Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

AGAMA

Presentasi
by

Indra Putra

on 4 October 2012

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of AGAMA

Muhammad Indra Putra
Ismail Wardhana
M. Lutfhi Yasin
Abi Hamdani
Ryan Agustiawan Kelompok 3 a. Jenis-jenis air
b. Tata cara wudhu
c. Tata cara tayamum
d. Hal yang membatalkan wudhu
e. Hadast besar dan hadast kecil
f. Menghilangkan hadast besar Hukum-Fiqh Thoharoh Sudah tau apa itu hadas kecil dan hadas besar ? Hadas Kecil dan Hadas Besar Latar Belakang Pengertian Hadas Kecil Fiqih merupakan suatu disiplin ilmu yang amat penting dalam praktek kehidupan sehari-hari, didalamnya menjelaskan tentang berbagai jenis aturan-aturan syara’ dan hukum-hukum islam. Agama islam yang dikenal sebagai agama yang bersifat universal dengan berbagai kondisi dinamika zaman, menyebabkan ilmu ini menjadi gandrungan yang melekat dikalangan umat islam, sehingga muncullah berbagai macam interprestasi-interprestasi yang bercabang-cabang.
Namun dengan melajunya IPTEK dimasa kini, fiqih kini mulai mengalami penyempitan dalam aplikasinya. Hal ini ditandai dengan semakin majunya peradaban manusia dalam hal teknologi dan sedikitnya praktek kerja ilmu fiqih walaupun ilmu fiqih sendiri sudah banyak menjadi perbincangan dan perdebatan dikalangan umum apalagi tentang masalah thoharoh.
Nah, bertolak dari pandangan tersebut kami disini akan mengajak menyelami kembali kajian-kajian ilmu fiqih yang terkait dengan masalah thoharoh dengan harapan dapat memberikan manfa’at ilmu dan menyadari diri untuk merealisasikan ilmu tersebut kedalam realitas kehidupan Arti hadas kecil menurut istilah syara’ ialah sesuatu kotoran yang maknawi (tidak dapat dilihat dengan mata kasar), yang berada pada anggota wudhu’, yang menegah ia dari melakukan solat atau amal ibadah seumpama solat, selama tidak diberi kelonggaran oleh syara’. Hadas kecil ini tidak akan terhapus melainkan dengan mengambil wudhu’ yang sah. Selama mana seseorang itu dapat mengekalkan wudhu’nya, maka selama itu ia bersih dari hadas kecil. Sebabnya dinamakan hadas kecil ialah kerana kawasan yang didiami oleh hadas kecil ini kecil sahaja iaitu sekadar anggota wudhu’. 5 Perkara yang menyebabkan kedatangan hadas kecil 1. Keluar sesuatu dari 2 jalan iaitu qubul atau dubur seperti kencing, berak atau buang angin (kentut).
2. Hilang akal dengan sebab gila atau mabuk atau sakit.
3. Tidur nyenyak, kecuali tidur orang yang duduk, yang tetap kedua papan punggungnya.
4. Bersentuh kulit lelaki dan kulit perempuan yang halal berkahwin dengan tidak berlapik dan keduanya telah dewasa.
5. Menyentuh qubul atau dubur manusia dengan tapak tangan tidak berlapik walaupun qubul atau duburnya sendiri. Perkara-perkara yang diharamkan dengan sebab hadas kecil 1. Mendirikan solat, sama ada yang fardhu atau yang sunat.
2. Tawaf, sama ada yang fardhu atau yang sunat.
3. Menyentuh Al-Qur’an atau menanggungnya Pengertian Hadas Besar Hadas besar mengikut istilah syara’ ertinya sesuatu yang maknawi (kotoran yang tidak dapat dilihat oleh mata kasar), yang berada pada seluruh badan seseorang, yang dengannya menegah mendirikan solat dan amal iadah seumpamanya, selama tidak diberi kelonggaran oleh syara’. Selama seseorang itu tidak menempuh atau melakukan salah satu perkara yang menyebabkanhadas besar, maka selama itu badannya suci dari hadas besar. Sebab dinamakan hadas besar ialah kerana kawasan yang didiami atau dikenai ole hadas besar ini terlalu luas iaitu meliputi seluruh badan dan rambut 6 perkara yang menyebabkan kedatangan hadas besar 1. Keluarnya mani (air sperma) bagi laki-laki
2. Bertemunya 2 alat kelamin (kelamin laki-laki dan kelamin perempuan)
3. Haid/Menstruasi
4. Melahirkan
5. Nifas (keluarnya darah setelah melahirkan)
6. Meninggal dunia Perkara-perkara yang diharamkan dengan sebab berhadas besar 1. Sholat
2. Tawaf
3. Menyentuh Al-Qur’an
4. Membaca Al-Qur’an.
5. I’tikaf
6. Berpuasa
7. Berjima’ Ada 4 Jenis-jenis air Jenis-jenis air yang suci lagi menyucikan dan tidak makruh menggunakannya
air yang suci lagi menyucikan, tetapi makruh menggunakannya
air yang suci tetapi tidak menyucikan
air yang tidak suci lagi tidak menyucikan yang suci lagi menyucikan dan tidak makruh menggunakannya air yang suci lagi menyucikan, tetapi makruh menggunakannya air yang suci tetapi tidak menyucikan air yang tidak suci lagi tidak menyucikan jenis air mutlak yaitu air laut,
air sungai,
air telaga,
air hujan,
air mata air,
air embun,
dan air batu atau salju. Ini dinamakan air musyammas, iaitu air yang berada dalam bekas yang diperbuat daripada logam yang bukan emas atau perak, yang terjemur di bawah panas matahari di tempat (kawasan, negeri, atau negara) yang panas. Air ini makruh digunakan pada tubuh badan sahaja kerana mendatangkan mudarat. Akan tetapi jika digunakan untuk membasuh pakaian dan lain-lain, atau telah sejuk sewaktu kita menggunakannya, maka tidak makruh menggunakannya Ada 3 Jenis :

1. Air mustaâ'mal, iaitu air yang kurang dari 2 kolah, yang telah digunakan untuk mengangkat hadas pada basuhan pertama wudhuk yang wajib dan mandi yang wajib, atau air yang telah digunakan untuk menghilangkan najis dan air itu tidak berubah dari segi kuantiti isipadunya.
2. Air mutaghayyir, iaitu air yang berubah salah satu daripada rasa, warna, atau bau, dengan sebab bercampur sesuatu yang suci seperti gula, milo, kopi, teh, dakwat, dan sebagainya hingga berubah nama air mutlaknya.
3. Air muqayyad, iaitu air yang dikaitkan dengan nama asalnya seperti air tebu, air kelapa dan sebagainya. Air ini ialah air mutanajjis. Ia dikira bernajis apabila terjadi 2 keadaan, iaitu :
(1) termasuk najis dalam kuantiti air yang tidak sampai 2 kolah, atau
(2) berubah salah satu sifat air itu samada berubah rasa, bau dan warna, disebabkan termasuk najis tersebut.

Air tidak dikira bernajis apabila dengan tidak sengaja, terjatuh bangkai yang tidak mengeluarkan darah ketika dibunuh seperti lalat, lipas, semut, cicak. Hal yang membatalkan wudhu 1. Sesuatu yang keluar dari qubul (kelamin depan) atau dubur (kelamin belakang), baik itu yang keluar angin atau berupa benda lain. Meskipun yang keluar uang logam atau emas sekalipun itu merupakan hal yang membatalkan wudhu. Biasanya yang keluar bagian depan adalah cairan. Semua cairan yang keluar dari bagian depan adalah najis.
2. Hilangnya akal sebab tidur atau tidak, kecuali tidurnya orang yang duduk dan menetapkan pantatnya di tanah (tempat duduknya). Alasan yang paling mendasar kenapa orang yang hilang akalnya sejenak adalah dia tidak akan ingat apakah dia mengeluarkan sesuatu dari qubul atau duburnya dan untuk batal karena tidur alasannya adalah ketika kiita tidur semua lubang pada tubuh manusia terbuka termasuk juga dubur. Oleh karena itu jika kita tidur dengan posisi duduk wudhu kita tidak akan batal karena lubang dubur kita terhalangi.
3. Bersentuhan antara laki laki dan perempuan yang sudah sama-sama dewasa, dan keduanya tidak ada urusan mahram. Ketika bersentuhan tidak ada penghalang antara kedua kulit tersebut.

Memegang atau menyentuh qubul anak adam (manusia) atau lingkaran duburnya dengan telapak tangan atau jari-jari bagian dalam (telapak tangan atau jari-jari). Baik kepunyaan sendiri maupun orang lain dan kita boleh menyentuhnya dengan bagian lainnya contohnya punggung tangan. Mandi Junub Menghilangkan hadast besar Mandi junub itu ialah mandi yang diwajibkan oleh agama Islam atas orang-orang mukalaf dari kalangan pria maupun wanita untuk membersihkan diri dari hadats besar. Dan menurut aturan Syari’at Islamiyah, mandi junub itu dinamakan mandi wajib dengan mengalirkan air ke seluruh bagian tubuh. Mandi junub ini adalah termasuk dari perkara syarat sahnya shalat kita, sehingga bila kita tidak mengerjakannya dengan cara yang benar maka mandi junub kita itu tidak dianggap sah sehingga kita masih belum lepas dari hadats besar. Akibatnya shalat kita dianggap tidak sah bila kita menunaikannya dalam keadaan belum bersih dari hadats besar dan kecil. Sedangkan mandi junub yang benar itu ialah mandi junub yang dilakukan dengan mengamalkan car-cara mandi junub yang diajarkan oleh Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa aalihi wasallam. TERIMAKASIH Tata cara tayammum Memukulkan kedua telapak tangan ke permukaan bumi dengan sekali pukulan kemudian meniupnya.
Kemudian menyapu punggung telapak tangan kanan dengan tangan kiri dan sebaliknya.
Kemudian menyapu wajah dengan dua telapak tangan.
Semua usapan baik ketika mengusap telapak tangan dan wajah dilakukan sekali usapan saja.
Bagian tangan yang diusap adalah bagian telapak tangan sampai pergelangan tangan saja atau dengan kata lain tidak sampai siku seperti pada saat wudhu[17].
Tayammum dapat menghilangkan hadats besar semisal janabah, demikian juga untuk hadats kecil.
Tidak wajibnya urut/tertib dalam tayammum.
Full transcript