Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Bea dan Cukai mendukung Bio Etanol

FGD EBTKE
by

Padmoyo Triwikanto

on 11 December 2012

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Bea dan Cukai mendukung Bio Etanol

Cukai adalah pungutan negara yang dikenakan terhadap barang-barang tertentu yang mempunyai sifat atau karakteristik yang ditetapkan dalam undang-undang ini. DEFINISI CUKAI Barang-barang tertentu yang mempunyai sifat atau karakteristik:

a.konsumsinya perlu dikendalikan;
b.peredarannya perlu diawasi;
c.pemakaiannya dapat menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat atau lingkungan hidup; atau
d.pemakaiannya perlu pembebanan pungutan negara demi keadilan dan keseimbangan,
dikenai cukai berdasarkan undang-undang ini Cukai dikenakan terhadap Barang Kena Cukai yang terdiri dari:
1. etil alkohol atau etanol, dengan tidak mengindahkan bahan yang digunakan dan proses pembuatannya;
2. minuman yang mengandung etil alkohol dalam kadar berapa pun, dengan tidak mengindahkan bahan yang digunakan dan proses pembuatannya, termasuk konsentrat yang mengandung etil alkohol;
3. hasil tembakau, yang meliputi sigaret, cerutu, rokok daun, tembakau iris, dan hasil pengolahan tembakau lainnya, dengan tidak mengindahkan digunakan atau tidak bahan pengganti atau bahan pembantu dalam pembuatannya. Dasar Hukum Perizinan di Bidang Etil Alkohol :
UU Nomor 11 Tahun 1995 / UU Nomor 39 Tahun 2007
Peraturan Pemerintah Nomor 72 / 2008
Peraturan Menteri Keuangan Nomor 202/PMK.04/2008 PENGUSAHA ETIL ALKOHOL WAJIB NPPBKC :
PENGUSAHA PABRIK
PENGUSAHA TEMPAT PENYIMPANAN
IMPORTIR
PENGUSAHA TEMPAT PENJUALAN ECERAN PERSYARATAN FISIK PABRIK EA
tidak berhubungan langsung dengan bangunan, halaman, atau tempat-tempat lain yang bukan bagian pabrik yang dimintakan izin tidak berhubungan langsung dengan rumah tinggal
berbatasan langsung dan dapat dimasuki dari jalan umum, kecuali yang lokasinya dalam kawasan industri
memiliki luas bangunan paling sedikit 5.000 (lima ribu) meter persegi
memiliki ruang laboratorium dan peralatannya
memiliki bangunan, ruangan, dan tempat yang dipakai untuk membuat EA
memiliki bangunan, ruangan, tempat, dan bak atau tangki atau wadah lainnya yang digunakan untuk menampung EA yang selesai dibuat
memiliki bangunan, ruangan, tempat, pekarangan, dan tangki atau wadah lainnya untuk menyimpan bahan baku atau bahan penolong
memiliki bangunan, ruangan, tempat, pekarangan, dan tangki atau wadah lainnya untuk menyimpan hasil akhir yang bukan barang kena cukai dalam hal pabrik dengan proses produksi terpadu
memiliki bangunan, ruangan, tempat, pekarangan, dan tangki atau wadah lainnya untuk menampung EA yang telah dirusak sehingga tidak baik untuk diminum (spiritus bakar);
memiliki bangunan, ruangan, tempat, pekarangan, dan tangki atau wadah lainnya untuk menampung produk sampingan;
memiliki peralatan pemadam kebakaran yang memadai;
memiliki ruangan yang memadai bagi pejabat bea dan cukai dalam melakukan pekerjaan atau pengawasan; dan
memiliki pagar dan/atau dinding keliling dari tembok, dengan ketinggian paling rendah 2 (dua) meter yang merupakan batas pemisah yang jelas, kecuali sisi bagian depan disesuaikan dengan aturan pemerintah daerah setempat. DASAR HUKUM PEMBEBASAN CUKAI :
Pasal 9 ayat (4) UU Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai jo. UU Nomor 39 Tahun 2007 tentang Cukai;
Peraturan Menteri Keuangan Nomor 109/PMK.04/2010 tanggal 19 Mei 2010 tentang Tata Cara Pembebasan Cukai; Pembebasan Cukai adalah fasilitas yang diberikan kepada pengusaha pabrik, pengusaha tempat penyimpanan, atau importir untuk tidak membayar cukai yang terutang. "DUKUNGAN KEBIJAKAN CUKAI
UNTUK PENGEMBANGAN BIOETANOL SKALA MINI PRODUCER"
Disampaikan pada
(Focus Group Discussion "Kajian Pengusahaan Bioenergi Skala Mini Producer/Distribution/Mini Grid)"
Jakarta, 11 Desember 2012 Oleh
Padmoyo Tri Wikanto
Kepala Sub Direktorat Aneka Cukai
Direktorat Cukai
Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Tarif Cukai Etil Alkohol berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor: PMK 62/PMK.011/2010 dikenakan secara spesifik per liter sebesar Rp11.000,- tanpa mepertimbangkan kadar etil alkohol yang terkandung. CUKAI DIBEBASKAN ATAS BKC
yang digunakan sebagai bahan baku/penolong dalam pembuatan barang hasil akhir non BKC;
keperluan penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan;
keperluan perwakilan negara asing dan para pejabatnya yang bertugas di Indonesia berdasarkan asas timbal balik;
keperluan tenaga ahli bangsa asing yang bertugas pada badan atau organisasi internasional di Indonesia;
dibawa oleh penumpang, awak sarana pengangkut, pelintas batas atau kiriman dari luar negeri;
untuk tujuan sosial;
dimasukkan ke dalam tempat penimbunan berikat. Mengingat Bioethanol merupakan Barang Kena Cukai maka Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dapat secara proaktif memberikan pembinaan dan pengarahan pada industri Bioethanol skala mikro sehingga dapat dikembangkan ke arah yang positif dan bermanfaat sesuai dengan kebutuhan dengan melakukan perubahan peraturan yang berlaku sehingga tujuan yang diharapkan dapat dicapai sesuai yang telah direncanakan. TERIMA KASIH
Full transcript