Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

SOLUSI PERSOALAN WAKAF INDONESIA

No description
by

Khamim Hudori

on 18 December 2014

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of SOLUSI PERSOALAN WAKAF INDONESIA

Dr. NURUL HUDA,SE,MM,Msi
KETUA PROGRAM MM UNIVERSITAS YARSI

Seminar Internal
Sekolah Pascasarjana Universitas YARSI
Kamis , 18 Desember 2014

PERSOALAN WAKAF INDONESIA
SOLUSI PERMASALAHAN WAKAF
SOLUSI PERSOALAN WAKAF INDONESIA
AGENDA
Esensi Dasar Wakaf
Persoalan Wakaf
Solusi Wakaf
ESENSI DASAR WAKAF
Pengertian
Hukum Wakaf
Penggolongan Wakaf
Potensi Wakaf
PENGERTIAN WAKAF (1)
PENGERTIAN WAKAF (2)
Wakaf diartikan sebagai perbuatan hukum waqif untuk memisahkan dan/atau menyerahkan sebagian harta benda miliknya untuk dimanfaatkan selamanya atau untuk jangka waktu tertentu sesuai dengan kepentingannya guna keperluan ibadah dan/atau kesejahteraan umum menurut syariah (Undang-Undang nomor 41 tahun 2004 tentang wakaf).

HUKUM WAKAF (1)

Hukum wakaf adalah jaiz, bahkan mayoritas dari kalangan Syafi’iyyah berpendapat bahwa hukum wakaf adalah sunnah. Dalil-dalil yang menjadi rujukan mereka adalah: pertama, firman Allah SWT:“Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna) sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai” (QS Ali Imran: 92).

Ayat tersebut mengisyaratkan anjuran bersedekah, sedangkan wakaf adalah bentuk dari sedekah karena itu wakaf mengikuti hukum sedekah yaitu sunnah. Kedua, Anas bin Malik berkata: ketika ayat ini turun Abu Thalhah berkata: “Sesungguhnya Allah meminta kami mengeluarkan sebagian harta yang ada pada kami, maka saksikanlah wahai Rasulullah saya jadikan tanah saya untuk Allah”

HUKUM WAKAF (2)
PENGGOLONGAN WAKAF
Wakaf menurut aspek tujuan
Wakaf menurut aspek waktunya
Wakaf menurut aspek penggunaan dan pengelolaan mauquf bih
Wakaf Menurut Aspek Tujuan


Wakaf yang dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat umum secara luas.




Wakaf yang manfaatnya diperuntukkan bagi keluarganya atau kerabat dan keturunannya tanpa membedakan antara yang kaya dan miskin, yang sehat dan sakit di antara mereka.

WAKAF AHLI
WAKAF KHAIRI
WAKAF MUSYTAROK
Wakaf yang manfaatnya diperuntukkan bagi masyarakat umum dan keluarga.

Wakaf Menurut Aspek Waktunya



Wakaf yang bersifat abadi, dalam hal ini seperti tanah, bangunan, dan benda bergerak dengan syarat bersifat abadi untuk diwakafkan.

WAKAF MU'ABBAD
Wakaf yang pemanfaatannya dibatasi waktunya oleh waaqif, atau harta yang bersifat tidak abadi ketika digunakan atau dimanfaatkan

WAKAF MU'AQQAT
Wakaf Menurut Aspek Penggunaan dan Pengelolaan Mauquf Bih
WAKAF LANGSUNG
Harta yang dimanfaatkan secara langsung untuk mewujudkan tujuan dari wakaf itu sendiri, seperti: masjid untuk sholat, sekolah untuk belajar, Rumah sakit untuk pengobatan.

WAKAF PRODUKTIF
Harta yang dimanfaatkan dan diolah sumbernya, sehingga hasil
dapat di infakkan dan sedekahkan
(akan dijelaskan secara terperinci pada pembahasan berikutnya).

POTENSI WAKIF
Jika diasumsikan penduduk muslim kelas menengah di Indonesia sebanyak 10 juta jiwa, dan setiap tahun masing-masing berwakaf sebanyak Rp. 50.000,
maka setiap tahun akan terkumpul Rp. 500 miliyar
REGULATOR
NAZHIR
WAKIF
REGULATOR

1. Minimnya biaya APBN untuk sertifikasi
2. Sosialisasi UU Wakaf masih kurang
3. Rendahnya koordinasi BWI dengan instansi
terkait untuk optimalisasi

NAZHIR
1. Rendahnya kompetensi nazhir dalam pengelolaan
2. Nazhir bukan sebagai profesi utama
3. Pengelolaan belum optimal

WAKIF
1. Budaya pemberian langsung ke personal
2. Rendahnya pemahaman
3. Wakif tidak koordinasi dengan ahli waris

REGULATOR
Penambahan alokasi APBN

Sinergi dengan BPN untuk sertifikasi

Penggunaan APBD untuk tiap wilayah

Sinergi dengan lembaga dakwah

Pembuatan buletin

Optimalisasi melalui media online

Sinergi dengan menkominfo

Koordinasi dengan BPS

Koordinasi dengan BAZ atau LAZ

Koordinasi dengan pemda

NAZHIR
Pelatihan intensif nazhir
Meningkatkan insentif nazir
Standarisasi nazhir
Optimalisasi database
Transformasi nazhir individu menjadi lembaga
Sertifikasi nazhir
Sinergi degan PT setempat
Sinergi dengan instansi terkait
Ekspansi dan inovasi pengelolaan .

WAKIF
Kemudahan layanan dari nazhir
Kejelasan surat
Edukasi pada masyarakat
Sosilaisasi melalui media.
Koordinasi dengan nazhir dan ahli waris dalam pemberian
Kemudahan mendapatkan informasi
Mendorong kesadaran masyarakat untuk berWAKAF pada lembaga
Penyerahan dibuatkan berita acara

TERIMA KASIH

WASSALAAMU'ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH
Full transcript