Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

LAPORAN KASUS

No description
by

Miya Hartanti

on 4 September 2013

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of LAPORAN KASUS

LAPORAN KASUS
“ Ulkus Dekubitus”

PENDAHULUAN
Prevalensi ulkus pada mukosa mulut rata- rata berkisar antara 25% pada populasi dunia.
Ulkus dekubitus merupakan lesi oral yang sering dijumpai. Penyebab ulkus traumatik (ulkus dekubitus) beragam, meliputi gigi yang patah atau tajam, penggunaan instrumen dental yang tidak benar, makanan keras, benda asing tajam, mukosa yang tergigit, dan iritasi. Lokasi ulkus dekubitus dapat dimana saja dalam mulut namun paling sering ditemukan pada tepi lateral lidah, mukosa buccal, bibir, dan fossa labioalveolar dan buccaalveolar.
PEMBAHASAN
Ulkus diartikan sebagai defek lokal atau ekskavasi permukaan jaringan atau organ, yang lebih dalam dari jaringan epitel.
Ulkus dekubitus adalah suatu inflamasi (ulkus) yang disebabkan oleh trauma atau iritasi tajam yang terjadi secara terus- menerus dan lama.
LAPORAN KASUS
ULKUS DEKUBITALIS
Seorang wanita berumur 50 tahun datang ke RSGM dengan keluhan utama adanya borok pada mukosa pipi kiri sejak 2 bulan yang lalu yang tak kunjung sembuh meskipun telah diobati dengan macam-macam obat kumur maupun salep. Tak ada keluhan sakit.
KESIMPULAN
Telah dilaporkan seorang wanita berusia 50 tahun datang dengan keluhan utama adanya borok pada mukosa pipi kiri sejak 2 bulan yang lalu, tak kunjung sembuh meskipun telah diobati dengan macam-macam obat kumur maupun salep. Tidak ada keluhan sakit. Pasien tidak tampak menderita sakit.
Dwi Wulandari
Laila Arumatin D
Rosi Prajuritama

RUMUSAN MASALAH
Bagaimana cara mendiagnosis dan penatalaksanaan ulkus dekubitus?”
TUJUAN
Tujuan dari pembuatan laporan ini adalah untuk mengetahui cara mendiagnosis suatu lesi dengan melakukan berbagai pemeriksaan untuk memperoleh diagnosis yang benar.
MANFAAT
Penulisan laporan kasus ini dapat memberikan manfaat bagi penulis untuk menambah pengetahuan bagi mahasiswa/i Unissula sebagai bahan referensi mengenai ulkus dekubitus.
Dari gambaran klinis pasien tersebut Bentuk ulkus sesuai dengan penyebabnya, soliter dan ukuranyan bervariasi. Permukaanya tertutup selaput putih kekuningan dan dikelilingi tepi yang lebih tinggi dan keras pada perabaan.
Pada pemeriksaan intraoral ditemukan ulkus pada permukaan mukosa bukal yang berdekatan dengan oklusal gigi yang mengalami nekrosis radik. Ulkus berbentuk tidak beraturan, unilateral, soliter, dasar lesi jaringan nekrotik berwarna kuning dengan tepi keras dan tepi lebih tinggi dari jaringan sekitar, konsistensi sama dengan jaringan sekitar, lesi tidak dapat digerakkan dari dasarnya.
Pemeriksaan Rongga Mulut
DIAGNOSIS SEMENTARA
Ulkus Dikubitus
DIAGNOSIS BANDING
Ulkus tuberculosis
Eusinofilik ulser granulomatosa
Squamous Cell Carcinoma
Etiologi ulkus dekubitalis antara lain: akar gigi sulung yang terdesak menembus mukosa, tepi karies yang tajam, tergigit akibat gigi malposisi, dan gigi palsu yang kedudukannya tidak tepat.
Patogenesis terjadinya ulkus dekubitus adalah jaringan lunak tertekan dalam waktu lama sehingga menyebabkan gangguan mikrosirkulasi jaringan lokal yang menghasilkan hipoksia jaringan yang disebut iskemi jaringan pada tahap ini terjadinya kerusakan jaringan yang terlihat seperti hiperemi jaringan dan menyebabkan vasodilatasi dan indurasi yang berlebihan sebagai respon dari tekanan.
Dalam menegakkan diagnosis ulkus di mukosa mulut, anamnesis dan pemeriksaan fisik menjadi modalitas utama, disamping pemeriksaan penunjang.
Anamnesis mengenai riwayat penyakit saat ini maupun terdahulu perlu dilakukan secara cermat untuk mendapatkan data yang dibutuhkan dalam upaya menegakkan diagnosis tersebut.
Pemeriksaan Ulkus
Antara lain :
Lokasi
Jumlah ulcerasi
Ukuran lesi
Bentuk lesi
Dasar lesi
Tepi lesi
Diagnosis Ulkus Dekubitus
Diagnosis ulkus dekubitus didapat dari anamnesis, pemeriksaan dan gambaran klinis. Gambaran Klinis ukuran ulkus bervariasi dengan diameter dari beberapa milimeter sampai beberapa centimeter, bergantung pada intensitas, durasi, dan jenis trauma, serta infeksi sekunder yang dapat terjadi.
Diagnosis banding dari ulkus dekubitus adalah eosinophilic ulcer , karsinoma sel skuamosa, dan ulkus TBC. Beberapa ulkus karena trauma dapat menyerupai karsinoma sel skuamosa atau ulkus granulomatosa (yaitu ulkus yang disebabkan karena infeksi jamur atau kuman tuberkulosis). Bila ulkus tidak responsif terhadap pengobatan, pengambilan sampel untuk biopsy dapat dipertimbangkan untuk menyingkirkan keganasan.
Karsinoma sel skuamosa pada bukal memiliki gambaran klinis yang sama dengan ulkus dekubitus yaitu patch yang berwarna putih, eksofitik, dan tidak sembuh tetapi pada karsinoma sel skuamosa memiliki criteria berupa ulkus tunggal yang bersifat kronis, berindurasi, tepi tidak rata, dengan dasar granular, terdapat adanya pembesaran kelenjar limfe, biasanya mengenai lidah posterolateral berupa benjolan atau ulkus dan mengenai kelenjar limfe submandibular.
Sedangkan ulkus granulomatosa memiliki gambaran klinis ulkus bulat, tanpa gejala, tanpa rasa sakit, seringkali bersama-sama dengan limphadenopati leher dan gangguan pernapasan primer. Maksudnya ulkus timbul setelah infeksi paru-paru yang lamanya sudah berminggu-minggu sampai berbulan-bulan. Ulkus oral dapat menetap berbulan-bulan sampai bertahun-tahun sampai penyakit dasar tidak dirawat.
Terapi 
Penatalaksanaan terhadap ulkus bergantung pada penyebab ulkus, ukuran, kronisitas, tingkat keparahan dan lokasinya. Terapi ulkus yang disebabkan oleh trauma secara umum adalah menghilangkan faktor penyebab. Trauma kimia dan suhu menyebabkan nyeri yang hebat pada mukosa oral, sehingga memerlukan analgesik selama penyembuhan.
Terapi suportif seperti memperbaiki oral higiene dan penggunaan obat kumur sangat disarankan. Modalitas terapi untuk ulkus traumatik adalah hindari faktor penyebab, gunakan covering agent, konsumsi diet lunak, kumur dengan NaCl hangat.
Terapi yang diberikan adalah

Mengeliminasi faktor penyebab yaitu ekstraksi pada gigi yang mengalami nekrosis radik.
Terapi simptomatik berupa anestetikum oles
Terapi kausatif berupa obat kumur
Terapi suprtif berupa pemberian multivitamin
Edukasi dan motivasi kepada pasien.
Rencana Perawatan
Menghilangkan faktor iritan
Solcoceryl
Observasi 1 minggu
Perawatan biopsi jika tidak sembuh
Pada pemeriksaan intraoral ditemukan mukosa bukal sebelah kiri : ulkus dekubitus positif berdekatan dengan gigi yang mengalami nekrosis radik. Dengan gambaran klinis Ulkus berbentuk tidak beraturan, unilateral, soliter, berdiameter ± 1 cm, dasar lesi jaringan nekrotik berwarna kuning dengan tepi keras dan tepi lebih tinggi dari jaringan sekitar, konsistensi sama dengan jaringan sekitar, lesi tidak dapat digerakkan dari dasarnya. Hasil ini semua sesuai dengan gambaran klinis ulkus dekubitus et causa nekrosis radik.
SARAN
Saran yang ingin disampaikan penulis dari penyusunan laporan kasus ini adalah:
Diharapkan dapat dilakukan pembahasan lebih lanjut mengenai hubungan ulkus dekubitus dengan penyakit sistemik.

Perlu ditingkatkan upaya pencegahan faktor traumatik terhadap mukosa mulut.

Diharapkan dokter gigi dapat lebih mengetahui lesi keganasan atau bukan, karena pada gejala awal lesi keganasan tidak menimbulkan rasa sakit, sehingga tidak menimbulkan kapanikan pasien.

DAFTAR PUSTAKA
Anitasari, S. HIV-AIDS dan Tuberkulosis Rongga Mulut. CDK 183/Vol.38 no.2/Maret - April 2011
Birnbaum, W. dan Dunne, S.M., 2010, Diagnosis Kelainan Dalam Mulut Petunjuk bagi Klinisi, Penerbit Buku Kedokteran, EGC, Jakarta.
Bruch, Jean M, Nathaniel S. Treister. “Clinical Oral Medicine and Pathology”. Springer New York. 2010.
Greenberg M, Glick M. “Burket’s oral medicine”. Ed. Ke-11. Hamilton: BC Decker; 2003.
Hirshberg, Abraham, et al. Traumatic Ulcerative Granuloma With Stromal Eosinophilia A Reactive Lesion of the Oral Mucosa. Am J Clin Pathol 2006;126:522-529
Neville, B.W., Damm, D.D., Allen, C.M., Bouquot, J.E., 2009, Oral and Maxillofacial Pathology, 3rd edition, Elsevier, India
Paleri, Vinidh, Evaluation of oral ulceration in primary care. BMJ 2010;340:c2639
Scully C. “Erytroplakia, leukoplakia, keratosis, and another potentially malignant lesions. In Oral and Maxillofacial Medicine. The Basis of Diagnosis and Treatment. Sidney”, Toronto. 2004: 287-305
Vasconcelos, Marcelo Gadelha, et al, Eosinophilic ulcer of the lateral tongue: case report, RSBO. 2011 Oct-Dec;8(4):459-63
Full transcript