Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Copy of The Road Ahead

No description
by

maria wulzi

on 13 July 2014

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Copy of The Road Ahead

KARAKTERISTIK PASIEN DI PUSKESMAS IBUH TAHUN 2014
Analisis Kepuasan Pasien Berdasarkan Karakteristik Pasien dalam Pelayanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Puskesmas Ibuh Kota Payakumbuh Tahun 2014
1. Bukti fisik (Tangible)


Apprenticeship: General Carpenter (Advanced)
Required Skills:
• Self-motivated, committed to learning, & interested in carpentry.
• An interest in learning on the job, ability to work well under pressure, & stress management skills.
• Good problem solving skills & analytical thinking.


Apprenticeship: Electrician (Advanced)
Required Skills:
• Pay attention to detail, dedicated to quality.
• Excellent problem solving ability
• Willingness to learn on the job/continuous learning.
• A background interest in 'how things work'.
• Learning to offer a service to customers as safely as possible.
karakteristik pasien
f
%
jenis kelamin
umur
pendidikan
pekerjaan
kategori
laki-laki
perempuan
< 45 tahun
> 45 tahun

SD/SMP
SMA
PT
PNS
non-PNS
31
60
HASIL PENELITIAN
34
57
35
40
16
5
86
34
66
37,4
62,6
38,4
44
17,6
Distribusi Frekuensi Kepuasan Pasien dalam Pelayanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)
Kepuasan Pasien
f
%
puas
tidak puas
68
23
74,7
25,3
Dimensi Kualitas Pelayanan
kategori
f
%
Bukti Fisik (Tangible)
puas
tidak puas
Kehandalan (Reliability)
puas
tidak puas
Respon (Responsiveness)
puas
tidak puas
Jaminan (Assurance)
puas
tidak puas
Empati (Empathy)
puas
tidak puas
60
31
68
23
76
15
63
28
74
17
65,9
34,1
74,7
24,3
83,5
16,5
69,2
30,8
81,3
18,7
Karakteristik Pasien
Kepuasan Pasien
puas
tidak puas
f
%
f
%
f
%
total
Jenis Kelamin
* laki-laki
* Perempuan

Umur
* < 45 Tahun
* > 45 Tahun

Pendidikan
* SD/SMP
* SMA
* PT

Pekerjaan
* PNS
* Non-PNS
26 83,8 5 16,2 31 100
50 83,3 10 16,7 60 100


25 73,2 9 26,8 34 100
44 77,2 13 22,8 57 100


27 77,2 8 22,8 35 100
30 75 10 25 40 100
10 62,5 6 37,5 16 100


4 80 1 20 5 100
63 73,2 23 26,8 86 100


2. Kehandalan (Reliability)
3. Respon (Responsiveness)
4. Jaminan (Assurance)
5. Empati (Empathy)
kepuasan pasien hampir sama antara pasien laki-laki dan perempuan, dan tingkat kepuasan paling tinggi yaitu yang berumur ≥ 45 tahun (77,2%), dengan tingkat pendidikan SD/SMP (77,2%), dan pekerjaan PNS (80%).
5,5
94,5
tingkat kepuasan pasien tertinggi dalam dimensi bukti fisik yaitu pada pasien laki-laki (70,9%), umur <45 tahun (94,1%), pendidikan perguruan tinggi (81,3%) dan profesi PNS (100%).
tingkat kepuasan pasien tertinggi dalam dimensi kehandalan yaitu pada pasien laki-laki (83,8%), umur <45 tahun (79,4%), pendidikan SMA (82,5%) dan profesi PNS (100%).
tingkat kepuasan pasien tertinggi dalam dimensi Respon yaitu pada pasien laki-laki (83,8%), umur ≥ 45 tahun (84,2%), pendidikan SD/SMP (85,7%) dan profesi non-PNS (83,7%).
tingkat kepuasan pasien tertinggi dalam dimensi Jaminan yaitu pada pasien perempuan (70%), umur < 45 tahun (73,5%), pendidikan perguruan tinggi (75%) dan profesi PNS (80%).
tingkat kepuasan pasien tertinggi dalam dimensi empati (Empathy) yaitu pada pasien perempuan (83,3%), umur ≥ 45 tahun (84,2%), pendidikan SD/SMP (85,7%) dan profesi non-PNS (82,6%).
Distribusi Frekuensi Kepuasan Pasien dalam Pelayanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Berdasarkan Dimensi Kualitas Pelayanan di Wilayah Kerja Puskesmas Ibuh Kota Payakumbuh Tahun 2014
ANALISIS KEPUASAN PASIEN DALAM PELAYANAN JAMINAN KESEHATAN NASIONAL (JKN) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS IBUH TAHUN 2014
Maria Wulzi
1010323031

PEMBAHASAN
Karakteristik Pasien di Puskesmas Ibuh KOta Payakumbuh Tahun 2014
PENDIDIKAN.
Pasien dengan pendidikan menengah cenderung lebih mengerti dengan informasi-informasi dalam penanganan medis di Puskesmas serta lebih memahami prosedur dalam pelayanan dibandingkan pelaksana layanan kesehatan lain seperti rumah sakit.
PEKERJAAN
. kondisi pada penelitian mencerminkan kehidupan sosial ekonomi pasien rata-rata adalah masyarakat menengah kebawah. Bagi masyarakat golongan menengah kebawah pengobatan dan pemeriksaan di Puskesmas lebih efisien disebabkan faktor harga yang murah dan terjangkau oleh masyarakat.
JENIS KELAMIN
perempuan memang lebih menonjol daripada jenis kelamin laki-laki karena angka morbiditas perempuan lebih tinggi dan lebih merasakan sakit daripada laki-laki selain itu perempuan juga lebih sering mengalami keluhan terhadap kualitas hidup.
UMUR.
pada penelitian menunjukkan pengunjung yang paling banyak ke Puskesmas adalah pasien dengan usia produktif. Pada usia produktif sering terjadi gaya hidup yang tidak sehat, karena kebiasaan yang tidak sehat, individu biasa melakukan aktivitas sampai malam hari, istirahat kurang, makan makanan yang tidak sehat dan kurang olahraga, sehingga kemungkinan sakit lebih besar dibandingkan dengan usia muda.
Kepuasan Pasien dalam Pelayanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Menurut Dimensi Kualitas Pelayanan di Puskesmas Ibuh Kota Payakumbuh Tahun 2014
Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar pasien yang berkunjung ke Puskesmas Ibuh Kota Payakumbuh puas dalam pelayanan Jaminan Kesehatan Nasional (74,7%). Penelitian Dewi (2012) menyatakan hampir seluruh pasien puas dalam pelayanan Jampersal (97%). Sementara penelitian ICW (2010) menyatakan sebagian besar pasien puas dengan pelayanan Jamkesmas (83,2%). Hasil penelitian menunjukkan pasien puas dalam pelayanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Kepuasan pasien dilihat dari lima dimensi kualitas pelayanan di Puskesmas Ibuh yang tergolong sudah baik, hal ini terlihat dari 5 dimensi kualitas pelayanan yang diukur terdapat 3 dimensi yang tingkat kepuasannya diatas rata-rata yaitu dimensi empati, kehandalan dan respon.

Walaupun sebagian besar responden menyatakan puas, akan tetapi masih ada 2 dimensi pelayanan yang tingkat kepuasannya dibawah rata-rata yaitu dimensi bukti fisik dan jaminan. Hal ini diduga karena beberapa faktor diantaranya subjektifitas jawaban responden menjadi sumber data utama dari hasil penelitian dengan menggunakan kuesioner.
Kepuasan Pasien dalam Pelayanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Menurut Dimensi Kualitas Pelayanan di Puskesmas Ibuh Kota Payakumbuh Tahun 2014
Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar pasien yang berkunjung ke Puskesmas Ibuh Kota Payakumbuh puas dalam pelayanan Jaminan Kesehatan Nasional (74,7%). Penelitian Dewi (2012) menyatakan hampir seluruh pasien puas dalam pelayanan Jampersal (97%). Sementara penelitian ICW (2010) menyatakan sebagian besar pasien puas dengan pelayanan Jamkesmas (83,2%). Hasil penelitian menunjukkan pasien puas dalam pelayanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Kepuasan pasien dilihat dari lima dimensi kualitas pelayanan di Puskesmas Ibuh yang tergolong sudah baik, hal ini terlihat dari 5 dimensi kualitas pelayanan yang diukur terdapat 3 dimensi yang tingkat kepuasannya diatas rata-rata yaitu dimensi empati, kehandalan dan respon.

Walaupun sebagian besar responden menyatakan puas, akan tetapi masih ada 2 dimensi pelayanan yang tingkat kepuasannya dibawah rata-rata yaitu dimensi bukti fisik dan jaminan. Hal ini diduga karena beberapa faktor diantaranya subjektifitas jawaban responden menjadi sumber data utama dari hasil penelitian dengan menggunakan kuesioner.
1. Bukti fisik (Tangible)
Lebih dari separuh pasien menyatakan puas pada dimensi bukti fisik (Tangible) dalam pelayanan JKN. Hal ini sesuai dengan penelitian Mulyaningsih (2013) menyatakan lebih dari separuh responden menyatakan puas pada dimensi bukti fisik (Tangible) dalam pelayanan Jamkesmas. Sedangkan penelitian Dewi (2012) menyatakan sebagian besar responden menyatakan puas pada dimensi bukti fisik (Tangible) dalam pelayanan Jampersal (82%).
Dimensi bukti fisik diukur dari indikator : biaya pelayanan, tersedianya surat rujukan, tersedianya alat penunjang medis dan non medis serta alat pemeriksaan penunjang diagnostik. Berdasarkan jawaban responden terkait dimensi ini lebih dari separuh responden merasa puas dengan biaya pelayanan setelah adanya JKN dan lebih dari separuhnya puas dengan ketersediaan alat penunjang medis seperti laboratorium set dan alat pemeriksaan penunjang diagnostik.
2. Kehandalan (Reliability)
Hasil penelitian terhadap dimensi kehandalan (Reliability) menunjukkan lebih dari separuh pasien menyatakan puas terhadap kehandalan Puskesmas dalam pelayanan JKN (74,7%). Penelitian Mulyaningsih (2013) menyatakan lebih dari separuh responden menyatakan puas pada dimensi kehandalan (Reliability) dalam pelayanan Jamkesmas (73,7%). Sedangkan hasil penelitian Dewi (2012) menyatakan hampir seluruh responden menyatakan puas dengan kehandalan (Reliability) terkait pelayanan Jampersal (96%).
Berdasarkan jawaban responden terkait dimensi kehandalan ini sebagian besar responden merasa bahwa pelayanan yang diberikan sesuai dengan yang dikeluhkan dan lebih separuhnya menyatakan puas dengan kejelasan informasi dari petugas kesehatan terkait pelayanan yang diberikan, kemudahan dalam pendaftaran sampai pasien dilayani sebagai pengguna JKN serta kecepatan pelayanan yang diberikan.
3. Respon (Responsiveness)
Hasil penelitian terhadap dimensi respon (Responsiveness) menunjukkan sebagian besar pasien menyatakan puas terhadap respon Puskesmas dalam pelayanan JKN (83,5%). Sesuai hasil penelitian Dewi (2012) menyatakan sebagian besar responden menyatakan puas dengan dimensi respon (Responsiveness) terkait pelayanan Jampersal (87%). Sementara Mulyaningsih (2013) menyatakan lebih dari separuh responden yang menyatakan puas pada dimensi respon (Responsiveness) dalam pelayanan Jamkesmas (69,7%).
dari penelitian yang dilakukan, Sebagian besar responden puas dengan penerimaan dan pelayanan yang baik dari petugas kesehatan di Puskesmas. Sebagian besar responden puas dengan tanggapan tenaga medis ketika menyampaikan keluhan yang dirasakan. Lebih dari separuh responden puas dengan kecepatan tenaga kesehatan dalam melakukan pemeriksaan dan pengobatan serta solusi yang diberikan dalam pelayanan dan kurang dari separuhnya puas dengan jawaban petugas terhadap pertanyaan terkait pelayanan dalam JKN.
5. Empati (Empathy)
Hasil penelitian terhadap dimensi empati (Empathy) menunjukkan sebagian besar pasien menyatakan puas terhadap dimensi empati dalam pelayanan JKN (81,3%). Berbeda dengan hasil penelitian Mulyaningsih (2013) menyatakan hampir seluruh responden yang menyatakan puas terhadap empati dalam pelayanan Jamkesmas (92%). Sedangkan penelitian Dewi (2012) menyatakan lebih dari separuh responden menyatakan puas dengan dimensi empati terkait pelayanan Jampersal (51,5%).
Sebagian besar responden menyatakan petugas ramah dalam memperlakukan pasien ketika membutuhkan pelayanan di puskesmas dan petugas cukup memberikan perhatian dalam memberikan pelayanan di Puskesmas. beberapa responden menyatakan keramahan dan kesopanan petugas administrasi dalam pendaftaran kurang memuaskan. Hal ini mempengaruhi pelayanan karena administrasi pendaftaran merupakan tempat pertama bagi pasien yang berkunjung ke Puskesmas. Selain itu, bagian administrasi juga merupakan tempat bagi pasien untuk memperoleh informasi mengenai pelayanan dalam JKN, sehingga komunikasi yang ramah dan sopan petugas dianggap penting yang akan menentukan kepuasan pasien terhadap pelayanan selanjutnya
4. Jaminan (Assurance)
Hasil penelitian menunjukkan lebih dari separuh pasien menyatakan puas terhadap jaminan yang diberikan Puskesmas dalam pelayanan JKN (69,2%). Sesuai hasil penelitian Mulyaningsih (2013) menyatakan lebih dari separuh responden menyatakan puas pada dimensi jaminan (Assurance) dalam pelayanan Jamkesmas (64,6%).Penelitian Lestari et al (2008) menyatakan variabel jaminan (Assurance) dianggap “sangat penting” dalam menentukan tingkat kepuasan pasien.
Tingkat kepuasan responden paling tinggi terdapat pada ketersediaan tenaga kesehatan serta pengetahuan dokter dalam menegakkan diagnosa penyakit di puskesmas. Walaupun 4 variabel lainnya menunjukkan kepuasan terhadap responden, namun alangkah lebih baik petugas kesehatan terampil dalam melakukan promosi kesehatan dan pencegahan penyakit serta adanya pelayanan yang mendeteksi dan mencegah dampak lanjutan dari penyakit tertentu seperti diabetes mellitus, hipertensi, jantung dan asma dan tersedianya obat-obat untuk penyakit tersebut di Puskesmas sehingga kepuasan pasien/responden akan meningkat
1. Kehandalan (Reliability)
Hasil penelitian terhadap dimensi kehandalan (Reliability) menunjukkan lebih dari separuh pasien menyatakan puas terhadap kehandalan Puskesmas dalam pelayanan JKN (74,7%). Penelitian Mulyaningsih (2013) menyatakan lebih dari separuh responden menyatakan puas pada dimensi kehandalan (Reliability) dalam pelayanan Jamkesmas (73,7%). Sedangkan hasil penelitian Dewi (2012) menyatakan hampir seluruh responden menyatakan puas dengan kehandalan (Reliability) terkait pelayanan Jampersal (96%).
Berdasarkan jawaban responden terkait dimensi kehandalan ini sebagian besar responden merasa bahwa pelayanan yang diberikan sesuai dengan yang dikeluhkan dan lebih separuhnya menyatakan puas dengan kejelasan informasi dari petugas kesehatan terkait pelayanan yang diberikan, kemudahan dalam pendaftaran sampai pasien dilayani sebagai pengguna JKN serta kecepatan pelayanan yang diberikan.
Analisis Kepuasan Pasien Berdasarkan Karakteristik Pasien dalam Pelayanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Puskesmas Ibuh Kota Payakumbuh Tahun 2014
JENIS KELAMIN
. sebagian besar pasien puas dalam pelayanan adalah pasien laki-laki (83,8%) dan sebagian besar adalah pasien perempuan (83,3%). Hasil ini sesuai dengan hasil penelitian Yuanirta (2011) yang menyatakan kepuasan pasien terhadap pelayanan kesehatan sama antara laki-laki dan perempuan.
Pasien perempuan yang berkunjung ke Puskesmas Ibuh Kota Payakumbuh lebih banyak pasien perempuan dibandingkan pasien laki-laki. Namun, tingkat kepuasan pasien hampir sama antara pasien laki-laki dan perempuan. Hal ini menunjukkan bahwa penilaian pasien terhadap pelayanan kesehatan sama baik yang berjenis kelamin perempuan maupun yang laki-laki.
UMUR
. pasien dengan umur diatas 45 tahun lebih puas (77,2%) dibandingkan pasien dibawah 45 tahun. Sama hal nya dengan penelitian Gamayanti (2010) yang menyatakan bahwa kepuasan pasien yang paling tinggi yaitu pada rentang umur 40-50 tahun (85%).

Usia berpengaruh dalam keputusan seseorang untuk memilih tempat pelayanan kesehatan dan akan mempengaruhi tinggi rendahnya harapan dalam pelayanan yang akan diterimanya.
PENDIDIKAN
. tingkat kepuasan tertinggi yaitu pada pasien yang berpendidikan SD/SMP (77,2%). Sesuai dengan hasil penelitian Lestari et al (2008) pasien dengan tingkat pendidikan lebih rendah akan merasa lebih puas.

Tingkat pendidikan seseorang akan cenderung membantunya untuk membentuk suatu pengetahuan sikap dan perilakunya terhadap sesuatu. Dengan pengetahuan yang baik seseorang dapat melakukan evaluasi berkaitan dengan kemampuan untuk melakukan justifikasi atau penilaian terhadap suatu materi atau objek yang ditentukan.
PEKERJAAN
. pasien yang berprofesi sebagai PNS labih puas (80%) dibandingkan yang non-PNS. Sama halnya dengan penelitian Baequry (2010) yang menunjukkan pasien yang berprofesi sebagai PNS/TNI/Polri lebih puas (84%) diabandingkan pasien lain yang berprofesi sebagai nelayan, petani dan buruh.

tuntutan atau harapan klien cenderung meningkat sesuai dengan pekerjaannya terutama untuk pegawai karena merasa telah membayar iuran asuransi kesehatan yang dipotong dari gajinya setiap bulannya ataupun dari kalangan umum yang membayar sendiri dalam hal ini adalah pengguna JKN yang termasuk peserta non Penerima Bantuan Iuran (non PBI) yang membayar secara mandiri. Disamping itu dari kalangan yang bekerja juga lebih banyak mempunyai pengalaman dalam pelayanan kesehatan sehingga cenderung mempunyai harapan yang lebih tinggi dibandingkan kalangan yang tidak bekerja. hal tersebut mempengaruhi kepuasan namun tingkat kepuasan ini akan berbeda-beda pada masing-masing dimensi kualitas pelayanan yang diukur.
KESIMPULAN DAN SARAN
KESIMPULAN
1. Pasien yang berkunjung ke Puskesmas Ibuh Kota Payakumbuh lebih banyak pasien perempuan dibandingkan pasien laki-laki dengan rentang usia diatas 45 tahun. Sebagian besar berpendidikan SMA dan pekerjaan non-PNS.

2. Kepuasan pasien dalam pelayanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) berdasarkan komposit dari dimensi kualitas pelayanan menunjukkan rata-rata pasien puas dengan pelayanan yang diberikan di Puskesmas. Dari 5 dimensi kualitas pelayanan di Puskesmas yang tertinggi adalah dimensi respon, dimensi empati, dimensi kehandalan, dimensi jaminan dan dimensi bukti fisik.

3. Kepuasan pasien dalam pelayanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dilihat dari karakteristik pasien menunjukkan tingkat kepuasan laki-laki dan perempuan hampir sama, lebih puas pada usia diatas 45 tahun dengan pendidikan SD/SMP dan PNS lebih puas dibandingkan yang no-PNS.
1. Hendaknya Puskesmas sebagai pelaksana pelayanan tingkat pertama dilengkapi dengan peralatan penunjang medis seperti laboratorium set dan peralatan penunjang diagnostik yang lengkap sehingga akan meningkatkan kepuasan pasien karna pasien tidak harus dirujuk hanya untuk mendapatkan pemeriksaan penunjang yang diperlukan.

2. Tenaga medis seperti dokter, perawat, bidan dan petugas kesehatan lainnya di Puskesmas perlu diberikan pelatihan mengenai pelayanan dalam JKN sehingga mampu menjawab pertanyaan pasien yang berkunjung mengenai pelayanan dalam JKN secara tepat dan jelas.

3. Perlunya diberikan informasi yang jelas dan detail kepada pasien baik itu mengenai penyakit yang diderita maupun mengenai pelayanan dalam Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

4. Bagi dinas kesehatan kota Payakumbuh perlu melakukan pengkajian kebutuhan kelengkapan sarana dan prasarana sesuai dengan yang diharapkan pasien guna peningkatan mutu dalam pelayanan JKN di Puskesmas Ibuh Kota Payakumbuh.
SARAN
Full transcript