Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Metode-metode Penelitian dalam Psikologi

No description
by

Yunita Tri

on 31 January 2013

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Metode-metode Penelitian dalam Psikologi

Pembahasan Oleh : 1. Metode Eksperimen Latar Belakang :

Penentuan suatu metode merupakan hal-hal yang penting setelah penentuan objek.
Objek studi psikologi dipelajari secara sistematik menggunakan metode-metode yang menjamin objektivitas dalam pengambilan kesimpulannya.
Artinya, metode yang digunakan mampu mengamati, mencatat dan mengukur perilaku seperti apa adanya. Metode-metode Penelitian dalam Psikologi Yunita Tri W. 15010111130021
Anita Wahyu H. 15010111140131
Ajeng Erfelina 15010111140142 Rumusan Masalah & Tujuan Penulisan

1. Menjelaskan metode-metode penelitian dalam psikologi
2. Menjelaskan kelemahan dan kelebihan dalam metode-metode penelitian dalam psikologi. 2. Metode Observasi 3. Metode Introspeksi 4. Metode introspeksi eksperimen 5. Metode Ekstrokpesi 6. Metode Survei 7. Metode Biografi 8. Metode Analisis Karya 9.Metode Klinis 10. Metode Testing 11. Metode Statistik
dasarnya metode penelitian dibedakan atas dua bagian besar : 1.Metode Longitudinal 2.Metode Cross-sectional Contoh :
Penelitian tentang perkembangan anak. Penelitian ini dicatat hari demi hari, bulan demi bulan, tahun demi tahun. Hasil tersebut dikumpulkan dan diolah kemudian ditarik kesimpulan.
Kelebihan :
Objek yang diamati tetap, sehingga pengaruh variabel lain yang timbul karena pergantian subjek tidak ada.
Kekurangan :
Penelitian ini membutuhkan waktu yang lebih lama, kesabaran serta ketekunan. Membutuhkan biaya yang lebih besar daripada metode penelitian cross-sectional. Metode Longitudinal Contoh : Penelitian dengan menggunakan kuesioner.
Kelebihan : Tidak membutuhkan waktu yang lama dan dapat dikumpulkan bahan yang banyak.
Kekurangan : Penelitian menggunakan metode ini hasil penelitiannya kurang mendalam, karena itu untuk mengatasikekurangan di satu pihak dan mengambil keunggulannya di lain pihak, sering menggabungkan antara metode longitudinal dan cross-sectional. Metode Cross-Sectional Metode ini bermaksud menyelidiki pengaruh kondisi tertentu terhadap tingkah laku individu.
Contoh :
Dalam sebuah penelitian yang menguji mengenai pengaruh tayangan kriminalitas terhadap tingkat agresifitas anak, terdapat dua kelompok yang masing-masing beranggotakan 15 orang. Kelompok pertama dimasukkan ke dalam sebuah ruangan selama beberapa waktu dan sengaja hanya diberikan tayangan kriminalitas, sedangkan kelompok kedua dibiarkan untuk memilih menonton tayangan apa saja. Setelah beberapa waktu, dapat dibandingkan hasil percobaan yang telah kita lakukan terhadap kelompok pertama dan kelompok kedua.
Jenis :
Penelitian Laboratorium
Penelitian Lapangan
Desain penelitian :
Tipe desain klasik (classical experimental design)
Tipe pengamatan akhir (two group posttest only)
Tipe empat kelompok (solomon four group) Metode Eksperimen Etika :
etika dan aturan-aturan yang harus diperhatikan oleh sang peneliti karena menyangkut kebebasan dan hak
asasi subjek penelitian. Berikut adalah etika penelitian percobaan:
Kebebasan bagi publik untuk mengakses hasil penelitian
Menjaga kerahasiaan (privacy) subjek penelitian.
Mengirimkan hasil penelitian kepada subjek.
Memberikan hal subjek dan meminta persetujuan terlebih dahulu untuk kesediaan menjadi subjek penelitian, dengan memberitahukan konsekuensi yang muncul dalam penelitian.
Memberitahukan secara jujur dan jelas kepada subjek tentang prosedur penelitian yang telah dilakukan. Hal ini dilakukan setelah penelitian percobaan (eksperimen) selesai dilakukan.
Kelebihan :
Dengan eksperimen ada hal yang dapat diselidiki dengan teliti dan berulang-ulang
Melalui eksperimen, peneliti lebih memahami dan menghayati apa yang sedang dipelajarinya.

Peneliti mendapatkan pengalaman langsung dan praktis dalam kenyataan sehari-hari yang sangat berguna bagi dirinya.
Kekurangan :
Tidak semua gejala kejiwaan dapat diselidiki secara eksperimen
Apabila sarana tidak tersedia atau kurang memadai, maka proses jalannya eksperimen akan menjadi tidak efektif
Memerlukan waktu yang panjang atau lama untuk melihat perubahan yang
dihasilkan dari manipulasi Metode observasi dalam psikologi banyak dilakukan untuk mempelajari tingkah laku anak-anak, interaksi sosial dan aktivitas keagamaan dan kejadian lain yang tidak dapat dieksperimenkan.
Dibedakan menjadi 2 macam yaitu :
Observasi alami (natural observation)
peneliti melakukan pencatatan tanpa mengubah suasana atau mengontrol situasi.
Peneliti sebagai penonton
Observasi terkontrol (controlled observation)
lingkungan tempat subjek diubah sedemikian rupa sesuai dengan tujuan peneliti, sehingga bermacam-macam reaksi atau tingkah laku diharapkan akan timbul.
Kelebihan :
Memperoleh data tentang hal-hal yang tidak diungkapkan secara terbuka dengan wawancara Kekurangan :
Banyak kejadian-kejadian yang tidak dapat dicapai dengan observasi langsung misalnya kehidupan pribadi seseorang yang sangat rahasia. Metode Observasi Metode penyelidikan dengan melihat peristiwa-peristiwa kejiwaan kedalam dirinya sendiri. Metode introspeksi ini dapat eksperimental dan dapat pula non-eksperimental. Menurut Wundt istilah introspeksi ini kurang tepat, yang lebih tepat ialah retrospeksi (retro=kembali, dan spectaro=melihat). Jadi penyelidik melihat kembali peristiwa-peristiwa kejiwaan yang terjadi dalam dirinya sendiri, sebab apa yang diselidiki itu adalah apa yang telah terjadi, bukan apa yang sedang terjadi di dalam dirinya sendiri.
Contoh : Orang tidak akan dapat melihat ke dalam dirinya sendiri sewaktu orang masih dalam keadaan marah, tetapi orang akan dapat melihat ke dalam dirinya setelah peristiwa kemarahan itu selesai.
Kelemahan :
metode ini bersifat subjektif, karena orang sering tidak jujur dalam mengadakan penelitian terhadap dirinya sendiri, apalagi mengenai hal-hal yang tidak baik.
Kelebihan :
metode introspeksi ini merupakan metode yang khas, hanya terdapat pada manusia. Metode Introspeksi Penggabungan antara metode introspeksi dengan eksperimen.
jumlah subjek :banyak, yaitu orang-orang yang dieksperimentasi itu, sehingga hasilnya akan lebih bersifat objektif. Dalam metode instrokpesi yang murni , hanya peneliti sendiri yang menjadi objek. Dirinya sendiri yang menjadi ukuran segala-galanya.
Contoh :
satu kelas dicoba, mengenai pemecahan sesuatu masaah (problem
solving). Setelah itu masing-masing individu disuruh mengadakan
introspeksi apa yang terjadi dalam dirinya sewaktu mereka
memecahkan masalah tersebut. Kesimpulannya merupakan kesimpulan atas dasar introspeksi eksperimental. Metode Introspeksi Eksperimental Mempelajari dengan sengaja dan teratur gejala-gejala jiwa pada orang lain dan mencoba mengambil kesimpulan dengan melihat gejala-gejala yang ditunjukkan dari mimik dan pantomimik orang lain.
Subjek : orang lain
Ekstrospeksi tidak bisa lepas dari introspeksi karena dalam menyimpulkan segala sesuatu yang terjadi pada orang lain diperlukan pengalaman dari diri sendiri terlebih dahulu.
mengambil kesimpulan analogis dari hasil adalah bahwa gejala kejiwaan yang sama belum tentu diakibatkan oleh sebab yang sama.
Kelebihan : lebih bersifat obyektif dan dapat digunakan dalam menyelidiki anak-anak dan orang yang abnormal.
kelemahan : hanya dapat menyelidiki gejala-gejala jiwa yang nampak saja, padahal tiap orang bisa saja mengekspresikan sikap yang bertentangan dengan keadaan atau situasi jiwanya. Selain itu, apabila orang yang sedang diselidiki tahu, terkadang ia memberikan kesan yang tidak sesuai dengan kenyataan sehingga apa yang disimpulkan dari hasil ekstrospeksi itu akan berbeda dengan apa yang semestinya. Metode Ekstrospeksi teknik pengumpulan informasi yang dilakukan dengan cara menyusun daftar pertanyaan yang diajukan pada responden. Dalam penelitian survey, peneliti meneliti karakteristik atau hubungan sebab akibat antar variabel tanpa adanya intervensi peneliti.
3 jenis penelitian survey dengan berbagai kelebihan dan kelemahan masing-masing :
Kuesioner/angket
Kelebihan : metode yang praktis, dari jarak jauh. Peneliti tidak perlu langsung datang di tempat penelitian. Waktunya singkat, data yang dikumpul relatif banyak. Tenaga yang digunakan sedikit, serta otang dapat menjawab leluasa, sehingga tidak dipengaruhi orang-orang lain.
Kelemahan : Kemungkinan peneliti tidak dapat berhadapan muka dengan yang diteliti, maka apabila ada hal-hal yang kurang jelas sulit untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Pertanyaan-pertanyaan tidak dapat diubah disesuaikan dengan situasinya. Biasanya angket yang telah dikeliarkan tidak semua dapat kembali.
wawancara tatap muka
Kelebihan : fleksibilitas, tingkat respon yang lebih baik, memungkinkan pencatatan perilaku non verbal, kendali atas lingkungan waktu menjawab, kemampuan untuk mengikuti urutan pertanyaan, responden tidak bisa curang dan harus menjawab sendiri, terjaminnya kelengkapan jawaban dan pertanyaan yang dijawab, adanya kendali atas waktu, serta dapat digunakan untuk kuesioner yang kompleks
kelemahannya : biayanya mahal, waktu yang dibutuhkan untuk bertanya dan untuk berkunjung ke lokasi, bias pewawancara, tidak ada kesempatan bagi responden untuk mngecek fakta, mengganggu responden, kurangnya menjamin kerahasiaan, kurangnya keseragaman pertanyaan, serta kurang bisa diandalkan untuk mencapai banyak responden.
wawancara telepon
Kelebihan : tingkat respon lebih tinggi memungkinkan untuk menjangkau geografis yang luas/jauh, waktu lebih singkat, dapat mengontrol tahapan pengisian kuesioner, dapat melakukan pertanyaan lanjutan, dan memungkinkan untuk format pertanyaan yang lebih kompleks.
kekurangan : biaya tinggi, penjang wawancara terbatas, terbatas untuk responden yang memiliki telepon, mengurangi anomitas, memungkinkan bias pewawancara, sulit untuk pertanyaan terbuka, membutuhkan bantuan visual, serta hanya dapat mencatat hal-hal tertentu dari latar belakang suara atau intonasi suara. Metode Survei digunakan untuk mengadakan penganalisisan terhadap materi atau data yang telah dikumpulkan dalam suatu penelitian.
Kedudukan statistik dalam suatu penelitian atau riset dikemukakan oleh Hadi (1979:2) yang didasarkan pada gambaran Guilford sebagai berikut:
Statistik memungkinkan pencatatan secara paling eksak data penyelidikan
Statistk memaksa penyelidik menganut tata-pikir dan tata kerja definit dan eksak.
Statistik menyediakan cara-cara meringkas data ke dalam bentuk yang lebih banyak artinya dan lebih gampang mengerjakannya.
Statistik memberi dasar untuk menarik konklusi melalu proses yang mengujuti tata yang dapat diterima oleh ilmu pengetahuan.
Statistik memberi landasan untuk meramalkan secara ilmiah mengenai suatu gejala akan terjadi dalam kondisi-kondisi yang tekah diketahui.
Statistik memungkinkan penyelidik menganalisis, menguraikan sebab akibat yang kompleks dan rumit, yang tanpa statistik akan merupakan peristiwa yang membingungkan, kejadian yang teruraikan. Metode Statistik menggunakan soal-soal, pertanyaan-pertanyaan, atau tugas-tugas lain yang telah distandardisasikan.
Pada test ini ingin mengetahui kemampuan-kemampuan ataupun sifat-sfat lain dari testee.
Tes dibedakan atas bermacam-macam jenis, yaitu :
Menurut banyaknya orang yang dites, yaitu :
Tes Individualyaitu tes yang diberikan secara perorangan.
Misalnya tes Binet, tes Roschach, tes Wechsler.
Tes kelompok, yaitu tes yang diberikan secara kelompok.
Misalnya Army Alpha dan Army Betatest, Army General Classification test (AGCT), tes SPM.
Berdasarkan atas peristiwa-peristiwa kejiwaan yang diteliti, yaitu :
Tes pengamatan
Tes perhatian
Tes ingatan
Tes intelegensi, dan sebagainya.
Berdasarkan atas caranya orang menjawab atau mengerjakan, yaitu :
Tes Bahasa (verbal test), yaitu testee dalam menegrjakan test menggunakan bahasa.
Misalnya tes Binet, tes Roschach, tes TAT.
Tes Peraga (performance test), yaitu testee dalam mengerjakan tes tidak perlu menggunakan bahasa teteapi cukup dengan perbuatan.
Misalnya tes William Healy, tes SPM, tes Goodenough. Metode Testing Metode ini mulanya timbul dalam lapangan klinik untuk mempelajari keadaan orang-orang yang jiwanya terganggu (abnormal).
Pada umumnya digunakan oleh para ahli psikologi klinis.
Kelemahannya metode ini seakan-akan memberikan kesan bahwa subjeknya adalah orang-orang yang jiwanya tidak normal, hingga hasil yang dicapai kurang menggambarkan keadaan jiwa pada umumnya. Metode Klinis Metode ini merupakan suatu metode penelitian dengan mengadakan hasil karya. Karya-karya ini merupakan pencetusan dari keadaan jiwa seseorang.
Contoh :
Mengenai gambar-gambar, karangan-karangan yang telah dibuat, termasuk buku harian. Metode Analisis Karya Metode ini merupakan tulisan tentang kehidupan seseorang yang merupakan riwayat hidup. Dalam biografi orang menguraikan tentang keadaan, sikap-sikap ataupun sifat-sifat lain mengenai orang yang bersangkutan. Oleh karena itu biografi juga dapat merupakan sumber penyelidikan dalam lapangan psikologi.
Kelemahan :
metode ini kadang-kadang bersifat subjektif, dalam arti menurut pandangan yang membuat biografi itu. Metode Biografi
Full transcript