Loading presentation...
Prezi is an interactive zooming presentation

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Seminar Hasil Cha2

No description
by

xiao lie

on 3 February 2013

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Seminar Hasil Cha2

Disca Sabrina Effendy
120910014
Program Studi Akuntansi Keuangan dan Pasar Modal
Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Seminar Hasil Tugas Akhir
Dosen Pembimbing: Daniel Sugama Stephanus, S.E., MM., MSA., Ak. ANALISIS PENGARUH VARIABEL
GOOD CORPORATE GOVERNANCE, KINERJA, KONDISI, DAN KEPEMILIKAN PERUSAHAAN
TERHADAP AGENCY COST
PADA SELURUH PERUSAHAAN
YANG LISTING DI BURSA EFEK INDONESIA Latar Belakang Landasan Teori Penelitian Terdahulu Implikasi Penelitian
(Signifikan) Hipotesis Penelitian Implikasi Penelitian
(Tidak Signifikan) Fachrudin (2011) Kerangka Pikir Kualitas Auditor Perusahaan Nilai Perusahaan Meningkatkan
Laba Conflict
of
Interest Principal
and
Agent Menurunnya
Kinerja
Perusahaan Agency Cost Cara Mereduksi Agency Cost Good Corporate
Governance Kinerja
Perusahaan Kondisi
Perusahaan Kepemilikan
Perusahaan Kualitas Auditor
Ukuran Dewan Direksi
Proporsi Dewan Komisaris Independen Economic Value Added
Free Cash Flow
Profitabilitas (ROA, ROE)
Pertumbuhan Perusahaan (Laba dan Penjualan) Ukuran Perusahaan
Umur Perusahaan Kepemilikan saham manajerial
Mengatur kebijakan dividen perusahaan
Mengatur komposisi struktur modal perusahaan Agency Cost Kinerja Perusahaan
Terjaga Meningkatkan
Nilai Perusahaan ANALISIS PENGARUH VARIABEL GOOD CORPORATE GOVERNANCE, KINERJA, KONDISI, DAN KEPEMILIKAN PERUSAHAAN TERHADAP AGENCY COST PADA PERUSAHAAN LISTING DI BURSA EFEK INDONESIA Rumusan Masalah Apakah Good Corporate Governance, kinerja, kondisi, dan kepemilikan perusahaan berpengaruh secara simultan terhadap Agency Cost pada perusahaan yang Listing di Bursa Efek Indonesia (BEI)?
Bagaimanakah Good Corporate Governance, kinerja, kondisi, dan kepemilikan perusahaan berpengaruh secara parsial terhadap Agency Cost pada perusahaan yang Listing di Bursa Efek Indonesia (BEI)? Tujuan Penelitian Untuk menguji pengaruh simultan Good Corporate Governance, kinerja, kondisi, dan kepemilikan perusahaan terhadap Agency Cost pada perusahaan yang Listing di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Untuk menguji pengaruh parsial Good Corporate Governance, kinerja, kondisi, dan kepemilikan perusahaan terhadap Agency Cost pada perusahaan yang Listing di Bursa Efek Indonesia (BEI). Manfaat Penelitian Peneliti Peneliti Selanjutnya Pembaca Dapat mengembangkan wawasan yang dimiliki peneliti tentang kandungan informasi Good Corporate Governance, kinerja, kondisi, dan kepemilikan perusahaan dalam pengaruhnya terhadap agency cost. Dapat menjadi sumber informasi untuk pembaca agar dapat memahami mengenai kandungan informasi Good Corporate Governance, kinerja, kondisi, dan kepemilikan perusahaan pengaruhnya terhadap agency cost. Dapat digunakan sebagai landasan utama, tambahan, maupun sebagai referensi untuk penelitian dengan bidang yang sama di masa mendatang. Teori Keagenan Prinsipal mempekerjakan agen untuk melakukan tugas untuk kepentingan prinsipal, termasuk pendelegasian otorisasi pengambilan keputusan dari prinsipal kepada agen (Anthony dan Govindarajan, 2005). Teori Keagenan (agency theory) yang dikemukakan oleh Jensen dan Meckling (1976) adalah bahwa kepentingan manajemen dan kepentingan pemegang saham yang seringkali bertentangan, sehingga dapat menyebabkan konflik diantara keduanya. Menurut Pujiastuti (2008) mengatakan bahwa konflik keagenan tersebut bisa terjadi karena beberapa hal. Pemilik (shareholders) dan manajer Manajer dengan debtholder Biaya keagenan adalah biaya-biaya yang ditanggung oleh pemegang saham untuk mencegah atau meminimalkan masalah-masalah keagenan dan untuk memaksimumkan pemegang saham. (Jensen and Meckling, 1976) The monitoring expenditure
by the principal The bonding Cost Residual Lost Good Corporate Governance Suatu pola hubungan, sistem, dan proses yang digunakan oleh organ perusahaan (Direksi, Dewan Komisaris, RUPS) guna memberikan nilai tambah kepada pemegang saham secara berkesinambungan dalam jangka panjang, dengan tetap memperhatikan kepentingan stakeholder lainnya, berlandaskan peraturan perundang-undangan dan norma yang berlaku. Pihak yang Berperan dalam GCG Auditor Dewan Komisaris Dewan Direksi Dewan komisaris bertugas mengawasi kebijaksanaan direksi dalam menjalankan perusahaan dan memberikan nasihatnya.
Komisaris independen adalah anggota dewan komisaris yang tidak memiliki hubungan keuangan, kepengurusan, kepemilikan saham dan/atau hubungan keluarga dengan anggota dewan komisaris lainnya, direksi dan/atau pemegang saham pengendali atau hubungan lain yang dapat memengaruhi kemampuannya untuk bertindak independen. Dewan merupakan salah satu mekanisma yang sangat penting dalam GCG, di mana keberadaannya menentukan kinerja perusahaan
Keefektifan direksi dalam menghasilkan kinerja akan berbeda bagi perusahaan yang sehat secara keuangan dibandingkan dengan perusahaan yang sedang dalam masalah keuangan Kinerja Perusahaan Analisis Ratio Profitabilitas Pertumbuhan Perusahaan Free Cash Flow Economic Value Added ROA
ROE Pertumbuhan Laba
Pertumbuhan Penjualan FCF = laba operasi setelah pajak – investasi bersih pada modal operasi Rasio FCF=FCF/(Total Aktiva) EVA = NOPAT – Capital Charges Nilai EVA > 0 manajemen perusahaan berhasil menciptakan nilai tambah ekonomis bagi perusahaan Nilai EVA = 0 manajemen perusahaan berada dalam titik impas Nilai EVA < 0 Pada posisi ini berarti tidak terjadi proses pertambahan nilai ekonomis bagi perusahaan Kondisi Perusahaan Ukuran Perusahaan Umur Perusahaan Firm size (ukuran perusahaan) adalah skala besar kecilnya perusahaan yang ditentukan oleh beberapa hal antara lain adalah total penjualan, total aktiva, dan rata-rata tingkat penjualan perusahaan Umur perusahaan menunjukkan sebarapa lama perusahaan mampu bertahan (survive) Kepemilikan Perusahaan Kepemilikan
Saham Manajerial Struktur Modal Kebijakan Dividen Persentase saham yang dimiliki oleh pihak manajemen
Pihak manajemen yang dimaksud adalah direktur dan komisaris yang aktif ikut dalam pengambilan keputusan Penentuan kebijakan struktur keuangan yang berkaitan erat dengan investasi yakni sumber dana yang akan digunakan untuk membiayai proyek investasi tersebut: penerbitan saham (equity financing), penerbit obligasi (debt financing), dan laba ditahan (retained earning) Keputusan apakah laba yang diperoleh perusahaan akan dibagikan kepada pemegang saham sebagai dividen atau akan ditahan dalam bentuk laba ditahan guna pembiayaan investasi dimasa mendatang Indrayani (2006) Rahmawati (2009) Dahlan (2009) “Analisis pengaruh Struktur Modal, Ukuran Perusahaan, dan Agency Cost Terhadap Kinerja Perusahaan”
terdapat pengaruh signifikan positif struktur modal terhadap agency cost dan pengaruh signifikan negatif ukuran perusahaan terhadap agency cost. “Analisis pengaruh Struktur Kepemilikan Terhadap Agency Cost Pada Perusahaan-Perusahaan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Jakarta”
tidak ada pengaruh yang signifikan antara kepemilikan saham manajerial terhadap agency cost. Kemudian hasil pada hipotesis kedua adalah tidak ada pengaruh yang signifikan antara kepemilikan saham institusional terhadap agency cost “Pengaruh Good Corporate Governance, Struktur Kepemilikan dan Dividen Terhadap Agency Costs (Studi Pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2003-2006”.
secara simultan variabel independen berpengaruh secara signifikan terhadap asset turnover maupun selling and general administrative. Secara parsial kepemilikan manajerial dan kepemilikan institusional yang berpengaruh positif secara signifikan terhadap asset turnover dan hanya kepemilikan manajerial secara parsial yang berpengaruh signifikan terhadap selling and general administrative. “Analisis Hubungan Antara Kualitas Audit Dengan Diskresioneri Akrual dan Kebebasan Auditor”
Terdapat hubungan negatif antara kualitas audit dengan diskresioneri akrual. Penemuan ini konsisten dengan hasil kajian sebelumnya, kualitas audit Big 5 lebih tinggi berbanding non Big 5. H1: Good Corporate Governance, Kinerja, Kondisi, dan Kepemilikan Perusahaan secara simultan berpengaruh signifikan terhadap agency cost.
H2.1: Kualitas Auditor berpengaruh terhadap Agency cost
H2.2: Proporsi Dewan Komisaris berpengaruh terhadap Agency cost
H2.3: Ukuran Dewan Direksi berpengaruh terhadap Agency cost
H2.4: Return On Assets berpengaruh terhadap Agency cost
H2.5: Return On Equity berpengaruh terhadap Agency cost
H2.6: Pertumbuhan Penjualan berpengaruh terhadap Agency cost
H2.7: Pertumbuhan Laba berpengaruh terhadap Agency cost H2.8: Free Cash Flow berpengaruh terhadap Agency co
H2.9: Economic Value Added berpengaruh terhadap Agency cost
H2.10: Ukuran Perusahaan berpengaruh terhadap Agency cost
H2.11: Umur Perusahaan berpengaruh terhadap Agency cost
H2.12: Kepemilikan Saham Manajemen berpengaruh terhadap Agency cost
H2.13: Struktur Modal berpengaruh negative terhadap Agency cost
H2.14: Kebijakan Dividen berpengaruh negative terhadap Agency cost Metoda Penelitian Thank You Simpulan Keterbatasan Penelitian Saran Pengujian Hipotesis 1 Pengujian Hipotesis 2 Uji Sensivitas Menduga bahwa Good Corporate Governance, Kinerja, Kondisi, dan Kepemilikan Perusahaan berpengaruh signifikan secara simultan terhadap agency cost. Variabel kualitas auditor, umur perusahaan, dan struktur modal berpengaruh signifikan searah dengan hipotesis secara parsial terhadap agency cost. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan nilai signifikan dari masing-masing variabel yang kurang dari 0,05
Variabel proporsi dewan komisaris, ukuran dewan direksi, pertumbuhan laba, pertumbuhan penjualan, return on asset, return on equity, free cash flow, Economic Value Added, ukuran perusahaan, kepemilikan saham manajemen, dan kebijakan dividen tidak berpengaruh signifikan searah dengan hipotesis secara parsial terhadap agency cost. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan nilai signifikan dari masing-masing variabel yang lebih dari 0,05. Menunjukkan bahwa variabel kualitas auditor, umur perusahaan, dan struktur modal tidak sensitif terhadap perubahan variabel independen. Penelitian ini hanya terbatas pada rentang waktu 6 (enam) tahun sehingga hasil penelitian kurang memberikan gambaran pengaruh variabel independen terhadap agency cost
Penelitian ini menyeleksi sampel dengan menggunakan data ICMD, sedangkan data ICMD adalah data yang kurang akurat mengingat data ICMD merupakan data perusahaan sebelum diaudit oleh auditor sehingga dimungkinkan terdapat beberapa perusahaan bukan sampel yang seharusnya masuk ke dalam sampel.
Penelitian ini hanya memasukkan ukuran dewan direksi yang artinya hanyalah jumlah dari dewan direksi yang dimiliki oleh perusahaan sehingga tidak mengasumsikan terjadinya kepentingan kualifikasi dalam perusahaan sampel. Peneliti selanjutnya dapat menggunakan rentang waktu minimal 6 (enam) tahun sehingga hasil penelitian selanjutnya dapat lebih memberikan gambaran pengaruh variabel independen terhadap agency cost.
Penelitian selanjutnya dapat menyeleksi sampel penelitian dengan menggunakan seluruh laporan keuangan tahunan dari semua perusahaan populasi sehingga data yang diperoleh jauh lebih akurat.
Penelitian selanjutnya dapat menggunakan kriteria dewan direksi dengan menggunakan pemisahan antara orang Indonesia dengan orang asing untuk kepentingan kualifikasi peran. Jenis & Sumber Data Jenis: Kuantitatif
Sumber: Data Sekunder
Berupa Laporan Keuangan
Diperoleh dari Pojok Bursa Universitas Ma Chung Teknik Pengambilan Data Dokumentasi Variabel Penelitian Dependen: Agency Cost Independen: Kualitas Auditor, Ukuran Dewan Direksi, Proporsi Komisaris Independen, ROA, ROE, Pertumbuhan Laba, Pertumbuhan Penjualan, Free Cash Flow, Economic Value Added, Kepemilikan Saham Manajemen, Struktur Modal, Kebijakan Dividen, Ukuran Perusahaan, dan Umur Perusahaan Populasi Sampel Purposive Sampling Prosedur Pengambilan Sampel Semua perusahaan go public yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2006 hingga 2011 dan perusahaan yang tidak mengalami delisting antara tahun 2006 hingga 2011.
Memiliki laporan auditan tahun 2006 hingga 2011.
Membagi dividen kasnya minimal 3 (tiga) tahun dalam perioda pengamatan.
Memiliki kelengkapan data penelitian pada laporan keuangan dan telah diaudit oleh auditor independen pada tahun 2005 hingga 2011.
Laporan keuangan perusahaan berakhir pada perioda 31 Desember dan menggunakan rupiah sebagai mata uang pelaporan. Definisi Operasional Model Penelitian Metoda Analisis Data Uji Asumsi Klasik Statistik Dekriptif Uji Regresi Berganda Uji Sensivitas Uji Normalitas
Uji Autokorelasi
Uji Multikolinearitas
Uji Heterokedastisitas Mean
Maximum
Minimum
Deviasi Standar Uji Statistik F (F Test)
Uji Koefisien Determinasi (R2)
Uji Statistik T (T Test)
Uji r Parsial (R) Uji Statistik F (F Test)
Uji Koefisien Determinasi (R2)
Uji Statistik T (T Test)
Uji r Parsial (R) Statistik Dekriptif Hasil Penelitian
&
Pembahasan Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas (P Plot) Uji Normalitas (Histogram) Uji Heterokedastisitas Uji Multikolinieritas Uji Autokorelasi Uji Regresi Berganda Koefisien Model Regresi Linier Berganda Uji Simultan Uji Statistik F Jadi, Good Corporate Governance, Kinerja, Kondisi, dan Kepemilikan Perusahaan secara simultan berpengaruh signifikan terhadap agency cost. Uji Koefisien Determinasi Jadi, hanya 9% dari agency cost yang mampu dijelaskan oleh Good Corporate Governance, Kinerja, Kondisi, dan Kepemilikan Perusahaan sedangkan sisanya 91% dijelaskan oleh variabel lain di luar variabel independen yang diteliti. Uji Parsial Uji Statistik t Uji r parsial Analisis Sensitivitas Model Regresi Uji Simultan Uji Statistik F Jadi, variabel kualitas auditor, umur perusahaan, dan struktur modal secara simultan berpengaruh siginifikan terhadap agency cost. Uji Koefisien Determinasi Jadi hanya 7,7% dari agency cost yang mampu dijelaskan oleh kualitas auditor, umur perusahaan, dan struktur modal, sedangkan sisanya 92,3% dijelaskan oleh variabel lain di luar ketiga variabel independen yang diteliti dalam analisia sensitivitas ini Uji Parsial Uji Statistik t Uji r parsial Umur Perusahaan Struktur Modal Signifikan positif -> 20,3%
Semakin tinggi kualitas auditor, maka akan semakin tinggi pula fee yang harus dikeluarkan oleh perusahaan untuk membayar auditor, sehingga agency cost yang dikeluarkan oleh perusahaan akan semakin tinggi pula. Signifikan positif -> 13,8%
Semakin tua atau lama perusahaan beroperasi maka perusahaan tersebut juga pasti mengalami lebih banyak masalah atau kendala dalam proses usahanya dan juga pasti diperlukan banyak biaya untuk dapat menanggulangi atau menyelesaikan masalah-masalah tersebut Signifikan Negatif -> -29,4%
Penggunaan utang dalam struktur modal dapat mencegah pengeluaran perusahaan yang tidak penting dan memberi dorongan pada manajer untuk mengoperasikan perusahaan dengan lebih efisien. (Jensen & Meckling, 1976) Proporsi Dewan Komisaris Ukuran Dewan Direksi ROA Tidak signifikan positif -> 1,6%
Kondisi ini terjadi karena meskipun terdapat corporate governance pemilik masih kurang percaya kepada manajer. Tidak signifikan negatif -8,4%
Semakin besar ukuran dewan direksi semakin besar beban diskresi manajerial yang terjadi. Dengan demikian ukuran dewan direksi tidak menunjukkan biaya keagenan. (Singh, et al., 2003) Tidak signifikan negatif -> -16,5%
Namun pada kenyataannya kinerja sebuah perusahaan tidak hanya diukur melalui nilai ROA-nya. Terdapat banyak faktor dan perhitungan untuk dapat mengukur kinerja perusahaan. ROE Pertumbuhan Penjualan Pertumbuhan Laba Tidak signifikan positif -> 4,2%
Namun pada kenyataannya kinerja sebuah perusahaan tidak hanya diukur melalui nilai ROE-nya. Terdapat banyak faktor dan perhitungan untuk dapat mengukur kinerja perusahaan. Tidak signifikan negatif -8,2%
Karena kinerja operasional perusahaan yang salah satunya diukur melalui pertumbuhan penjualan tidaklah berpengaruh secara langsung terhadap agency cost Tidak signifikan positif 7,4%
Laba yang semakin naik tidak akan memiliki pengaruh yang mendalam terhadap agency cost apabila perusahaan tersebut sedang mengalami keadaan tertentu seperti dalam rangka melakukan ekspansi perusahaan. Free Cash Flow Economic Value Added Ukuran Perusahaan Tidak signifikan negatif -> -3,9%
Karena perusahaan sampel yang sedang mengalami suatu masa tertentu yakni ekspansi perusahaan sehingga dengan begitu fokus dari perusahaan tersebut hanya pada satu hal yakni ekspansi Tidak signifikan positif -> 9,1%
Karena meski EVA sebagai pengukur kinerja terbaik, tapi apabila perusahaan lebih mengutamakan hal lain seperti contohnya ekspansi, maka perusahaan akan mengabaikan terjadinya perbedaan kepentingan yang berujung pada masalah keagenan, sehingga EVA tidaklah berpengaruh terhadap agency cost Tidak signifikan negatif -> -9,1%
Ukuran dari perusahaan tersebut belum tentu dapat menggambarkan dan menjamin apakah perusahaan tersebut telah mampu menangani dan terlepas dari agency problem. Ketakpastian tersebut membuktikan bahwa ukuran perusahaan tidak dapat mendeskripsikan apakah perusahaan tersebut dapat menangani agency cost Kepemilikan Manajerial Kebijakan Dividen Tidak signifikan negatif -> -6,8%
Hal tersebut mungkin terjadi karena perusahaan-perusahaan sampel sedang mengalami pertumbuhan perusahaan sehingga dengan atau tidak adanya kepemilikan saham manajemen tidak akan memengaruhi agency cost. Tidak signifikan negatif -> -0,3%
Hasil tersebut mungkin dikarenakan oleh beberapa sampel perusahaan yang diteliti sedang mengalami pertumbuhan sehingga dibutuhkan banyak dana untuk membiayai investasi (Ratnadi, 2008) Agency Cost Mutu audit (Kualitas Auditor) Proporsi Dewan Komisaris Independen Ukuran Dewan Direksi ROA Auditor perusahaan yang termasuk KAP Big Four diberi nilai 1, sedangkan KAP Non Big Four diberi nilai 0. Jumlah anggota dewan direksi perusahaan I pada tahun t ROE Pertumbuhan Penjualan Pertumbuhan Laba Free Cash Flow Economic Value Added Kepemilikan saham manajemen (Insider Ownership) Struktur modal (Leverage Ratio) Kebijakan dividen Ukuran perusahaan Umur Perusahaan Log Natural Jumlah Aset Dihitung sejak tahun perusahaan tersebut berdiri hingga perusahaan tersebut dijadikan sampel dalam penelitian
Full transcript