Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Salep Mata Hidrokortison

No description
by

eka fitria

on 9 January 2014

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Salep Mata Hidrokortison

Salep Mata Hidrokortison
Salep Mata
Apa saja yang disiapkan ??
Pembuatan Salep
Hydrokortison
Fungsi : Antiinflamasi
Mekanisme : mempengaruhi kecepatan sintesis protein.
Dosis : sekali 100 mg, sehari 200 mg.
ESO : rasa terbakar, gatal, iritasi, kulit kering, folikulitis, hipertrikosis, erupsi akneiform, dll.
Syarat-Syarat
Steril
Bebas partikel
Efek terapi tercapai
Bahan yg sedikit menurunkan alergi
Basis tidak mengiritasi mata
Mengandung bahan pengawet
Prosedur menggunakan teknik aseptis dan sterilisasi terminal

Penggolongan
Personal
Sehat fisik maupun mental.
Memiliki keahlian (soft skill.
Disiplin dan bertanggung jawab.
Menggunakan APD

Ruangan
Mensterilkan Ruangan
Bersihkan lantai, dinding, dan langit-langit dari debu dan kotoran (dinding dilapisi efoksi)
Tambahkan cairan disinfektan hingga bebas mikroorganisme
Ruangan ditutup dan dialiri udara yang telah bebas mikroorganisme
Bersihkan udara dengan alat pengasapan (fogging)
Sinari ruangan dengan Ultraviolet (Sinar UV) baik sebelum maupun sesudah digunakan
Alat dan Bahan
Alat :
alat karet seperti disterilkan di dg cara direbus
alat seperti batang pengaduk, pinset disterilkan langsung diatas bunsen beberapa detik (aseptis)
Untuk alat yang mempunyai skala seperti gelas ukur, erlenmayer disterilkan diautoklaf
formulasi
Alasan Pemilihan Bahan
Pembahasan
Salep mata adalah sediaan steril semi padat yang bahan obatnya harus larut atau terdispersi homogen dalam dasar salep yang cocok, mudah digunakan dan bertujuan untuk pemakaian luar, hal ini ditujukan karena mata merupakan organ yang sangat penting dan sensiti
f.
Plus Minus
Plus :
Biovalaibilitas yang lebih besar dibandingkan larutan berarir
Mempertahankan kontak lama dengan mata
Wadah dari tube meminimalkan obat kontak dengan penyebab cemaran mikroba
Efek kerja yang lama dari pada tetes mata
Praktis dalam segi kemudahan dalam dibawa
Minus :
cara pengunaanya susah
Mengganggu penglihatan
Tidak tepat dosis
Banyak salep yang sering tersisa di dalam tube
Bebas mikroorganisme aktif
Ada batasan kontaminasi dengan partikel
Minimal terbagi atas tiga area, yaitu black area, grey area dan white area.
Bahan :
Zat organik ( karbohidrat – dektrosa) > autoklaf.
minyak lemak, gliserin, petrolatum, minyak mineral, parafin > oven
enzim tertentu yang tidak tahan panas, antibiotik tertentu > Sterilisasi Gas atau Etilen Oksida 
Prosedur Kerja
Evaluasi
Fisiologis
Bahan aktif yang digunakan harus sesuai dan berfungsi untuk mencegah serta memusnahkan mikroba baik dalam hal penyimpanan
PRAFORMULASI
Fisikokimia
pH
Struktur Bobot Molekul
Warna
Ukuran Partikel
Suhu Lebur
Higroskopis
Kelarutan
R/ Bahan Aktif
Dasar Salap
Bahan pengawet (jika diperlukan)
Bahan antioksidan (jika diperlukan)
Hidrokortison Oculentum
Tiap g mengandung :
R/ Hidrokortison asetat 150 mg
Oculentum simplex ad 10 g
 
R/ Oculentum simplek terdiri dari:
Setilalkohol 0,25 g
Adeps lanae 0,6 g
Parafin cair 4 g
Vaselin kuning ad 10 g
FUNGSI BAHAN :

Hydrocortison acetas> zat aktif
Cetil alcohol > emolient dan sifat pengemulsi
Adeps lanae> Agen Pengemulsi dan basis salep
Paraffin cair > meurunkan viskositas,
emolien dan pembersih pada konsidi kulit tertentu dan sebagai lubrikan dalam sediaan mata pada pengobatan mata yang kering
Vaselin kuning > basis salep
1. Disiapkan APD
2. Disterilkan alat dan bahan
3. Ditimbang hydrocortisone, cetil alcohol, adeps lanae, parrafin cair dan vaselin kuning.
4. Disiapkan cawan porselen steril dan diberikan kain kasa steril.
5. Dimasukkan adeps, paraffin cair, setil alcohol dan vaselin kuning kedalam cawan no.4, dimasukkan oven untuk disterilisasi.
6. Diaduk lelehan basis salep ad homogen.
7. Disiapkan mortir stamper dan disemprot dengan alkohol.
8. Ditambahkan lelehan basis salep ke dalam mortir yang berisi hydrocortisone acetas dan aduk ad homogen.
9. Dimasukkan kedalam tube dan ditutup rapat atau disegel.
10. Diberikan etiket biru dan cara penggunaanya.
11. Disterilkan dan Dievaluasi sediaan salep mata
Uji pH : rata-rata 7- 7,5
Homogen (tetapi ada 1 salep yg mengalami cracking)
Uji Organnoleptis : Jernih, bau khas hidrokortison.
Viskositas : cukup baik saat dicolek (tidak menggunakan viskosmeter)
Dari hasil uji yang didapat salep yang dibuat cukup baik sudah memenuhi persyaratan. Tetapi, ada salah satu yang tidak karena terjadi cracking. Hal ini terjadi karena salep tidak mengalami pengadukan dan dibiarkan dalam oven begitu saja.
Kesimpulan
Salep yang dibuat cukup baik. Hanya satu salep dari tiga belas terjadi cracking.
By:
ADY EKA ,, ANDRE DWI
ARISCHA ASRYANTI
DADANG DWI
DEBBY AISYAH,, DEWIYANA
EKA NOVITA
EKA FITRIA
FIRLIE YULLANDHO
HANA AMALIA
IIN HIDAYATI,, KASRIATI
LALU MUH.RISKY

Digunakan vaselin kuning + parafin cair sebagai dasar salep hidrokarbon, hal ini menyebabkan basis menjadi encer sehingga di tambahkan adeps lanae untuk menaikkan viskositas. Setil alkohol ditambahkan sebagai pelembut.
Full transcript