Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

POSTCOLONIALISM NARRATION IN FICTION

No description
by

noalsya nasa

on 22 April 2014

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of POSTCOLONIALISM NARRATION IN FICTION

POSTCOLONIALISM NARRATION IN FICTION
Kesimpulan
Novel "Sang Pemimpi" mengandung narasi postkolonialisme dalam diskursus 'Barat' yang sangat dominan didalam setiap peristiwa-peristiwa yang disajikan melalui pembacaan postkolonial

Narasi kecil dalam Novel "Sang Pemimpi" termasuk persoalan inferioritas, superioritas, hegemoni Barat terhadap identitas diri anak Melayu pedalaman di Belitong
Saran
Penelitian Selanjutnya
Meneliti satu rangkaian buku Tetralogi "Laskar Pelangi" dengan menggunakan pendekatan poststrukturalisme melalui pembacaan dekonstruksi postkolonialisme
Pembahasan
1. Unsur-Unsur Narasi

2. Struktur Naratif

3. Aktan dan Model Fungsional
Unsur-Unsur Fiksi
Cerita (Story)

Alur (Plot)

Latar Waktu (Time Setting)

Latar Ruang/Tempat (Space Setting)

Karakter (Character)

Narator (Narrator)
Cerita (Story)
1. Babak Waktu Pertama
Cerita dimulai dari Desa Gantong ketika Arai berusia tepat enam tahun atau ketika ia berada di sekolah dasar hingga saat kedua orangtua Arai meninggal
Cerita (Story)
2. Babak Waktu Kedua
Cerita didikisahkan berlangsung di Manggar saat Ikal, Arai, dan Jimbron mulai merantau dari desa Gantong ke sekolah di SMA "SMA Negeri Magai, Manggar hingga mereka lulus SMA
Cerita (Story)
3. Babak Waktu Ketiga
Cerita dikisahkan dengan mengambil setting di Jakarta, dimulai dengan merantaunya Ikal dan Arai ke Jakarta untuk hingga akhirnya Ikal dipisahkan dengan Arai dan kemudian bertemu lagi saat tes beasiswa Uni Eropa.
Alur (Plot)
Gambar. 3.1. Skema Alur Novel Sang Pemimpi
Cerita (Story)
Cerita "Sang Pemimpi" adalah cerita yang kronologis yang terdiri dari tiga babak waktu penceritaan. Babak waktu tersebut di identifikasi melalui perbedaan pengambilan tempat terjadinya peristiwa-peristiwa
Latar Waktu
(Time Setting)
Bagaimana narasi postkolonialisme di bentuk pada novel Sang Pemimpi ?

Bagaimana oposisi biner di konstruksi dalam novel Sang Pemimpi ?

Rumusan Masalah
Prancis
Premis
Mimpi dan Harapan
Anak Melayu Pedalaman
Tiga orang anak Melayu pedalaman di Belitong yang sangat mengagumi Sorbonne: Paris, dan
memiliki harapan untuk berkelana ke Eropa hingga Afrika serta bermimpi untuk menemukan berlian
budaya di Prancis
Latar Belakang Masalah
1. Novel Sebagai Media Komunikasi Produksi Makna

2. Postkolonialisme Dalam Tradisi Kritis Teori Komunikasi

3. Ideologi dan Oposisi Biner

4. Naratif Dalam Kajian Media
Kerangka Teori
Tujuan Penelitian
a) Menjawab rumusan masalah terkait narasi postkolonial dan oposisi biner

b) Mengetahui Unsur-Unsur Novel dan Struktur Naratif Novel Sang Pemimpi
Manfaat Penelitian
a) Memberikan sumbangsih kajian lintas disiplin untuk memperkaya kajian-kajian komunikasi

b) Memperkaya kajian postkolonialisme di Indonesia

c) Memberikan pijakan untuk penelitian selanjutnya terkait kajian postkolonial
Batasan Masalah
a) Strukturalisme sebagai pendekatan dalam kajian naratif ini

b) Postkolonial sebagai strategi pembacaan teks

c) Operasi binarisme 'Barat' dan ' Timur' sebagai kerangka berpikir
Novel Sebagai Media Komunikasi Produksi Makna
Novel dan cerita pendek merupakan dua bentuk karya sastra yang sekaligus disebut fiksi. (Siswanto, 2008:127)

"Sastra adalah salah satu cabang seni yakni 'seni bahasa' yang menggunakan bahasa sebagai medium". (Danziger & Johnson, dalam Budianta, dkk., 2002:7)

"Bahasa adalah wahana komunikasi". (Sumarsono, 2009:22)

"Communication as the production of meanings, it is concernet with how messages, or texts, interact with people in order to produce meanings; that is, it is concerned with people of text in out culture. (Fiske, 1990:2)

Komunikasi dilihat sebagai produksi dan pertukaran makna, maka sastra sebagai seni bahasa, menggunakan bahasa sebagai media produksi makna.
Postkolonialisme Dalam Tradisi Kritis Teori Komunikasi
"We use the term 'postcolonial', however, to cover all the culture affected by the imperial process from the moment of colonization to the present day." (Aschroft, et.al., dalam Childs & Williams, 1997:3)

"Postcolonial theory is thus very much concerned with power—another basic component of the critical tradition... Postcolonial theorist ask the dicipline of communication to examine ways of communicating that take into account..." (Littlejohn, 2005:332)

Teori postkolonialisme adalah teori kritis yang digunakan untuk menganalisis masalah-masalah kultural, sejarah, politik, ekonomi, sastra, yang terjadi di negara bekas koloni Eropa. (Ratna, dalam Halimah, 2012:14)

"Postkolonialisme adalah strategi bacaan yang menghasilkan pertanyaan-pertanyaan untuk membantu mengidentifikasi adanya tanda-tanda kolonialisme dalam teks sastra serta menilai sifat dan pentingnya efek tekstual dari tanda-tanda tersebut." (Foulcher & Day, dalam Toer & Soesman, 2003:3)


Postcolonialism
Postkolonialisme
Pascakolonialisme
Neocolonialism
[Eng]: post-colonialism {post·co·lo·nial·ism}

[Eng]: Postcolonialism {post·co·lo·nial·ism}

[Eng]: neocolonialism {neo·co·lo·nial·ism}
[Ind]: neokolonialisme {neo-ko·lo·ni·al·is·me
[Eng]: postcolonialism {post·co·lo·nial·ism}

Ideologi dan Oposisi Biner
Oposisi biner atau (binary opposition) adalah cara pandang dan juga mirip dengan sebuah operasi ideologi, dimana ideologi menarik garis batas yang tegas diantara oposisi konseptual seperti kebenaran dan kekeliruan, bermakna dan tidak bermakna, pusat dan pinggiran." (Sarup, 2011:54)

"Wacana postkolonial adalah wacana yang mewakili sistem ideologi Timur untuk menanamkan pemahaman ulang sekaligus memberikan citra diri baru terhadap bangsa Timur mengenai hegemoni Barat."

Narasi memperkuat ideologi yang ada di masyarakat lewat cerita, karakter, dan peristiwa, dengan memperkenalkan apa yang baik dan apa yang buruk. (Eriyanto, 2013:161)

"Narasi juga menyampaikan ideologi sebuah budaya, dan merupakan cara yang didalamnya nilai-nilai dan ideal-ideal direproduksi secara kultural." (Stokes, 2007:72)
Naratif Dalam Kajian Media
"it is important to realize that in Media Studies, narrative is an equally important element in the construction of both fiction and non-fiction text." (Benyahiah, 2013:1)

Naratif (narrative) ialah bentuk cerita yang dikisahkan oleh narator (the story that the narrator tells), sedangkan narasi (narration) ialah 'tindak laku' menceritakan (the act of telling). [hal. 36-38]

.Naratologi adalah teori dari kajian naratif, sedangkan narasi adalah bagian dari kajian naratif. [Hal. 34-35]

Narasi adalah suatu bentuk wacana..." (Keraf, 2010:136)

"Novel has been the narrative genre most typically studied in traditional narrative studies." (Fulton, et.al., 2006:12)
Unsur-Unsur Novel
a) Cerita (Story)

b) Alur (Plot)

c) Latar Waktu (Time Setting)

d) Latar Ruang/Tempat (Space Setting)

e) Karakter (Character)

d) Narator (Narrator)
Struktur Naratif
Five basic stages of narrative
Tzvetan Todorov
Metode Penelitian
1. Jenis Penelitian

2. Objek Penelitian

3. Teknik Pengumpulan Data

4. Teknik Analisis Data

5. Tahapan Analisis
Jenis Penelitian
Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang mengkususkan dirinya akan kepentingan terhadap makna dan peanfsiran

Penelitian ini menggunakan pendekatan strukturalisme
Obje Penelitian
Judul : Sang Pemimpi
Pengarang : Andrea Hirata
Penerbit : Bentang
Tebal : 20,5 cm
Cetakan : Ketiga
Tanggal Terbit : April 2012
Jenis : Novel
Teknik Pengumpulan Data
Mengumpulkan teks-teks referensi dengan studi kepustakaan
(library research)

Teks Primer: Seluruh teks Novel Sang Pemimpi

Teks Sekunder: Buku, eBook, Jurnal, Internet, Kamus, Ensiklopedia, dll.
Teknik Analisis Data
1. Analisis Unsur-Unsur Novel

2. Analisis Struktur Naratif

3. Anaisis Aktan dan Model Fungsional

Analisis
Unsur-Unsur Novel
a) Cerita (Story)
b) Alur (Plot)
c) Latar Waktu (Time Setting)
d) Latar Ruang/Tempat (Space Setting)
e) Karakter (Character)
d) Narator (Narrator)
Analisis Struktur Naratif
Todorov's five basic stages of narration. (Branigan, 1992:4)

1) A state of equilibrium at the outset

2) A diseruption of the equilibrium by some action

3) A recognition of that there has been a diseruption

4) An attempt to repair the sideruption

5) A reinstatement of the initial equilibrium
Analisis Aktan
Gambar. 1.5. Skema Aktan Greimas
Sumber : Figure 1, Czarniawska, et. al., (2013:13)
Analisis Model Struktur Fungsional
Gambar. 1.5. Model Struktur Fungsional Greimas
Sumber : Model Fungsional Greimas, (Rokhmansyah, 2013:102)
Kolonialisme (Colonialism)
Durasi cerita (story duration):
- Jarak waktu : 1977 - 1993
- Lama waktu : 16 tahun

Durasi alur (plot duration):
- Jarak waktu : 1989 - 1993
- Lama waktu : 7 tahun

Durasi teks (screen duration): 248 halaman

Durasi (Duration)
Unsur Latar Waktu (Time Setting) terdiri atas dua sub unsur yakni
Durasi (Duration) dan Urutan (Order)
Urutan Cerita (Story Order) : a – z, aa – vv

Urutan Alur (Plot Order) : m, n, q, a – z, aa – vv

Urutan Teks (Screen Order) : q, a – z, aa- vv

Urutan (Order)
Karakter Mayor : 3 Karakter (Ikal, Arai, & Jimbron)

Karakter Minor : 17 Karakter

Karakter (Character)
Narator (Narrator)
Gambar. 3.2. Narator Dramatis dalam Novel Sang Pemimpi
Struktur Naratif
Melalui struktur naratif dengan strategi pembacaan postkolonial yang berdasarkan tiga babak waktu cerita, ditemukan lima peristiwa yang menuai diskursus narasi 'Barat'
Pada bagian Equilibrium dan Diseruption
Peristiwa pengikraran mimpi Ikal, Arai, dan Jimbron tentang Eropa, Prancis, dan Sorbonne yang terjadi pada bagian (Equilibrium)
Pertama
Peristiwa munculnya sikap pesimis tokoh Ikal terhadap mimpi-mimpinya yang terjadi pada bagian (Diseruption)
Kedua
Peristiwa Arai dan lagu 'When I Fall in Love' yang terdapat pada bagian akhir (reinstatement) Equilibrium
Ketiga
Peristiwa pemutaran film dewasa di bisokop drmaga Olivir yang melibatkan Ikal, Arai, dan Jimbron terjadi pada bagian Diseruption
Keempat
Peristiwa perantauan dua orang anak Malyu pedalaman miskin bernama Ikal dan Arai ke Jakarta untuk melangkahkan langkah pertama menuju ke Eropa
Kelima
Aktan dan Model Fungsional
Dua tokoh/karakter mayor : Arai dan Jimbron memiliki fungsi dan peran ganda sebagai receiver (S1) dan sebagai helper (S3).

Dalam setiap peristiwa, aktan opponent (S4) atau penghalang bukanlah orang atau (the human ) melainkan lebih bersifat kepada (the things) seperti kemiskinan, sikap pesimis, peraturan, dan juga kondisi lingkungan.
Temuan Berdasarkan
Tiga Tahap Analisis
1. Unsur-Unsur Narasi

2. Struktur Naratif

3. Aktan dan Model Fungsional
Pak Balia Sebagai Keterwakilan Diskursif 'Barat'
Superioritas Lagu Barat
Bioskop Ny. Lam Nyet Pho
Sebagai Ikon Modernitas Pulau Belitong
Narasi Pada Peristiwa Pertama
Narasi Pada Peristiwa Kedua
Narasi Pada Peristiwa Ketiga
Inferioritas Orang Melayu Pedalaman
Narasi Pada Peristiwa Keempat
Hegemoni Sorbonne, Paris Terhadap Jakarta
Narasi Pada Peristiwa Kelima
Temuan
Penelitian
Narasi Postkolonialisme Dalam Novel:
Analisis Naratif Novel Sang Pemimpi Karya Andrea Hirata

Terima Kasih Atas Atensinya
Danke schön!

Presented by :
Nasabuddin Noho
2010 053 0120

EAST
(Orient)

WEST
(Occident)
Full transcript