Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Seminar Tugas Akhir

Makalah Pesentasi
by

Anggi Rizki

on 18 January 2013

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Seminar Tugas Akhir

ANALISIS AUDIT ENERGI UNTUK PENCAPAIAN EFISIENSI PENGGUNAAN ENERGI DI GEDUNG FPMIPA JICA
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA Sketches ANALISIS AUDIT ENERGI UNTUK PENCAPAIAN EFISIENSI PENGGUNAAN ENERGI DI GEDUNG FPMIPA JICA
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA 1.2 Tujuan
Hal-hal yang menjadi tujuan tugas akhir ini adalah :

1.2.1 Melakukan pemilihan tingkat audit energi.

1.2.2 Melakukan pengukuran konsumsi daya listrik di gedung FPMIPA JICA Universitas Pendidikan Indonesia.

1.2.3 Melakukan pengamatan dan pengukuran pada parameter audit energi.

1.2.4Mengetahui peluang penghematan dan rekomendasi penghematan energi di gedung FPMIPA JICA Universitas Pendidikan Indonesia. I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
Beberapa faktor yang melatar belakangi penyusunan tugas akhir ini tentang audit energi listrik di gedung FPMIPA JICA Universitas Pendidikan Indonesia adalah:

1.1.1Peningkatan populasi di gedung FPMIPA JICA Universitas Pendidikan Indonesia.

1.1.2Penambahan fasilitas penunjang di gedung FPMIPA JICA Universitas Pendidikan Indonesia.

1.1.3Mengetahui tingkat efisiensi dari setiap parameter audit energi yang ada di gedung FPMIPA JICA Universitas Pendidikan Indonesia.

1.1.4Mencari rekomendasi peluang penghematan energi di gedung FPMIPA JICA Universitas Pendidikan Indonesia. 1.3 Rumusan Masalah
Berdasarkan pada tujuan dan latar belakang di atas, dapat dirumusan masalah yang dapat diuraikan adalah sebagai berikut:

1.3.1 Bagaimana mengetahui konsumsi daya listrik di gedung FPMIPA JICA Universitas Pendidikan Indonesia.

1.3.2 Bagaimana melakukan pengamatan dan pengukuran pada parameter-parameter audit energi di gedung FPMIPA JICA Universitas Pendidikan Indonesia.

1.3.3 Bagaimana mengetahui peluang penghematan dan rekomendasi penghematan energi di gedung FPMIPA JICA Universitas Pendidikan Indonesia. 1.4 Batasan Masalah
Berdasarkan pada tujuan dan latar belakang serta rumusan masalah di atas, dapat diditentukan batasan-batasan masalah dalam proses penelitian dan penyusunan tugas akhir ini adalah sebagai berikut :

1.4.1Audit energi yang dilaksanakan di gedung FPMIPA JICA Universitas Pendidikan Indonesia adalah audit energi awal dan audit energi rinci.

1.4.2Perhitungan dan pengukuran energi listrik di gedung FPMIPA JICA Universitas Pendidikan Indonesia dilakukan untuk jam dan hari yang berbeda.

1.4.3Pelaksanaan audit energi listrik di gedung FPMIPA JICA Universitas Pendidikan Indonesia berpedoman kepada SNI 03-6196-2000 tentang Prosedur Audit Energi Pada Bangunan Gedung.

1.4.4Standarisasi sistem tata udara berpedoman kepada SNI 03-6390-2000 tentang Komservasi Energi Sistem Tata Udara Pada Bangunan Gedung.

1.4.5Standarisasi sistem pencahayaan berpedoman kepada SNI 03-6197-2000 tentang Konservasi Energi Sistem Pencahayaan Pada Bangunan Gedung. 1.5 Metodologi Penelitian
Dalam tugas akhir ini,langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk merasionalisasikan audit energi di gedung FPMIPA JICA Universitas Pendidikan Indonesia adalah sebagai berikut:

1.5.1Rincian luas bangunan gedung dan luas total bangunan gedung (m2) FPMIPA JICA Universitas Pendidikan Indonesia.

1.5.2Konsumsi energi bangunan gedung FPMIPA JICA Universitas Pendidikan Indonesia per tahun (kWh/tahun) selama 3 tahun terakhir.

1.5.3Mengetahui dan menganalisis parameter-parameter audit energi pada gedung FPMIPA JICA Universitas Pendidikan Indonesia .

1.5.4Mengetahui dan menganalisis peluang penghematan dan rekomendasi penghematan energi di gedung FPMIPA JICA Universitas Pendidikan Indonesia. II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Audit Energi

Audit Energi adalah teknik yang dipakai untuk menghitung besarnya konsumsi energi pada bangunan gedung dan mengenali cara-cara untuk penghematannya. Bisa juga dikatakan Audit energi adalah proses evaluasi pemanfaat energi dan identifikasi peluang penghematan energi serta rekomendasi peningkatan efisiensi pada pengguna sumber energi dan pengguna energi dalam rangka konservasi energi. Audit energi dilaksanakan sekurang-kurangnya pada proses dan pengguna energi utama secara berkala paling sedikit satu kali dalam tiga tahun. Proses audit dapat dilakukan oleh auditor internal maupun eksternal. Standar kompetensi auditor energi di bidang industri dan gedung sedang dalam proses penetapan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (MESDM). 2.1 Prosedur Audit Energi Pada Bangunan Gedung 1.Audit Energi Awal
Audit energi awal, seringkali disebut sebagai garis besar, membolehkan seluruh pemakaian energi pada suatu area untuk dievaluasi, untuk melihat apakah penggunaan energi masih rasional atau berlebihan.

2.2.1.1Kegiatan yang Dilakukan Pada Saat Audit Energi Awal adalah sebagai berikut:
1). Pengumpulan dan penyusunan data energi bangunan gedung.
Data-data tersebut antara lain:
a). Dokumentasi bangunan terdiri dari:
(1). Denah bangunan gedung.
(2). Denah instalasi pencahayaan bangunan seluruh lantai.
(3). Kurva satu garis listrik
b). Pembayaran rekening listrik bulanan
2). Menghitung besarnya intensitas konsumsi energi (IKE) Gedung. 2. Audit Energi Rinci
Audit energi rinci dilakukan bila nilai IKE lebih besar dari nilai target yang ditentukan. Jika dari hasil perhitungan IKE ternyata sama atau lebih kecil dari pada IKE yang ditargetkan, audit energi rinci masih dapat dilakukan untuk memperoleh IKE yang lebih rendah lagi.

2.2.2.1 Kegiatan yang Dilakukan Pada Saat Audit Energi Rinci
Kegiatan yang dilakukan dalam audit energi rinci adalah:
1)Penelitian Konsumsi Energi
2)Pengukuran kualitas daya listrik
3)Identifikasi Peluang Hemat Energi
4)Analisis Peluang Hemat Energi. 1.Audit Sistem Tata Udara Pada Bangunan Gedung
2.Audit Sistem Pencahayaan Pada Bangunan Gedung.
3.Intensitas Konsumsi Energi (IKE)
4.Pengukuran kwalitas Daya Listrik.
5.Pengukuran Harmonisa 2.3 Parameter – Parameter Audit Energi Anggi Rizki Ramdani
0905842 Pembimbing I : Prof. Dr.H Soemarto, MSIE
Pembimbing II : Drs. Yadi Mulyadi, MT

JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO
FAKULTAS PENDIDIKAN TEKNOLOGI DAN KEJURUAN
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
2.2 Audit Energi awal

2.1.1 Deskripsi Objek Penelitian
Gedung FPMIPA berada di Jl. Dr.Setiabudhi No.229 Bandung. Gedung ini merupakan salah satu gedung yang dimiliki Universitas Pendidikan Indonesia yang digunakan sebagai tempat perkuliahan dan perkantoran. Gedung ini merupakn hasil kerjasama dengan JICA (Japan International Cooperation Agency).
Gedung FPMIPA terbagi menjadi 4 bagian dengan jumlah lantai yang berbeda. Bagian barat dan selatan terdiri dari 3 lantai, bagian timur dan utara masing – masing terdiri dari 4 lantai dan 5 lantai. Luas gedung ini sekitar 5896 m2 dengan panjang 88 m dan lebar 67 m. Pada gedung ini terdapat 1 buah lift yang letaknya berada di gedung sebelah utara, serta sebuah kantin yang terletak di sebelah barat gedung pada lantai 1. II. PELAKSANAAN AUDIT ENERGI 2..1.2 Klasifikasi Konsumsi Energi Listrik Gedung

Sistem kelistrikan di gedung FPMIPA JICA Universitas Pendidikan Indonesia merupakan sistem interkoneksi antara suplaier daya dari PLN dan suplaier daya dari genset. Suplai daya dari PLN di salurkan melalui panel MVMDP dan diteruskan ke transformator, sistem ini merupakan sistem tegangan menengah (20 KV, 3 Phasa, 50Hz). Dari transformator utama menuju panel LVMDP (220/380V). Kemudian disalurkan ke masing – masing sub panel distribusi.
Suplai daya dari PLN untuk gedung FPMIPA JICA Universitas Pendidikan Indonesia adalah sebesar 865 KVA, dengan golongan tarif listrik dan beban tersambung termasuk pada klasifikasi S3 ( Badan Sosial Sedang). Selain itu, gedung FPMIPA JICA Universitas Pendidikan Indonesia juga disuplai genset dengan kapasitas 250 KVA. Suplai daya dari genset disimpan sebagai cadangan pasokan listrik apabila terjadi pemadaman oleh PLN. 2.1.3Pengukuran tingkat kuat pencahayaan di gedung FPMIPA JICA berdasarkan ruangan sampel. Tabel 2.1 Tingkat Kuat Pencahayaan Intensitas cahaya= (E X A)/n , dimana :.................................................................Rumus [1]
n adalah ketentuan efisiensi yang telah ditentukan dengan nilai-nilai k, rp, rw, dan rm seperti yang telah tertera pada table ketentuan (Terlampir).
k = (p x l)/(h (p+l))....................Rumus [2] 2.1.4 Pengukuran sistem tata udara (AC) Tabel 2.2 PK Sistem Tata Udara (AC) 2.1.5 Data Historis Intensitas Konsumsi Energi (IKE) gedung FPMIPA JICA Universitas Paendidikan Indonesia 2.2 Audit Energi Rinci

2.2.1 Rangkaian pengukuran kualitas daya

Untuk mengetahui kualitas daya dari gedung FPMIPA JICA Universitas Pendidikan Indonesia maka dilakukanlah pengukuran pada LVMDP ( Low Voltage Main Distribution Panel ) sebagai pusat penyalur daya listrik menuju SDP ( Sub Distribution Panel ) kemudian disambungkan ke beban sesuai kebutuhan. Alat yang dipakai dalam pengukuran ini adalah Power Quality Analyzer. Berikut adalah rangkaian pengukuran dengan dengan menggunakan alat ukur Power Quality Analyzer. Gambar 2.1 Rangkaian Pengukuran LVMDP V. ANALISIS DAN PEMBAHASAN 5. 1 Parameter Audit Energi

5.1.1 Analisis Tingkat Kuat Pencahayaan

Dari hasil penelitian diketahui bahwa sebagian besar aktifitas digedung FPMIPA JICA dilakukan pada siang hari. Dan ruangan-ruangan digedung FPMIPA JICA masih menggunakan penerangan alamiah (sinar matahari) pada waktu siang hari. Lampu penerangan hanya dinyalakan pada saat dibutuhkan saja.
Perbandingan tingkat kuat penerangan hasil pengukuran dengan standar yang sudah ditetapkan dalam SNI 03-6197-2000 untuk beberapa sampel ruangan dapat dilihat pada tabel 3.1 berikut.
Dari tabel 3.1 diketahui bahwa hampir semua ruangan yang ada digedung FPMIPA JICA, tingkat kuat penerangannya berada dibawah standar yang telah ditetapkan dalam SNI 03-6197-2000. 5.1.2 Analisis Sistem Tata Udara

Dalam tugas akhir ini penulis menitik beratkan penelitian pada PK (Paard Kracht) atau yang lebih kita kenal sebagai cara menghitung dan menyesuaikan daya pendingin air conditioner dengan ruangan.. sebagaimana telah ditetapkan dalam aturan yang baku dalam SNI 03-6196-2000 (Prosedur Audit Energi Pada Gedung) dan diperinci dalam SNI 03-6390-2000 (Konversi Energi Pada Sistem Tata Udara).
Hasil perhitungan kapasitas AC yang ideal dari beberapa sampel ruangan pada digedung FPMIPA JICA dapat dilihat pada tabel 3.2.
Dari tabel 3.2.diketahui bahwa hampir semua ruangan ber-AC yang ada digedung FPMIPA JICA, tingkat kapasitas AC yang ideal sesuai dengan yang telah ditetapkan dalam SNI 03-6390-2000. 5.1.3 Analisis Intensitas Konsumsi Energi Listrik (IKE) Dari audit energi awal yang telah dilaksanakan dapat disimpulkan bahwa tingkat efisiensi konsumsi energi listrik pada gedung FPMIPA JICA Universitas Pendidikan Indonesia berada pada rata-rata 60119.75 Kwh/m2/tahun. Dan dengan nilai IKE (Intensitas Konsumsi Energi) 3.77 per-tahun. Dengan demikian bisa di katakan nilai IKE sangat efisien untuk sebuah gedung kategori ber-AC Ket :
*** = Kondisi normal dan efisien
** = Kondisi normal tapi kurang Efisien
* = Kondisi tak normal Dari hasil pengukuran tersebut dapat di simpulkan Nilai THD arus ( Total Harmonic distoration) pada tiap-tiap panel tidak efektif. Hal ini disebabkan oleh banyaknya penggunaan alat elektronik misalnya komputer, TV dll. yang menyebabkan implikasi harmonisa dalam sistem tenaga listrik yang mempunyai dampak gelombang arus tidak sinusodal. 5.1.4 Analisis Kualitas Daya Listrik 5.2 Rekomendasi PeluangPenghematan Energi

1.Efisiensi Penerangan
a)Menghidupkan lampu sesuai kebutuhan.
b)Lakukan perhitungan yang tepat pemasangan armature pada ruangan, sehingga tidak terjadi losses dan over load daya penerangan.
c)Mengatur posisi peralatan sehingga tidak mengganggu penerangan.
d)Bila memungkinkan, mengganti warna dinding dan langit-langit dengan warna terang sehingga tidak membutuhkan penerangan yang berlebihan.
e)Menambah atau mengganti lampu dalam ruangan yang intensitas cahayanya kurang.
2. Efisiensi Tata Udara (AC)
a)Memilih AC hemat energi dengan daya (PK) yang sesuai dengan besarnya ruangan dan kemungkinan kapasitas person.
b)Matikan AC bila ruangan tidak digunakan.
c)Mengatur suhu secukupnya, tidak menyalakan AC terlalu dingin.
d)Menutup pintu, jendela dan ventilasi ruangan agar udara panas dari luar tidak masuk.
e)Meletakan AC tidak boleh berhadapan langsung dengan sinar matahari.
f)Membersihkan saringan (filter) AC secara teratur.
3. Efisiensi Kualitas Daya Listrik
a)Memasang filter aktif untuk menghilangkan distorsi harmonisa pada pada alat elektronik non-liniear.
b)Menempelkan stiker atau tempelan himbauan hemat energi pada peralatan elektronik non-liniear yang sering digunakan. 6.1 Kesimpulan

1.Audit energi pada suatu gedung itu harus dilaksanakan minimal 3 tahun sekali.Pemilihan tingkat audit merupakn hal utama yang harus auditor lakukan sebelum melaksankan audit energi. Merujuk pada ketentuan prosedur audit energi pada gedung SNI 03-6196-2000. Audit energi dilakukan secara sistematika, yaitu dimulai dengan dilaksankanya audit energi awal dan kemudian dilanjutkan oleh audit energi rinci dan mentoring.

2. Data hasil pengukuran pada parameter-parameter audit energi digunakan sebagai data-data penunjang untuk proses audit energi di gedung FPMIPA JICA Universitas Pendidikan Indonesia.

3. Pengamatan dari hasil pengukuran parameter audit energi, diketahui diantaranya ada parameter audit energi yang sudah efisien dan yang masih belum efisien. Sebagi contoh yaitu pada pengukuran kuat pencahayaan, dari hasil pengukuran hampir keseluruhan sample ruang di gedung FPMIPA JICA Universitas Pendidikan Indonesia intensitas pencahayaannya masih berada dibawah standar yang telah di tetapkan dalam SNI 03-6197-2000 (Konversi Energi Pada Sistem Pencahayaan).

4. Dari hasil audit energi yang telah dilaksanakan baiknya semua rekomendasi untuk peluang penghematan khususnya oleh pihak konsumen auditor dilaksanakan secara detail dan menyeluruh pada setiap parameternya agar efisiensi penggunaan energi pada suatu gedung yang telah diaudit tersebut bisa tercapai. VI PENUTUP 6.2 Saran

1. Meskipun IKE pada gedung FPMIPA JICA Universitas Pendidikan Indonesia sudah dalam kategori efisien, akan tetapi audit energi itu masih sangat di haruskan minimal 3 tahun sekali. hal ini berguna untuk mengetahui tingkat keefisienan IKE di gedung tersebut.

2. Untuk pemilihan tingkat audit merujuk pada ketentuan prosedur audit energi pada gedung SNI 03-6196-2000. Audit energi dilakukan secara sistematika, yaitu dimulai dengan dilaksankanya audit energi awal apabila audit energi awal telah dilksanakan dan hasil yang didapat sesuai standar efisiensi menurut ketentuan prosedur audit energi pada gedung SNI 03-6196-2000, maka audit energi rinci dan audit mentoring tidak perlu dilaksanakan. Akan tetapi jika hal sebaliknya terjadi yaitu hasil audit awal yang telah dilaksnakan tidak sesuai standar efisiensi menurut ketentuan prosedur audit energi pada gedung SNI 03-6196-2000 , maka audit energi rinci (tingkat 2) wajib dilaksanakan.

3. Sebagai upaya peningkatan tingkat kuat penerangan pada gedung FPMIPA JICA Universitas Pendidikan Indonesia, maka perlu dilakukan penataan ulang instalasi penerangan yang meliputi penggantian lampu-lampu yang sudah mati tentunya diganti dengan lampu-lampu yang sesuai dengan spesifikasi perancangan dan SNI 03-6197-2000 (Konversi Energi Pada Sistem Pencahayaan).

4. Perawatan dan pemeliharaan secara rutin terhadap peralatan sistem tata udara dan sistem penerangan, agar performa dari peralatan tersebut selalu optimal dan efisiensi intensitas konsumsi energi akan tetap terjaga .
5.Perawatan dan pemeliharaan secara rutin terhadap peralatan elektronik, agar tidak terjadi gangguan harmonisa melebihi standar normal efisiensi. Standarisasi sistem tata udara SNI 03-6390-2000 Tingkat Pencahayaan Rata-Rata, Renderansi Dan Temperatur Warna Yang Ditetapkan (SNI 03-6197-2000) SNI 03-6196-2000 Prosedur Audit Energi Pada Bangunan Gedung (IKE) 1. gedung non AC 2. Gedung ber-AC 1.Memasang probe kabel tegangan dari PQA pada saluran alat ukur tegangan volt (V)
2.Memasang tang ampere dari PQA pada saluran kabel alat ukur arus (A)
3.Memposisikan switch tegangan pada R-N
4.Memposisikan switch arus pada R
5.Melakuakan pengamatan pada PQA untuk setiap parameter (tegangan, arus, faktor daya dan frekuensi) dan mencatat kedalam tabel pendataan.
6.Memposisikan switch tegangan pada S-N
7.Memposisikan switch arus pada S
8.Melakuakan pengamatan pada PQA untuk setiap parameter (tegangan, arus, faktor daya dan frekuensi) dan mencatat kedalam tabel pendataan.
9.Memposisikan switch tegangan pada T-N
10.Memposisikan switch arus pada T
11.Melakuakan pengamatan pada PQA untuk setiap parameter (tegangan, arus, faktor daya dan frekuensi) dan mencatat kedalam tabel pendataan.
12.Melakukan langkah diatas pada panel LVMDP dengan selang waktu 1 jam sekali selama 7 jam. PQA Opration TERIMAKASIH... Tabel 2.3 Intensitas Konsumsi energi
Full transcript