Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Penelitian Sosial

No description
by

Syifa Fadhiyah Salsabila Luano

on 20 January 2014

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Penelitian Sosial

Proses Penelitian Sosial
Konsep-Konsep Dasar Penelitian
6. Mengelola dan menyajikan informasi: Setelah data dikumpulkan, data itupun diolah agar dapat lebih mudah untuk diinterprestasikan dan dianalisis lebih lanjut.
7. Menganalisis dan menginterprestasikan: Hasil olahan data kemudian dianalisi lebih lanjut dengan analisis yang sesuai dengan tujuan penelitian sehingga menghasilkan kegiatan yang tajam, mendalam,dan luas.
8. Menghimpun kesimpulan dan generalisasi: Setelah melakukan analisis dan interprestasi, penelitian pun mulai membuat kesimpulan sesuai dengan hipotesis yang diajukan.ia pun melakukan generalisasi dari penemunya berdasarkan batas-batas penelitian yang sudah ada.
9. Membuat laporan dan menginterprestasikan: Setelah seluruh tahap penelitian dilakukan, hasil kerja si peneliti itu pun dilaporkan, misalnya dalam bentuk skripsi untuk program sarjana S1, tesis untuk program pasca sarjana (S2), dan disertasi untuk program doctoral. Setelah laporan selesai, laporan tersebut akan dipresentasikan. Hal ini bertujuan agar masyarakat mengetahui hasil penelitian tersebut dan memanfaatkannya.
Pengertian Penelitian
Menurut para ahli :
SUTRISNO HADI : Penelitian adalah usaha menemukan sesuatu untuk mengisi kekosongan atau kekurangan, mengembangkan, mem- perluas, dan menggali lebih dalam apa yang telah ada, serta menguji kebenaran terhadap apa yang sudah ada tetapi diragukan kebenarannya.
SOERJONO SOEKANTO : Penelitian sosiologi merupakan proses pengungkapan kebenaran yang didasarkan pada penggunaan konsep-konsep dasar yang dalam sosiologi dikenal sebagai sebuah ilmu.
MARZUKI : Penelitian adalah suatu usaha mengumpulkan, mencari, dan menganalisis fakta-fakta suatu masalah.
SENAPIAH FAISAL : Penelitian merupakan aktivitas dalam menelaah suatu masalah dengan menggunakan metode ilmiah secara terancang dan sistematis untuk menemukan pengetahuan baru yang terandalkan kebenarannya mengenai dunia alam dan dunia sosial.
Menyusun Hipotesis
Hipotesis merupakan jawaban yang bersifat sementara terhadap masalah penelitian yang kebenarannya masih lemah sehingga harus diuji secara empiris. Untuk dapat merumuskan hipotesis penelitian, dapat disusun terlebih dahulu berbagai masalah penelitian kemudian memilih beberapa yang berhubungan satu sama lain, disinilah hipotesis akan timbul.

Kegunaan Hipotesis
1. Memberikan batasan serta memperkecil jangkauan penelitian dan kerja penelitian.
2. Mempersiapkan peneliti pada kondisi faktadan hubunga antar fakta yang terkadang hilang begitu saja.
3. Sebagai alat sederhana untuk memfokuskan fakta yang bercerai berai ke dalam suatu kesatuan yang penting dan menyeluruh.
4. Sebagai panduan dalam pengujian serta penyesuaiandengan fakta dan antar fakta.
Metode Penelitian
Metode penelitian merupakan tata cara bagaimana penelitian dilaksanakan.
Perbedaan Metode Penelitian, Teknik Penelitian, dan Prosedur Penelitian adalah:
• Metode penelitian membicarakan mengenai tata cara pelaksanaan penelitian
• Teknik penelitian membicarakan alat – alat yang digunakan untuk mengukur atau mengumpulkan data penelitian
• Prosedur penelitian membicarakan urutan kerja dalam penelitian

Jenis – jenis Metode Penelitian
a. Metode Historis: Proses menguji dan menganalisis secara kritik rekaman dan peninggalan masa lampau. Metode historis dilakukan dengan cara mengajukan pertanyaan terbuka mengenai peristiwa masa lalu dan menjawabnya dengan fakta terpilih yang disusun dalam bentuk penjelasan.
b. Metode Eksperimental: Metode yang memungkinkan peneliti memanipulasi variabel dan akibatnya. Dapat dikatakan metode eksperimental ditujukan untuk mencari hubungan sebab akibat dengan memanipulasikan satu atau lebih variabel pada satu (atau lebih) kelompok eksperimental, dan membandingkan hasilnya dengan kelompok kontrol yang tidak mengalami manipulasi.
c. Metode Deskriptif: Menjabarkan variabel satu demi satu (sistematis). Pada metode ini peneliti terjun langsung ke lapangan dan bertindak sebagai pengamat, dimana ia membuat kategori pelaku, mengamati gejala, dan mencatatnya dalam buku observasi.
Jenis Penelitian
Secara umum, penelitian dibagi dalam enam kelompok besar, yakni:
Berdasarkan tujuannya:
1. Penelitian Dasar (basic research): Bertujuan untuk menyusun konsep dan hubungan,serta perjalinan teoritik untuk menemukan prinsip-prinsip umum mengenai suatu topic (permasalahan) tertentu yang nyata dalam kehidupan atau untuk dapat melakukan sesuatu yang jauh lebih baik,efektif & efisien.
2. Penelitian Terapan (applied research): Penelitian ini berusaha mengumpulkan informasi untuk membantu usaha memecahkan suatu persoalan di dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini diarahkan pada penggunaan hasil penelitian secara praktis dalam kehidupan sehari-hari. Hasil penelitian terapan biasanya terbatas pada problem yang menjadi obyek penelitian saja dan tidak diterapkan pada masalah yang lebih luas.

Penelitian berdasarkan metodenya:
1. Penelitian historik: Penelitian ini berusaha mengkaji peristiwa yang telah terjadi pada masa lampau. Penelitian ini berdasarkan pada gambaran tertulis maupun lisan dari objek penelitian. Tujuannya adalah membuat rekonstruksi masa lampau secara sistematis dan objektif.
2. Penelitian survei: Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi yang sama atau sejenisnya dari berbagai kelompok atau orang dengan angket atau wawancara secara pribadi.
3. Penelitian eksperimen: Penelitian yang memanipulasi (mengatur,merekayasa) atau mengontrol situasi alamiah menjadi situasi buatan sesuai dengan tujuan penelitian.
4. Penelitian observasi: Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi secara langsung dari tingkah laku orang yang diamati.
Bagan Proses Penelitian
Fungsi Studi Kepustakaan
Untuk membantu dalam penyelesaian penelitian.
Untuk membantu kekurangan-kekurangan yang sebenarnya mungkin ada.
Untuk mempertajam permasalahan.
Adanya studi kepustakaan.
Terakhir, dengan studi kepustakaan akan mengetahui masalah-masalah lain yang mungkin lebih menarik.

Tahap-Tahap Studi Kepustakaan
Tahap pertama yang harus dilakukan adalah mengetahui pustaka yang dibutuhkan. Bentuk pustaka ada 2 yaitu:
1. Sumber tertulis yang dapat berupa buku pengetahuan, surat kabar atau majalah.
2. Sumber tidak tertulis yang dapat berupa film, manuscript,atau relief.

Berdasarkan isi, Pustaka dibedakan menjadi:
1. Sumber primer yang merupakan sumber bahan yang dikemukakan sendiri oleh pihak pada waktu terjadinya peristiwa atau mengalami sendiri peristiwa tersebut dan menulisnya dalam bentuk buku harian atau notulen rapat
2. Sumber sekunder merupakan sumber yang dikemukakan oleh orang yang hadir pada saat terjadinya peristiwa tetapi tidak langsung mengalami peristiwa itu sendiri.
a. Konsep
Konsep merupakan ide-ide, penggambaran hal-hal atau benda-benda atau pun gejala-gejala sosial, yang dinyatakan dalam istilah atau kata. Konsep terbentuk dengan menarik intisari dan menarik kesimpulan umum dari sebuah ide, hal, benda dan gejala sosial yang khusus. Konsep ada yang konkret dan ada yang abstrak. Jadi dapat dikatakan bahwa fungsi konsep adalah menyederhanakan pemikiran terhadap ide-ide, hal-hal benda juga gejala sosial.
b. Variabel
Variabel merupakan konsep yang memiliki variasi nilai. Variabel biasanya mengubah konsep yang abstrak menjadi konsep yang lebih konkret lagi sehingga konsep tersebut dapat diamati dan diukur. Variabel dapat berupa peristiwa (seperti kecelakaan), tingkah laku, atau karakteristik dari individu, kelompok dan masyarakat lainnya yang dapat diukur.
Berdasarkan hubungannya, variabel dapat dibedakan menjadi 5, yakni:
• Variabel bebas: merupakan variabel yang menjadi penyebab bagi variabel lain.
• Variabel terikat: merupakan variabel yang dipengaruhi oleh variabel lain.
• Variabel moderator: merupakan variabel yang memengaruhi, baik itu memperkuat ataupun mempertemukan hubungan antara variabel bebas dengan variabel tak bebas.
Metodologi & Prosedur Penelitian
Pengertian & Merumuskan Masalah Penelitian
Anggota Kelompok
1. Afwan Ardilla
2. Hamdi Haykal M.
3. I Gusti Ngurah
4. Nadya R.
5. Nasya Shafira
6. Nindy Indria
7. Nur Isnaini
8. Rosidah Nst
9. Syifa FSL

UMUM : Aktivitas/kegiatan ilmiah menggunakan metode ilmiah disusun dengan sistematis.
Dalam KBBI, kata penelitian diartikan sebagai pemeriksaan yang teliti atau penyelidikan, sedangkan kata penyelidikan diartikan sebagai pemeriksaan atau pengusutan.

Secara umum, penelitian mempunyai empat tujuan utama, yaitu :
a. Menemukan sesuatu (pengetahuan) yang baru dalam bidang tertentu.
b. Menguji kebenaran sesuatu (pengetahuan) dalam bidang yang telah ada
c. Mengembangkan sesuatu (pengetahuan) dalam bidang yang telah ada.
d. Menulis karya ilmiah seperti membuat skripsi, tesis, dan disertasi.
Suatu proses penelitian dapat kita gambarkan dengan sebuah lingkaran seperti Bagan. Setelah seorang peneliti melakukan tahap terakhir, ia mungkin akan berhenti tetapi sebenarnya proses penelitian tidak hanya saja dari penelitiannya, si peneliti mungkin akan mengulang hipotesisnya lagi, kemudian mengujinya lagi.
Ciri Masalah yang Baik
Dalam bukunya Metode Penelitian, Nazir menyebutkan bahwa ciri-ciri adalah mempunyai nilai penelitian, mempunyai fisibilitas, dan sesuai dengan kualifikasi si peneliti.
1. Mempunyai nilai penelitian. Dalam hal ini masalah akan mempunyai nilai penelitian apabila sesuai dengan hal-hal berikut ini :
a. Masalah harus mempunyai kealian, yaitu menyangkut hal-hal yang up to date, mempunyai nilai ilmiah dan tidak berisi hal-hal sepele.
b. Masalah tersebut harus menyatakan suatu hubungan.
c. Masalah itu harus mempunyai arti dan nilai, baik dalam bidang ilmunya sendiri maupun bidang aplikasi untuk penelitian terapan.
d. Masalah harus dapat diuji dengan data dan fasilitas yang sudah ada.
e. Masalah harus dapat dinyatakan dalam bentuk pertanyaan yang jelas dan tidak membingungkan.
2. Mempunyai fisibilitas. Maksudnya, masalah tersebut dapat dipecahkan.
3. Harus sesuai dengan kualifikasi si peneliti. Artinya, masalah tersebut menarik keingintahuan peneliti untuk menemukan jawaban atau menemukan hal yang lebih penting dan lebih menarik.
• Variabel intervening: merupakan variabel yang mempengaruhi, baik itu memperlemah atau memperkuat hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat, tetapi tak diukur dan diamati.
• Variabel kontrol: merupakan variabel yang dikendalikan. Variabel ini biasanya digunakan dalam penelitian yang bersifat mengendalikan.

c. Hipotesis
Hipotesis merupakan pernyataan yang dirumuskandalam bentuk yang dapat diuji dan menggambarkan hubungan tertentu antara dua atau lebih variabel.
d. Pengukuran
Pengukuran merupakan penggunaan aturan untuk menetapkan bilangan pada objek atau peristiwa.

Berdasarkan taraf pemberian informasi:
1. Penelitian deskriptif: Penelitian ini menghasilkan penelitian yang tarafnya memberikan penjelasan mengenai gambaran tentang cirri-ciri suatu gejala yang diteliti. Tujuannya adalah untuk mengungkapkan suatu masalah dan keadaan sebagaimana adanya.
2. Penelitian eksplanasi: Penelitian ini menghasilkan penelitian yang kebih lengkap dibandingkan penelitian deskriptif. Penelitian jenis ini akan menghasilkan sebuah kesimpulan baik itu berupa asosiatif atau kausalitas.
3. Penelitian eksplorasi: Penelitian ini menghasilkan penelitian yang sangat dalam. Penelitian ini tidak hanya menggambarkan sebuah fenomena sosial tapi juga menjelaskan mengapa fenomena sosial terjadi dan juga bagaimana fenomena sosial tersebut ada dan diterima masyarakat.

Berdasarkan pendekatan dan data yang dikumpulkan:
1. Penelitian kuantitatif: Penelitian yang menekankan pada jumlah data yang dikumpulkan.
2. Penelitian Kualitatif: Penelitian yang menekankan pada kualitas data atau kedalaman data yang dapat diperoleh.

Berdasarkan tempat pelaksanaannya:
1. Penelitian laboratorium (laboratory research): Penelitian yang dilakukan dalam suatu tempat khusus untuk mengadakan studi ilmiah dan kerja ilmiah, Tujuannya untuk mengumpulkan data,mengadakan analisis,mengadakan tes,serta memberikan interpretasi terhadap sejumlah data sehingga kecenderungan gerak gejala sosial ke dalam suatu masyarakat tertentu dapat diramalkan. Biasanya bersifat percobaan/eksperimen.
2. Penelitian Lapangan (field research): Penelitian ini merupakan metode untuk menemukan secara khusus dan realistis apa yang tengah terjadi pada masyarakat. Dilakukan secara langsung di lapangan.
3. Penelitian Perpustakaan (kepustakaan)/(library research): Penelitian ini bertujuan mengumpulkan data dan informasi dengan bantuan berbagai materi yang terdapat perpustakaan. (buku,catatan,dan laporan hasil penelitian dari peneliti terdahulu.

Berdasarkan bidang yang diteliti:
1. Penelitian sosial: Penelitian yang meneliti secara khusus bidang sosial seperti ekonomi,pendidikan,hukum dan sosiologi.
2. Penelitian eksakta: Penelitian yang meneliti secara khusus bidang eksakta seperti kimia,fisika,biologi.
Metodelogi merupakan kumpulan aturan penelitian atau prosedur pelaksanaan penelitian. Sedangkan prosedur penelitian merupakan aturan atau pelaksanaan penelitian. Secara garis besar, prosedur penelitian terdiri dari:
1. Tahap perencanaan, yaitu tahap di mana sebuah penelitian dipersiapkan. Misalnya, pemilihan judul dan hipotesis.
2. Tahap pelaksanaan merupakan sebuah tahap di mana sebuah penelitian sudah dilaksanakan. Pengumpulan data, analisis data, dan penarikan kesimpulan.
3. Tahap penulisan merupakan tahap di mana sebuah penelitian telah selesai dilaksanakan.

Tahap-tahap penelitian tersebut dapat dikembangkan lagi menjadi:
1. Mendefinisikan dan merumuskan masalah: Tahap ini merupakan tahap yg penting ketika memulai sebuah penelitian. Penelitian masalah diusahakan sejelas mungkin, baik dari segi keluasannya atau pun dari segi kedalamannya.
2. Melakukan studi kepustakaan studi kepustakaan dilakukan dan mengacu pada teori-teori yang berlaku yang dapat ditemukan pada buku tesk atau pada hasil penelitian orang lain, baik yang sudah diterbitkan maupun yang belum.
3. Merumuskan hipotesis: Dalam hal ini peneliti menghipotesiskan pernyataan yang ada pada perumusan masalah. Hal ini berguna untuk membantu peneliti menuntun jalan pikirannya agar mencapai hasil penelitiannya.
4. Menentukan rancangan penelitian: Rancangan penelitian merupakan kerangka kerja penelitian, dimana di dalamnya akan dikumpulkan,diukur, dan dilakukan analisis data sehingga pertanyaan-pertanyaan dalam penelitian dapat dijawab.
5. Mengumpulkan data: Mengumpulkan data sebagai bahan baku informasi dilakukan dengan teknik yang sesuai. Jika dikumpulkan dengan cara yang salah, informasi yg dihasilkan pun mungkin salah.
a. Pengertian masalah penelitian
Masalah merupakan penyimpangan antara yang diharapkan dan kenyataan. Masalah itu sendiri tentunya dapat diselesaikan. Masalah muncul karena adanya tantangan kebingungan atau kesangsian kita terhadap suatu hal atau fenomena. Masalah penelitian ini adalah masalah yang akan dijadikan sebagai objek penelitian. Masalah tersebut nantinya akan dipelajari,dikaji,dipecahkan atau diselesaikan , dan dibuat kesimpulannya oleh peneliti sesuai dengan konteks permasalahan melalui masalah penelitian.
Ada beberapa hal yang harus di perhatikan dalam memilih masalah yaitu:
1. Masalah yang akan dipilih sebaiknya dapat diteliti.
2. Masalah yang diteliti harus mempunyai atau memberikan manfaat.
3. Masalah yang dipilih sebaiknya sesuai dengan minat peneliti.
4. Adanya faktor pendukung dari masalah yang diteliti.

b. Merumuskan masalah penelitian
Perumusan maslah sebaiknya kamu susun secara singkat,jelas,dan pada serta dituangkan dalam bentuk kalimat tanya (question). Untuk dapat merumuskan masalah dengan tepat diperlukan kepekaan terhadap masalah yang dihadapi.
Faktor yang memengaruhi kepekaan terhadap masalah yaitu:
1. Spesialisasi atau keahlian khusus seseorang yang menjadi profesinya.
2. Program akademis atau pendidikan yang pernah ditempuh seseorang.
3. Bahan bacaan yang dimiliki oleh peneliti.
4. Kepekaan terhadap lingkungan. Seseorang yang peka terhadap lingkungan akan lebih mudah dan cepat menangkap masalah.
Setelah berhasil merumuskan masalah penelitian, langkah selanjutnya adalah melakukan studi kepustakaan atau yang biasa disebut menyusun daftar bacaan yang akan digunakan dalam penelitian. Studi kepustakaan akan memberikan informasi mengenai hal-hal apa saja yang sudah dikemukakan ahli lain, bagaimana cara meneliti, dan hasil hasil apa saja yang sudah diperoleh. Kegiatan penelitian selalu bertolak dari ilmu pengetahuan yang ada sebelumnya. Oleh karena itu, seorang peneliti yang berpengalaman akan menganggap kepustakaan sebagai salah satu langkah terpenting dalam suatu proses penelitian.
Semakin banyak kepustakaan yang dibaca atau kemukakan berarti makin lengkap kepustakaan dan makin baik. Studi kepustakaan akan semakin baik jika kepustakaan yang digunakan adalah yang terbaru. Sebelum peneliti yang dapat mengajukan pertanyaan-pertanyaan seperti penelitian apa yang telah dilakukan dalam bidang tersebut, hal-hal apa yang telah ditemukan dalam penelitian sebelumnya, dan saran-saran apa yang diberikan oleh para peneliti lain untuk penelitian sebelumnya.
Melakukan Studi Kepustakaan
Tahap ke 2 mengkaji dan mengumpulkan data. Pengkajian dan pengumpulan bahan pustaka tersebut paling tidak harus mencakup pokok masalah yang sudah dirumuskan. Di dalam nya juga disebutkan tahun yang menunjukan kapan sumber tersebut dibuat atau diterbitkan.

Tahap ke 3 menyajikan studi kepustakaan penyajian. Penyajian studi kepustakaan dapat dilakukan cara kutipan langsung atau kutipan tidak langsung.
Bentuk Rumusan Hipotesis
1. Hipotesis Deskriptif: Yaitu hipotesis yang mengenai nilai suatu variable mandiri, yang berbentuk perandingan atau hubungan.
2. Hipotesis Komperatif: Yaitu hipotesis yang mengenai nilai perbandingan antara variablel lainnya.
3. Hipotesis Asosiatif.

Berdasarkan atas uji statistiknya, rumusan hipotesis dapat dibedakan atas dua jenis hipotesis, yaitu:
1. Hipotesis nol atau hipotesis nihil: Merupakan hipotesis yang dirumuskan sebagai sesuatu pernyataan yang akan di uji. Hipotesis ini tidak memiliki perbedaan dengan hipotesis sebenarnya.
2. Hipotesis alternatif atau hipotesis kerja: Merupakan hipotesis yang dirumuskan sebagai lawan atau tandingan hipotesis nol.

Merumuskan Rancangan Penelitian Sosial
Rancangan penelitian merupakan kerangka kerja suatu studi tertentu yang berguna untuk mengumpulkan, mengukur, dan menganalisis data sehingga pertanyaan penelitian dapat dijawab. Dalam menyusun rancangan penelitian ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu:
1. Rancangan penelitian hendaknya mencakup semua kegiatan yang akan dilakukan termasuk mengenai masalah, tujuan, sumber data, waktu, serta sarana
2. Rancangan penelitian sebaiknya juga disusun secara logis dan sistematis sehingga dapat member kemudahan bagi peneliti dan orang lain dalam pelaksanaan penelitian.
3. Rancangen penelitian sejauh mungking harus membatasi hal yang berhubungan dengan sumber data dan sarana lainnya.
4. Rancangan penelitian harus dapat memperkirakan sejauh mana hasil yang akan diperoleh serta usaha yang mungkin dilakukan untuk memperoleh hasil secara efektif dan efisien.

Komponen Rancangan Penelitian
1. Identifikasi dan masalah alokasi biaya, pelaporan hasil penelitian, pemilihan kerangka konseptual untuk masal penelitian serta hubungannya dengan penelitian sebelumnya.
2. Tujuan penelitian.
3. Hipotesis penelitian.
4. Kepentingan penelitian.
5. Memilih prosedur dan teknik sampling yang digunakan.
6. Menentukan variabel-variabel.
7. Teknik pengumpulan data.
8. Teknik pengolahan data (analisis data).
9. Pelaporan hasil penelitian.

Sebelum melakukan penelitian pun diperlukan proposal. Proposal penelitian disebut juga dengan usuluan penelitian, yaitu suatu pernyataan tertulis mengenai rencana atau rancangan penelitian secara keseluruhan berisi :
1. Judul
2. Latar Belakang Masalah
3. Permasalahan
4. Tujuan dan Kegunaan Penelitian
5. Hipotesis Penelitian
6. Metode Penelitian
7. Landasan Teori
8. Daftar Pustaka
9. Jadwal Waktu
Metode deskriptif bertujuan untuk:
1. Membuat perbandingan
2. Mengumpulkan informasi secara rinci
3. Melukiskan gejala sosial yang ada
4. Mengidentifikasikan masalah
5. Mempelajari pengalaman orang lain yang menghadapi masalah yang sama untuk menetapkan rencana dan keputusan di waktu yang akan datang.
d. Metode Korelasional: Bertujuan untuk meneliti sejauh mana variabel pada satu faktor berkaitan dengan variabel pada faktor lainnya. Jika hanya dua variabel yang dihubungkan, disebut korelasi sederhana dan jika lebih dari dua variabel disebut korelasi ganda. Korelasi tersebut dapat berupa korelasi positif, negatif, sempurna, dan tidak terjadi korelasi.
• Korelasi positif : korelasi yang terjadi diantara dua variabel atau lebih dimana k etika salah satu variabel meningkat, maka variabel lainnya akan meningkat, begitupun sebaliknya.
• Korelasi negatif : ketika satu variabel menurun, maka variabel lainnya akan meningkat, begitupun sebaliknya.
• Korelasi sempurna : kenaikan atau penurunan variabel yang satu berbanding seimbang dengan kenaikan atau penurunan variabel lainnya.
• Tidak terjadi korelasi : tidak ada korelasi diantara variabel tersebut
e. Metode Kuasi Eksperimental: Pada metode ini, peneliti akan mecari kelompok subjek yang mengalami variabel bebas dan kelompok lain yang tidak mengalami variabel bebas.

1. Mengetahui arti pentingnya penelitian
2. Menilai hasil – hasil penelitian
3. Melahirkan sikap dan pola pikir yang kritis, kreatif, skeptis, dan analisis

Populasi dan Sampel Penelitian
a. Populasi: Merupakan himpunan adalah himpunan semua hal yang ingin diketahui yang memiliki karakteristik tertentu dan menjadi objek penelitian.
b. Sampel: Merupakan beberapa contoh yang diambil dari keseluruhan objek yang diteliti.
Cara Berpikir Seorang Peneliti
Skeptis: Mempertanyakan kebenaran dari data.
Analisis: Memberikan kritik terhadap data yang didapat dan harus objektif.
Kritis: Data yang didapat disesuaikan dengan logika.
Jujur: Tidak mengurangi dan menambahkan data yang didapat (Hanya bisa dilogikakan).
Syarat - Syarat dalam Melakukan Penelitian
1. Sistematika: Data yang akan diambil harus berurutan.
2. Terencana: Apa yang akan diambil harus direncanakan sebelumnya.
3. Konsep ilmiah: Menggunakan metode ilmiah dan metodologi ilmiah.
Sikap Seorang Peneliti
1. Objektif: Apa adanya (sesuai fakta).
2. Kompeten: Sesuai dibidangnya.
3. Faktual: Masalah yang
up to date.
Full transcript