Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

JUST-IN-TIME AND LEAN PRODUCTION

No description
by

Bepe Pradipto

on 16 December 2013

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of JUST-IN-TIME AND LEAN PRODUCTION

SISTEM PRODUKSI TOYOTA
PERSEDIAAN JIT
PENJADWALAN JIT
KUALITAS JIT
JUST-IN-TIME, LEAN OPERATIONS AND TOYOTA PRODUCTION SYSTEM
Created By:
Brilliawan Pradipto - F0212025
Mutiara Nur H - F0212075
Ronny Pradipta - F0212094
Stasionerita Purna Cita - F0212103
Yudha Aditya P - F0212123
Oscar Chrismadian N - F0212083
JIT DAN LEAN OPERATIONS
JUST-IN-TIME
(JIT)

TATA LETAK JIT
JIT, TPS dan Operasi Ramping (Lean Operation) sebagai pendekatan peningkatan berkelanjutan yang berupaya menghilangkan limbah dan menuju organisasi tingkat dunia.
JIT DAN OPERASI RAMPING
> Just-in-time (JIT) adaah pendekatan berkelanjutan dan penyelesaian masalah secarapaksa yang berfokus pada keluaran dan pengurangan penggunaan persediaan.

> Dengan penekanan pada peningkatan berkelanjutan, penghargaan terhadap orang lain, dan praktek kerja standar, Toyota Production System (TPS) diperlukan dalam lini perakitan.

> Operasi ramping memasok sesuai dengan keinginan pelanggan ketika pelanggan menginginkannya, tanpa pemborosan, dan melalui perbaikan berkelanjutan.

Perbedaan antara JIT, TPS, dan Operasi Ramping:
> JIT menekankan pada penyelesaian masalah

> TPS menekankan pada pembelajaran pegawai dan peningkatan lingkungan lini perakitan.

> Operasi Ramping menekankan pemahaman mengenai pelanggan.


Sistem produksi yang baik mengharuskan para manajer isu yang sifatnya mendasar dan mempengaruhi banyak hal dalam bidang manajemen operasi:
Menghilangkan Limbah
7 limbah menurut Ohno:

Kelebihan produksi
Antrean
Transportasi
Persediaan
Pergerakan
Proses berlebih
Produk cacat
Sistem housekeeping (5S)
a. Sortir (sort/segregate): menyimpan kebutuhan dan membuang segala sesuatu yang lain dari area kerja.
b. Sederhanakan (simply/straighten): atur dan gunakan perangkat-perangkat analisis metode untuk meningkatkan aliran kerja dan menguranggi pergerakan yang tidak bermanfaat.
c. Sapu (shine/sweep): bersihkan area kerja setiap hari; hilangkan kotoran, kontaminasi, dan barang-barang berserakan dari area kerja.
d. Standardisasi(standardize): hilangkan variasi-variasi proses dengan membuat prosedur operasi standar dan daftar periksa; standar yang baik akan sangat nyara.
e. Disiplin diri (self dicipline): lakukan penilaian secara periodik untuk menghargai upaya-upaya dan memotivasi agar kemajuan dapat terus berlangsung.

Tambahan :
Keselamatan (safety): ciptakan praktik-praktik keamanan yang baik ke dalam lima kegiatan di atas.
Pemeliharaan (support/mantenance): kurangi variabilitas, waktu menganggur yang tidak direncanakan, dan biaya-biaya.

Menghilangkan Variabilitas
Variabilitas adalah segala penyimpangan yang berasal dari proses optimal yang mengeluarkan produk sempurna dengan tepat waktu dan setiap saat. Variabilitas adalah istilah yang lebih halus dari masalah.

Variabilitas dapat bersumber dari:
a. Gambar atau spesifikasi teknik yang tidak akurat
b. Pekerja, mesin, dan para pemasok yang menghasilkan unit yang tidak sesuai standar, terlambat, atau dengan satuan yang tidak sesuai.
c. Permintaan pelanggan yang tidak diketahui.
Meningkatkan Keluaran
Keluaran (Throughput) adalah ukuran (dalam satuan atau waktu) yang dibutuhkan untuk memindahkan suatu pesanan dari penerimaan ke pengiriman.
Kemitraan JIT
Suatu kemitraan JIT (JIT Partnership) timbul ketika pemasok dan pembeli bekerjasama dengan komunikasi yang terbuka dan sasaran untuk mengurangi sampah (pemborosan) dan biaya.

Berikut beberapa sasaran dari kemitraan JIT:
a. Menghilangkan aktivitas yang tidak perlu, seperti penerimaan, pemeriksaan barang yang datang, serta pekerjaan dokumentasi.
b. Menghilangkan perlunya menyimpan persediaan di pabrik dengan mengirimkan barang dalam lot-lot yang kecil langsung ke departemen yang menggunakannya saat barang tersebut diperlukan.
c. Menghilangkan persediaan dalam transit dengan mendorong para pemasok dan calon pemasok untuk memilih lokasi di dekat penjual, serta melakukan pengiriman dalam jumlah kecil, tetapi sering.
d. Meningkatkan kualitas dan keandalan melalui komunikasi, kerja sama, dan komitmen jangka panjang.
Perhatian Pemasok
Untuk menciptakan kemitraan JIT yang berhasil, beberapa perhatian dari pemasok haruslah ditindaklanjuti.

Perhatian pemasok meliputi:
Diversifikasi
Penjadwalan
Peurubahan
Kualitas
Ukuran lot
JUST-IN-TIME (JIT)
JIT menyediakan strategi yang kuat untuk meningkatkan berbagai operasi bisnis. JIT yang efektif harus didukung oleh kemitraan yang bermakna antara pembeli dan pemasok.
Mengurangi Variabilitas
Penjadwalan Bertingkat
Langakah 1 : memisahkan penyetelanmenjadi persiapan dan penyetelan yang sesungguhnya.
Langkah 2 : Memindahkan bahan lebih dekat dan meningkatkan pemakaian bahan.
Langkah 3 : Melakukan standardisasi dan memperbaiki peralatan.
Langkah 4 : Menggunakan system sekali sentuh untuk mengurangi penyesuaian-penyesuaian.
Langkah 5 : Melatih para operator dan menstandardisasikan prosedur kerja.
Langkah 6 : Mengulangi siklusnya sampai waktu penyetelan kurang dari satu menit dapat tercapai
Jadwal bertingkat
melakukan penjadwalan produk sehingga produksi hariannya sama dengan permintaan pelanggan pada hari itu.

Tugas manajer operasi adalah membuat dan memindahkan lot-lot kecil sehuingga jadwal bertingkatnya menjadi ekonomis.
Kanban
Pengguna memindahkan container berukuran standar yang berisi komponen dari suatu area penyimpanan kecil.

Isyarat di area penyimpanan dianggap dianggap oleh departemen sebagai otorisasi untuk mengisi departemen yang digunakan atau area penyimpanan.
Beberapa Manfaat Kanban
Pada umumnya, setiap kartu mengendalikan jumlah atau komponen tertentu meskipun system banyak kartu yang digunakan ketika sel kerja produksinya menghasilkan beberapa komponen atau jika ukuran lotnya berbeda dengan ukuran yang dipindahkan.

Kartu-kartu kanban menyediakan suatu pengendalian langsung mengnai jumah pekerjaan dalam proses di antara sel-sel.
Menentukan Jumlah Kartu Kamban atau Kontainer
Waktu tunggu yang diperlukan untuk menghasilkan suatu container penuh.

Jumlah persediaan pengaman yang diperlukan jika terjadi variabilitas atau ketidakpastian dalam system tersebut.

Rumus :
Jumlah kanban= (Permintaan selama waktu tunggu + persediaan pengaman) : Ukuran kontainer
Soal
Hobbs Bakery menghasilkan kue-kue dalam periode singkat yang dikirim ketoko-toko bahan makanan. Pemiliknya, ken hobbs igin mengurangi persediaan dengan menggunakan sistem kanban. Ia telah mengirimkan data berikut dan meminta anda menyelesaikan proyeknya.

Permintaan harian = 500 kue, waktu tunggu produksi= 2hari, persediaan pengaman + ½ hari, ukuran kontainer=250 kue.
Kualitas JIT
1. JIT memotong biaya untuk mendapatkan kualitas barang yang baik.
2. JIT meningkatkan kualitas.
3. Kualitas yang lebih baik memerlukan lebih sedikit penyangga sehingga sisitem JIT yang lebih baik dan lebih mudah diterapkan akan terbentuk.
Perbaikan Berkesinambungan
Perbaikan berkesinambungan berarti membangun budaya organisasional dan menanamkan system nilai kepada para pekerja yang menekankan bahwa proses dapat diperbaiki. Pada kenyataannya, perbaikan tersebut adalah bagian integral dari pekerjaan setiap pekerja. Penanaman nilai-nilai ini dimulai saat perekrutan dan berlanjut dengan pelatihan yang ekstensif dan berkesinambungan.
Menghargai Orang Lain
Di Toyota, orang-orang dipekerjakan, dilatih, dan diperlakukan seperti tenaga kerja berpengetahuan. Para pekerja diberdayakan. Mereka diberdayakan untuk menghasilkan peningkatan. TPS menghargai menghargai para pekerjanya dengan memberikan mereka kesempatan untuk memperkaya pekerjaan dan kehidupan mereka.
Praktik Kerja Standar
Praktik kerja standar di Toyota mencakup beberapa prinsip berikut:

a. Pekerjaan dispesifikasi dengan lengkap berkenaan dengan apa yang menjadi isi, urutan, waktu dan hasil keluarannya.
b. Hubungan internal dan eksternal Antara pelanggan dan pemasok dilakukan secara langsung dengan menspesifikasikan pekerja, metode, waktu dan jumlah.
c. Produk dan pelayanan harus mudah dan langsung. Barang-barang dan jasa ditujukan kepada orang atau mesin tertentu.
d. Peningkatan dalam sistem harus dibuat sesuai dengan “metode ilmiah” pada tingkat terendah dalam organisasi.

LEAN OPERATIONS
Operasi Ramping
(Lean Operations)
Operasi ramping berarti mengenali nilai pelanggan dengan menganalisis semua aktivitas yang diperlukan untuk menghasilkan sebuah produk, kemudian mengoptimalkan keseluruhan prosesnya berdasarkan cara pandang pelanggan.
Membangun Operasi Ramping
Operasi-operasi ramping mengadopsi suatu filosofi pengurangan sampah atau pemborosan dengan berusaha mencapai kesempurnaan melalui pembelajaran berkesinambungan, kreativitas, dan kerjasama tim. Operasi ramping cenderung berbagi hal-hal berikut:
a. Menggunakan teknik just-in-time untuk meniadakan hampir semua persediaan.
b. Membangun system yang membantu pekerja menghasilkan komponen yang sempurna setiap saat.
c. Mengurangi kebutuhan ruangan dengan mengurangi jarak tempuh
d. Mengembangkan hubungan yang erat dengan para pemasok dengan membantu mereka memahami pentingnya kebutuhan pelanggan.
e. Mendidik para pemasok untuk menerima tanggung jawab dalam memuaskan kebutuhan pelanggan.
f. Menghilangkan semua aktivitas kecuali yang bernilai tambah.
g. Mengembangkan pekerja secara konstan dengan memperbaiki desain kerja, pelatihan, komitmen pekerja, kerjasama kelompok dan pemberdayaan.
h. Membuat pekerjaan menjadi lebih menantang dengan mendorong tanggung jawab ke tingkat serendah mungkin.
i. Membangun fleksibilitas pekerja melalui pelatihan silang dan mengurangi klasifikasi pekerjaan.

Operasi Ramping dalam Jasa (Lean Operations in Services)
Fitur-fitur operasi ramping dapat diterapkan pada sector jasa sama halnya dengan sector lainnya. Berikut beberapa contoh yang diterapkan pada aspek pemasok, tata letak, persediaan, dan penjadwalan.
Pemasok
Seperti yang telah diketahui, hampir setiap restoran mengadakan kesepakatan bisnis demham para pemasoknya bedasarkan JIT. Restoran yang tidak melakukannya biasanya akan gagal, Yang menjadi limbahnya sangatlah jelas, yaitu makanan yang terbuang dan pelanggan yang mengeluh atau sakit.
Tata Letak
Tata letak yang ramping diperlukan di dalam dapur restoran, dimana makanan dingin harus disajikan dingin dan makanan hangat harus disajikan hangat. Tata letak juga membuat perbedaan dalam proses pengambilan bagasi pada perusahaan penerbangan saat pelanggan mengharapkan tas bawaan mereka tiba tepat waktu.
Persediaan
Pialang saham menurunkan persediaan hingga mendekati nol setiap hari. Seorang pialang mungkin berada dalam masalah serius jika ia menahan sebuah perdagangan yang tidak diekseksi.
Penjadwalan
Melalui penjadwalan yang rumit, pekerja loket dapat datang tepat waktu agar dapat memenuhi permintaan pelanggan, dan mereka menyediakan pelayanan berdasarkan JIT. Dengan kata lain pekerjalah yang dijadwalkan, bukan “barang” yang disimpan sebagai persediaan.
Full transcript