Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

KHOTBAH, TABLIG DAN DAKWAH

No description
by

Darlis Darlis

on 14 October 2014

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of KHOTBAH, TABLIG DAN DAKWAH

SK/KD
Ustadz Darlis AlBuchary ( UDA )
Perbedaan antara Khutbah, Tabligh dan Dakwah
KHOTBAH, TABLIG DAN DAKWAH

A.Pengertian khutbah, tablig, dan dakwah

B. Ketentuan Khotbah, Tablig, dan Dakwah

C. Perbedaan Khotbah Jum’at dan Dakwah

D. Cara Menyusun Teks Khotbah Jum’at dan Dakwah

A. Pengertian Khutbah, Tablig, dan Dakwah

Khotbah
Kata khotbah yang artinya pidato atau ceramah yang isinya tentang keagamaan

MACAM-MACAM KHOTBAH

Khotbah yang disyari’atkan Islam adalah :
1. khotbah jum’at,
2. khotbah Idul Fitri,
3. khotbah Idul Adha,
4. khotbah salat gerhana bulan (khusuf), dan gerhana matahari (kusuf),
5. khotbah pada salat minta hujan (istisqo),
6. khotbah nikah, dan
7. khotbah ttakala wukuf diarafah.
TABLIGH



Kata tablig artinya menyampaikan.

Menurut istilah, tablig adalah menyampaikan ajaran-ajaran (Islam) yang diterima dari Allah SWT kepada umat manusia agar dijadikan pedoman hidup supaya memperoleh kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Dakwah

Cara Menyusun Materi Khutbah, Tabligh dan Dakwah serta Memperagakannya.
Kata dakwah artinya memanggil, menyeru, atau mengajak. Menurut istilah syara’ dakwah adalah kegiatan bersifat menyeru, mengajak, dan memanggil orang untuk beriman dan taat kepada Allah SWT, tentu akan meraih kesejahteraan di dunia dan di akhirat.
KHUTBAH
MACAM-MACAM KHUTBAH
Ketentuan Khotbah, Tabligh, dan Dakwah
Ketentuan Khotbah Jum’at

Syarat Khotib Jum’at :
1. Memenuhi ajaran Islam
2. Mengetahui syarat, rukum dan sunah-sunahnya.
3. Dapat membaca hamdalah, syahadat, salawat, Al-Qur’an dan hadis dengan baik dan benar. Sanggup, jelas dan mudah dipahami ketika berbicara.
4. Orang yang sudah balig, bertakwa kepada Allah SWT
5. Orang yang dipandang terhormat, dihormati, dan disegani

Syarat-syarat dua khotbah Jum’at :

1. Khotib suci dari hadas dan najis, tertutup auratnya.
2. Khotbah dilaksanakan sesudah matahari tergelincir
3. Ketika khotbah, khotib berdiri jika mampu.
4. Khotbah diucapkan dengan suara yang keras
5. Tertib dalam rukun-rukunnya, maupun antara khotbah pertama dan kedua.
6. Ketika khotib khotbah, jama’ah harus mendengarkan

Rukun khotbah :
1. Membaca hamdalah
2. Membaca syahdatain
3. Membaca salawat atas Nabi Muhammad SAW
4. Berwasiat takwa kepada jama’ah
5. Membaca ayat Al-qur’an pada salah satu dari dua khotbah
6. Berdoa pada khotbah kedua

RUKUN KHUTBAH
Sunah Khotbah Jum’at :

1. Khotib hendaknya berdiri diatas mimbar/ tempat yang tinggi
2. Khotib mengawali khotbah hendaknya dengan salam
3. Khotbah hendaknya jelas, mudah dipahami, tidak terlalu panjang dan juga tidak terlalu pendek.
4. Khotib pada saat naik mimbar hendaknya menghadap arah jama’ah
5. Menertibkan tiga rukun
6. Membaca surat al-ikhlas sewaktu duduk antara dua sisi.

SUNAT-SUNAT KHUTBAH
KETENTUAN TABLIGH DAN DAKWAH
Ketentuan Tabligh dan Dakwah:

1. Tablig atau dakwah hendaknya dimulai dari diri sendiri.
2. Dalam bertablig atau berdakwah, hendaknya menggunakan pola kebijaksanaan, yaitu berbicara kepada manusia menurut kadar kemampuan akal mereka.
3. Dakwah dapat dilakukan “bilhal” yaitu melalui perbuatan baik yang diridai Allah SWT agar diteladani orang lain.
4.
Ketentuan Tabligh dan Dakwah :

4. Dakwah dapat dilaksanakan melalui ucapan lisan dan tulisan. Dan menggunakan metode-metode :

a. Metode al-hikmah yaitu penyampainan dakwah terlebih dahulu mengetahui sasaran dakwahnya.
b. Metode al-mau’izah yaitu dakwah dengan cara seperti memberikan nasihat, pengajaran, dan teladan yang baik.
c. Metode “mujadalah bi al-lati hiya ahsan” ialah bertukar pikiran (berdiskusi) dengan cara-cara yang baik

1. Waktu Pelaksanaan
khutbah dilaksanakan pada waktu-waktu tertentu, spt: pd waktu shalat jum'at, idhul fitri, idhul adha
Tabligh dapat dilakukan kapan saja

Dakwah dapat dilakukan kapan saja

2. syarat dan Rukunnya
khbah ada syarat dan rukunnya, sedangkan Dakwah dan Tabligh tidak ada syarat dan rukunnya
3. Tempat
1. khutbah ada mimbar khusus untuk melaksanakannya.

2. Tabligh ada yang menggunakan mimbar khusus dan ada yang tidak, tergantung pada tempat pelaksanaannya.

3. Dakwah tidak perlu ada mimbar khusus untuk melaksanakannya
4. Lama Pelaksanaan
1. Khutbah Waktunya Terbatas.

2. Tabligh ada yang terbatas waktunya, dan ada yang tidak di batasi waktu.

3. Dakwah tidak dibatasi waktunya
Yang Melakukannya
1. Khutbah Dilakukan oleh seseorang yang memiliki kemampuan berorasi dan pengetahuan keagamaan yang luas.

2. Tabligh Boleh dilakukan oleh siapa saja, terutama orang yang memiliki kemampuan berorasi dan pengetahuan keagamaan yang luas

3. Dakwah Boleh dilakukan oleh siapa saja, karena setiap muslim memiliki tanggung jawab untuk berdakwah, terutama Dakwah bil hal (prilaku)
Orang Yang Melaksanakannya
1. Orang yang melaksanakan Khutbah di sebut Khatib

2. Orang yang melaksanakan Tabligh disebut Mubaligh.

3. Orang yang melaksanakan Dakwah disebut Da'i
Tata Cara Pelaksanaan
1. Khutbah dilakukan secara khusus dan tata cara tertentu.

2. Tabligh dapat dilakukan dengan cara yang kreatif dan menggunakan teknologi spt : melalui lokakarya seminar,menggunakan infocus dll.

3. Dakwah dapat dilakukan tanpa melalui acara yang formal , karena dapat dilakukan kapan saja, dimana saja dan oleh siapa saja.
Para Pendengar
1. Para pendengar Khutbah biasanya terdiri dari laki-laki saja.

2. Dakwah dan Tabligh Pendengarnya bisa siapa saja ( laki-laki dan perempuan )

1. Prinsip-Prinsip Penyusunan Materi
a. Kesatuan (unity)
Adalah materi yang hendak disampaikan harus bisa menggambar secara utuh ; ( 1 ). Tujuan, ( 2 ). Kandungan Isi, dan ( 3 ). Sifat Pesan.

b. Pertautan (coherence)
Adalah mensinergikan satu uraian dengan uraian lain. Pertautan merupakan penghubung antara satu pokok masalah dengan masalah lain. Artinya materi yang disampaikan harus ada hubungannya dengan materi sebelumnya.

c. Menitik beratkan (emphasis)
Mubaligh harus memberikan tekanan-tekanan (intonasi) pada bagian-bagian terpenting. Hal ini sangat bergantung kepada isi pidato, opini-opini yang harus disampaikan kepada audiens.

2. Persiapan sebelum penyampaian
a. Mempersiapkan naskah.
Sebelum melakukan penyampaian, komunikator harus mempersiapak terlebih dahulu tema pembicaraan, judul, serta isi pembicaraan.

b. Standar Penyusunan Materi.
1. Salam Pembuka
Misalnya dengan mengucapkan Assalamu’alaikum, Hamdalah, Syahadat, Shalawat atas Nabi SAW.

2. Pendahuluan
Materi yang baik harus disusun secara sistimatis. Materi diawali dengan pendahuluan dengan menggambarkan pokok-pokok masalah yang akan di bahas, pentingnya pembahasan , dan latar belakang pembahasan.

3. Pemaparan
Materi harus disampaiakan secara sistimatis, sehingga tidak keluar dari pokok-pokok masalah yang dibahas.



4. Pembuktian
Masalah yang sudah dijabarkan akan lebih mengesankan jika dibuktikan dengan mengutarakan data-data atau contoh-contoih yang relevan dan mendukung. Ini ditujukan untuk meyakinkan pendengar sehingga mereka sepakat dan memiliki keinginan yang sama untuk mencapai tujuan bersama.

5. Penutup.
Teknik mengakhiri persentasi banyak ragamnya. Namun alangka baiknya jika komunikator menyampaikan ringkasan materi, sebelum mengakhiri persentasinya.

c. Menguasai materi
Menguasai materi di sini tidak hanya menghafal, akan tetapi ia harus benar-benar mengerti, memahami dan menguasai materi yang disampaiakan. Bila komunikator tidak menguasai materi yang akan disampaikan, ia akan dilecehkan oleh audiensnya, tidak diperhatikan, persentasinya tidak memberi pengaruh yang mendalam.

d. Mempersiapkan fisik
Menyangkut kesehatan, penampilan dan lain-lain. Ini ditujukan agar komunikator bisa menyampaiakan materinya dengan prima.

e. Prilaku Komunikasi
Salah satu yang bisa menunjang tabligh dan dakwah adalah prilaku dalam komunikasi. Kesan dan pesan tabligh dan dakwah akan semakin kuat jika aspek-aspek prilaku benar – benar diperhatikan. Adapun aspek-aspek prilaku komunikasi tersebut adalah sebagai berikut :

A. Gesture
Gesture adalah suasana persentasi yang hidup, dimana konunikator menggunakan gerakan-gerakan tubuh, kepala, ekspresi wajah dan anggota tubuh lain.

B. Pandangan
Komunikator harus menghindari menatap ke atas, atau sering menunduk. Komunikator hendaknya bertatap muka dengan audiens dengan senyuman dan empati.

C. Penampilan
Penampilan berhubungan dengan kostum atau pakaian yang dikenakan oleh komunikator. Hendaknya dipilih pakaian yang sopan, nyaman dan tidak mencolok.

f. Sikap dan Prilaku Komunikator
1. Self confidence, memiliki kepercayaan yang tinggi saat berkomunikasi
2. Simpati, berusaha untuk ikut serta dan berbagi beban dan kesulitan dengan audiens.


3. Antusias, memiliki semangat tinggi dan konsens dalam pembicaraan.
4. Berpengalaman luas dan pengetahuan yang luas dan menyeluruh.
5. Rendah Hati (humility). Komunikator harus menampilkan sebagai sosok yang rendah hati, tidak sombong dan arogan
6. Konsentrasi. Komunikator harus konsentrasi penuh terhadap materi yang disampaikan.
7. Ketulusan. Materi yang disampaikan dari ketulusan hati dan nurani akan memberikan kesan dan pesan yang sangat kuat pada diri audiens.
8. Bersahaja dalam penampilan, gerak, pengucapan dan lain-lain. Kesahajaan komunikator harus tetap memikat audiens.
9. Mempunyai rasa humor (sense of humour). Agar dirinya tidak dikesankan kaku, tidak luwes, dsb.disamping itu, sikap ini akan menghindarkan komunikator dari sikap mudah tersinggung.
Full transcript