Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Perfume, Oleh: Evan, Jessica, Somya

No description
by

Somya Astari

on 18 February 2013

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Perfume, Oleh: Evan, Jessica, Somya

Oleh: Evan, Jessica, Somya PENGALAMAN PENGARANG MEMPENGARUHI PENULISAN NOVEL Persamaan Perfume Dan Cerita-Cerita tersebut Dari persamaan antara tokoh Grenouille dalam "Perfume", Mr. Sommer dalam "The Story of Mr. Sommer" dan Jonathan dalam "The Pigeon", bisa dilihat bahwa sang pengarang menekankan suasana misterius dalam karya-karyanya.
Tokoh Grenouille, Mr. Sommer, dan Jonathan merupakan penyendiri yang ditinggalkan orang-orang di sekeliling mereka, dan berakibat buruk.
Sang pengarang berpendapat bahwa cinta dan kematian adalah hal yang sama. Hal ini menjelaskan mengapa karya-karyanya begitu bersifat pesimis tentang cinta. Biografi Pengarang Kondisi Paris pada abad ke-18 Sangat kotor dan masyarakat terbagi menjadi dua yaitu kaya dan miskin.
Kebanyakan rakyat miskin karena memang pada saat inilah rakyat kaya baru bertambah dengan adanya ‘Bourgeois Liberal Revolution’.
Sangat padat; sekitar 6000-7000 warga tinggal disana.
Aroma kota Paris juga bau karena aroma yang sangat bau dari toko-toko di pasar Paris.
Parfum sangatlah terkenal pada abad itu. Maka itulah Paris juga berbau harum, tetapi hanya pada bagian Paris yang kaya. Tokoh & Penokohan Grenouille digambarkan sebagai seorang “pembawa sial”.
Bapa Terrier, simbol bahwa semua orang berdosa.
Madame Gaillard: Ia merepresentasikan sosok orang yang kejam yang akan mendapat karma di kemudian hari karena ia sendiri mati dengan cara yang tragis.
Baldini: orang yang sangat peduli akan nama baiknya di mata masyarakat sehingga terlihat menggelikan.
Marquis de la Taillard-Espinasse: orang-orang yang memiliki ide tidak masuk akal tentang dunia. Omong kosongnya tidak baik didengarkan. Hubungan Novel dan Pengarang Pada waktu kuliah, Patrick Süskind mengambil jurusan abad pertengahan dan sejarah modern. Perfume adalah novel sejarah fiksi.
Setelah lulus kuliah, sang pengarang pindah ke Paris. Paris adalah salah satu latar tempat di novel ‘Perfume’.
Sang penulis merupakan sosok misterius yang selalu menolak permintaan wawancara dan menolak diberi penghargaan untuk tulisannya. Kemisteriusan ini sama seperti sang tokoh utama ‘Perfume’ yaitu Grenouille yang tidak pernah berbagi hal pribadinya dengan orang lain.
Suskind menjelajah Perancis Selatan, yang terkenal dengan daerah pembuatan parfum. Disinilah ia memilih bahan untuk novelnya, Perfume.
Patrick Suskind adalah orang Jerman. Tokoh utama Perfume, Grenouille, mirip dengan diktator Jerman pada zaman Nazi, Adolf Hitler. Keduanya kejam, kedua orang tua mereka meninggalkan mereka, dan keduanya ingin disembah. Nama lengkap: Patrick Süskind
Lahir: Bavaria, Jerman, 26/03/1949
Pekerjaan: penulis skenario, penulis novel
Keluarga: Wilhelm Emanuel Süskind (ayah), seorang jurnalis politik, penulis, dan penerjemah. Kakaknya berprofesi sebagai jurnalis.
Edukasi: Jurusan abad pertengahan dan sejarah modern di "Ludwig Maximilian University of Munich" (1968-1974).
Karya:
The Double Bass (skenario, 1981)
Perfume (1985)
The Pigeon (1988)
Three Stories and a Reflection (1996) Prancis Pra-revolusi SIMBOLISASI Menjelang zaman revolusi Prancis, lahir seorang bayi bernama Grenouille. Ia adalah seorang yatim piatu setelah ibunya dipenggal. Grenouille mempunyai bakat penciuman yang kuat. Namun, ia sendiri tidak mempunyai aroma tubuh. Maka karena itu, orang-orang di sekitarnya tidak merasa nyaman bila berada di dekatnya. Karena merasa tersisihkan dari masyarakat, Grenouille ingin menciptakan sebuah parfum yang dapat memuaskan dirinya sendiri. Menurutnya, untuk mencapai tujuannya tersebut, ia harus mengambil aroma dari gadis-gadis dengan cara membunuh mereka. Ringkasan Novel "Perfume" Kelas sosial: bayangan dari jaman revolusi Prancis yang akan menghapuskan kelas-kelas sosial.
Kemiskinan
Angka kelahiran sangat tinggi. Contohnya: "Paris menghasilkan sepuluh ribu bayi resmi, haram, dan yatim piatu setiap tahun." - Novel "Perfume", hlm. 34, baris 18-19. Bau: dosa orang-orang.
Parfum: menutupi dosa, sebuah benda yang dapat menonjolkan kebaikan orang tersebut.
Grenouille yang tidak ada aroma badan: tidak memiliki identitas diri.
Gua tempat Grenouille tinggal selama 7 tahun di Auvergne: sebuah tempat terisolasi yang membuat Grenouille merasa terlahir kembali.
Gadis yang Grenouille bunuh: simbol dari kesucian. Karya-Karyanya Yang Lain Secara Singkat The story of Mr. Sommer: berlatar belakang saat perang dunia kedua di sebuah kota kecil di Jerman, cerita ini bercerita tentang masa kecil seorang pria penyendiri yang selalu direndahkan teman-temannya. The pigeon: Sebuah novel yang bercerita dalam kurun waktu 1 hari tentang Jonathan, seorang pria yang kehilangan orang tuanya saat masih kecil, dijodohkan oleh pamannya, lalu ditinggalkan istrinya untuk orang lain. Setelah perang dunia kedua, Jonathan yang hidup sebagai seorang penyendiri bekerja sebagai petugas keamanan di sebuah bank di Paris. Jonathan yang terkena gangguan saraf merasa hidupnya berubah setelah seekor burung merpati hinggap di apartemennya. On Love and Death: sebuah karya non-fiksi yang terdiri dari kumpulan-kumpulan esai Patrick Suskind tentang cinta dan kematian. Kesimpulan Sang pengarang mempelajari sejarah abad pertengahan dan modern sehingga latar belakang Perfume (Paris menjelang revolusi) juga terkesan meyakinkan.
Ia tinggal menyendiri di Paris, yang menyebabkannya menggambarkan tokoh-tokoh ciptaannya sebagai seorang penyendiri juga. Analisa Pengarang merupakan seorang penyendiri yang bersifat pesimis terhadap orang-orang di sekitarnya.
Ia pencinta alam, yang menghargai ketentraman di wilayah yang belum terjamah manusia.
Ia tidak suka dengan orang-orang yang penuh kebohongan dan materialistik. Penutup Bisa disimpulkan bahwa pengalaman pengarang mempengaruhi penulisan novel karena pengalaman hidup seseorang dapat membentuk jalan pikir mereka. Salah satu contohnya yaitu Patrick Suskind yang selalu menulis novel tentang seseorang yang tidak dapat dimengerti oleh masyarakat. Contohnya tokoh Grenouille dari Perfume yang selalu menyendiri dari masyarakat.
Full transcript