Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Pasar Tradisional vs Pasar Modern

No description
by

Mayga Buana

on 12 November 2013

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Pasar Tradisional vs Pasar Modern

Pasar Tradisional vs Pasar Modern
Kasus-kasus
Sebab-sebab
Lemahnya daya saing pasar tradisional terhadap pasar modern
Kondisi pasar tradisional yang memprihatinkan dan tidak terawat mengakibatkan kelebihan yang ditawarkan terancam oleh adanya pasar modern.
Minimnya daya dukung karakteristik pedagang tradisional
Strategi kurang baik, modal terbatas, tidak adanya skala ekonomi dan kerja sama dengan pemasok, manajemen kurang baik

Revitalisasi Pasar Tradisional
Problem
Berdasarkan data AC Nielsen (2006) pertumbuhan pasar modern 31,4 % per tahun, sedangkan pasar tradisional menyusut 8,1 % per tahun.
Pangsa pasar tahun 2009 pasar tradisional masih mendapat 80% dan pasar modern mendapat 20%, namun untuk tahun 2010 sampai lima tahun kedepan pangsa pasar tradisional menurun menjadi 70% sampai 67%, sedangkan pasar modern meningkat menjadi 30% sampai 37%

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN
PASAR MODERN DAN PASAR TRADISIONAL

Pengertian
Pasar adalah salah satu dari berbagai sistem, institusi, prosedur, hubungan sosial dan infrastruktur dimana usaha menjual barang, jasa dan tenaga kerja untuk orang-orang dengan imbalan uang.
Pasar Modern
penjual dan pembeli tidak bertransakasi secara langsung
pembeli melihat label harga yang tercantum dalam barang (barcode)
bangunan dan pelayanannya dilakukan secara mandiri (swalayan) atau dilayani oleh pramuniaga
barang yang dijual adalah barang yang dapat bertahan lama
Pasar tradisional
merupakan tempat bertemunya penjual dan pembeli
ditandai adanya transaksi penjual pembeli secara langsung
ada proses tawar-menawar
bangunan biasanya terdiri dari kios-kios atau gerai, los dan dasaran terbuka yang dibuka oleh penjual maupun suatu pengelola pasar
menjual kebutuhan sehari-hari
terletak dekat kawasan perumahan penduduk
contoh: pasar Beringharjo di Yogyakarta, pasar Klewer di Solo
Kelompok 7
1. Bagus Darmawan 9570
2. Dian Fachrunissa M. 9442
3. Fitria Elis Nur R. 9558
4. Kansha Betha I. F. 9468
5. Kholifastia Imanusti 9450
6. Mayga Buana Putri 9488
7. Ng Ya Xin 9648
8. Nurul Prestikasuri W. 9444
9. Oky Prista Viola 9508
10. Tazkia Munasyifa 9554

PASAR TRADISIONAL
Kelebihan
Persaingan secara alamiah
Lokasi strategis
Area penjualan luas
Keragaman barang yang lengkap
Harga rendah
Sistem tawar menawar menunjukkan keakraban antara penjual dan pembeli
Kekurangan
Kampilan pasar, atmosfir, tata ruang, tata letak yang kurang menarik
kondisi yang kumuh, kotor, dan bau
Keragaman dan kualitas barang sedikit
Promosi penjualan kurang
Jam operasional pasar terbatas
kurang mengoptimalisasi pemanfaatan ruang jual
Banyak kecurangan oleh pedagang
PASAR MODERN
Kelebihan
lebih aman
lebih nyaman karena lebih luas dan ber-AC
pembeli leluasa berbelanja
bersih, rapi, dan tertata
barang beraneka ragam
tidak perlu tawar-menawar harga
Kekurangan
lokasi jauh rumah penduduk
harga relatif lebih mahal karena pajak yang tinggi
transaksi relatif membutuhkan waktu lebih lama
1.
Aspek tata kelola dan kelembagaan pasar.
Tata kelola pasar tradisional yang buruk menjadi hambatan revitalisasi dan berpotensi memandulkan program perbaikan fisik pasar.

2.
Aspek finansial.

Penguatan pemodalan kepada para pedagang, seperti akses terhadap jasa keuangan serta skema pembiayaannya, agar para pedagang yang sebagian besar kalangan menengah ke bawah dapat meningkatkan permodalannya.

3.
Aspek distribusi dan kontrol kualitas barang.
Dari hasil penelitian RICA (Rural Investment Climate Assessment) pada 2005 bahwa ditemukan kualitas barang yang dipasokan ke pasar tradisional bermutu rendah atau bahkan limpahan dari pasar modern yang reject.

4.
Aspek perbaikan sarana fisik dan infrastruktur pasar.

Perencanaan yang matang dan pengawasan yang ketat saat pembangunan perlu ditingkatkan agar fisik bangunan dan infrastruktur dapat digunakan dalam jangka panjang.

Perubahan gaya hidup konsumen dalam perilaku membeli barang

Pasar modern yang memberikan kemudahan dan penjaminan mutu, serta informasi data harga dan akses publik yang mudah dan nyaman membuat masyarakat banyak yang lebih memilih pasar modern
dibandingkan dengan pasar tradisional

Pasar modern memberikan lingkungan berbelanja yang lebih nyaman dan bersih
dengan berbagai kemudahan serta pilihan bagi konsumen seperti jam buka yang lebih panjang, penawaran pilihan pembayaran seperti kartu kredit dan ATM, produk yang dijual telah melalui pengawasan mutu

Hal ini didukung dengan adanya Perpres No 112 tahun 2007 Pasal 4 ayat 1 huruf b tentang jarak pendirian hipermarket, toko modern, dan pusat perbelanjaan dengan pasar tradisional adalah sejauh 2,5 KM.
Kenyataannya pendirian Carrefour itu kurang dari 2,5 KM dari pasar Tradisional Muara Karang, Jakarta Utara ini.
Tetapi pihak pengelola Carrefour berkilah bahwa para warga tersebut tidak mempunyai dasar hukum yang kuat dalam tuntutannnya agar memindahkan Carrefour dari lokasi yang menjadi konflik tersebut.
Argumentasi yang digunakan oleh pihak pengelola Carrefour tersebut adalah bahwa pemberlakuan peraturan yang mengatur tentang perpasaran itu tidak tepat jika digunakan dalam kasus itu, karena Carrefour cabang Mega Mall Pluit itu telah ada sejak tahun 1999.

Pedagang jajanan tradisional yang berjualan di depan supermarket
Orang sekarang yang cenderung lebih suka belanja di ruag berAC daripada di pasar yang panas
Sikap asimilasi budaya luar sehingga nilai-nilai pasar tradisional luntur
Pasar tradisional yang sekarang mulai dibangun menjadi lebih baik agar tidak kalah dengan pasar modern/supermarket

Penolakan hadirnya Carrefour cabang Mega Mall Pluit, dengan adanya Carrefour itu dikhawatirkan akan mematikan kegiatan ekonomi pasar tradisional yang ada di sekitar wilayah tersebut.
Pertentangan antara pengusaha pasar modern dalam hal ini adalah pihak Carrefour dan juga pihak dari para pedagang pasar tradisional.
Masyarakat yang menolak keberadaan Carrefour yang tergabung dalam AMARTA (Aliansi Masyarakat Jakarta) yang juga disertai para pedagang pasar Muara Karang yang dirugikan dengan keberadaan Carrefour di lokasi berdagang mereka, dan pihak pengelola Carrefour Cabang Mega Mall Pluit ini.
Pola relasi yang tampak di sini adalah pada saat pihak tersebut berkonflik. Di mana warga yang tergabung dalam AMARTA dan juga para pedagang Pasar Muara Karang melakukan aksi unjuk rasa untuk menolak keberadaan Carrefour di lingkungan mereka.
Di dalam pasar tradisional banyak kios yang tutup, plafonnya berlubang, kumuh dan tidak terurus. Yang ramai hanya di luar. Dekat pasar tersebut ada beberapa pasar modern. Secara otomatis pasar tradisional akan semakin minim pengunjung dan mati. Kenapa Pemerintah Pasar tidak mengoptimalkan pasar tradisional untuk sumber penghidupan masyarakat sekitar.
Penghayatan dan pengamalan Pancasila di lingkungan sekitar atau di kehidupan sehari-hari semakin langka dan jarang ditemui terutama berkaitan dengan sila kelima: Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Terjadi ketimpangan di bidang sosial-ekonomi. Hukum juga lebih memihak kaum berduit dan keadilan mahal harganya bagi si miskin
Semakin terdesaknya pasar tradisional oleh pasar modern (swalayan atau supermarket dan minimarket) adalah bukti nyata keadilan di bidang ekonomi lebih berpihak kepada pemodal besar daripada pemodal kecil apalagi pedagang kecil. Pemerintah seharusnya lebih memberdayakan pedagang kecil di pasar-pasar tradisional dengan membangun fasilitas atau merenovasi pasar tradisional.


Selain itu kasus ini juga berkaitan dengan pancasila sila kedua, “kemanusiaan yang adil dan beradab”. Untuk memahami kemanusiaan dan keadilan, kita secara sadar menjalin kerja sama dengan orang yang ’berbeda’ latar belakang sosial dalam mengerjakan agenda bersama, seperti menolong korban bencana, memperjuangkan pedagang tradisional menghadapi gempuran pasar modern, mempromosikan gerakan cinta produk sendiri, atau mengumpulkan dana untuk menolong sesama. Memperjuangkan pegadang tradisional dalam menghadapi persaingan pasar modern juga termasuk di dalamnya. Hal ini menunjukkan bahwa kemodernisasian dapat menggeser nilai-nilai keadilan.

Solusi
Pembangunan pasar modern diperbolehkan asalkan jarakanya cukup jauh dari pasar tradidional.
Pasar modern tidak boleh mematikan animo pasar tradisional.
Fasilitas, kebersihan, keamanan, dan kenyamanan pasar tradisional perlu ditingkatkan
Ekonomi makro serta ekonomi mikro harus berjalan dengan selaras.
Pemerintah harus mengutamakan kesejahteraan bersama.
Masyarakat harus turut mengembangkan potensi pasar tradisional

Perundang-undangan
Peraturan Presiden RI Nomor 112 Tahun 2007
Tentang penataan dan pembinaan pasar tradisional dan pusat perbelanjaan dan toko modern.
Peraturan Menteri Perdagangan RI Nomor 53 Tahun 2008
Tentang pedoman penataan dan pembinaan pasar tradisional, pusat perbelanjaan dan toko modern
Peraturan Menteri Dalam Negeri RI Nomor 20 Tahun 2012
Tentang pengelolaan dan pemberdayaan pasar tradisional

Kesimpulan
kesadaran setiap orang baik penjual, pembeli, pengelola pasar maupun pemerintahlah yang paling menentukan nasib pasar tradisional.
diupayakan terjadinya keseimbangan antara jumlah pasar tradisional dan pasar modern.
Rehia 9550 cara untuk tidak mematikan animo pasar tradisional? peran mahasiswa?
ardelia 9620 uang kebersihan buat apa?
berilla 9486 cara mengatasi penjual di depan pasar modern?
monica 9470 karena pedagang pasar tradisional harus membayar sewa maka banyak pedagang yg berjualan di pinggir pasar
angay 9640 mengapa kekurangan pasar modern lebih sedikit? apa yg membuat matinya pasar tradisional?
tiara 9438 buah impor lebih murah?
Full transcript