Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Tugas Power Point PKN

Prepared by Yuko
by

yuko arief

on 28 March 2015

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Tugas Power Point PKN

Tugas Makalah Pkn
Identitas Nasional Indonesia merujuk pada suatu bangsa yang majemuk. Ke-majemukan itu merupakan gabungan dari unsur-unsur pembentuk identitas, yaitu suku bangsa, agama, kebudayaan, dan bahasa.
Unsur - Unsur Identitas Nasional
Setelah bangsa Indonesia merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945, berbagai perkembangan kearah kehidupan kebangsaan dan kenegaraan mengalami kemerosotan dari segi identitas nasional. Pada masa kemerdekaan bangsa Indonesia dihadapkan pada kemelut kenegaraan sehingga tidak membawa kemajuan bangsa dan Negara. Setelah dekrit Presiden 5 Juli 1959 bangsa Indonesia kembali ke UUD 1945. Pada saat itu periode Orde Lama dengan penekanan pada pemerintahan yang sifatnya sentralistik.
Problematika Identitas Nasional
Identitas Nasional Indonesia
Jadi, pegertian Identitas Nasional adalah pandangan hidup bangsa, kepribadian bangsa, filsafat pancasila dan juga sebagai Ideologi Negara sehingga mempunyai kedudukan paling tinggi dalam tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara termasuk disini adalah tatanan hukum yang berlaku di Indonesia
dalam The Capitalis Revolution, era globalisasi dewasa ini ideologi kapitalislah yang akan menguasai dunia. Kapitalisme telah mengubah masyarakat satu persatu dan menjadi system internasional yang menentukan nasib ekonomi sebagian besar bangsa-bangsa di dunia
Menurut Para pakar terdahulu
Menurut Berger
Menurut Fukuyama
Sebagai media untuk menambah wawasan dan pengetahuan mengenai identitas bangsa indonesia
dan Sebagai salah satu cara belajar yang lebih fariatif agar tidak menimbulkan kejenuhan dalam proses belajar, dengan cara mencari dan menganalisis informasi dari berbagai sumber dan mengelolanya untuk dapat dijadikan pengetahuan tambahan.
Identitas Nasional
Istilah identitas nasional dapat disamakan dengan identitas kebangsaan. Secara etimologis , identitas nasional berasal dari kata “identitas” dan “nasional”. Kata identitas berasal dari bahasa Inggris identity yang memiliki pengertian harfiah; ciri, tanda atau jati diri yang melekat pada seseorang, kelompok atau . sesuatu sehingga membedakan dengan yang lain. Kata “nasional” merujuk pada konsep kebangsaan. Kata identitas berasal dari bahasa Inggris identiti yang memiliki pengerian harfiah ciri-ciri, tanda- tanda atau jati diri yang melekat pada seseorang atau sesuatu yang membedakannya dengan yang lain.
Disusun oleh : Rizqi Dwi Purnomo
Sukma Kiat Friyatna
Unsal Pancamotan
Yuko Arief Wicaksana
Zafirah Tri Utami
3
2
1
Suku Bangsa
Adalah golongan sosial yang khusus yang bersifat askriptif (ada sejak lahir), yang sama coraknya dengan golongan umur dan jenis kelamin. Di Indonesia terdapat banyak sekali suku bangsa atau kclompok etnis dengan tidak kurang 300 dialek bahasa.
Agama
Bangsa Indonesia dikenal sebagai masyarakat yang agamis. Agama-agama yang tumbuh dan berkembang di Nusantara adalah agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Kong Hu Cu. Agama Kong Hu Cu pada masa Orde Baru tidak diakui sebagai agama resmi negara, tetapi sejak pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid, istilah agama resmi negara dihapuskan.
Kebudayaan
Adalah pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial yang isinya adalah perangkat-perangkat atau model-model pengetahuan yang secara kolektif digunakan oleh pendukung-pendukungnya untuk menafsirkan dan memahami lingkungan yang dihadapi dan digunakan sebagai rujukan atau pedoman untuk bertindak (dalam bentuk kelakuan dan benda-benda kebudayaan) sesuai dengan lingkungan yang dihadapi.
a.Bahasa Nasional atau Bahasa Persatuan yaitu Bahasa Indonesia
b.Bendera negara yaitu Sang Merah Putih
c.Lagu Kebangsaan yaitu Indonesia Raya
d.Lambang Negara yaitu Garuda Pancasila
e.Semboyan Negara yaitu Bhinneka Tunggal Ika
f.Dasar Falsafah negara yaitu Pancasila
g.Konstitusi (Hukum Dasar) negara yaitu UUD 1945
h.Bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat
i.Konsepsi Wawasan Nusantara
j.Kebudayaan daerah yang telah diterima sebagai Kebudayaan Nasional
Faktor-Faktor Pendukung Kelahiran Identitas Nasional
Faktor-faktor yang mendukung kelahiran identitas nasional bangsa Indonesia meliputi:
Keterkaitan Identitas Nasional dengan Globalisasi
a. Faktor Objektif, yang meliputi faktor geografis-ekologis dan demografis
b. Faktor Subjektif, yaitu faktor historis, social, politik, dan kebudayaan yang dimiliki bangsa Indonesia (Suryo, 2002).
Identitas Nasional itu merupakan manifestasi nilai-nilai budaya yang sudah tumbuh dan berkembang sebelum masuknya agama-agama besar di bumi nusantara ini dalam berbagai aspek kehidupan dari ratusan suku yang kemudian dihimpun dalam satu kesatuan Indonesia menjadi kebudayaan Nasional dengan acuan Pancasila dan roh Bhinneka Tunggal Ika sebagai dasar dan arah pengembangannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara
dalam hubungannya dengan identitas nasional secara dinamis, dewasa ini bangsa Indonesia harus memiliki visi yang jelas, melalui dasar filosofi bangsa dan Negara yaitu Bhineka Tunggal Ika, yang terkandung dalam Filosofi Pancasila. Masyarakat harus terbuka dan dinamis namun harus berkeadaban serta kesadaran akan tujuan hidup bersama dalam berbangsa dan bernegara.
Masalah Pendidikan Di Indonesia
Diantaranya
problem kebijakan pemerintah yang tidak memiliki komitmen dalam menyelenggarakan Pendidikan Nasional. Karena, ketika kita merujuk pada undang-undang dasar 45 pasal 31 ayat 1 yang menyatakan bahwa anggaran penyelengaraan Pendidikan Nasional sekurang-kurangnya 20% dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Namun dalam kenyataannya tidak menunjukkan suatu relevansi yang nyata. Bahkan riil, anggaran pendidikan hanya berkisar 10% dari APBN, dan itu pun hanya untuk membiayai anggaran rutin seperti penyediaan alat-alat belajar, gaji guru dan karyawan dan sebagainya
Bukan hanya itu
Problem visi Pendidikan Nasional yang masih belum bisa berpihak pada rakyat jelata (grass root). Dari kasus-kasus di atas, keluar sebagai pelaku pemenangnya adalah kalangan the have atau mereka yang memiliki uang saja. Kebijakan pemerintah dan visi Pendidikan Nasional kurang bisa menyentuh kepentingan kalangan grass root. Oleh karena itulah, setiap kasus yang terjadi selalu meletakkan posisi rakyat jelata sebagai yang kalah.
Ketiga akar persoalan di atas menjadi problem serius dalam penyelenggaraan pendidikan bermutu di Indonesia. Penyelenggaraan Pendidikan Nasional tidak akan bisa berjalan secara ideal selagi ketiga pokok persoalan di atas belum terpikirkan.
Problematika Nasionalisme
Terjadi karena pergeseran makna terhadap istilah nasionalisme. Ambil sajalah contoh pada konflik-konflik antar suku. Berawal dari rasa bangga mereka yang berlebih terhadap sukunya sendiri bahkan rasa bangga tersebt diiringi dengan memandang rendah suku lain atau yang lebih dikenal dengan chaufimisme.
Karena itulah muncul pergolakan-pergolakan antar suku bahkan sampai terjadi pertumpahan darah diantara mereka sampai menjadi konflik yang tak berkesudahan. Seharusnya kita sebagai bangsa Indonesia yang multicultural dengan sikap berlapang dada harus menghargai suku-suku yang lain.
Maknailah nasionalisme itu kedalam makna nasionalisme dalam arti luas karena kata tersebut mempunyai arti pengabdian seorang warga Negara secara ihlas terhadap negaranya.
Solusi-solusi Dalam Menghadapi Problematika Identitas Nasional, dan Nasionalisme
hal utama yang harus dilakukan adalah penjiwaan Pancasila sebagai ideologi dan identitas nasional Negara kita. Memang secara nyata Pancasila sudah menjadi ideology Negara kita bahkan Pancasila sudah terpampang pada tempat-tempat srategis seperti balai pertermuan, sekolah-sekolah, perusahaan-perusahaan. Namun, secara konsep rohaniah Pancasila belum terpancang dengan kuat pada jiwa warga Negara akibatnya Pancasila hanya dijadikan sebagai pajangan saja. Ini akan sangat sayang sekali apabila Pancasila hanya sebagai sesuatu yang formal. Setiap warga Negara wajiblah menjiwai Pancasila sebagai ideology dan identitas nasional. Perlu juga adanya Integrasi Nasional.
KESIMPULAN
Sedangkan bangsa pada hakikatnya adalah sekelompok besar manusia yang mempunyai persamaan nasib dalam proses sejarahnya, sehingga mempunyai persamaan watak atau karakter yang kuat untuk bersatu dan hidup bersama serta mendiami suatu wilayah tertentu sebagi suatu “kesatuan nasional”.
Oleh karena itu, agar suatu bangsa khususnya bangsa Indonesia tetap eksis dalam menghadapi globalisasi maka harus tetap meletakan jatidiri dan identitas nasional yang merupakan kepribadian bangsa Indonesia sebagai dasar pengembangan kreatifitas budaya globalisasi. Sebagaimana terjadi di berbagai negara di dunia, justru dalam era globalisasi dengan penuh tantangan yang cenderung menghancurkan nasionalisme, muncullah kebangkitan kembali kesadaran nasional.
Identitas Nasional secara terminologis adalah suatu ciri yang dimiliki oleh suatu bangsa yang secara filosofis membedakan bangsa tersebut dengan bangsa yang lain. Istilah kepribadian sebagai suatu identitas adalah keseluruhan atau totalitas dari faktor-faktor biologis, psikologis dan sosiologis yang mendasari tingkah laku individu.
Officially prepared by
Yuko Arief W
Proudly presented our project
Tujuan Makalah
Latar Belakang Masalah
Eksistensi suatu bangsa pada era globalisasi dewasa ini mendapat tantangan yang sangat kuat, terutama karena pengaruh kekuasaan internasional.
Perubahan global ini menurut Fukuyama (1989 : 48), membawa perubahan suatu ideologi, yaitu dari ideologi partikular kearah ideologi universal, dan dalam kondisi seperti ini, kapitalismelah yang akan menguasainya.
Full transcript