Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

ASAL USUL KEHIDUPAN

No description
by

Salsabila Khoirina

on 20 January 2014

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of ASAL USUL KEHIDUPAN

TEORI ASAL USUL KEHIDUPAN
ABIOGENESIS
(generatio spontae)

Teori ini mengatakan bahwa "makhluk hidup berasal dari benda tak hidup yang berlangsung secara spontan"


BIOGENESIS
Teori abiogenesis klasik disanggah sejak abad ke-19. Sanggahan utama dikemukakan oleh Louis Pasteur, Lazzaro Spallanzani, dan Francisco Redi. Pengamatan mereka yang lebih terencana, teliti, dan sabar dalam eksperimen membuktikan bahwa kuman yang tumbuh pada daging adalah karena induk kuman sudah ada di daging busuk dan kalau belatung lalat tumbuh dari daging busuk itu disebabkan oleh induk lalat bertelur di daging tersebut. Jadi, teori generatio spontanea dibantah dan digantikan dengan teori Biogenesis dengan bukti-bukti eksperimen Redi, Spallanzani, dan Pasteur. Hipotesis yang menyatakan makhluk hidup berasal dari sesuatu makhluk yang hidup disebut teori biogenesis.
Conclusion
3 Kesimpulan Teori Biogenesis

Berdasarkan hasil percobaan Redi, Spallanzani, dan Pasteur tersebut, maka tumbanglah paham Abiogenesis, dan munculah paham/teori baru tentang asal usul makhluk hidup yang dikenal dengan teori Biogenesis.

Teori itu menyatakan :

a. omne vivum ex ovo = setiap makkhluk hidup berasal dari telur.

b. Omne ovum ex vivo = setiap telur berasal dari makhluk hidup, dan

c. Omne vivum ex vivo = setiap makhluk hidup berasal dari makhluk hidup sebelumnya.
EVOLUSI
Evolusi adalah proses perubahan secara berangsur-angsur (bertingkat) dimana sesuatu berubah menjadi bentuk lain (yang biasanya) menjadi lebih kompleks/ rumit ataupun berubah menjadi bentuk yang lebih baik.
Mekanisme Evolusi:
1. Mutasi Gen
2. Perubahan perbandingan Frekuensi Gen pada Populasi
3. Timbulnya Spesies Baru
a. Faktor mutasi
b. Seleksi alam
c. Emigrasi dan Imigrasi
d. Rekombinasi dan seleksi
e. Genetik Drift
a. Isolasi Geografi
b. Isolasi Reproduksi
c. Domestikasi
d. Terbentuknya spesies baru akibat adanya poliploid
Teori ini dikemukakan oleh:
Aristoteles :
" dari percobaan tanah yang direndam dalam air, akan menghasilkan cacing "

Antony Van Leuwenhok :
"adanya makhluk renik pada air rendaman jerami yang dilihatnya menggunakan mikroskop." Dan ditulis dalam sebuah catatan ilmiah yang diberi judul “Living in a drop of water“

John needham :
“meletakkan air kaldu dalam botol dan ditutup dengan gabus.”

Jean Batiste Van Helmont :
“Dengan percobannya yaitu baju kotor yang berkeringat dan disimpan di dalam gudang. Dan beberapa hari kemudian menjadi Tikus."

a) Percobaan Francesco Redi
( 1626-1697)
Untuk menjawab keragu-raguannya terhadap paham abiogenesis, Francesco Redi mengadakan percobaan. Pada percobaannya Redi menggunakan bahan tiga kerat daging dan tiga toples. Percobaan Redi selengkapnya adalah sebagai berikut :
Stoples I : diisi dengan sekerat daging segar, dan dibiarkan terbuka.
Stoples II :diisi dengan sekerat daging, dan ditutup oleh kain kasa.
Stoples III : disi dengan sekerat daging, dan ditutup rapat - rapat.
Selanjutnya ketiga stoples tersebut diletakkan pada tempat yang aman. Setelah beberapa hari, keadaan daging dalam ketiga stoples tersebut diamati. Danhasilnya sebagai berikut:
Stoples I : daging tampak membusuk dan didalamnya ditemukan banyak larva atau belatung lalat.
Stoples II : daging tampak membusuk tetapi larva atau belatung lalat hanya terdapat di kain kasanya saja, tidak masuk ke dalam stoples.
Stoples III : daging tidak busuk dan pada daging ini tidak ditemukan jentik / larva atau belatung lalat.
Spallanzani juga melakukan percobaan untuk membantah teori abiogenesis, tetapi menggunakan bahan kaldu. Disainnya sebagai berikut:
Labu I : diisi kaldu lalu dipanaskan dan dibiarkan terbuka
Labu II : diisi kaldu, lalu ditutup dengan gabus yang disegel dengan lilin, kemudian dipanaskan

Setelah dingin kedua labu diletakkan di tempat yang sama. Beberapa hari kemudian hasilnya sebagai berikut.
Labu I : berubah busuk dan keruh, banyak mengandung mikroba (bakteri)
Labu II : tetap jernih, tidak mengandung mikroba

Menurut Spallanzani mikroba yang tumbuh dan menyebabkan busuknya kaldu berasal dari mikroba yang beraada di udara. Pendukung paham abiogenesis keberatan dengan disain Spallanzani karena menurut anggapan mereka, labu yang tertutup menyebabkan gaya hidup (elan vital) dari udara tidak dapat masuk, sehingga tidak memungkinkan munculnya makhluk hidup (mikroba).
b) Percobaan Lazzaro Spallanzani ( 1729-1799)
Dalam menjawab keraguannya terhadap paham abiogenesis. Pasteur melaksanakan percobaan untuk menyempurnakan percobaan Lazzaro Spallanzani. Dalam percobaanya, Pasteur menggunakan bahan air kaldu dengan alat labu. Langkah-langkah percobaan Pasteur selengkapnya adalah sebagai berikut :

Langkah I : labu disi 70 cc air kaldu, kemudian ditutup rapat-rapat dengan gabus. Celah antara gabus dengan mulut labu diolesi dengan paraffin cair. Setelah itu pada gabus tersebut dipasang pipa kaca berbentuk leher angsa. Lalu, labu dipanaskan atau disterilkan.
Langkah II : selanjutnya labu didinginkan dan diletakkan ditempat yang aman. Setelah beberapa hari, keadaan air kaldu diamati. Ternyata air kaldu tersebut tetep jernih dan tidak mengandung mikroorganisme.
Langkah III : labu yang air kaldu didalamnya tetap jernih dimiringkan sampai air kaldu didalamnya mengalir kepermukaan pipa hingga bersentuhan dengan udara. Setelah itu labu diletakkan kembali pada tempat yang aman selama beberapa hari. Kemudian keadaan air kaldu diamati lagi. Ternyata air kaldu didalam labu meanjadi busuk dan banyak mengandung mikroorganisme.
c) Percobaan Louis Pasteur (1822-1895)
Melaui pemanasan terhadap perangkat percobaanya, seluruh mikroorganisme yang terdapat dalam air kaldu akan mati. Disamping itu, akibat lain dari pemanasan adalah terbentuknya uap air pada pipa kaca berbentuk leher angsa. Apabila perangkat percobaan tersebut didinginkan, maka air pada pipa akan mengembun dan menutup lubang pipa tepat pada bagian yang berbentuk leher. Hal ini akan menyebabkan terhambatnya mikroorganisme yang bergentayangan diudara untuk masuk kedalam labu. Inilah yang menyebabkan tetap jernihnya air kaldu pada labu tadi. Pada saat sebelum pemanasan, udara bebas tetap dapat berhubungan dengan ruangan dalam labu. Mikroorganisme yang masuk bersama udara akan mati pada saat pemanasan air kaldu.

Setelah labu dimiringkan hingga air kaldu sampai kepern\mukan pipa, air kaldu itu akan bersentuhan dengan udara bebas. Disini terjadilah kontaminasi mikroorganisme. Ketika labu dikembalikan keposisi semula (tegak), mikroorganisme tadi ikut terbawa masuk. Sehingga, setelah labu dibiarkan beberapa beberapa waktu air kaldu menjadi akeruh, karena adanya pembusukan oleh mikrooranisme tersebut. Dengan demikian terbuktilah ketidak benaran paham Abiogenesis atau generation spontanea, yangmenyatakan bahwa makhluk hidup berasal dari benda mati yang terjadi secara spontan.

Para ahli ilmu pengetahuan alam memiliki pandangan yang berbeda-beda mengenai asal usul kehidupan sesuai dengan eksperimen-eksperimen yang telah dilakukannya. Masing-masing pendapat tersebut didasrkan oleh percobaan yang telah dibuktikan sendiri oleh para ahli tersebut. Seperti teori abiogenesis (generatio spontanea) yang dikemukakan oleh Aristoteles, John Needham, Antonie van Leeuwenhoek. Teori biogenesis yang dikemukakan oleh Francesco Redi, Lazzaro Spallanzani, dan Louis Pasteur.
Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan tersebut masing-masing memiliki kelemahan-kelemahan sehingga masing-masing teori yang dipaparkan saling melengkapi satu sama lain. Seperti teori abiogenesis yang dikemukakan oleh Aristoteles, John Needham, Antonie van Leeuwenhoek, dan Van Helmot yang dipandang kurang sempurna oleh penganut teori biogenesis yaitu Francesco Redi, Lazzaro Spallanzani, dan Louis Pasteur maka mereka pun melakukan percobaan untuk menyanggah dan menyempurnakan teori abiogenesis.
THANKYOU FOR YOUR ATENTION :)
Kelompok 6:
1. Fazah Millatina M
2. Ihsan Noor
3. Mikhael P
4. Naomi Agista
5. Ni Made Ayu
6. Salsabila K

XII IPA 3
Full transcript