Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

L I P S T I C K

No description
by

Juliadi Agam

on 23 August 2015

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of L I P S T I C K

Lipstik adalah sediaan kosmetika yang digunakan untuk mewarnai bibir dengan sentuhan artistik sehingga dapat meningkatkan estetika dalam tata rias wajah (Ditgen POM, 1985)
3. Pen Lip Polish
Berbentuk cair kemasanya seperti pena. Praktis karena ujungnya dilengkapi dengan kuas dan dapat memberikan efek yang kilat pada bibir.
4. Liquid
Bentuknya cair, mengkilap dan pekat. Biasanya dilengkapi dengan spons atau kuas dibagian ujung untuk memudahkan pengolesan.
Jenis Lipstik
Menurut Chenny Han (2010) ada beragam jenis lipstik sebagai berikut :
Pengertian Lipstik
Uji Organoleptis
Uji Titik Lebur
Sediaan liptik yang baik adalah sediaan lipstik dengan titik lebur diatas 50oC (Vishwakarma, dkk.,2011).

Pengamatan dilakukan terhadap titik lebur lipstik dengan cara dimasukkan ke dalam oven dengan suhu awal 50oC selama 15 menit diamati lipstik meleleh atau tidak setelah itu suhu dinaikkan 1oC setiap 15 menit dan diamati pada suhu berapa lipstik mulai meleleh.
Uji pH
Menggunakan pH meter, sampel dibuat dalam 1 % yaitu ditimbang 1 g sediaan dan dilebur dalam beker gelas dengan 100 mL aquadem di atas penangas air. Setelah dingin, elektroda dicelupkan ke dalam larutan tersebut. Dibiarkan alat menunjukkan nilai pH sampai konstan. Angka yang ditunjukkan pH meter adalah pH sediaan (Rawlins, 2003)
Uji Iritasi
Uji Oles
Uji oles dilakukan secara visual dengan cara mengoleskan lipstik pada kulit punggung tangan kemudian mengamati banyaknya warna yang menempel dengan perlakuan 5 x pengolesan. Sediaan lipstik dikatakan mempunyai daya oles yang baik jika yang menempel pada kulit punggung tangan banyak dan merata dengan beberapa kali pengolesan pada tekanan tertentu. Sedangkan sediaan dikatakan mempunyai daya oles yang tidak baik jika warna yang menempel sedikit dan tidak merata. Pemerikasaan dilakukan terhadap masing-masing sediaan yang dibuat dan dioleskan pada punggung tangan dengan 5 kali pengolesan (Keithler, 1956)
L I P S T I K
Metode Analisa Lipstik
1. Stik
Jenis ini tidak mengkilap, sedikit lembab dan mudah digunakan
2. Palet
Dalam satu wadah terdapat beberapa jenis warna, jenis ini biasanya berupa krim padat atau balm
5. Pasta
Bentuknya semacam gel cair, dikemas dalam bentuk tube seperti pasta gigi dan dapat membuat bibir menglap.
Iritasi dapat dibagi menjadi 2 kategori, yaitu iritasi primer yang akan segera timbul sesaat setelah terjadi pelekatan atau penyentuhan pada kulit, dan iritasi sekunder yang reaksinya baru timbul beberapa jam setelah penyentuhan atau pelekatan pada kulit (Ditjen POM, 1985).

Teknik yang digunakan pada uji iritasi ini adalah uji tempel terbuka (Patch Test) pada lengan bawah bagian dalam terhadap 10 orang panelis. Uji tempel terbuka dilakukan dengan mengoleskan sediaan yang dibuat pada lokasi.
Uji Kekuatan Lipstik
Pengamatan dilakukan pada kekuatan lipstik dengan cara lipstik diletakkan horizontal. Pada jarak kira-kira 1/2 inci dari tepi lipstik, digantungkan beban yang berfungsi sebagai penekan. Tiap 30 detik berat penekan ditambah (10 gram).

Penambahan berat sebagai penekanan dilakukan secara terus menerus sampai lipstik patah, pada saat lipstik patah merupakan nilai kekuatan pada lipstiknya (Vishwakarma, dkk., 2011)
Uji Stabilitas Sediaan
Uji stabilitas sediaan dilakukan terhadap perubahan bentuk, warna dan bau dari sediaan lipstik dilakukan terhadap masing-masing sediaan selama penyimpanan pada suhu kamar pada hari ke 1, 5, dan 10 dan selanjutnya setiap 5 hari hingga hari ke 30 (Vishwakarma, dkk., 2011)

Pada perubahan bentuk diperhatikan apakah lipstik terjadi perubahan bentuk dari bentuk awal pencetakan atau tidak, pada perubahan warna diperhatikan apakah terjadi perubahan warna dari warna awal pembuatan lipstik atau tidak, pada perubahan bau diperhatikan apakah lipstik masih berbau khas dari parfum yang digunakan atau tidak.
Uji Homogenitas
Uji homogenitas dilakukan dengan cara mengoleskan sejumlah tertentu sediaan pada kaca yang transparan. Sediaan harus menunjukkan susunan yang homogen dan tidak terlihat adanya butir-butir kasar (Ditjen POM, 1979)
Juliadi
Uji ini dilakukan dengan alat indra secara pemerian yaitu bentuk, warna dan bau.
B I B I R
Bibir adalah bagian atau organ yang mudah kering dan terkelupas karena tidak ada sebum, yang proses pengeluarannya diperantai oleh kelenjar keringat dan folikel rambut yan tidak dimiliki oleh bibir.
atau menggunakan alat Melting Point Apparatus, pipa kapiler ditusukkan ke dalam lipstik hingga kedalaman 10 mm, kemudian pipa kapiler tersebut diletakkan dalam alat Melting Point Apparatus dengan posisi yang sesuai.
K E S I M P U L A N
Bibir adalah organ yang mudah kering dan terkelipas oleh karena itu diperlukan pelembab yang mengandung antioksidan dan lipstik menjadi solusi yang baik selain melembabkan bibir juga
untuk mewarnai bibir dengan sentuhan artistik sehingga dapat meningkatkan estetika dalam tata rias wajah.
Untuk melihat kualitas lipstik yang baik, lipstik dilakukan uji analisa yaitu : Uji Organoleptis, Uji pH, Uji Kekerasan / kekuatan, Uji Titik Lebur / Leleh, Uji Keamanan yaitu Uji Iritasi, Uji Efektifitas yaitu Uji Oles dan Uji Stabilita Fisik
S A R A N

Untuk mendapatkan kualitas yang baik dibutuhkan formulasi yang baik, contohnya pemilihan bahan baku, proses pembuatan, ketelitian dan ketersediaan alat yang memadai.
Daftar
Daftar Pustaka
Chenny, Han. (2010). Make-up Bibir Sesuai Aura dan Fengshui. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama.

Ditjen POM. (1979). Farmakope Indonesia. Edisi Ketiga. Jakarta : Departemen Kesehatan RI. Halaman 33, 459, 633.

Ditjen POM. (1985). Formularium Kosmetika Indonesia. Jakarta : Departemen Kesehatan RI. Halaman 83, 85, 195-197.

Djajadisastra, Joshita. (2010). Formulasi Lipstik Menggunakan Liposom Magnesium Ascorbil Fosfat yang Dibuat dengan Metode Reverse Phase Evaporation. Depok : Universitas Indonesia.

Keithler. (1956). Formulation of Cosmetic and Cosmetic Specialities. Newyork : Drug and Cosmetic Industry. Halaman 153 - 155.

Rawlins. (2003). Bentley's Textbook of Pharmaceutic. Edisi Ke-18. London : Bailierre Tindall. Halaman 355.

Vishwakarma, dkk.(2011) Formulation and Evaluation of Herbal Lipstick. International Journal of Drug Discovery & Herbal Research. 1 (1) : 18-19.

Full transcript