Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Perspektif Teoritis Komunikasi Kelompok

No description
by

Melvin Melvin

on 18 June 2014

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Perspektif Teoritis Komunikasi Kelompok

Tinjauan Teori Sosiometrik dan Teori Pemikiran Kelompok dalam Komunikasi Kelompok
Teori Kelompok
Teori Pemikiran Kelompok (Group Think)
Teori Pemikiran Kelompok (groupthink) lahir dari penelitian panjang Irvin L. Janis. Janis menggunakan istilah groupthink untuk menunjukkan satu mode berpikir sekelompok orang yang sifat kohesif (terpadu), ketika usaha-usaha keras yang dilakukan anggota-anggota kelompok untuk mencapai kata mufakat. Untuk mencapai kebulatan suara klompok ini mengesampingkan motivasinya untuk menilai alternatif-alternatif tindakan secara realistis. Grouptink dapat didefinisikan sebagai suatu situasi dalam proses pengambilan keputusan yang menunjukkan timbulnya kemerosotan efesiensi mental, pengujian realitas, dan penilaian moral yang disebabkan oleh tekanan-tekanan kelompok (Mulyana, 1999).
Ilustrasi Janis selanjutnya mengungkapkan kondisi nyata suatu kelompok yang dihinggapi oleh pikiran kelompok, yaitu dengan menunjukkan delapan gejala perilaku kelompok sebagai berikut:
1. Persepsi yang keliru (illusions), bahwa ada keyakinan kalau kelompok tidak akan terkalahkan.
2. Rasionalitas kolektif, dengan cara membenarkan hal-hal yang salah sebagai seakan-akan masuk akal.
3. Percaya pada moralitas terpendam yang ada dalam diri kelompok.
4. Streotip terhadap kelompok lain (menganggap buruk kelompok lain).
5. Tekanan langsung pada anggota yang pendapatnya berbeda dari pendapat kelompok.
6. Sensor diri sendiri terhadap penyimpangan dari sensus kelompok.
7. Ilusi bahwa semua anggota kelompok sepakat dan bersuara bulat.
8. Otomatis menjaga mental untuk mencegah atau menyaring informasi-informasi yang tidak mendukung, hal ini dilakukan oleh para penjaga pikiran kelompok (mindguards).

Kajian groupthink menemukan fakta menarik bahwa banyak peristiwa penting yang berdampak luas disebabkan oleh keputusan sekelompok kecil orang, yang mengabaikan informasi dari luar mereka.
Dari sini, groupthink meninggalkan cara berpikir individu dan menekankan pada proses kelompok. Sehingga pengkajian atas fenomena kelompok lebih spesifik terletak pada proses pembuatan keputusan yang kurang baik, serta besar kemungkinannya akan menghasilkan keputusan yang buruk dengan akibat yang sangat merugikan kelompok. Janis juga menegaskan bahwa kelompok yang sangat kompak dimungkinkan karena terlalu banyak menyimpan energi untuk memelihara niat baik dalam kelompok ini, sehingga mengorbankan proses keputusan yang baik dari proses tersebut.
Hasil akhir dari analisis Janis menunjukkan beberapa dampak negatif dari pikiran kelompok dalam membuat keputusan, yaitu.
a. Diskusi amat terbatas pada beberapa alternatif keputusan saja
b. Pemecahan masalah yang sejak semula sudah cenderung dipilih, tidak lagi
dievaluasi atau dikaji uang
c. Alternatif pemecahan masalah yang sejak semula ditolak, tidak pernah
dipertimbangkan kembali
d. Tidak pernah mencari atau meminta pendapat para ahli dalam bidangnya.
e. Kalau ada nasehat atau pertimbangan lain, penerimaannya diseleksi karena
ada bias pada pihak anggota.
f. Cenderung tidak melihat adanya kemungkinan-kemungkinan dari kelompok
lain akan melakukan aksi penantangan, sehingga tidak siap melakukan
antisipasinya.
g. Sasaran kebijakan tidak disurvai dengan lengkap dan sempurna.

Teori Sosiometrik
teori ini mengasumsikan, bahwa individu2 dalam kelompok yang merasa punya ketertarikan sau sama lain, akan lebih banyak melakukan tindak komunikasi. sebaiknya, individu2 yang saling bertentangan (tidak mempunyai ketertarikan antar pribadi), hanya sedikit atau kurang dalam melaksanakan tindak komunikasi. dengan menggunakan teori ini, kita dapat mengukur dan menentukan bagaimana sebuah kelompok akan mempunyai keterpaduan dan produktif.
ada 4 orang mahasiswa yang baru saja memasuki jenjang universitas yaitu Andi, Riko, Aji dan Chandra. ke empat orang ini tidak mengenal 1 sama lain, pada suatu waktu mereka berempat mendapatkan kesempatan menjadi 1 kelompok untuk mengerjakan tugas, seiring mereka mengerjakan tugas kelompok tersebut, mereka saling berkenalan dan menceritakan latar belakang dan hobi masing masing, sehingga tanpa di sadari mereka mempunyai ketertarikan dalam suatu hal yang sama yaitu seni fotographi. sehingga mereka menjadi sebuah kelompok yang kemana mana menjadi sering bersama

ada 4 orang mahasiswa baru yang berasal dari suatu sekolah menengah atas yang sama,yaiitu A,D,F dan G
lalu mereka bertemu lagi di sebuah universitas, jurusan dan kelas yang sama dan sudah saling mengenal sejak lama, akan tetapi mereka tidak mempunyai keterkaitan yang sama dan menolak satu sama lain, A adalah seseorang yang senang bermain futsal, D adalah seseorang yang gemar memodifikasi sepeda motor, F adalah seseorang yang gemar bermain game online dan G adalah seseorang yang gemar bekerja setelah pulang kuliah,sehingga mereka tidak dapat terbilang menjadi suatu kelompok yang bersatu di karenakan mereka saling menolak.

contoh ketertarikan (attraction )
Contoh Penolakan ( Repulsion)
West dan Turner (2008: 274) mendefinisikan bahwa pemikiran kelompok (groupthink) sebagai suatu cara pertimbangan yang digunakan anggota kelompok ketika keinginan mereka akan kesepakatan melampaui motivasi mereka untuk menilai semua rencana tindakan yang ada.
Groupthink merupakan teori yang diasosiasikan dengan komunikasi kelompok kecil. Lahirnya konsep groupthink didorong oleh kajian secara mendalam mengenai komunikasi kelompok yang telah dikembangkan oleh Raimond Cattel (Santoso & Setiansah, 2010:66
Teori yang dibangun menunjukkan bahwa terdapat pola-pola tetap dari perilaku kelompok yang dapat diprediksi, yaitu:
1. Sifat-sifat dari kepribadian kelompok
2. Struktural internal hubungan antar anggota
3. Sifat keanggotaan kelompok.

Asumsi penting dari groupthink, sebagaimana dikemukakan Turner dan West (2008: 276) adalah:
1. Terdapat kondisi-kondisi di dalam kelompok yang
mempromosikan kohesivitas tinggi.
2. Pemecahan masalah kelompok pada intinya
merupakan proses yang menyatu
3. Kelompok dan pengambilan keputusan oleh
kelompok sering kali bersifat kompleks

peristiwa Pearl Harbour (1941), keputusan fatal diambil karena mengabaikan informasi penting intelejen sebelumnya. Minggu-minggu menjelang penyerangan Pearl Harbour di bulan Desember 1941 yang menyebabkan Amerika Serikat terlibat Perang Dunia II, komandan-komandan militer di Hawaii sebetulnya telah menerima laporan intelejen tentang persiapan Jepang untuk menyerang Amerika Serikat di suatu tempat di Pasifik. Akan tetapi para komandan memutuskan untuk mengabaikan informasi itu. Akibatnya, Pearl Harbour sama sekali tidak siap untuk diserang. Tanda bahaya tidak dibunyikan sebelum bom-bom mulai meledak. Walhasil, perang mengakibatkan 18 kapal tenggelam, 170 pesawat udara hancur dan 3700 orang meninggal.
Berdasarkan gejala-gejala yang ada, umumnya kelompok yang memiliki semakin banyak gejala yang ada ia akan semakin tidak baik. Para anggota kelompok akan memberikan penilaian yang berlebihan terhadap kelompoknya seperti kelompoknya-lah yang paling benar. Selain itu kelompok pemikiran individu akan tertutup oleh pemikiran kelompok. Ketika suatu kelompok memiliki pikiran yang tertutup, kelompok ini tidak akan mengindahkan pengaruh-pengaruh dari keluar kelompok.
Jadi Groupthink adalah suatu cara pertimbangan yang digunakan anggota kelompok ketika keinginan mereka akan kesepakatan melampaui motivasi mereka untuk menilai semua rencana tindakan yang ada
Perlu adanya keragaman dan konflik untuk mencegah agar setiap orang dapat berpikir secara rasional untuk mempererat hubungan antar anggota kelompok tanpa harus menitikberatkan pada pencarian konsensus yang tidak beralasan
Kelompok sebaiknya mementingkan keragaman opini dan adanya “plan b” sebagai bagian untuk mencari solusi terbaik bagi kepentingan kelompok.
Kesimpulan
Contoh
waktu meledaknya pesawat ruang angkasa Challenger. Padahal manager NASA sudah mengetahui kalau ada yang tidak beres dengan pesawat tersebut, sebelum diadakan peluncuran. permasalahan terletak pada O rings, Tetapi karena manager NASA sudah mengatakan bahwa pesawat dalam kondisi siap luncur, maka para anggota lainnay harus menjalankan tugasnya. Akhirnya, pesawat itu meledak diangkasa yang menewaskan seluruh awaknya. Namun para mekanik tetap membela kelompoknya dengan alasan bahwa suatu kecelakaan lumrah saja terjadi. Jadi tidak ada pihak yang salah. Namun tentunya, pengakuan mereka dianggap demikian oleh masyarakat sejauh media massa memberitakannya sesuai dengan alasan seluruh mekanik tersebut.
Komunikasi dalam kelompok merupakan bagian dari kegiatan keseharian kita, sejak lahir, kita sudah mulai bergabung dengan kelompok primer yg pling dekat, yaitu keluarga. Kemudian dengan seiring dengan perkembangan usia dan kemampuan intelektualitas, kita masuk dan terlibat dalam kelompok kelomok sekunder seperti sekolah, lembaga agama, tempat pekerjaan dan kelompok sekunderlainnya yang sesuai dengan minat dan ketertarikan kita. Ringkasnya kelompok merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan kehidupan kita, karena melalui kelompok memungkinkan kita dapat berbagi informasi, pengalaman dan pengetahuan kita dengan anggota kelompok lainnya.
Perlu adanya pengawas dan penasihat dalam mencegah terjadinya groupthink di kelompok, sebagai pemulihan kembali nilai-nilai dan tujuan awal pembentukan organisasi yang hilang ataupun tumpul serta fokus terhadap pemecahan masalah dalam setiap pengambilan keputusan yang dilakukan kelompok.
Sosiometri merupakan sebuah konsepsi psikologis yang mengacu pada suatu pendekatan metodologis dan teoretis terhadap kelompok. Asumsi yang dimunculkan adalah bahwa individu-individu dalam kelompok yang merasa tertarik satu sama lain, akan lebih banyak melakukan tindak komunikasi, sebaliknya individu-individu yang salik menolak, hanya sedikit atau kurang melaksanakan tindak komunikasi.
Present by Melvin Ang
Kelompok V
Melvin
Adi Setio
Christy Claudia
Chandra Nugroho
Maunawir
Leonardo Parasian. S
Full transcript