Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Impedansi Antenna

No description
by

Sidiq Tripambudhi

on 31 October 2014

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Impedansi Antenna

Impedansi Antenna
Impedansi suatu antena adalah impedansi pada terminalnya. Impedansi input akan dipengaruhi oleh antena-antena lain atau obyek-obyek yang dekat dengannya. Untuk mempermudah dalam pembahasan diasumsikan antena terisolasi.
Impedansi Masukan
Impedansi masukan adalah rasio tegangan dengan arus pada pasangan terminal atau rasio dari komponen yang bersesuaian dari medan listrik dengan medan magnetik pada suatu titik.
2 jenis resistansi pada antenna
1. Loss resistansi yang menyebabkan hilangnya daya dalam bentuk energi panas.
2. Radiation Resistance adalah resistansi yang digunakan untuk meradiasikan gelombang elektromagnetik.

Nilai resistansi antena merupakan penggabungan antara nilai resistansi radiasi dengan resistansi rugi-rugi.
Nilai impedansi antena harus dibuat sama dengan nilai impedansi saluran transmisi. Ketika nilai impedansi masukan sama dengan impedansi karakteristik, maka kondisi matching akan terpenuhi. Suatu keadaan disebut matching apabila gelombang yang ditransmisikan dari saluran transmisi ke antena dapat diteruskan seluruhnya dan tidak ada gelombang yang dipantulkan kembali. Saluran transmisi biasanya memiliki nilai hambatan 50 Ω atau 75 Ω.
Matched Impedance
Saluran transmisi dapat dikatakan mencapai kondisi matched apabila nilai koefesien refleksi memiliki nilai nol (Γ = 0).
Nilai koefisien refleksi dirumuskan sebagai berikut (David, 2012):
Terdapat tiga kondisi koefisien refleksi ketika komponen imajinernya bernilai nol, yaitu:
Γ = 0, merupakan saluran transmisi dan beban dalam kondisi matching, yaitu tidak ada gelombang yang dipantulkan dan seluruhnya diteruskan ke beban.
Γ = +1, koefisien refleksi positif maksimum ketika nilai impedansi beban menuju tak terhingga (∞) atau dengan kata lain saluran transmisi berada pada kondisi open circuit sehingga seluruh gelombang datang akan dipantulkan kembali.
Γ = -1, koefisien refleksi negatif minimum ketika nilai impedansi beban nol (0) atau saluran transmisi berada pada kondisi short circuit dimana pada kondisi ini seluruh gelombang akan terus dialirkan pada saluran transmisi.
Perekayasaan Sistem Antenna
Sidiq Tripambudhi
Impedansi Antenna
VSWR
Superposisi antara gelombang datang dengan gelombang pantul akan mengasilkan VSWR (Voltage Wave Standing Ratio).
VSWR merupakan perbandingan antara amplitudo gelombang berdiri maksimum dengan minimum (David, 2012).
VSWR mempunyai rentang nilai dari 1 sampai ∞, Kondisi VSWR yang baik adalah 1, yang artinya saluran berada pada kondisi match.
Antena yang mempunyai impedansi yang tidak maching akan mengakibatkan antara lain :
Jangkauan pemancar tidak bisa maksimal (sejauh mungkin) sesuai dengan daya pancar pemancar yang seharusnya.
Akan terjadi daya balik ke pemancar sehingga pemancar akan panas dan pada akhirnya akan rusak.
Timbulnya berbagai ganguan (harmonisa) yang berasal dari antena tersebut yang mengganggu penerimaan antena-antena yang berada di sekitarnya, misalnya penerima Radio atau Televisi disekitar pemancar tersebut.

Pentingnya Kesesuaian Impedansi Antena dan Ketinggian Terhadap Tanah
Jika sebuah antena memiliki impedansi yang berbeda jauh dengan saluran transmisi dan atau dengan pemancarnya, maka antena tersebut tidak akan bekerja dengan maksimal. Berikut contoh kabel saluran transmisi.
Kabel 3C2V dengan impedansi 75 Ohm. Biasanya dipakai untuk kabel penerima Televisi.

Cable 3C2V
Kabel Feeder 300 Ohm merupakan salah satu contoh kabel balance. Biasanya digunakan untuk kabel penerima Televisi. (model antena tv yang lama).
Cable Feeder 300 Ohm
Kabel RG 58 yang mempunyai impedansi 50 Ohm. Biasanya dipakai untuk kabel transmisi pemancar HF atau VHF yang berdaya kecil.

Cable RG 58
Kabel RG 8 yang mempunyai impedansi 50 Ohm. Biasanya kabel ini dipakai untuk kabel transmisi pemancar HF atau VHF yang berdaya menengah. Ada 2 jenis kabel, yaitu yang mempunyai iner serabut dan iner tunggal.
Cable RG 8
Kabel Heliax yang mempunyai 50 Ohm. Biasanya kabel ini digunakan untuk kabel transmisi pemancar VHF maupun UHF yang mempunyai daya besar.
Cable Heliax
Antena pemancar dan penerima yang dengan ketinggian rendah, maka gelombang langsung dan gelombang pantulan hampir mempunyai besaran amplitudo yang sama, tetapi bisa berbeda fasa dan berkecenderungan saling meniadakan satu sama lainnya.
Ground Screen
Ground memberikan pengaruh losses untuk beberapa frekuensi. Seperti losses dapat segera direduksi jika antena disambungkan dengan baik dengan ground, yang telah disediakan di alam sekitarnya. Ini merupakan tujuan dariground screen dan Counterpoise seperti yang ditunjukan pada gambar dibawah.
Full transcript