Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Penetapan Nilai Bahan Acuan Sekunder

No description
by

Andri Purnama

on 15 September 2014

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Penetapan Nilai Bahan Acuan Sekunder

Sertifikat CRM: 20.02 + 0.62 ppm
Jadi analisis terhdp CRM hrs dlm range 19.40 - 20.64 ppm
2.Membandingkannya secara langsung dengan CRM (contoh uji PT dianalisis bersamaan dengan CRM yang cocok berulangkali)
Langkah Penetapan nilai-nya:
3. Nilai yang ditetapkan (assigned value) merupakan nilai konsensus dari
sekelompok laboratorium acuan
1. Analisis contoh UP bersamaan dengan CRM
2. Dalam sertifikat CRM, kadar analit diketahui lengkap
dengan nilai ketidakpastiannya, misal 20,02 + 0,62 ppm
3. Pada saat analisis, nilai yang diperoleh untuk CRM harus
masuk dlm range nilai pada butir 2.
4. Ulangi analisis pada butir 1 sebanyak 6 kali
5. Dari 6 pasang nilai yang diperoleh, hitung perbedaan nilai dr
kadar analit dlm contoh UP terhadap kadar analit pada CRM
6. Kadar analit dalam contoh UP = Kadar analit dalam CRM
dikurangi rata-rata deviasi keduanya
• Cara ini yang biasa ditempuh oleh FAPAS,
NATA dll
• Permasalahannya di negara berkembang
tidak mudah untuk mendapatkan laboratorium
acuan atau rujukan.
• Di Indonesia sedang dirintis berdirinya
infrastruktur NMI di bidang pengujian kimia
• Melalui jaringan NMI ini ada lahir
laboratorium acuan/rujukan di Indonesia.
$1.25
Monday, September 15, 2014
Vol XCIII, No. 311
1. Menggunakan salah satu metode absolut, Gravimetri, Titrimetri, Coulometri atau IDMS
Bagaimana menetapkan nilai pada BA sekunder?
Keunggulan dan Kelemahan Nilai Konsensus Laboratorium Ahli
• Apa yang dimaksud dengan metode absolut?
• Mengapa Gravimetri termasuk metode
absolut?
• Mengapa Titrimetri termasuk metode absolut?
• Bagaimana halnya dengan coulometri?
• Apa yang dimaksud dengan IDMS?
Keunggulan :
1. Terutama berguna untuk metode pengukuran yang dalam operasinya terbatas
2. Merupakan estimasi yang baik untuk nilai “benar”, apabila CRM dan pengukuran
acuan tidak tersedia.

Kelemahan :
1. Apabila nilai rata-rata laboratorium ahli bias, maka assigned value akan bias
2. Ada kemungkinan tidak ada konsensus diantara laboratorium ahli (distribusi
multimodal)
3. Ketidakpastian laboratorium ahli mungkin tidak dapat dipercaya
4. Masalah potensial untuk laboratorium provider: akan timbul keraguan diantara
laboratorium peserta dalam menetapkan pilihan laboratorium ahli, apabila nilai
konsensus laboratorium ahli berbeda dengan konsensus laboratorium peserta.
Penetapan Nilai Bahan Acuan Sekunder
• Dalam hal ini, CRM harus mempunyai matriks yang sesuai dan
range konsentrasi analit dalam CRM harus dekat dengan
konsentrasi analit dalam contoh uji
• Tidak tersedianya CRM akan merupakan hambatan bagi cara
ini.
Full transcript