Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

POSITIVE DEVIANCE / PENYIMPANGAN POSITIF

No description
by

rara ayu tri utami

on 9 October 2013

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of POSITIVE DEVIANCE / PENYIMPANGAN POSITIF


Notes
Ideas
Ideas
POSITIVE DEVIANCE / PENYIMPANGAN POSITIF
DISUSUN OLEH : 1. JUNENGSIH (NPM 1306429351)
2. WALLIYANA K (NPM. 1306429692)

TOPIK YANG DIBAHAS
LATAR BELAKANG
Masalah gizi terjadi sepanjang daur Kehidupan manusia
asupan gizi pada 1000 hari pertama kehidupan merupakan blue print atau cetak biru kesehatan jangka panjang.
Ditingkat keluarga, masalah gizi dipengaruhi oleh : Kemampuan keluarga untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga, pengetahuan , sikap dan keterampilan (PSK) keluarga dalam hal cara menyusui, pemberian makan, cara perawatan anak, cara pemanfaatan yan kes dan pemeliharaan kebersihan diri dan lingkungan
RJPN 2004-2009 -->sasaran perbaikan gizi masy untuk menurunkan prevalensi gizi buruk
PENDAHULUAN dan LATAR BELAKANG PD
PENGERTIAN PENDEKATAN PD
KEUNTUNGAN PD
LANGKAH-LANGKAH UTAMA PD
JURNAL & PENELITIAN TERKAIT PD
DEPKES --> salah satu strategi utama adalah menggerakkan masyarakat untuk hidup sehat , indikatornya KADARZI
Keluarga Gizi mandiri adalah keluarga yg mampu mengenali masalah Gizi
Fakta masyarakat kita memiliki "Potensi sama"ttp memiliki status kesehatan dan Gizi yg berbeda, Artinya keluarga tsb mempunyai perilaku yang menyimpang namun Positif sebagai perilaku yang mendukung tercapainya perbaikan gizi bagi angggota keluarga nya
PENDEKATAN POSITIVE DEVIANCE
Proses PD memanfaatkan kearifan lokal yang berhasil mengobati dan mencegah kekurangan gizi dan menyebarluaskan kearifan tersebut keseluruh masyarakat
PD merupakan pendekatan yg berbasis pada "Kekuatan " atau "Modal" dasar keyakinan bahwa di setiap masyarakat ada individu-individu tertentu ("Pelaku PD") yg memiliki Prilaku dan kebiasan spesial
Pendekatan PD telah digunakan secara luas untuk mengatasi kekurangan Gizi dan juga bidang lain seperti perawatan bumil dan BBL
Dalam buku Panduan Positive Deviance yang dibuat oleh Project Concern International (PCI), Positive Deviance adalah sebuah pendekatan yang digunakan untuk mencari jalan keluar terhadap permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh komunitas. Pendekatan ini berasumsi bahwa: “Dalam setiap masyarakat atau komunitas ada individu-individu tertentu (deviant positif) yang mempunyai kebiasaan-kebiasaan dan perilaku-perilaku special atau tidak umum yang memungkinkan mereka dapat menemukan cara-cara yang lebih baik untuk mengatasi masalah-masalah dibandingkan tetangga-tetangga mereka yang memiliki sumber yang sama dan menghadapi resiko yang serupa.”(Monique and J. Sternin, 2003:2)

Conclusion
Selama ini telah dilakukan upaya perbaikan gizi mencakup promosi gizi seimbang termasuk penyuluhan gizi di posyandu, fortifikasi pangan, pemberian makanan tambahan termasuk MP-ASI, pemberian suplemen gizi, pemantauan dan penanggulangan gizi buruk. Namun kenyataannya, masih banyak keluarga yang mempunyai perilaku gizi yang tidak sehat. Oleh karena itu, dikembangkan perilaku positive deviance dengan menggunakan pendekatan hearth. Pemberdayaan keluarga melalui metode ini dikembangkan dalam upaya mengeliminasi kasus gizi kurang atau gizi buruk.

Selama ini telah dilakukan upaya perbaikan gizi mencakup promosi gizi seimbang termasuk penyuluhan gizi di posyandu, fortifikasi pangan, pemberian makanan tambahan termasuk MP-ASI, pemberian suplemen gizi, pemantauan dan penanggulangan gizi buruk. Namun kenyataannya, masih banyak keluarga yang mempunyai perilaku gizi yang tidak sehat. Oleh karena itu, dikembangkan perilaku positive deviance dengan menggunakan pendekatan hearth. Pemberdayaan keluarga melalui metode ini dikembangkan dalam upaya mengeliminasi kasus gizi kurang atau gizi buruk.

PENDAHULUAN
Dalam Jurnal Gizi 2010 dengan judul ANALISIS DETERMINAN POSITIVE DEVIANCE STATUS GIZI BALITA DI WILAYAH MISKIN DENGAN PREVALENSI KURANG GIZI RENDAH DAN TINGGI oleh Sakri Sab’atmaja,dkk
Pada tahun 2007 menurut Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) diketahui balita menderita gizi buruk sebesar 5.4% dan 13% menderita gizi kurang, hal ini menunjukkan adanya pe- nurunan namun penyebarannya tidak merata di beberapa provinsi dan kabupaten/kota.
Berdasarkan segmentasi ekonomi, penyebaran balita kurang gizi cukup menarik untuk dianalisis. Secara nasional (18.4%) balita kurang gizi terdistribusi pada populasi keluarga sangat miskin (kuintil 1) : 6.7%, miskin (kuintil 2) : 5.7%. Pada kuintil 1 prevalensi kurang gizi masih lebih tinggi dan selanjutnya menurun seiring dengan meningkatnya segmen ekonomi.
Namun balita dengan status gizi baik cukup besar pada kuintil 1 sebesar 74.1%, kuintil 2 sebesar 76.9% sedangkan pada kuntil 5 sebesar80.4% (DEPKES, 2007).
Fenomena yang menarik bahwa pada kuintil 1 (populasi keluarga sangat miskin) ternyata terdapat balita dengan status gizi baik dan gizi lebih. Hal tersebut merupakan bentuk penyimpangan positif, yang dipengaruhi oleh berbagai faktor langsung dan tidak langsung.
faktor-faktor yang berpengaruh antara lain:
faktor budaya, sumber makanan, ketersediaan makanan, tempat menyimpan makanan, konsumsi dan kualitas konsumsi, umur pertama kali melahirkan, dan jarak kelahiran (Wishik & Vynckt, 1976);
faktor perilaku ibu dan keluarga, keamanan pangan, kondisi ekonomi, frekuensi kehamilan, pola asuh kesehatan, pekerjaan, pendapatan, pe- ngeluaran untuk konsumsi, keputusan pemberian makan, kepuasan hidup (Begin et al,1999);
faktor asupan zat gizi dan penyakit infeksi (Hadi 2005);
faktor ibu, pola asuh anak, status kesehatan anak dan status gizi ibu (Sandjaja, 2001)
faktor hutang rumah tangga, pengeluaran untuk pangan, aset rumah tangga, tabungan keluarga, umur ibu, tinggi badan ibu, berat badan ibu, jumlah hari libur ibu karena sakit, pendidikan ibu, ibu sebagai kepala kelu arga dan status keuangan akhir bulan (Pryer et al, 2003)
faktor berat badan lahir, tinggi badan ibu, berat badan ibu, interaksi ibu dan pe- ngetahuan ibu (Soekirman & Jahari, 2004)
faktor lingkungan tetangga, sanitasi, sarana dan pelayanan kesehatan (Parker, 2008).

Positive Deviance” (PD) adalah suatu pendekatan pengembangan yang berbasis masyarakat. PD berdasar pada keyakinan bahwa pemecahan masalah yg dihadapi masyarakat pada
prinsipnya telah ada dalam masyarakat itu sendiri. Artinya pendekatan pemecahan masalah yang memusatkan perhatian pada apa yang dapat dilaksanakan, bukan apa yang salah atau yang menjadi sebab masalah.
Penyimpangan positif (positive deviance) adalah sebuah proses yang mengidentifikasi praktik-praktik yang dapat dijangkau, diterima dan berlangsung lama yang telah digunakan di masyarakat oleh mereka yang memiliki sumber daya batas. Istilah “penyimpangan” umumnya diartikan negatif terutama apabila tentangan dengan adat dan budaya (DEPKES 2005). Sternin (2007) menyatakan, positive deviance adalah suatu pendekatan pengembangan yang basis masyarakat, berdasarkan kenyataan bahwa pemecahan masalah yang adapi masyarakat pada prinsipnya dapat ditemukan didalam masyarakat itu sendiri.
Full transcript