Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Untitled Prezi

No description
by

Ashoudan Zimmer

on 8 February 2013

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Untitled Prezi

Hubungan Antara Tiap Komponen Sistem Transportasi Makro Tika Wulandari (22-2012-158)
Ria Utami (22-2012-164)
Ratih Dewi Shima (22-2012-167)
Dita Meilinda (22-2012-168) Definisi Umum
Sistem Transportasi Makro Komponen Sistem
Tranportasi Makro Sistem Jaringan Sistem Kegiatan Sistem Kelembagaan Sistem transportasi makro adalah penggambaran suatu sistem transportasi yang terdiri dari sistem-sistem transportasi mikro yakni sub-system kegiatan, sub-sistem jaringan dan sub-sistem pegerakan yang bergerak secara sinergis dan saling mempengaruhi satu dengan yang lain. Perubahan yang terjadi pada salah satu sistem mikro akan berpengaruh pada sistem mikro yang lainnya. Sistem ini memiliki siklus sistem tertutup yang tak pernah berhenti dan ditopang oleh suatu sistem kelembagaan yang berfungsi untuk menjaga agar ketiga sub sistem itu dapat bekerja secara harmonis. Hubungan Sub-sub Sistem Transportasi Makro Sistem kegiatan merupakan suatu sistem tata guna lahan tempat manusia melakukan aktivitas dengan intensitas maupun jenis yang berbeda sehingga menimbulkan suatu konfigurasi ruang (spasial) yang masing-masing mempunyai nilai plus dan minus yang saling membutuhkan. Setiap ‘sistem kegiatan’ akan membangkitkan pergerakan (trip production) dan/atau akan menarik pergerakan (trip attraction) dalam proses kegiatannya. Pergerakan manusia memerlukan modal transportasi yang dihubungkan dengan sistem jaringan sebagai pendukungnya berupa jaringan jalan raya, jalan rel, terminal, stasiun, jaringan transportasi laut, udara, dll. Untuk menjamin agar system transportasi makro dapat berjalan dengan baik, maka diperlukan sistem pendukung yakni sistem kelembagaan. Interaksi ini menghasilkan pergerakan manusia sehingga sangat diharapkan pergerakan yang aman, cepat, murah, handal dan ramah lingkungan yang diatur oleh system rekayasa dan manajemen lalu lintas. Sistem kelembagaan adalah suatu sistem yang dapat meliputi individu, kelompok, lembaga swasta dan instansi pemerintah yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung dalam setiap system transportasi mikro. Adalah jenis permintaan tak langsung yang berawal dari kebutuhan manusia. Transportasi demand termasuk permintaan turunan (divided demand) dan terdapat saling ketergantungan yang luas antara transport dengan industri, pertanian, perdagangan dan perkembangan perekonomian suatu negara atau daerah.
Yang termasuk ke dalam sistem kegiatan adalah penduduk, tata guna tanah/lahan, kepemilikan kendaraan, dll.
Lembaga: Bappenas (Badan Penyelenggaraan dan Pembangunan Nasional), Bappeda (Badan Penyelenggaraan dan Pembangunan Daerah) Provinsi dan Kabupaten.
Tugas: Merencanakan ruang kerja skala wilayah, regional, sektoral, melalui RTRW (Rencana Tata Ruang dan Wilayah) dan kebijakan. Adalah pasokan yang akan disediakan untuk mengantisipasi kebutuhan pergerakan. Secara fisik pasokan dapat berupa prasarana maupun sarana. Maksudnya adalah supply pada sistem transportasi tidak dapat digudangkan dan dilayankan dalam bentuk teratur. Supply (sediaan) diminta ada saat dan di tempat permintaan tumbuh.
Contoh sistem jaringan: jaringan jalan, telekomunikasi, modal dll.
Lembaga: Departemen/Dinas Perhubungan, Pekerjaan Umum.
Tugas: Menyusun dan melaksanakan kebijakan pengembangan sistem jaringan transportasi. Adalah sistem kegiatan manusia dan atau barang yang melakukan pergerakan dari satu lokasi ke lokasi lainnya dengan menggunakan sarana, sehingga menimbulkan adanya arus pergerakan di suatu prasarana tertentu.
Contoh: Pergerakan mobil dari suatu lokasi ke lokasi lainnya.
Lembaga: Departemen/Dinas Perhubungan, Organda (Organisasi Angkatan Darat), Polantas (Polisi Lalu Lintas), masyarakat.
Tugas: Aspek teknis operasional penyelenggaraan transportasi di lapangan. Mengeluarkan peraturan dan kebijaksanaan dalam mengatur ketiga komponen tersebut.
Contoh: Suatu daerah yang perkembangan daerahnya kurang dikarenakan fasilitas jalan yang kurang memadai, sehingga perlu diadakannya kebijakan untuk daerah tersebut oleh kelembagaan. Sistem Kegiatan Sistem Jaringan Sistem Pergerakan Sistem Kelembagaan Sistem Kelembagaan Ketiga sistem tersebut akan berfungsi secara optimal bila didukung dengan sistem kelembagaan. Sekian.
Terima Kasih :*
Full transcript