Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

PENGENALAN SAR DASAR

No description
by

Endro Sambodo

on 11 December 2014

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of PENGENALAN SAR DASAR

TUJUAN PENGETAHUAN SAR
Agar diperoleh pengertian yang benar oleh setiap insan dan potensi SAR untuk memudahkan dalam setiap pelaksanaan SAR
DEFINISI SEARCH AND RESCUE
SEARCH AND RESCUE adalah pencarian dan pertolongan yang meliputi usaha mencari, menyelamatkan, memberian pertolongan terhadap orang atau material yang dikhawatirkan hilang atau menghadapi bahaya dalam suatu musibah.

Baik musibah pelayaran, penerbangan, serta musibah / kecelakaan rekreatif atau bencana alam
FALSAFAH SEARCH AND RESCUE
SAR adalah kewajiban yang beraspek penuh kemanusiaan, karenanya dilaksanakan dengan suka rela tanpa pamrih apapun

SAR diberikan kepada siapa saja, kapan saja, dimana saja, tanpa membedakan kebangsaan, ras, kepercayaan,kedudukan, dan asal-usul mereka yang membutuhkan pertolongan
SASARAN SEARCH AND RESCUE
Sasaran utamanya adalah keselamatan jiwa manusia, baru kemudian keselamatan harta benda
RUANG LINGKUP SAR
• SAR mempunyai ruang lingkup Nasional dan Internasional.
• Di tiap negara memiliki BADAN SAR NASIONAL kecuali ROMA.

Adanya ketentuan dari ICAO (Internasional Civil Aviation Organization) yaitu Organisasi Penerbangan Sipil Internasional .
Adanya ketentuan dari IMO (International Maritime Organization) atau Organisasi Pelayaran Internasional.
Dengan adanya ketentuan internasional yang bersifat mengikat tersebut, Negara wajib memiliki organisasi SAR yang mampu untuk menangani musibah penerbangan dan pelayaran di wilayah tanggung jawabnya.
Apabila Negara tidak bisa memberikan pelayanan di bidang SAR, maka Negara yang bersangkutan dikenai status “Black Area”
PENGENALAN SAR DASAR
TUJUAN SEARCH AND RESCUE
Menyelamatkan jiwa manusia dan harta benda serta barang yang ditimpa musibah kecelakaan / bencana sebanyak mungkin dengan cara yang efisien dan efektif
Memberi rasa aman, rasa pasti , dan rasa tidak was-was pada orang yang terkena musibah.
Memenuhi dan melaksanakan kewajiban internasional dalam rangka kerja sama dan hubungan antar bangsa dan keluarga dunia
WEWENANG SEARCH AND RESCUE
SAR mempunyai wewenang sebatas pada
usaha

pencarian, pertolongan, serta evakuasi, sampai korban musibah diserahkan kepada pihak yang lebih berwenang.
Pihak yang lebih berwenang disini adalah Kepolisian dan Medis (PMI, Puskesmas atau Rumah Sakit Terdekat untuk proses identifikasi awal atau Otopsi
PENYELENGGARAAN OPERASI SAR
OPERASI SAR diaktifkan segera setelah diketahui adanya musibah atau diketahui adanya suatu keadaaan darurat

OPERASI SAR dihentikan bila korban musibah telah berhasil diselamatkan atau bila telah diyakini keadaaan darurat tidak terjadi atau bila hasil analisa / evaluasi bahwa harapan untuk menyelamatkan korban sudah tidak ada lagi
Tolak ukur keberhasilan operasi SAR
a. Kecepatan
b. Ketepatan
c. Keberhasilan operasi
TINGKAT KEADAAN DARURAT
Keadaan darurat suatu musibah dibagi menjadi 3 tingkat :

1. Tingkat Meragukan (UNCAIRTAINITY PHASE - INCERFA)
2. Tingkat Mengkhawatirkan (ALERT PHASE – ALERFA ) merupakan kelanjutan dari
tingkat INCERFA atau jika diketahui dalam keadaan mengkhawatirkan karena adanya
ancaman terhadap keselamatannya
3. Tingkat Memerlukan bantuan ( DISTRESS PHASE – DISTRESFA ) merupakan
kelanjutan dari tingkat ALERFA
TAHAP KEGIATAN OPERASI SAR
1. TAHAP MENYADARI ( AWARENESS STAGE )
2. TAHAP TINDAKAN AWAL ( INITIAL ACTION STAGE )
3. TAHAP PERENCANAAN OPERASI ( PLANING STAGE )
4. TAHAP OPERASI SAR ( OPERATION STAGE )
5. TAHAP AKHIR PENUGASAN ( MISSION CONCLUSSION STAGE )
1. TAHAP MENYADARI ( AWARENESS STAGE )
Yaitu saat diketahui / disadari terjadinya keadaan darurat / musibah, tindakan yang dilakukan adalah pencatatan data musibah berupa :

a. Nama Korban / pesawat udara / kapal
b. Posisi Kejadian
c. Jenis Musibah
d. Waktu Kejadian
e. Keadaan Cuaca di tempat kejadian
f. Keterangan lain yang diperlukan
2. TAHAP TINDAKAN AWAL ( INITIAL ACTION STAGE )
Yaitu saat dilakukan suatu tindakan sebagai tanggapan adanya musibah yang terjadi, tindakan yang harus dilakukan adalah :

1. Evaluasi informasi kejadian / musibah
2. Penyiagaan fasilitas SAR
3. Pencarian awal dengan komunikasi
4. Pencarian lanjut dengan komunikasi
5. Penunjukan SMC ( SAR MISSION COORDINATOR )
3. TAHAP PERENCANAAN OPERASI ( PLANING STAGE )
Yaitu pembuatan rencana operasi yang effektif meliputi :

a. Penentuan titik duga
b. Perhitungan luas area pencarian
c. Pemilihan dan penggunaan unsur SAR
d. Metode dalam pelaksanaan
e. Koordinasi dengan unsur-unsur terkait
4. TAHAP OPERASI SAR ( OPERATION STAGE )
Yaitu tahap saat dilakukan kegiatan :
a. Operasi Pencarian
b. Operasi Pertolongan
c. Operasi Pencarian dengan Pertolongan

Dalam tahap Operasi, kegiatan yang dilakukan adalah :
a. Breifing SRU,
b. Pemberangkatan SRU,
c. Pelaksanaan Pencarian dan / Pertolongan oleh SRU,
d. Penggantian SRU
e. Penarikan SRU ,
f. Debriefing
5. TAHAP AKHIR PENUGASAN
( MISSION CONCLUSSION STAGE )
Yaitu saat Operasi SAR dinyatakan selesai dan seluruh unsur SAR dikembalikan ke kesatuan induk / organisasinya masing-masing. Kegiatan yang dilaksanakan adalah :

a. Pengembalian Unsur
b. Evaluasi Hasil Operasi
c. Pembuatan Laporan
ORGANISASI MISI OPERASI
SEARCH AND RESCUE
ORGANISASI MISI OPERASI
SEARCH AND RESCUE
SC adalah pejabat yang mempunyai tanggung jawab untuk menjamin dapat berlangsungnya suatu operasi SAR yang efisien dengan menggunakan seluruh potensi SAR yang ada. Dijabat oleh Kepala SAR, Gubernur Kepala Daerah Tingkat I, Bupati Kepala Daerah Tingkat II

SMC adalah seseorang atau pejabat yang ditunjuk oleh SC untuk melaksanakan koordinasi dan pengendalian operasi SAR. Seorang SMC harus memiliki kualifikasi / kemampuan komando dan pengendalian serta memahami proses perencanaan operasi SAR, teknik Search and Rescue.
Tugas SMC berlaku untuk satu kejadian SAR

OSC Dijabat oleh seseorang yang ditunjuk SMC untuk mengkoordinasikan serta mengendalikan unsur SAR dilapangan, OSC ini ada bila SMC merasa perlu untuk kelancaran tugas.

SRU Adalah unsur SAR / fasilitas personil SAR yang secara nyata melaksanakan OPERASI SAR
KOMPONEN PENUNJANG OPERASI SAR
ORGANISASI, merupakan struktur organisasi SAR yang meliputi aspek pengerahan unsur Komando, Komando dan Pengendalian, Kewenangan, Lingkup Penugasan, dan Tanggung jawab untuk penanganan musibah
FASILITAS,adalah komponen berupa unsur, peralatan / peralatan, serta fasilitas pendukung lainnya yang dapat digunakan dalam OPERASI SAR
KOMUNIKASI, adalah komponen berupa penyelenggaraan komunikasi sebagai sarana pemantauan musibah / kejadian, komando pengendalian serta membina kerja sama / koordinasi selama operasi berlangsung
PERAWATAN DARURAT, adalah komponen berupa penyediaan fasilitas perawatan darurat yang bersifat sementara dalam mendukung terhadap korban.
DOKUMENTASI, adalah pendataan laporan / kegiatan analisa serta data kemampuan yang akan menunjang effesiensi pelaksanaan operasi dan pengembangan kegiatan misi SAR yang akan datang
SEMOGA PENGETAHUAN INI DAPAT BERMANFAAT & DAPAT MENYATUKAN MISI DAN VISI DALAM MELAKSANAKAN TUGAS SAR SEBAGAI PERWUJUDAN TUGAS KEMANUSIAAN

TERIMA KASIH

AVIGNAM JAGAD SAMAGRAM
Full transcript