Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Peradaban Mesopotamia (1)

No description
by

Stern Sonne

on 26 February 2013

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Peradaban Mesopotamia (1)

MESOPOTAMIA ETIMOLOGI PENDAHULUAN Peradaban Mesopotamia merupakan salah satu peradaban tertua di dunia. Letak Mesopotamia berada di wilayah perlembahan yang terletak di antara dua sungai Tigris dan Eufrat. PERADABAN SUMERIA -------------------------------------------------------- Kepercayaan bangsa Sumeria: POLITEISME Berhala-berhala bangsa Sumeria Dewa Enlil BERAKHIRLAH SUDAH EKSISTENSI PERADABAN SUMERIA Mesos = Tengah, Potamia = Sungai, bilāad ar-raāfidayn = Negeri diantara sungai-sungai Beth nahrain = Negeri sungai-sungai (sekitar 3.500 - 2.300 tahun SM) Sumeria adalah salah satu peradaban kuno di Timur Tengah, terletak di sebelah selatan Mesopotamia (tenggara Irak) dari catatan terawal abad ke-4 SM sampai munculnya Babilonia pada abad ke-3 SM. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Sumeria. Kota-kota Peradaban Sumeria Kemajuan-kemajuan peradaban Sumeria Cuneiform script
atau penulisan dangan huruf paku yang merupakan bentuk tulisan paling awal. Cuneiform umumnya ditulis dengan media tanah liat Pembuatan bangunan-bangunan dari lumpur Bangsa Sumeria mampu membangun sistem pengairan untuk menanggulangi banjir dan menyalurkan air ke lahan-lahan pertanian, seperti sistem irigasi dan kanal. PERADABAN KUNO Bangsa Sumeria sudah mampu untuk membuat alat, senjata dan perhiasan dari logam Serta membuat pakaian dari kapas Bangsa Sumeria menyembah banyak macam dewa-dewi Sebagai penguasa air tawar, yang dipercaya memeberi manusia pengetahuan dan seni Dewa Enki Sebagai penguasa para setan Dewa Utu Sebagai dewa penguasa Matahari Dewa Sin Sebagai dewa penguasa bulan Dewi Inanna Dewa An dipuja sebagai penguasa planet Venus Sebagai dewa penguasa surga Dewa Anu Dewa Ea / Eridu Dewa Anu merupakan dewa bangsa Sumeria yang paling terkenal Ea/Eridu merupakan dewa bumi yang paling dipuja dan dianggap sebagai raja para dewa-dewi lainnya Bangsa Sumeria termasuk rumpun Semit. Sekitar tahun 3.000 SM, mereka telah memiliki kebudayaan yang tinggi. Pemukiman mereka di sekitar Teluk Persia. Bangsa Sumeria telah mendirikan daerah perkotaan. Kota-kota yang terkenal, yaitu: Lagasy (Lagash), dan kota Ur. Kota Ur merupakan pusat kegiatan bangsa Sumeria. Ekspansi peradaban Sumeria pada masa awal Orang Sumeria sebagian besar hidup sebagai petani, tetapi mereka tidak memiliki tanah sendiri.

Mereka mengerjakan tanah milik para pendeta, bangsawan, dan raja. Ketiga kelompok tersebut merupakan tuan tanah.

Hal ini mengakibatkan para petani menggantungkan hidupnya pada tuan-tuan tanah. KEHIDUPAN PEREKONOMIAN Perdagangan juga berjalan dengan baik. Semula dengan sistem barter, kemudian berkembang menjadi sistem penggunaan uang sebagai alat tukar.








Uang yang digunakan terbuat dari logam mulia. Hal ini menunjukkan kemakmuran bangsa Sumeria. Barang-barang yang diperdagangkan adalah wol, perak, sayur-sayuran, gandum, minyak, mutiara, dan domba. Kehidupan Sosial Bangsa Sumeria mengelompokkan masyarakat seperti halnya orang Mesir Kuno. Kelompok masyarakat itu adalah:
Raja dan keluarganya,
Tuan tanah (bangsawan),
Pedagang,
Petani,
Budak. Potret seorang bangsawan Sumeria Orang Sumeria sudah mengenal ilmu ukur untuk membuat bangunan. Mereka juga sudah mengenal pembagian waktu. Sehari semalam = 24 jam (1 jam = 60 menit, 1 menit = 60 detik).

Mereka juga telah mengetahui pembagian lingkaran menjadi 360 drajat.

Bangsa Sumeria juga telah mampu membuat/menyusun dua penanggalan. Penanggalan itu berdasarkan peredaran bulan, yaitu 1 tahun = 354 hari dan berdasarkan peredaran matahari, yaitu 1 tahun = 360 hari. Rumah tipikal Sebuah Kuil/Ziggurat Kemunduran dan Kehancuran Melemahnya bangsa Sumeria disebabkan oleh tidak adanya persatuan. Mereka saling berebut kekusaan, selama ±500 tahun terjadi perang saudara. Akibatnya, pada tahun 2350 SM bangsa Sumeria dapat ditaklukan oleh bangsa Akadia di bawah pimpinan Raja Sargon yang Agung. Hahaha,
tak jajah sampeyan!! Sargon of Akkad Kekaisaran Akkadia 2334 SM - 2193 SM Kekaisaran Akkadia adalah kekaisaran yang berpusat di kota Akkad, yang terletak di tepi barat sungai Efrat. Meskipun dilakukan pencarian lebih lanjut, lokasi spesifiknya tidak pernah ditemukan.

Pada masa keemasannya, luas wilayah Akkadia mencapai 800.000 km persegi Kekaisaran ini mencapai puncak kejayaannya pada abad ke-24 dan 22 SM, dengan dilakukannya penaklukan oleh raja Sargon dari Akkad yang.
Pada puncaknya LUAS WILAYAH AKKADIA MENCAPAI 800.000 KM PERSEGI !! Sargon of Akkad Arah ekspansi Kekaisaran Akkadia Dari segi kebudayaan bangsa Akkadia meniru kebudayaan bangsa Sumeria yang sudah maju sehingga berkembanglah budaya baru yang disebut budaya Sumer Akkad berbahasa semit. Bangsa Akkad memiliki cerita-cerita dongeng tentang kepahlawanan, seperti cerita tentang Adopa, Etana, dan Gilgamesh. Kebudayaan Akkadia Sistem Politik Kekaisaran Akkadia merupakan sebuah monarki absolut dan merupakan sebuah negara teokrasi yang sangat sentralis. Raja memegang tampuk pimpinan tertinggi di bidang militer dan sipil, serta juga dianggap sebagai "anak dewa" Kepercayaan Bangsa Akkad Secara umum, Bangsa Akkad menyembah dewa-dewi yang disembah oleh bangsa sumeria, namun dalam hal ini Raja diakui sebagai anak dewa Sargon dari Akkad dianggap sebagai anak dari Dewa Enlil, dan Pendeta suci yang diurapi untuk Dewa Anu Kehidupan Perekonomian Sama halnya dengan bangsa Sumeria dan bangsa-bangsa lainya yang mendiami wilayah "Fertile Crescent", mayoritas penduduk Akkadia merupakan petani. Komoditas pertanian utama meraka adalah gandum dan barley.

Bangsa Akkadia juga telah mengembangkan sistem irigasi yang maju. Peninggalan-peninggalan patung Sargon of Akkad Epik Gilgamesh Ekskavasi sebuah bangunan Akkadia Sebab Kehancuran Kekaisaran Akkadia runtuh pada tahun 2193 SM. Sebab utama kekalahan bangsa ini ialah karena adanya serangan dari Bangsa Gutian, dan raja-raja terakhir Akkadia tidak mampu mempertahankan pemerintahan yang tersentralisasi. To Be Continued PART 1
Full transcript