Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Copy of Copy of Perbandingan Pembangunan Politik: Studi Kasus India dan Pakistan

Disusun Oleh Aulia Ardiyanti dan Larissa Amanda IS.
by

Chulele Kmalse

on 2 April 2013

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Copy of Copy of Perbandingan Pembangunan Politik: Studi Kasus India dan Pakistan

Perbandingan Pembangunan Politik: Studi Kasus India dan Pakistan Thank you for your attention! Latar Belakang Mengapa India dan Pakistan?
-Kesamaan Sejarah
-Perbedaan pandangan
-Perbedaan arah dan tujuan pembangunan Rumusan Masalah “Bagaimanakan pembangunan politik yang terjadi di India dan Pakistan? Apa perbedaan dan persamaan mencolok dari keduanya, dan mengapa hal itu bisa terjadi?” Konsep yang digunakan Pendekatan Pembangunan Pembangunan Politik
-Pembedaan
-Kesetaraan
-Kapasitas INDIA Kondisi Masyarakat :
-Jumlah Penduduk
-Komposisi Mayarakat
-Kualitas Pendidikan
Kondisi Politik -Sistem Politik
-Partisipasi masyarakat
-Militer
-Atmosfer Demokrasi data from: United Nations Development Programme Pakistan Kondisi Masyarakat:
-Jumlah Penduduk
-Komposisi Mayarakat
-Kualitas Pendidikan
data from: United Nations Development Programme Kondisi Politik Perbandingan Pembangunan Politik
India dan Pakistan India menganut sistem demokrasi parlementer dua kamar dengan sistem politik multipartai yang kuat.
Angka partisipasi masyarakat dalam pemilu di India juga sudah cukup tinggi. Sejak tahun 1952, tingkat partisipasi dalam pemilu berkisar 55 hingga 63 persen. Negara dengan persaingan partai politik yang paling kompetitif di dunia, dimana hasil-hasil pemilu yang selalu memberikan kejutan setiap saat.
India berhasil memposisikan militer ke dalam domain administratif bukan ke dalam domain politik. Di domain administratif, militer dipimpin oleh sipil. Di dalam doktrin militer India dikatakan “Politik bagi tentara adalah racun yang harus dijauhi.” Dan ini adalah keberhasilan India yang tidak dimiliki dunia ketiga dalam menjinakkan militer.
Keunikan lain dari demokrasi India dibandingkan negara lain adalah reformasi ekonomi tidak terjadi pada awal India menerapkan sistem demokrasi. Reformasi ekonomi baru terjadi di India pada tahun 1991, sebelum itu India menerapkan kebijakan ekonomi sosialis pada era Indira Gandhi sampai pada akhir tahuan 80-an. Tidak seperti fenomena-fenomena negara-negara lain seperti di Eropa maupun di Asia Timur. Masing-masing negara tersebut mulai membuka kran demokrasinya setelah kemajuan ekonomi mulai menanjak naik.
Pakistan Kesimpulan Daftar Pustaka
dan Sumber Referensi Lain -Sistem Politik
-Partisipasi masyarakat
-Militer
-Atmosfer Demokrasi India Secara konstitusi, sistem pemerintahan Pakistan menganut sistem parlementer. Namun sejak Jenderal Pervez Musharraf mengambil alih jabatan Presiden melalui suatu kudeta tak berdarah pada bulan Oktober 1999, sistem tersebut mengarah pada sistem presidensil dan lembaga legislatifnya menggunakan sistem bikameral.
Pakistan adalah contoh negara demokrasi tetapi tidak memiliki tradisi demokrasi yang kuat. Elite militer di negara tersebut memiliki peranan yang lebih besar daripada elite sipil dalam mengarahkan berjalannya sistem politik.
Militer juga memainkan peranan yang penting di Pakistan. Sejak tahun 1999, negara tersebut diperintah oleh penguasa militer, dibawah pimpinan Jenderal Pervez Musharaf.
Tingginya angka kemiskinan dan lemahnya sistem politik menjadi tantangan demokrasi di Pakistan. merupakan praktik kediktatoran yang senantiasa mengancam pergantian kekuasaan. Militer merupakan salah satu kekuatan yang sering menghambat demokratisasi. Intervensinya dalam ranah politik, misalnya melalui kudeta.
India dengan jumlah penduduk yang besar dan bahkan terbesar kedua di dunia, sedikit demi sedikit mampu memajukan perpolitikan dan demokrasinya sehingga kemudian berimabs juga pada pembangunan ekonomi yang lebih mapan. Meski sulit dalam menyatukan berbagai keragaman yang ada di India, terlebih lagi ditambah dengan sistem kasta yang ada dalam komposisi masyarakat yang mayoritas beragama Hindu, namun India terus mencoba untuk memapankan demokrasi ke arah konsolidasi. Hal ini diantaranya dilakukan dengan menekan peran militer dari politik sehingga unsur-unsur diktatoral dapat dihambat. Selain itu, pendidikan India yang sejak lama memang telah dikenal cukup baik di jajaran internasional banyak menghasilkan intelektual-intelektual yang akhirnya dapat turut memajukan pembangunan di India.
Pakistan, dengan jumlah penduduk yang jauh lebih sedikit dari pada India, dan dengan komposisi penduduk yang juga tidak seheterogem India, ternyata belum mampu membangun diri untuk menyaingi atau bahkan mensejajarkan diri dengan India, negara yang dapat dikatakan adalah induk semangnya. Jika dibandingkan dengan India, pembangunan politik di Pakistan masih jauh dari demokratis. Militer masih memegang peran yang sangat besar dalam perpolitikan juga dalam tatanan sosial masyarakat. Selain itu, angka korupsi yang juga masih tinggi ikut mempersulit terciptanya kesejahteraan merata bagi rakyat. Ronald H. Chilcote. Theories of Comparative Politics: The Search for a Paradigm. Boulder, CO: Westview Press. 1981.

Atul Kohli. The Success of India’s Democracy. Cambridge, UK: Cambridge University Press. 2001

Eugene M. Makar. An American's Guide to Doing Business in India. 2007

http://hdr.undp.org/en/

http://elllle.multiply.com/journal/item/2?&show_interstitial=1&u=%2Fjournal%2Fitem diakses pada 22 April 2012 pukul 09.12 WIB

http://kampus.okezone.com/read/2011/07/20/373/482033/jumlah-lulusan-s-3-indonesia-kalah-jauh-dengan-india diakses pada 22 April 2012 pukul 10.32 WIB

http://www.dw.de/dw/article/0,,4183648,00.html diakses pada 23 April 2012 pukul 14.05 WIB

http://politik.kompasiana.com/2012/03/31/demokratisasi-di-india/ diakses pada 23 April 2012 pukul 15.13 WIB

http://www.commongroundnews.org/article.php?id=29512&lan=ba&sp=0 diakses pada 21 April 2010 pukul 19.48 WIB

http://www.kemlu.go.id/islamabad/Pages/CountryProfile.aspx?IDP=2&l=id diakses pada 22 April 2012 pukul 13.45 WIB

http://indonesia.faithfreedom.org/sejarah-kemelut-politik-di-pakistan-t28704/ diakses pada 21 April 2012 pukul 18.18 WIB
Full transcript