Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

pengolahan limbah

No description
by

tya lestari

on 8 September 2015

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of pengolahan limbah

Pengolahan Limbah
limbah padat cont...
contoh : -kepala ikan
limbah gas (udara)
limbah cair
PT. Maya Food Industries dalam penanganan limbah cair menggunakan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Jenis limbah yang dihasilkan PT. Maya Food Industries pekalongan
- Limbah B3
- Limbah padat
- Limbah asap (udara)
- Limbah cair

limbah B3 (bahan berbahaya beracun) cont...
berbentuk:
- padatan
- cairan
karakteristik limbah B3 : -mudah terbakar
- mudah meledak

contoh: oli bekas,lampu neon bekas dan kain majun yang terkontaminasi
-sisik
-isi perut
-ekor
-kaleng bekas
-karton bekas
berupa: -uap panas
- asap
1. Penampungan Pertama

2. Saringan (screener)

3. Penampungan Kedua

4. Pretreatment

5. proses Equalisasi

6. Proses anaerobic

7. Proses aerobic

8. wetland
1. Penampungan Pertama
2. Saringan (screener)

3. Penampungan Kedua
Pretreatment
proses Equalisasi
Proses anaerobic
proses aerobik
wetland
ruang penempatan limbah B3
limbah padat
tepung ikan
kaleng bekas
pembuangan limbah gas (udara)
sisik ikan
Berfungsi sebagai tempat penampungan limbah cair dari berbagai proses. Limbah cair dihasilkan dari proses produksi, mulai dari pencucian ikan, penirisan, hingga air keluaran retort.
Limbah cair dari penampungan pertama akan dialirkan ke screener. Limbah cair akan melewati screener berjumlah 6 buah 3 di sisi kiri dan 3 di sisi kanan,dengan ukuran 5,3 dan 2 mm.
Di bak penampungan kedua ini tidak terdapat proses apapun dan hanya berfungsi sebagai penampungan saja
untuk pembersihan air limbah agar mempercepat dan memperlancar proses pengolahan selanjutnya dengan prinsip gravitasi
bertujuan untuk memecahkan ikatan emulsi antara minyak dan air, sehingga diharapkan fase minyak dan fase air dapat terpisah.
Tujuan dari equalisasi adalah menyeragamkan atau menghomogenkan cairan
proses anaerobic bertujuan untuk menguraikan atau mendegrdasi bahan-bahan organic yang terkandung dalam limbah cair dengan bantuan mikroorganisme dalam kondisi anaerob
yaitu pemecahan bahan-bahan organik pada limbah cair oleh bakteri yang memerlukan oksigen.
wetland merupakan suatu lahan yang jenuh air yang mendukung pertumbuhan tanaman air.Tanaman yang digunakan pada wetland merupakan jenis hydrophyte seperti :
- melati air
- rumput gajah
pengeluaran limbah
Air limbah hasil pengolahan IPAL akan dilepaskan ke sungai loji yang berada di sekitar perusahaan. Air tidak berbahaya bagi lingkungan, karena semua parameter limbah yang diuji sudah berada di bawah baku mutu air limbah.
hasil analisa air limbah industri pengolahan
hasil perikanan

sertifikat proper
9. pengeluaran limbah
Limbah
Sumber: PT. Maya Food Industries 2015
Limbah kepala ikan,ekor dan isi perut ditampung
Dinaikkan dengan screw konveyor
Direbus dengan suhu 70-80 derajat celcius selama 10 menit
Dipress untuk mengeluarkan minyak ikan selama 10 menit.
pengayakan
Hasil pengepresan dikeringkan selama 15 menit dengan suhu 80-90 derajat celcius
Proses pembuatan tepung ikan
- bunga tasbih (canna lily)
karakteristik air limbah
- kekeruhan
- warna
- BOD (Biologycal oxigen demand)
- COD (Chemichal oxigen demand)
- TSS (Total suspended solid)
Dijual ke pengepul kardus
Dijadikan bahan pakan ternak
Dijual ke pengepul kaleng
karakteristik limbah padat
- sifat kimia
- sifat biologis
karakteristik limbah udara
1. Karbonmonoksida
2. Sulfur oksida
3. Nitrogen Oksida
4.Hidrokarbon
5. Partikel Debu
landasan hukum pengelolaan limbah
Cerobong udara yang ada di PT. Maya Food Industries dipasang menggunakan teknisi internal dari divisi ME, mempunyai ketinggian yang berbeda-beda tergantung dari kapasitas boiler masing-masing.
limbah B3
adalah limbah yang mengandung bahan berbahaya atau beracun yang sifat dan konsentrasinya dapat merusak atau mencemarkan lingkungan hidup dan membahayakan kesehatan manusia
limbah padat
adalah hasil buangan industri berupa padatan dan lumpur yang berasal dari sisa proses pengolahan.
limbah yang berasal dari industri /pabrik yang memiliki cerobong besar untuk mengalirkan sisa pembuangan produksi dalam bentuk gas.
limbah cair
adalah sisa dari suatu hasil usaha atau kegiatan yang berwujud cair
cara fisika
Adanya proses fisik dengan bantuan peralatan mekanis tanpa menggunakan bahan kimia atau makhluk hidup (mikro-organisme).
cara kimia
Adanya proses kimia dengan bantuan bahan kimia. Pengelolaan cara kimia dan umumnya dikombinasikan pada cara fisika
cara biologi
Adanya proses respirasi biologi dengan bantuan makluk hidup untuk menguraikan polutan dalam limbah
dasar-dasar pengolahan air limbah
- mudah mengalami kebusukan
- menimbulkan bau
- mudah terdegradasi
- mengandung senyawa organik:
- protein
- lemak
- minyak
lay out IPAL
Struktur Organisasi IPAL PT. Maya Food Industries
laporan hasil uji kualitas udara
sifat kimia
sifat biologis
a. Undang-undang nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup
b. Peraturan Pemerintah nomor 82 tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian
Pencemaran Air
c. Keputusan Menteri Lingkungan Hidup nomor 37 tahun 2003 tentang Metoda Analisis Kualitas Air
Permukaan dan Pengambilan Contoh Air Permukaan
d. Keputusan Menteri Lingkungan Hidup nomor 110 tahun 2003 tentang Pedoman Penetapan Daya
Tampung Beban Pencemar Air Pada Sumber Air
e. Keputusan Menteri Lingkungan Hidup nomor 111 tahun 2003 tentang Pedoman Mengenai Syarat
dan Tata Cara Perizinan serta Pedoman Kajian Pembuagan Air Limbah ke Air atau Sumber Air.
f. Keputusan Menteri Lingkungan Hidup nomor 112 tahun 2003 tentang Baku Mutu Air Limbah
Domestik
g. Keputusan Menteri Lingkungan Hidup nomor 52 tahun 1995 tentang Baku Mutu Limbah Cair Bagi
Kegiatan Hotel
h. Keputusan Menteri Lingkungan Hidup nomor 58 tahun 1995 tentang Baku Mutu Limbah Cair Bagi
Kegiatan Rumah Sakit
i. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 27 tahun 1999 tentang Analisis Mengenai
Dampak Lingkungan
j. Peraturan menteri Lingkungan Hidup nomor 11 tahun 2006 tentang Jenis Rencana Usaha dan/atau
Kegiatan yang Wajib Dilengkapi dengan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup
k. Keputusan Menteri Lingkungan Hidup nomor 86 tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Upaya
Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantaun Lingkungan Hidup
l. Peraturan Pemerintah nomor 16 tahun 2005 tentang Pengembangan Sistem Penyediaa Air Minum
m. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum nomor 16/PRT/M/2008 tentang Kebijakan Strategis Air
Limbah
n. Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No 5 Tahun 2014 tentang Baku Mutu Limbah
Menurut peraturan pemerintah nomor 101 tahun 2014 limbah adalah sisa suatu usaha atau kegiatan
Boiler 1, kapasitas 7 ton tinggi cerobong 15 meter
Boiler 2, kapasitas 2,5 ton tinggi cerobong 12 meter
Boiler 3, kapasitas 4 ton tinggi cerobong 13 meter
kapasitas : 15 m^3
panjang : 7 meter
lebar : 2,2 meter
ketinggian : 1 meter
kapasitas : 14m^3
panjang : 4,1 meter
lebar : 2 meter
ketinggian 2,5 meter
kapasitas : 250 m^3
panjang : 12,5 meter
lebar : 8 meter
ketinggian : 2,3 meter
kapasitas : 140 m^3
panjang :13,5 meter
lebar : 9 meter
ketinggian : 2,3 meter
kapasitas : 1000 m^3
panjang : 22 meter
lebar : 14,5 meter
ketinggian : 3,2 meter

kapasitas : 575 m^3
panjangg : 27,5 meter
lebar : 9,5 meter
ketinggian : 2,2 meter
kapasitas : 300 m^3
panjang : 18,5 meter
lebar : 13,5 meter
ketinggian : 1,3 meter
Penanggung jawab
R. Sumanto
Operasional lapangan
M. Rizqon
Tenaga Inti
1. Sajiran
2. Tejo
3. Adi kurniawan
Sumber : PT. Maya Food Industries 2015
kesimpulan
2. Hasil uji limbah cair menunjukkan bahwa semua parameter (TSS,BOD,COD,minyak dan lemak,sulfida,amoniak,klor bebas dan pH) berada dibawah nilai baku mutu air limbah dan aman dibuang ke lingkungan sekitar perusahaan.
3. Hasil uji limbah udara / gas menunjukkan semua parameter (NO2,SO2,partikulat) berada dibawah baku mutu limbah udara
4. Meskipun limbah yang dihasilkan sudah aman PT. Maya Food Indutries dalam pembuangan limbahnya tetap meminta persetujuan dari pemerintah setempat.
pengemasan
1. Limbah padat yang dihasilkan oleh PT. Maya Food Industri dapat dimanfaatkan menjadi tepung ikan,minyak ikan dan pupuk.
5. Sebaiknya di bak equalisasi dilengkapi dengan mixer agar terjadi homogenisasi lebih cepat dan hasil sludgenya lebih sedikit
drum bekas
Full transcript