Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Hidangan Kesempatan Khusus Di Indonesia

No description
by

Franciscus Ancis

on 8 August 2016

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Hidangan Kesempatan Khusus Di Indonesia

Hidangan Kesempatan Khusus Di Indonesia
(Perkawianan, Keagamaan, Adat-Istiadat)

XII Jasa Boga 1
1. Menurut Dra. Tri Yitnaningsih
Pengertian kesempatan khusus adalah kesempatan yang diluar biasanya / diluar acara rutin sehari–hari.
2. Pengertian hidangan kesempatan khusus adalah hidangan yang disajikan hanya dalam kesempatan khusus atau waktu tertentu.
3. Pengertian kesempatan khusus adalah kesempatan yang diluar biasanya/diluar acara rutin sehari-hari
4. Pengertian hidangan kesempatan khusus adalah hidangan yang disajikan pada saat acara-acara khusus.





Pengertian Hidangan Kesempatan Khusus
Perkawinan
A. Adat Jawa
Srah-Srahan yaitu menyerahkan seperangkat perlengkapan sarana untuk melancarkan pelaksanaan acara sampai hajat berakhir.
Pasang Tratag / Tarub digunakan sebagai tanda resmi bahwa akan ada hajatan mantu dirumah yang bersangkutan.
Siraman mengandung arti memandikan calon pengantin yang disertai dengan niat membersihkan diri agar menjadi bersih dan suci lahir dan batin.
Midodareni adalah upacara memohon kepada Tuhan agar melimpahkan anuerah-Nya, sambil menunggu turunnya Sang Bidadari yang cantik dan tinggal di kahyangan, tepat pukul 24.00.
Dulangan adalah upacara dimana pengantin saling menyuapi satu sama lai, hal ini dipercaya sebagai simbol kepercayaan dan pelayanan satu sama lain.

B. Adat Sumatera
Manjapuik Marapulai pemberian gelar pusaka kepada calon mempelai pria sebagai tanda sudah dewasa.
Mangaruak Nasi Kuning mengisyaratkan hubungan kerjasama antara suami istri harus selalu saling menahan diri dan melengkapi.

Jenis Kesempatan Khusus
C. Adat Kalimantan Barat
Saprahan merupakan acara makan bersama dengan duduk bersila berkelompok, setiap kelompok terdiri dari 6 orang.

D. Adat Kalimantan Timur
Merupakan upacara perkawinan adat yang terdiri dari beberapa tahap. Yaitu Badua Salamat Pengantin, Bahias, Maarak Pengantin, Batatai atau Basanding, Bajajagaan Pengantin, Sujud.

E. Adat Nusa Tenggara Timur
Pejore Donahu Ngakebui memiliki 3 tujuan, yaitu sebagai ungkapan rasa syukur atas pernikahan yang telah dilakukan, sebagai permohonan kepada Tuhan agar dikaruniai keturunan, simbol perpaduan cinta kasih antara kedua mempelai.

Keagamaan
A. Agama Islam
Ruwahan merupakan sebuah upaya, biasanya melalui ritual guna membersihkan diri dari hal-hal yang dianggap buruk atau membuat sial. Dalam tradisi jawa ada bermacam-macam kegiatan yang dilakukan.
Puasa / Takjil adalah kegiatan menahan hawa nafsu dan lapar dari fajar hingga petang.
Lebaran adalah hari kemenangan umat islam, selama 30 hari menahan hawa nafsu dan lapar.
B. Agama Kristiani
Paskah adalah hari kebangkitan Yesus
Natal adalah hari kelahiran Yesus
C. Agama Hindu
Hari Nyepi merupakan perayaan Tahun Baru Hindu berdasarkan penanggalan/kalender caka, yang dimulai sejak tahun 78 Masehi.

Adat-Istiadat
Otonan (Bali) merupakan hari lahir menurut tradisi agama Hindu yang didasarkan pada Saptawara, Pancawara, Wuku.
Galungan (Bali) merupakan hari raya yang dirayakan oleh umat Hindu setiap 6 bulan Bali (210 hari) yaitu pada hari Budha Kliwon Dungulan (Rabu Kliwon Wuku Dungulan) sebagai hari kemenangan Dharma (kebenaran) melawan Adharma (kejahatan).
Kuningan (Bali) merupakan perayaan turunnya Ida Sang Hayang Widhi, Tuhan Yang Maha Esa, Para Dewa dan Dewa Pitara ke dunia untuk melimpahkan karunianya.
Penti (Nusa Tenggara Timur) merupakan tradisi yang mengandung keluluhan nilai sebagai ucapan syukur pada Tuhan Yang Maha Esa dan leluhur atas hasil panen.
Begawe Beleq (Nusa Tenggara Barat) digelar untuk menjalin silaturahmi antar masyarakat Bayan dengan cara makan bersama hidangan dari olahan daging kerbau.
Selapanan (Jawa) adalah perayaan H+35 setelah kelahiran, dengan nasi tumpeng, jajan pasar dan berbagai macam makanan bagi symbol dari makna-makna yang tersirat dalam tradisi jawa.
Brokohan (Jawa) memiliki makna adalah pengungkapan rasa syukur dan rasa suka cita atas proses kelahiran yang berjalan lancar dan selamat.
Makan Bajamba (Sumatera) disebut juga makan barapak, yaitu kegiatan makan bersama yang dilakukan oleh masyarakat Minangkabau.

Contoh Hidangan Kesempatan Khusus
A. Perkawinan
Srah-Srahan : Jadah, Wajik, Lapis, Jenang.
Pasang Tratag dan Tarub : nasi uduk (nasi gurih), nasi asahan, nasi golong, kolak ketan dan apem.
Siraman : Tumpeng robyong, tumpeng gundul, tumpeng asrep-asrepan, jajan pasar, 7 macam jenang(Jenang Merah, Jenang Putih, Jenang Merah Putih, Jenang Putih Merah, Jenang Putih disilang Merah, Jenang merah disilang Putih, Jenang Baro-baro)
Midodareni : dawet
Dulangan : tumpeng kesawa, tumpeng pangruwat
Manjapuik Marapula : nasi kuning, singgang ayam
Mangaruak Nasi Kuning : nasi kuning, ayam goreng
Saprahan : Terik ayam atau daging sapi, Semur daging ayam atau daging sapi, Sambal goreng hati dan kentang, Goring ayam, Pacri nenas atau terung.
Perkawinan Adat (Kalimantan Timur): Ayam Cincane.
Pejore Donahu Ngakebui (NTT): gula yang dicampur kacang hijau.


B. Keagamaan
a. Hidangan Keagamaan Umat Muslim / Islam :
Ruwahan: Apem, Kolak, Ketan
Puasa(takjil): Es palu butung, pisang epe, sarabba, kue bugis, kue lemang
Lebaran : Opor Ayam, Sambal Goreng Daging, Ketupat, Nasu Itik Paleko, Tape Ketan, Tapai Benaon, Sambal Nyiuh, Ayam Pelalah, Kolak Ancruk, Sit-Sit Jejeruk, Kue Lapis
Kue Kering : Nastar, Castengel, Putri Salju

b. Hidangan Keagamaan Umat Kristiani :
Paskah : Telur Rebus Paskah
Natal : Kue Jahe, Castengel, Putri Salju, Nastar

c. Hidangan Keagamaan Umat Hindu :
Hari Raya Nyepi : Entil, Nasi Tepeng, Lawar, Nasi Yasa, Ayam Betutu

C. Adat-Istiadat
a. Otonan (Bali): Sate Lilit.
b. Penti (NTT) : Kolo / Nasi Bambu.
c. Begawe Beleq (NTB) : bebalung.
d. Adat Selapanan: Tumpeng weton, Sayur 7 macam bebas namun harus ada kangkung dan kacang panjang, Telur ayam direbus sebanyak 7-17 butir, Cabai,bawang merah, Bumbu gudangan/urap tidak pedas, Buah-buahan sebanyak 7 macam (harus dengan pisang raja), Bubur 7 rupa,bahan dasar bubur putih atau gurih (santan dan garam) dan bubur merah atau bubur manis (ditambah gula jawa dan garam).
e. Adat Brokohan: Kluwih,Ikan Nasi Tumpeng,Gudangan,Telur Ayam,Sayur Asin.
f. Makan Bajamba : Nasi Solok,Gulai Kurma,Gulai Kambing,Sindang Ikan,Rendang belut khas Tanah Datar,Sayur Urap dan tiga jenis sambal khas Minang ( sambal hijau,sambal petai,sambal balado) , Bubur Kampiun ( campuran antara puding sarikaya,lemang ketan,kolak pisang,bubur sumsum,dan cendil beserta kuah santan dengan gula aren).
g. Mitoni : Bubur 7 macam ( bubur merah ,bubur putih, merah ditumpangi putih, putih ditumpangi merah, putih disilang merah, merah disilang putih, baro-baro (bubur putih diatasnya dikasih parutan kelapa dan sisiran gula jawa), Gudangan mateng,Nasi Megono,Jajanan Pasar,Rujak Buah,Ampyang,Ketan,Aneka Ragam Kolo,Telur,Pisang.

Filosofi Hidangan Kesempatan Khusus

A. Perkawinan
a) Jadah, Wajik, Lapis, Jenang: semuanya terbuat dari beras ketan. Beras ketan sebelum dimasak hambur, tetapi setelah dimasak, menjadi lengket. Begitu pula harapan yang tersirat, semoga cinta kedua calon pengantin selalu lengket selama-lamanya.
b) nasi asahan : melambangkan agar sanak keluarga yang masih hidup kelak akan mendapat pambenganing pangeran atau selalu mendapat ampunan atas segala dosanya.
c) nasi golong : dimaksudkan untuk melambangkan kebulatan tekat yang manunggal atau golong gilig, untuk penghormatan kepada kang yasa jagad atau yang menciptakan bumi dengan isinya.
d) Tumpeng robyong : merupakan simbol keselamatan, kesuburan, dan kesejahteraan.
e) Tumpeng gundul : menyimbolkan bahwa bayi yang lahir ke dunia masih dalam keadaan polos, bersih dan suci lahir batin.
f) Tumpeng asrep-asrepan : agar maklum halus yang menghuni keraton dan sekitarnya memberikan suasana sejuk dan tidak mengganggu jalannya acara.



g) 7 macam jenang:
Jenang Merah : melambangkan laki-laki
Jenang Putih : melambangkan perempuan
Jenang Merah Putih, Jenang Putih Merah, Jenang Putih disilang Merah, Jenang merah disilang Putih, Jenang Baro-baro
h) Dawet : diambil makna dari cendol yang berbentuk bundar merupakan lambang kebulatan kehendak orang tua untuk menjodohkan anak.
i) Tumpeng kesawa : mempunyai makna nasehat agar rajin bekerja.
j) Tumpeng pangruwat : yang berarti berbaktilah kepada mertua
k) Nasi kuning : Warna kuning menggambarkan kekayaan dan moral yang luhur.
l) Nasi Kuning, ayam goreng : Ritual diawali dengan kedua pengantin berebut mengambil daging ayam yang tersembunyi di dalam nasi kuning. Bagian tubuh ayam yang terambil menandakan peranan masing-masing dalam rumah tangga. Kepala ayam artinya dominan dalam perkawinan. Dada ayam artinya berlapang dada dan penyabar. Paha dan sayap berarti menjadi pelindung keluarga dan anak-anaknya.

m) Semur daging ayam atau daging sapi : melambangkan nilai kebersamaan dan gotong royong.
n) Goring ayam : melambangkan kesejahteraan dan totalitas atau sebagai simbol pernikahan yang langgeng.
o) Ayam Cincane : Ayam Cincane adalah saah satu kuliner tradisional dari Kalimantan Timur, khususnya di Samarinda yang menggunakan ayam kampung sebagai bahan dasar. Masakan satu ini merupakan salah satu hidangan utama dalam berbagai acara adat di Kaimanatan Timur. Namun seiring perkembangannya, ayam Cincane menjadi makanan yang digemari masyarakat dan menjadi salh satu kuliner tradisional khas di Kalimantan Timur.
p) Gula yang dicampur kacang hijau : Makanan khas nusantara yang terbuat dari kacang hijau yang dimasak dari air dan gula aren. Bahan-bahan tersebut dimasak sampai mendidih sampai kacang hijau menjadi lunak. Makanan yang satu ini dapat dimakan saat masih hangat ataupun dingin dengan cara memasukkan es batu ke dalamnya.

B. Keagamaan
a) Apem : Istilah apem sebenarnya berasal dari bahasa Arab, afuan/ afuwwun, yang berarti ampunan. Jadi, dalam filosofi Jawa, kue ini merupakan simbol permohonan ampun atas berbagai kesalahan.
b) Ketan : Ketan yang berasal dari kata Khotan yang memiliki arti kesalahan memiliki makna filosofi bahwa dari kesalahan inilah kita sebagai manusia dituntut supaya selalu mengingat akan perbuatan salah itu, yang berawal dari diri sendiri, kemudian diharapkan kita bisa selalu mengoreksinya.
c) Kolak : Kolak mengandung maksud pada kata kholaqo yang memiliki arti ‘mencipta’. Arti kholaqo tersebut tercipta sebuah kata kholiq atau khaliq. Ini artinya diharapkan agar kita bisa semakin mendekatkan diri kepada-Nya, yaitu untuk mendoakan orang-orang yang telah meninggal dan berada di alam barzah.
d) Pisang epe : memiliki makna arti dari kasih sayang seorang ibu.
e) Opor Ayam : Salah satu bahannya adalah santan , santan dalam bahasa jawa disebut dengan santen yang mempunyai makna pangapunten alias memohon maaf.


g) Tape Ketan : Bahwa dalam melakukan hal apapun haruslah dengan niat yang benar, karena jika dalam melakukan hal apapun kebenaran dicampur adukkan dengan keburukan makan hasilnya akan cendrung buruk.
h) Kue Lapis : melambangkan rezeki yang berlapis-lapis.
i) Nastar : Kue nastar diartikan dengan“ong lai“ (yang artinya adalah buah pir emas), juga memiliki arti “kemakmuran datang kemari”, rezeki, dan keberuntungan datang. Di samping itu, warna emas serta manis dan lembutnya isi nanas melambangkan rezeki yang manis, dan melimpah. Apalagi jika isi nanasnya banyak. Artinya lebih berlimpah limpah.
j) Telur Rebus Paskah : Bagi umat Kristiani, telur adalah simbol kebangkitan Yesus. Telur memang tidak hidup, tapi memiliki kehidupan yang akan menetas.Cangkang telur yang keras melambangkan penyegelan makam Yesus. Setelah retak, umat Kristen melambangkannya sebagai kebangkitan Yesus dari kematian.
k) Entil : memiliki makna saat merayakan nyepi, orang atau desa adat harus mengontrol pikiran mereka dan kemudian difokuskan kepada kehadiran Tuhan mereka.



l) Lawar : Lawar sebagai makanan tradisional Bali ternyata memiliki filosofi tersendiri yaitu mengandung makna keharmonisan dan keseimbangan . Hal ini merupakan filosofi bagi seorang pemimpin dalam mengoptimalkan potensi rakyatnya yang berbeda-beda sehingga bisa menciptakan keharmonisan
m) Nasi Yasa : dimaksudkan untuk mengiringi dan menyempurnakan doa dan rasa bakti warga masyarakat kepada Tuhan.
n) Ayam Betutu : Betutu adalah salah satu lauk pauk yang terbuat dari ayam atau bebek yang utuh yang berisi bumbu, kemudian dipanggang dalam api sekam. Betutu ini telah dikenal diseluruh kabupaten di Bali. Salah satu produsen betutu adalah desa Melinggih, Kecamatan Payangan Kabupaten Gianyar. Ayam Betutu juga merupakan makanan khas Gilimanuk. Betutu digunakan sebagai sajian pada upacara keagamaan dan upacara adat serta sebagai hidangan dan dijual. Konsumennya tidak hanya masyarakat Bali, tapi juga tamu mancanegara yang datang ke Bali. Betutu merupakan hidangan yang tidak tahan lama.

C. Adat-Istiadat
a) Sate Lilit : Kata “Lilit” berasal dari kata “Kilit” yang bermakna ikat. Hal ini dimaksudkan sebagai pemersatu masyarakat Bali yang tidak bisa dipisahkan siapapun.
b) Kolo / Nasi Bambu : Kolo atau Nasi Bambu adalah nasi yang di olah dengan cara dibakar dalam bambu muda. Kolo biasanya digunakan untuk makan bersama saat pesta adat Penti atau syukuran panen. Selain itu, Kolo juga menjadi menu utama pada acara syukuran di setiap acara akhir tahun.
c) Tumpeng weton : mempunyai makna untuk keselamatan si jabang bayi yang berarti memohon keselamatan kepada tuhan YME serta kepada para leluhur agar selalu membimbing dan mengasuh.
d) Sayur 7 macam bebas namun harus ada kangkung dan kacang panjang : 7 macam sayur, tuju atau (Jawa; pitu), yakni mengandung sinergisme harapan akan mendapat pitulungan(pertolongan) Tuhan. Kacang panjang dan kangkung tidak boleh dipotong-potong, biarkan saja memanjang apa adanya. Maknanya adalah doa panjang rejeki, panjang umur, panjang usus (sabar), panjang akal.
e) Telur ayam direbus sebanyak 7-17 butir : Jumlah telur 7 (pitu), 11 (sewelas), 17 (pitulas) bermaksud sebagai doa agar mendapatkan pitulungan (7), ataukawelasan (11), atau pitulungan dan kawelasan (17).
f) Bumbu gudangan/urap tidak pedas : bumbu pedas menandakan bahwa seseorang sudah berada pada rentang kehidupan yang sesungguhnya. Kehidupan yang penuh manis, pahit, dan getir.
g) Bubur 7 rupa,bahan dasar bubur putih atau gurih (santan dan garam) dan bubur merah atau bubur manis (ditambah gula jawa dan garam): bubur merah adalah lambang ibu. Bubur putih lambang ayah. Lalu terjadi hubungan silang menyilang, timbal-balik, dan keluarlah bubur baro-baro sebagai kelahiran seorang anak. Hal ini menyiratkan ilmu sangkan, asal mula kita. Menjadi pepeling agar jangan sampai kita menghianati ortu, menjadi anak yang durhaka kepada orang tua
h) Nasi Tumpeng Putih: dimakan 7 orang dengan harapan mendapat pitulunganyang berlipat tujuh. Jika 11 orang, berharap mendapat kawelasanyang berlipat sebelas. 17 berharap mendapat pitulungan lankawelasan berlipat 17.
i) 7 Jajan Pasar : kesehatan, rejeki, keselamatan, supaya selalu lengket, menyertai kemanapun pergi, dan dimanapun berada.
j) Kluwih : Kluwih berarti linuwih atau mempunyai kelebihan dibanding lainnya
k) Nasi Tumpeng : Makna dari Nasi Tumpeng adalah memohon pertolongan kepada Yang Maha Pencipta agar kita dapat memperoleh kebaikan dan terhindar dari keburukan, serta memperoleh kemuliaan yang memberikan pertolongan
l) Gudangan : Sayuran yang digunakan antara lain kangkung (jinakung : melindungi) , bayam (ayem tentrem), kacang panjang, taoge (tumbuh), kluwih dengan bumbu sambal parutan kelapa atau urap.
m) Sayur Urap : artinya mampu menghidupi atau mampu menafkahi keluarga, sayurannya merupakan pra lambang dari alam semesta yang memberi kehidupan bagi manusia.
n) Bubur Kampiun ( campuran antara puding sarikaya,lemang ketan,kolak pisang,bubur sumsum,dan cendil beserta kuah santan dengan gula aren).
o) Jajanan Pasar : Maknanya kesehatan, rejeki, keselamatan, supaya selalu lengket, menyertai kemanapun pergi, dan dimanapun berada.
p) Rujak Buah : buah delima memiliki arti agak bayi dalam kandungan memiliki bibir merah, buah bengkuang agar bayi dalam kandungannya memiliki kulit yang putih, bila rasa rujak ini manis maka jenis kelamin dalam kandungannya adalah perempuan, namun bila rasa rujak ini pedas maka jenis kelamin dalam kandungannya adalah laki-laki.
q) Telur Rebus : melambangkan jika semua tindakan harus direncanakan atau dikupas, dikerjakan sesuai rencana, dan di evaluasi hasilnya demi kesempurnaan.

Kriteria Hidangan Kesempatan Khusus

A. Perkawinan
a) Jadah, Wajik, Lapis, Jenang:
• Kriteria Jadah yang baik adalah butiran beras ketan matang merata,teksturnya lengket dan kenyal.
• Kriteria Lapis yang baik adalah adonanya tercampur dengan rata,kenyal,tebal lapisannya pas.
• Kriteria Wajik yang baik adalah butiran ketan utuh, teksturnya kenyal, matang merata.
• Kriteria Jenang yang baik adalah adonannya tidak menggumpal, santan tidak pecah.
b) nasi uduk (nasi gurih)
• Kriteria nasi uduk yang baik adalahg nasi matang merata dan rasa tidak keasinan.
c) nasi asahan
• Kriteria nasi asahan yang baik adalah beras yang digunakan utuh dan matang merata
d) nasi golong
• Kriteria nasi golong yang baik adalah nasi matang merata.
e) Tumpeng robyong
f) Tumpeng gundul
g) Tumpeng asrep-asrepan
h) Tumpeng kesawa
i) Tumpeng pangruwat
• Kriteria Tumpeng yang baik adalah nasi yang digunakan butirannya utuh dan matang rata (tidak terlalu keras tidak terlalu lunak), kondimen setiap tumpeng berbeda-beda sesuai dengan jenis tumpeng masing-masing.

j) 7 macam jenang:
a. Jenang Merah : melambangkan laki-laki
b. Jenang Putih : melambangkan perempuan
c. Jenang Merah Putih, Jenang Putih Merah, Jenang Putih disilang Merah, Jenang merah disilang Putih, Jenang Baro-baro
• Kriteria jenang yang baik adalah tidak menggumpal,tidak keenceran
k) Dawet
• Kriteria Dawet yang baik adalah santan tidak pecah,dawetnya tidak hancur.
l) Nasi kuning :
• Kriteria nasi kuning yang baik adalah nasi matang merata dan warna kuning cerah.
m) singgang ayam :
• Kriteria singgang ayam yang baik adalah bumbu meresap, ayam matang merata.
n) Terik ayam atau daging sapi
• Terik yang baik adalah santan tidak pecah dan bumbu meresap sempurna.
o) Semur daging ayam atau daging sapi
• Kriteria semur daging yang baik adalah warnanya coklat tetapi tidak terlalu pekat, matang merata, bumbu meresap.
p) Sambal goreng hati dan kentang
• Kriteria sambal goreng hati dan kentang adalah kentang yang diolah tidak over cook, warna merah terang
q) Goring ayam
• Kriteria ayam goreng yang baik adalah bagian luar ayam kering namun bagian dalam lembut.
r) Pacri nenas atau terung
• Kriteria pacri nenas atau terung yang baik adalah santan tidak pecah ,bumbu meresap,waranya orange terang.
s) Ayam Cincane :
• Kriteria ayam cincae yang baik adalah bumbu meresap pada ayam,warnanya merah menyala.
t) Gula yang dicampur kacang hijau :
• Kriteria yang baik adalah kacang hijau matang dengan merata

B. Keagamaan
a) Apem :
• Kriteria Kue apem yang baik adalah adonan tidak bantat,tidak gosong.
b) Ketan :
• Kriteria ketan yang baik adalah ketan matang dengan merata.
c) Kolak :
• Kriteria Kolak yang baik adalah santanya tidak pecah,isian tidak lembek.
d) Es palu butung
• Kriteria es palu butung adalah adonan pisang ijo matang merata dan warna hijaunya cerah.
e) Pisang epe
• Kriteria pisang eppe yang baik adalah pisang tidank gosong.
f) Sarabba
• Kriteria sarraba yang baik adalah rasa jahe terasa tidak tertutup rasa susu.
g) Kue bugis
• Kriteria kue bugis yang baik adalah teksturnya kenyal,dan rasanya manis.
h) Kue lemang
• Kriteria kue lemang yang baik adalah beras ketan matang merata dan tidak keluar dari bungkusan daun.
i) Opor Ayam
• Kriteria Opor ayam yang baik adalah santan tidak pecah , kaya akan rasa.
j) Sambal Goreng Daging
• Kriteria sambal goreng daging yang baik adalah kaya akan rasa dan warnanya merah cerah.
k) Ketupat
• Kriteria ketupat yang baik adalah isinya padat dan tidak lembek.

l) Nasu Itik Paleko
• Nasu Itik Paleko yang baik adalah daging itik lunak dan tidak berbau amis.
m) Tape Ketan
• Kriteria Tape Ketan yang baik adalah tape yang dihasilkan tidak terlalu beralkohol.
n) Tapai Benaon
• Kriteria Tapai Benaon yang baik adalah ketan matang merata dan tidak menggumpal.
o) Sambal Nyiuh
• Kriteria Sambal Nyiuh yang baik adalah kelapa matang dan kering secara merata, tetapi tidak gosong.
p) Ayam Pelalah
• Kriteria ayam pelalah yang baik adalah bumbu meresap sempurna.
q) Kolak Ancruk
• Kriteria Kolak Ancruk yang baik adalah santan yang digunakan tidak pecah.
r) Sit-Sit Jejeruk
• Kriteria Sit-sit jejeruk yang baik adalah kelapa, jamur, dan bumbu halus matang merata.
s) Kue Lapis
• Kue Lapis yang baik adalah tebal lapisannya pas.
t) Nastar
• Kriteria Nastar yang baik adalah adonanya matang dan tidak mudah hancur.
u) Telur Rebus Paskah
• Kriteria Telur rebus yang baik adalah telur matang tetapi tidak ada warna hitsam disekitar kuning telur
v) Kue Jahe
• Kriteria Kue Jahe yang baik adalah adonanya matang dan kering.
w) Entil
• Kriteria Entil yang baik adalah entil padat dan matang
x) Nasi Tepeng
• Kriteria Nasi Tepeng yang baik adalah rasa rempah-rempahnya terasa.
y) Lawar
• Kriteria lawar yang baik adalah
z) Ayam Betutu
• Kriteria ayam betutu yang baik adalah bumbu meresap dan warnanya merah cerah.

C. Adat-Istiadat
a) Sate Lilit :
• Kriteria sate lilit yang baik adalah bumbu meresap, daging tidak pecah saat dililit dengan bambu,beraroma khas.
b) Kolo / Nasi Bambu
• Kriteria Nasi Kolo yang baik adalah teksturnya padat,matang merata dan rasanya gurih.
c) Bebalung
• Kriteria Bebalung yang baik adalah bumbu meresap dan dagingnya empuk.
d) Tumpeng weton
e) Sayur 7 macam bebas namun harus ada kangkung dan kacang panjang
• Kriteria sayur yang baik adalah sayurnya tidak overcook.
f) Bubur 7 rupa,bahan dasar bubur putih atau gurih (santan dan garam) dan bubur merah atau bubur manis (ditambah gula jawa dan garam)
• Kriteria bubur yang baik adalah bubur matang merata, antara beras dan air tidak terpisah.
g) Kluwih
• Kriteria Kluwih yang baik adalah santan tidak pecah

h) Ikan Asin
• Ikan asin yang baik adalah tekstur ikannya kering dan asin.
i) Gudangan
• Kriteria gudangan yang baik adalah sayuran tidak overcook,bumbu kelapa matang dan kaya akan rasa.
j) Nasi Solok
• Kriteria Nasi Solok yang baik adalah berasnya matang merata dan pulen.
k) Gulai Kambing
• Kriteria Gulai Kambing yang baik adalah santan tidak pecah,daging kambing yang digunakan tidak prengus dan kaya akan rasa.
l) Sindang Ikan
• Kriteria Sindang Ikan yang baik adalah kaya akan rasa,tidak berbau amis dan ikan matang tetapi tidak hancur.
m) Rendang belut khas Tanah Datar
• Kriteria Rendang Belut yang baik adalah belut tidak berbau tanah dan bumbu meresap dengan baik.
n) Bubur 7 macam ( bubur merah ,bubur putih, merah ditumpangi putih, putih ditumpangi merah, putih disilang merah, merah disilang putih, baro-baro (bubur putih diatasnya dikasih parutan kelapa dan sisiran gula jawa)
• Kriteria Bubur yang baik adalah bubur tidak keenceran.
o) Jajanan Pasar
• Kriteria jajan pasar mata kebo yang baik adalah kenyal dan isianya matang.
p) Rujak Buah
• Kriteria Rujak buah yang baik adalah buah-buahan yang digunakan segar.
q) Tumpeng Tujuh Warna.

Terima Kasih
Full transcript