat Afrika, 4.653 kilometer. Daya ledaknya diperkirakan mencapai 30.000 kali bom atom yang diledakkan di Hiroshima dan Nagasaki di akhir Perang Dunia II.
GUNUNG KRAKATAU BARU
Letusan Krakatau menyebabkan perubahan iklim global. Dunia sempat gelap selama dua setengah hari akibat debu vulkanis yang menutupi atmosfer. Matahari bersinar redup sampai setahun berikutnya. Hamburan debu tampak di langit Norwegia hingga New Yor
Ledakan Krakatau ini sebenarnya masih kalah dibandingkan dengan letusan Gunung Toba dan Gunung Tambora di Indonesia, Gunung Tanpo di Selandia Baru dan Gunung Katmal di Alaska. Namun gunung-gunung tersebut meletus jauh pada masa ketika populasi manusia masih sangat sedikit. Sementara ketika Gunung Krakatau meletus, populasi manusia sudah cukup padat, sains dan teknologi telah berkembang, telegraf sudah ditemukan, dan kabel bawah laut sudah dipasang. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa saat itu teknologi informasi sedang tumbuh dan berkembang pesat
Tercatat bahwa letusan Gunung Krakatau adalah bencana besar pertama di dunia setelah penemuan telegraf bawah laut. Kemajuan tersebut, sayangnya belum diimbangi dengan kemajuan di bidang geologi. Para ahli geologi saat itu bahkan belum mampu memberikan penjelasan mengenai letusan tersebut.
Erupsi 1883
Pada hari Senin, 27 Agustus 1883, tepat jam 10.20, terjadi ledakan pada gunung tersebut. Menurut Simon Winchester, ahli geologi lulusan Universitas Oxford Inggris yang juga penulis National Geographic mengatakan bahwa ledakan itu adalah yang paling besar, suara paling keras dan peristiwa vulkanik yang paling meluluhlantakkan dalam sejarah manusia modern. Suara letusannya terdengar sampai 4.600 km dari pusat letusan dan bahkan dapat didengar oleh 1/8 penduduk bumi saat itu.
Produksi mahkota dewa di Kecamatan Cimanuk yaitu tercatat sebanyak 109.000 kg
Potensi Daerah
MAHKOTA DEWA
Pemandian Cikoromoy
Sindangresmi
berasal dari dua kata, yaitu Sindang; Simyang anu hartina ngajak; saterusna kecap ~ sok dihartikeun basa lemes kana nyimpang, eureun heula ka hiji imah (terj. Simyang yang berarti mengajak; selanjutnya kata-kata diartikan bahasa halus untuk nyimpang, berhenti dulu ke satu rumah) atau dalam bahasa Indonesia suka diartikan Singgah. Sedangkan Resmi suka diartikan berkesesuaian dengan aturan atau formal, normal
Sebanyak 2.900 kwintal
POTENSI DAERAH
Nama Picung diambil dari nama sebuah pohon sekaligus dengan buahnya yaitu Picung (Bahasa Sunda) . Pohon dan buah picung yang bernama latin Pangium Edule, di berbagai daerah
Daerah di Indonesia memiliki nama berbeda-beda, di daerah melayu bernama Kepayang, di Jawa bernama Kluek, Kluek, Kluak, di Betawi bernama Pucung, di Banjar bernama pohonnya lunglai, Klawak, dan di Toraja bernama Panassaran.
Pohon Picung berbatang lurus, tingginya mencapai 60 Meter dengan diameter batang bisa mencapai sampai dengan 120 Cm. Daun Pohon Picung memiliki daun berbentuk jantung, berwarna hijau gelap dan mengkilap bagian atas, sedangkan bagian bawahnya agak keputihan dan sedikit berbulu. Adapun buah Picung warnanya coklat kehitaman bentuknya lonjong dengan bagian ujung dan pangkalnya meruncing, daging buahnya berwarna putih dan lunak.
Tumbuhan picung dapat tumbuh di hutan hujan tropika basah di dataran rendah hingga ketinggian 1500 m eter diatas permukaan air dan merupakan taman asli yang mulai dari Asia Tenggara sampai Pasifik Barat, termasuk Indonesia.

Mentimun di Kecamatan Picung dapat di produksi dalam kurun waktu satu tahun selama tahun 2013 sebanyak 3.000 kwintal
TOPOMINI
POTENSI DAERAH
Produksi Kacang Panjang di Kabupaten Pandeglang pada tahun 2012 mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya yaitu tercatat sebanyak 65.476 kwintal.Penyumbang terbesar produksi kacang panjang di Kabupaten Pandeglang yaitu Kecamatan Cadasari.Pada tahun 2012, produksi kacang panjang di Kecamatan cadasari tercatat sebanyak 3.420 kwintal
Potensi Ekonomi
Cadasari pokok katanya adalah cadas yang artinya lapisan tanah yang keras, batu yang terjadi dari padatan pasir dan tanah. Cadasari diartikan air yang keluar dari batu cadas.
Penamaan Cadasari didasarkan pada pertamuan Ki Pande dan Putri Arum. Ketika itu Putri Arum sedang mengalami dilemma dan mencari cara untuk menolak lamaran Pangeran Cunihin. Untuk memecahkan masalah tersebut kemudian Ki Pande mengajak Putri Arum ke kediamannya. Karena tempatnya yang sangat jauh Putri Arum tidak kuat lagi berjalan dan kemudian pingsan, dan hanya akan siuman/sadar jika diberi air gunung dari batu cadas, dan kemudian sang putrid tersadar dan semenjak itu dinamakan Puteri Cadasari.

Sejarah Singkat Cadasari
Karangtanjung diambil dari kegiatan masyarakat setempat yang membuat rumah tinggalnya berbahan baku batu karang. Karang-karang tersebut dicampur dengan kapur dibakar kelapa. Mayoritas masyarakat setempat juga berdagang karang yang dibakar tersebut menjadi pokok usaha
Sejarah Singkat Karangtanjung
Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Pandeglang Nomor 3 Tahun 2011 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kecamatan Karangtanjung Kabupaten Pandeglang,kawasan yang diperuntukan untuk lahan perkebunan dengan komoditas utama Cengkeh
diwilayah karangtanjung terdapat Kampung ternak Domba yang di mana cara pengelolaannya langsung di tangani oleh masyarakat
Potensi Daerah Karangtanjung
Majasari berasal dari dua kata yaitu Maja; Maja diambil dari nama tanaman yang sama dengan nama derah tersebut yaitu tanaman sekaligus nama buahnya yaitu tanaman Maja. Sari dalam kosmologi sunda seringkali diidentikkan dengan keindahan atau manifestasi dimensi feminitas. Ada juga versi yang mengatakan bahwa Majasari diambil dari salah satu tokoh legenda wilayah tersebut yaitu Ki Maja.
SEJARAH SINGKAT MAJASARI
POTENSI WISATA
CAS WATER PARK
Mandalawangi merupakan gabungan dari dua kata, yakni Mandala yang berarti wilayah, ada juga yang mengartikan gunung, dan asala kata andala yang berarti permukiman atau kumpulan (lembur atawa riungan) sedangkan Wangi bisa diartikan seungit kembang, minyak nu asal tina kembang (terj. Wangi bunga atau minyak yang berasal dari bunga).

Nama Mandalawangi sebenarnya hanyalah sebuah nama permukiman setingkat dusun denga nama Kampung Mandalawangi, termasuk dalam wilayah daerah administratif Desa
Mandalawangi, Kecamatan Mandalawangi
.
Kampung Mandalawangi yang menempati sebuah areal yang subur pada lembah sebelah barat sungai Cilemer, menurut tradisi masyarakat setempat memiliki legenda mengenai penamaan nama Mandalawangi.

Menurut legenda Mandalawangi berasal dari dua nama tokoh yaitu Ki mandala dan nyi Wangi. Kedua Pemuda dan pemudi tersebut bertemu dan membentuk keluarga , selanjutnya membuka kampung. Oleh keturunannya dinamakan kampung Mandalawangi.

Nama Mandalawangi juga mengingatkan pada kata sansakerta mandala, sebuah konsep dalam mitologi Hindu dan Konsep kekuasaaan Jawa-Hindu sebagai pusat konsentrik yang terasosiasi kuat dengan pusat kekuasaan, sehingga nama mandalawangi juga dihubungkan dengan tempat kuno dengan fungsi kesucian tempat itu pada periode Banten Girang antara abad X sampai dengan Abad XVI (Fadillah, 2002).

SEJARAH SINGKAT MANDALAWANGI
Potensi Pertanian
Produksi jamur di Kabupaten Pandeglang pada tahun 2012 mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya yaitu tercatat sebanyak 73.510 kwintal.Satu-satu Kecamatan penyumbang terbesar produksi jamur di Kabupaten Pandeglang yaitu Kecamatan Mandalawangi.Pada tahun 2012, produksi jamur di Kecamatan Mandalawangi yaitu tercatat sebanyak 69.100 kwintal
JAMUR
Kecamatan Pulosari berasal dari kata, yakni Pulo tanah anu
dikurilingan ku laut atau daratan di tengah laut (terj. Tanah yang dikelilingi oleh laut atau daratan di tengah laut), sedangkan Sari atau Sri dalam kosmologi sunda seringkali diidentikan dengan keindahan atau dimensi feminitas.

Nama Pulosari merujuk pada salah satu gunung yang terkenal dalam sejarah kebudayaan Banten masa lalu. Penamaan Pulosari kemungkinan nama sebuah tanaman yang banyak tumbuh liar di daerah pegunungan, nama tanaman tersebut sering pula disebut Palasan dengan nama Latn Alyxia stellata termasuk dalam keluarga apocynaceae. Ia merupakan tanaman merambat dengan kulit batang putih yang memiliki wangi tertentu dan rasanya pahit. Tanaman ini tumbuh liar d hutan dan dilading daerah pegunungan. Kulit batangnya mengandung zat-zat antara lain zat samak, kumarin, zat pahit dan alkaloida.

Informasi mengenai pentingnya Gunung Pulosari di masa lalu diceritakanpula bahwa Raja Padjajaran terakhir yang bernama Rangga Mulya atau Prabu Surya Kencana memerintah Padjajaran tidak berkedudukan di Pakuan melainkan di Pulosari, Pandeglang, sehingga disebut pucuk umun (Panembahan Pulosari). Pusat Kerajaan pulosari agak susah ditembus sehingga baru pada masa pemerintahan Maulana Yusuf dapat direbut oleh pasukan Islam.

SEJARAH PULOSARI
Produksi tomat di Kabupaten Pandeglang pada tahun 2012 mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya yaitu tercatat sebanyak 28.405 kwintal.Penyumbang terbesar produksi tomat di Kabupaten Pandeglang yaitu Kecamatan Cadasari.Pada tahun 2012, produksi tomat di Kecamatan Cadasari yaitu tercatat sebanyak 5.140 kwintal. disusul kemudian oleh Kecamatan pulosari yaitu sebanyak 2.150 kwintal
POTENSI EKONOMI
Nama Kecamatan ini diambil dari dua kata, yaitu Kadu nagaran buah sagede hulu jelema, bangunan aya nu buleud jeung aya nu lonyod , cangkangna ditapuk ku cucuk saperti cucuk nangka (terj. Nama buah sebesar kepala manusia, bentuknya ada yang bulat dan ada yang lonjong, kulitnya penuh duri seperti duri nangka), Kadu dalam Bahasa Indonesia adalah Durian atau juga ada yang menyebutnya Duren). Bentuknya berkisar dari lonjong sampai bulat, warna hijau kulitnya menjadi coklat, dan dagingnya kuning pucat sampai merah, tergatung pada spesies. Sedangkan Hejo dalam Bahasa Indonesia adalah hijau
MUASAL NAMA KADUHEJO
Koroncong diambil dari bahasa Sunda-Banten, keroncong atau ngoroncong yaitu membuat minyak keletik dari buah kelapa. Nama tersebut adalah kegiatan yang sering dulu dilakukan mayoritas masyarakat setempat disana sebagai salah satu kegiatan usaha.
ASAL KATA KORONCONG
Angsana merupakan nama jenis pohon yang bunganya kuning dan berbau jeruk. Angsana atau sono kembang (Pterocarpus indicus) adalah sejenis pohon penghasil kayu berkualitas tinggi dari Suku Fabaceae (Leguminosae, Polong-polongan). Kayunya keras, kemerah-merahan, dan cukup berat, yang dalam perdagangan dikelompokkan sebagai narra atau rosewood. Di pelbagai daerah, angsana dikenal dengan nama-nama yang mirip : asan (Aceh): sena, sona, hasona (Batak) : Asana sanasana, langsano, lansano (Min.); angsana, babaksana (Btw.); sana kembang (Jw., Md.). namun juga, nara (Bima, seram), nar, na, ai na (Tim.), nala (seram, Haruku), lana (buru), lala, lalan (Amb.), ligua (Ternate, Tidore, Halm.), Linggua (Maluku) dan lain-lain. Sebutan di negara-negara yang lain, diantaranya : apalit (filipina), pradu (Thailand), chandeng (Laos), padauk, sena, ansanah (Burma), Malay padauk, red sandalwood, amboyna (Bahasa Inggris), serta santal roug, amboine (Bahasa Prancis). Banyaknya pohon angsana di wilayah ini menjadi latar sejarah penamaan Kecamatan
ASAL USUL NAMA
ANGSANA
POTENSI EKONOMI
Produksi jagung di Kabupaten Pandeglang tahun 2012 mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya yaitu tercatat sebanyak 15.890 ton dari 12.577 ton pada tahun 2011. Kecamatan Angsana, Kecamatan Munjul, Kecamatan Sindangresmi, dan Kecamatan Panimbang merupakan penyumbang terbesar produksi jagung di Kabupaten Pandeglang.Pada tahun 2012, produksi jagung di Kecamatan Angsana tercatat sebanyak 3.863 ton dan merupakan produksi terbesar di Kabupaten Pandeglang disusul Kecamatan munjul sebanyak 2.276 ton, Kecamatan Sindangresmi sebanyak 1.431 ton, dan Kecamatan Panimbang sebanyak 1.428 ton
Nama Kecamatan ini diambil dari dua kata, yaitu Ci dan Sata. Secara Etimologis, dalam Bahasa Sunda Ci ringkesan tina kecap “Cai” (Terj. Ci merupakan ringkasan dari kata Cai yang berarti air). Sedangkan Sata merupakan serapan dari Bahasa Sangsakerta yang berarti saratus, atau Satha yang berarti ruangan untuk kumpulan semisal pendopo. Cisata juta dipakai untuk nama sungai yang berada di wilayah Kabupaten Pandeglang.
ASAL USUL
CIKEDAL
POTENSI EKONOMI
Pagelaran menurut kata dasarnya adalah Gelar tembong jeung bukti aya di bumi alam (terj. Nampak dan bukti keberadaannya di alam), selanjutnya memakai imbuhan Pa dan akhiran an. Pagelaran dalam bahasa Indonesia, Berpagelaran adalah suatu kegiatan dalam pertunjukan hasil karya seni atau hiburan kepada orang banyak pada tempat tertentu. Menurut salah satu versi, nama Pagelaran diambil dari hobi (kesukaan) masyarakat setempat dahulu dalam mengadakan pertunjukan seni, adat, hiburan, kegiatan peribadatan tertentu atau kegiatan lainnya dalam waktu yang lama dan rutin. Nama Pagelaran tersebut, dalam Bahasa Sunda juga dapat berarti merupakan sebutan bagi kegiatan berdagang, ngagelarkeun dagangan (terj. Menjajakan dagangan) yang merupakan salah satu rutinitas pokok masyarakat dahulu di daerah ini.
Sukaresmi terdiri dari 2 (dua) kata, yaitu Suka; bungah, resep, sudi (terj. Bahagia, Suka, Peduli). Sedangkan Resmi biasa diartikan berkesesuaian dengan aturan atau formal, normal
Asal Sukaresmi
Produksi buah pisang di Kabupaten Pandeglang pada tahun 2012 tercatat sebanyak 879.464 kwintal.Penyumbang terbesar produksi mangga di Kabupaten Pandeglang yaitu Kecamatan Pagelaran.Pada tahun 2012, total produksi pisang di Kecamatan Pagelaran tercatat sebanyak 232.000 kwintal. disusul oleh Kecamatan Sukaresmi sebanyak 176.000 kwintal
POTENSI
EKONOMI
Asal Muasal Kata Pagelaran
POTNSI EKONOMI
Produksi buah mangga di Kabupaten Pandeglang pada tahun 2012 tercatat sebanyak 304.286 kwintal.Penyumbang terbesar produksi mangga di Kabupaten Pandeglang yaitu Kecamatan Pagelaran.Pada tahun 2012, produksi mangga di Kecamatan Pagelaran tercatat sebanyak 44.200 kwintal
POTENSI EKONOMI
Kecamatan Labuan salah satu penyumbang terbesar untuk jenis ternak Ayam Ras setelah Kecamatan Mandalawangi dan di susul oleh Kecamatan Banjar
Labuan merupakan daerah pesisir laut di selat sunda merupakan daerah yang strategis di daerah pesisir,
nama Labuan dapat berarti Pelabuhan, atau tempat berlabuh kapal. Hal ini diperkuat dengan fakta bahwa di Kecamatan Labuan dahulu terdapat sebuah Teluk, yakni Teluk Lada; berdekatan dengan Tanjung Lesung dan Panimbang yang menjadi pusat perdagangan antar pulau/kerajaan. Namun kegiatan perdagangan tersebut akhirnya berhenti setelah letusan besar Gunung Krakatau tahun 1883 dan setelah disapu Tsunami, daerah itu dinyatakan tertutup.
Bukti dari daerah itu strategis biasa dilihat dari situs sejarah sisa perang dunia ke dua yaitu adanya dua bangunan benteng pertahanan sisa perang zaman Jepang. Adanya dua tempat sejarah itu jelas merupakan bukti Jepang memilih daerah Labuan sebagai tempat yang pas untuk diduduki, sebab banyak daerah lain yang sama adanya di pinggir laut. Terdapat banyak sisa zaman dahulu di daerah Labuan, yaitu benteng jembatan dua, benteng loterdam dan kereta api.

ASAL
USUL
KATA
LABUAN
Kecamatan Munjul adalah nama sebuah Kecamatan di Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, Indonesia,

Munjul dikenal juga sebagai negri kidul, karena munjul berada di pedalaman. Secara administratif, Kecamatan Munjul terdiri dari 9 (Sembilan) desa, 49 Rukun Warga (RW) dan 155 Rukun Tetangga (RT). Desa Kota Dukuh merupakan desa terkecil dengan luas 4,96 Km2, sedangkan Desa Gunung Batu merupakan desa terluas dengan ketinggian rata-rata dibawah 100 meter di atas permukaan laut.
Munjul, Bahasa Sunda, secara etimologis berarti Mucunghul yang dalam Bahasa Indonesia bisa diartikan Muncul. Ini berkaitan dengan tipologi atau kontur tanah didaerah tersebut. Ada juga mitos yang menyatakan bahwa orang dari daerah tersebut biasanya memiliki kelebihan atau kemampuan diatas rata-rata pada umumnya. Hal ini dimungkinkan berkaitan dengan Bahasa sunda Punjul: Pinunjul yang artinya mempunyai kelebihan dibanding yang lainnya.

Prasasti Munjul
Kecamatan Sumur terletak di ujung paling barat di Kabupaten Pandeglang,
Sisi utara dan barat berbatasan langsung dengan Selat Sunda, sebelah selatan dengan samudera Indonesia dan Sebelah timur berbatasan dengan Kecamatan Cimanggu. Kecamatan Sumur merupakan wilayah daratan rendah dengan rata-rata ketinggian 0-500 meter diatas permukaan laut (mdpl), dengan demikian hampir seluruh bagian daerah Kecamatan sumur adalah pantai. Karena lokasi Kecamatan Sumur ini berada di ujung barat Kabupaten Pandeglang Maka jarak dari Kecamatan ke ibu kota Kabupaten sangat jauh yaitu kira-kira 98 Km. Beberapa pulau kecil yang berada di Kecamatan Sumur, antara lain Pulau Umang, Pulau Oar, Pulau Manggir, Pulau Sumur dan Pulau lainnya.
Nama Kecamatan ini memiliki satu kata yang merujuk pada benda, secara etimologis, dalam bahasa sunda Sumur berarti tempat ngumpulkeun cinyusu di dinya keneuh atawa cai nua aya dijero taneuh (terj, tempat mengumpulkan mata air dan masih ditempat tersebut atau air yang berada didalam tanah). Keberadaan pulau sumur, yang diatasnya terdapat sumur purba menjadi latar sejarah penamaan kecamatan ini dan konon, sumur purba tersebut ada sejak lama serta memiliki beberapa keistimewaan, diantaranya debit serta rasa air yang selalu konstan tak mengenal musim. Bahkan pada saat air laut pasang ataupun surut debit dan rasanya tidak berubah

Kalimat Singkat Tentang
SUMUR
Seribu Keindahan Kecamatan Sumur
Secara administratif, Kecamatan Cimanggu berbatasan langsung dengan Kecamatan Sumur di sebelah barat,
Kecamatan Cibaliung disebelah timur dan Kecamatan Cigeulis disebelah utara. Sementara, sebelah selatan Kecamatan Cimanggu berbatasan langsung dengan Samudera indonesia dengan garis pantai terbentang luas dan memiliki daya tarik wisata. Luas wilayah Kecamatan Cimanggu adalah 190,15 kilometer persegi (Km2), atau sebesar 8,04 persen dari luas wilayah Kabupaten Pandeglang. Karena bertetangga langsung dengan Kecamatan Sumur, jarak dari kecamatan ke ibukota Kabupaten pun sama jauhnya yaitu kira-kira 98 Km.
Nama Kecamatan ini memiliki dua kata, yaitu Ci dan Manggu Dalam Bahasa sunda Ciringkesan tina kecap “cai” (terj. Ci merupakan ringkasan dari kata Cai yang berarti air). Manggu merupakan nama buah, yang dalam Bahasa Indonesia disebut Manggis. Manggis yang dalam istilah latinnya Garcinia mangostana merupakan tumbuhan tropis dan dipercayai berasal dari Asia tenggara. Pohon manggis biasa tumbuh mulai dari 7 hingga 25 meter. Banyaknya pohon Manggu di wilayah ini menjadi latar sejarah penamaan Kecamatan ini.

SINGKAT KATA TENTANG
KECAMATAN CIMANGGU
Nama Kecamatan ini memiliki dua kata, yaitu Ci dan Baliung. Secara etimologis, dalam Bahasa Sunda Ciringkesan tina kecap “cai” (terj. Ci merupakan ringkasan dari kata Cai yang berarti air). Baliung adalah alat untuk menebang pohon besar atau sebagai salah satu perkakas untuk membangun rumah. Di daerah lain disebut juga Kapak. Gagangnya terbuat dari kayu yang agak panjang (30-35 cm). Tenaga dan daya tekan Baliung harus lebih besar dari pada Bedog (Golok), dan karena itu dibuat dari besi baja yang lebih besar dan tebal pada bagian pangkal (bagian yang tumpulnya). Cibaliung juga dipakai nama salah satu sungai yang cukup besar diwilayah Kabupaten Pandeglang
Full transcript