Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Copy of UANG SEBAGAI ALAT PEMBAYARAN

No description
by

dyan puspita

on 22 February 2014

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Copy of UANG SEBAGAI ALAT PEMBAYARAN

UANG SEBAGAI ALAT PEMBAYARAN
Sejarah Tahap Pertukaran
sistem pembayaran/pertukaran mengikuti tahapan perkembangan ekonomi. tahapan evolusi sistem pembayaran dimulai dari sistem barter. transaksi melibatkan pertukaran fisik langsung barang atau barter. seiring dengan perkembangan zaman munculah spesialisasi tenaga kerja dalam perekonomian, dalam hal ini uang komoditas memfasilitasi spesialisasi dan perdagangan.dengan kelemahan uang komoditas, ajhirnya sistem pembayaran berevolusi sampai pada situasi yang kita lihat sekarang. uang fiat sebagian besar menggantikan uang yang terbuat dari logam mulia. untuk mengatasi masalah kelemahan uang kertas dan uang logam digunakanlah cek dalam sistem pembayaran. meskipun demikian, kita juga menghadapi kesulitan dsalam menggunakan cek. tetapi kesulitan-kesulitan itu mulai teratasi dengan perkembangan teknologi komunikasi, internet telah mempermudah kita untuk melakukan transaksi pembayaran. teknologi pembayaran secara elektronik tidak hanya menggantikan cek tetap juga tunai dengan e-money. bentuk pertama e-money adalah kartu debit, kartu debit memunginkan konsumen membeli barang dan jasa secara langsung dengan memindahkan dana secara elektronik dari rekening pribadinya ke rekening penjualnya. pembayaran secara elektronik semakin berkembang seiring dengan perkembangan e-commerce.
Syarat - Syarat Uang
Mudah dibawa (Portability)
Tahan Lama (Durability)
Dapat dipecah menjadi unit yang lebih kecil (Divisibility)
Nilainya Stabil (Stability)
Diterima secara umum (Acceptability)
Jumlahnya dapat memenuhi kebutuhan masyarakat serta tidak mudah dipalsukan
Syarat psikologis, bahwa uang harus bisa memuaskan keinginan orang yang memilikinya.
Fungsi Uang
Alat tukar, fungsi uang sebagai alat tukar tidak diragukan lagi.
Alat satuan hitung (pengukur nilai), sebagai satuan hitung, uang digunakan untuk menghitung harga sebuah barang
Standar atau ukuran pembayaran yang ditunda (standard of deferred pay nent), dalam fungsi ini, uang digunakan untuk menyatakan ukuran utang
Alat penyimpan kekayaan, manusia menyimpan uang untuk kebutuhan masa mendatang atau mengantisipasi pengekuaran yang tidak terduga sebelumnya
Alat pengalih nilai atau kekayaan, uang dapat berfungsi untuk mengalihkan nilai.
Nilai Uang
A. Nilai Uang Dilihat dari Bahan Pembuatannya

1) Nilai Intrinsik
Nilai intrinsik uang adalah nilai uang berdasarkan bahan-bahan pembuatan uang.

2) Nilai Nominal
Nilai nominal uang adalah nilai yang tertera pada setiap mata uang yang bersangkutan. Dari dua nilai uang di atas menimbulkan dua istilah fiducier money dan full bodied money.

1) Fiducier money, yaitu uang yang memiliki nilai nominal lebih besar daripada nilai intrinsiknya. Contohnya ialah semua uang kertas.

2) Full bodied money, yaitu uang yang memiliki nilai nominal sama dengan nilai intrinsiknya. Contohnya ialah semua jenis mata uang logam sehingga uang logam disebut juga full bodied money.



Teori nilai Uang
a. Teori barang
1. Teori logam (katalistik) menyatakan bahwa uang diterima masyarakat karena bahannya dibuat dari logam yang bernilai tinggi. Teori ini dipelopori oleh Adam Smith.
2. Teori nilai batas menyatakan bahwa uang diterima masyarakat karena adanya keperluan masyarakat akan barang dan adanya kepercayaan terhadap uang.

b. Teori nominalisme
1. Teori perjanjian (konvensi), yaitu uang diterima oleh masyarakat karena adanya perjanjian untuk memakai suatu benda dalam pertukaran. Pelopor teori ini adalah Thomas Aquinas.
2. Teori kebiasaan, yaitu uang diterima oleh masyarakat karena kebiasaan masyarakat menggunakan benda tertentu dalam pertukaran.
3. Teori kenegaraan, yaitu uang diterima oleh masyarakat karena adanya ketetapan dari pemerintah dalam pertukaran.
4. Teori tuntutan (klaim), yaitu uang diterima oleh masyarakat karena ada tuntutan terhadap barang-barang yang dihasilkan masyarakat. Pelopor teori ini adalah J. S. Mill.
5. Teori realisme (fungsi), yaitu uang diterima oleh masyarakat karena adanya penilaian terhadap uang yang dapat memudahkan pertukaran. Pelopor teori ini adalah David Hume.

c. Teori internal
Teori ini didasarkan pada kemampuan uang untuk ditukarkan dengan sejumlah barang/jasa tertentu. Dalam ekonomi moneter teori ini disebut juga Teori permintaan uang. Teori internal ini meliputi :
1. Teori kuantitas (quantity theory ) menyatakan bahwa nilai uang tergantung pada jumlah uang yang beredar dalam masyarakat. Semakin banyak uang yang beredar semakin tinggi harga barang, dan sebaliknya. Hal tersebut dapat dirumuskan secara matematis sebagai berikut :

M= k. P

Keterangan:
M (mone ) = Jumlah uang yang beredar
k (konstanta) = Perbandingan konstan
P (price) = Harga barang



UANG
I. DEFINISI UANG
R.J Thomas mengatakan bahwa uang adalah suatu benda yang dengan mudah dan umum diterima oleh masayarakat untuk pembayaran pembelian barang, jasa, dan barang berharga lainnya, serta untuk pembayaran utang.
Sir dennis holme robertson mengatakan bahwa uang adalah sesuatu yang bisa diterima dalam pembayaran untuk mendapatkan barang.
Kesimpulan:
uang mempunyai ciri dapat diterima umum, dapat digunakan sebagaialat tukar, dan dapat digunakan sebagai alat pembayaran.

Motif kepemilikan uang
1. Untuk kebutuhan Transaksi
Dalam menjalani hidup, manusia membutuhkan uang untuk melakukan kegiatan transaksi jual beli baik barang maupun jasa.
2. Untuk Berjaga-Jaga
Jika suatu waktu terjadi sesuatu yang tidak diduga yang bersifat darurat maka uang yang dimiliki dapat dipergunakan.
3. Untuk Mendapatkan Keuntungan / Berinvestasi
Seseorang atau badan usaha dapat mempergunakan uang yang dimilikinya dengan menginvestasikan pada usaha-usaha tertentu demi mendapatkan keuntungan dari investasi tersebut sebesar-besarnya

Jenis - jenis uang
a. Berdasarkan bahan
1. Uang logam, yaitu uang yang terbuat dari logam.
2. Uang kertas, yaitu uang yang terbuat dari kertas.

b. Berdasarkan lembaga yang mengeluarkan
1. Uang Kartal (Chartal = kepercayaan), yaitu mata uang logam dan kertas yang dikeluarkan oleh bank sentral dan berlaku umum di masyarakat.
2. Uang Giral (Giro = simpanan di bank), yaitu dana yang disimpan pada rekening giro (demand deposit) di bank-bank umum yang sewaktu-waktu dapat dipergunakan untuk melakukan pembayaran dengan perantaraan cek, bilyet giro atau perintah membayar. Jadi, uang giral dikeluarkan oleh bank umum.

c. Berdasarkan nilai
1. Bernilai penuh, yaitu uang yang nilai bahannya (nilai intrinsik) sama dengan nilai nominalnya. Biasanya berupa uang logam.
2. Tidak bernilai penuh, yaitu uang yang nilai bahannya (nilai intrinsik) tidak sama dengan nilai nominalnya. Biasanya berupa uang kertas.

d. Berdasarkan pemakai
1. Internal Value, yaitu kemampuan uang untuk membeli uang atau jasa di dalam negeri.
2. Eternal Value, yaitu kemampuan uang untuk ditukarkan dengan uang asing.

Standar nilai mata uang
1. Standar Uang Logam (Metal Standard)

standar emas tunggal(monometalism), menggunakan emas atau perak sebagai standar keuangan
Standar emas tunggal terbagi:
1. standar emas tulen (pure gold standard), uang emas dan uang kertas yang beredar
2. standar inti emas (gold bullion standard), uang perak & uang kertas yang beredar
3. standar wesel (gold exchange standard), emas & wesel dari negara yang berstandar

sistem standar kembar (bimetallism), menggunakan emas dan perak sebagai dasar keuangan negara dan perbandingan keduanya (Thomas Gresham dalam teorinya the bad money always drives out good money; uang yang nilai bahannya rendah akan mendesak nilai bahan yang lebih tinggi, sehingga uang logam yang nilai bahannya tinggi akan disimpan orang) ditetapkan oleh undang-undang

sistem standar pincang, bila emas digunakan sebagai dasar keuangan dan perak sebagai alat pembayaran yang sah, tetapi masyarakat tidak bisa bebas mencetaknya.

2. Standar Kertas (Ametalism)

Uang kertas berlaku sebagai alat pembayaran yang sah. Di dalam suatu negara beredar uang kertas dalam jumlah yang tidak terbatas dan uang tersebut tidak bisa ditukar dengan emas

Kurs Valuta Asing
B. Dilihat dari Penggunaannya

1) Nilai internal adalah kemampuan suatu mata uang apabila ditukarkan dengan barang

2) Nilai eksternal adalah kemampuan uang dalam negeri apabila dibandingkan dengan mata uang asing (valuta asing). Dengan kata lain yang dimaksud nilai ekster nal uang adalah daya beli uang dalam negeri terhadap mata uang asing atau lebih dikenal dengan istilah kurs
2. Teori transaksi (e change equation)
Teori ini dipelopori oleh Irving Fisher yang berpendapat bahwa nilai uang tergantung pada jumlah uang yang beredar, kecepatan uang beredar (berpindah tangan), dan jumlah barang yang diperdagangkan. Secara matematis dapat dirumuskan sebagai berikut :

M . V = P . T

K = Jumlah uang yang beredar
V (velocit of circulation) = Kecepatan perputaran uang
P (price) = Harga barang
T (transaction of goods) = Jumlah barang yang diperdagangkan


3. Teori Pendapatan (income theory)
Teori ini dikemukakan oleh John Maynard Keynes yang menyatakan bahwa motif memegang uang (liquidity preference) sebagai berikut:
a. Motif transaksi (transaction motive)
b. Motif berjaga-jaga (precautionary motive)
c. Motif spekulasi (speculative motive)
Dapat dirumuskan sebagai berikut

M . Vy = Py . Ty atau Py = M . Vy : Ty

Keterangan:
M (mone ) = Jumlah uang yang beredar
Vy (velocit of circulation) = Kecepatan peredaran uang
Py (price) = Harga barang
Ty (transaction of goods) = Jumlah barang dan jasa akhir
4. Teori persediaan kas (cash balance theory )
Teori ini dikemukakan oleh Alfred Marshall yang menyatakan bahwa nilai uang tergantung pada jumlah uang yang disimpan untuk persediaan kas dari sebagian pendapatan masyarakat. Persediaan kas tergantung pada jumlah pendapatan dan tingkat suku bunga di pasar. Secara matematis dapat dirumuskan sebagai berikut.

M = k . P . Y

Keterangan:
M (mone ) = Jumlah uang yang beredar
k (koefisien) = Jumlah uang untuk persediaan kas
P (price) = Harga barang
Y (income) = Pendapatan
Istilah - Istilah nilai mata uang
Devaluasi adalah kebijaksanaan yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk menurunkan nilai mata uang dalam negeri terhadap mata uang asing. Tujuannya adalah untuk meningkatkan jumlah ekspor ke luar negeri dan membatasi jumlah impor serta menambah devisa negara.

Revaluasi adalah kebijaksanaan yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk meningkatkan nilai mata uang di dalam negeri terhadap mata uang asing.

Apresiai adalah suatu proses peningkatan nilai mata uang dalam negeri yang disebabkan oleh adanya mekanisme perdagangan.

Depresiasi adalah suatu proses penurunan nilai mata uang dalam negeri yang disebabkan adanya mekanisme pedagangan.
Full transcript